ASEAN NEWS

Kamboja-China Bina Hubungan Lebih Dalam Dengan Bangun pKomunitas Masa Depan Bersama

Wakil Perdana Menteri Prak Sokhonn bertemu dengan Menteri Luar Negeri Perwakilan Khusus Wang Yi Yang Yanyi (Foto: MFA).

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Kamboja dan China melihat kedepan kerangka Kerja Kemitraan Strategis Komprehensif ke dalam hubungan yang lebih dalam untuk membangun ‘Komunitas Masa Depan Bersama’.

Hal ini dikemukakan dan dibagikan oleh Menteri Luar Negeri Prak Sokhonn dan perwakilan khusus China dari Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Yang Yanyi pekapn lalu sebagaimana dilansir dari www,khamertimes.kh.com.

“Keduanya bertukar pandangan dan mencatat dengan kepuasan hubungan yang berkembang antara kedua negara dalam kerangka Kemitraan Kerjasama Strategis Komprehensif dan pembangunan Komunitas Masa Depan Bersama,” kata Kementerian Luar Negeri dalam siaran persnya.

Dalam pertemuannya, Sokhonn menyampaikan terima kasih kepada Tiongkok yang terus memberikan bantuan untuk mendukung pembangunan sosial ekonomi di Kamboja serta dalam upaya bangsa memerangi pandemi COVID -19.

Ia berharap bisa melihat dimulainya kembali penerbangan langsung kedua negara untuk kepentingan pariwisata dan kerjasama bisnis.

Sokhonn memberi tahu Yang tentang rencana kunjungan pertamanya ke Myanmar sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Kunjungan tersebut, kata Sokhonn, bertujuan untuk mendorong implementasi Five-Point-Consensus, terutama untuk mengakhiri kekerasan; menciptakan kondisi yang kondusif bagi penyaluran bantuan kemanusiaan dengan mengatur penyelenggaraan Musyawarah Bantuan Kemanusiaan; dan untuk membangun lingkungan yang kondusif bagi dialog politik di antara semua pihak terkait yang mengarah pada rekonsiliasi nasional.

Dia menegaskan kembali penghargaannya yang tulus kepada China atas dukungan mereka yang berkelanjutan untuk Kamboja, terutama dalam perang melawan COVID, Kepemimpinan Kamboja di ASEAN tahun ini, dan  sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar.

Sokhonn juga menginformasikan Yang dan delegasinya alasan yang mengarah pada keputusan pemerintah Kamboja untuk bergabung menjadi sponsor bersama Resolusi Sesi Khusus Darurat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang situasi di Ukraina.

Sementara itu, Yang menegaskan kembali komitmen China untuk lebih memperkuat dan memperluas kerja sama dengan Kamboja di segala bidang.

Dalam hal isu-isu regional dan global, ia juga menegaskan kembali komitmen untuk lebih meningkatkan kerja sama antara kedua negara serta antara ASEAN-China demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya.

Mereka juga sangat menghargai perkembangan kemitraan ASEAN-China selama 30 tahun terakhir dan menyatakan kepuasan atas keberhasilan penyelenggaraan KTT Khusus ASEAN-China tahun lalu untuk memperingati 30 tahun Hubungan Dialog ASEAN-China, khususnya peningkatan ASEAN-China. Hubungan Dialog China untuk Kemitraan Strategis Komprehensif.

Mengenai krisis Myanmar, Yang menyampai0-kan apresiasinya atas upaya Perdana Menteri Hun Sen sebagai Ketua ASEAN dalam membuat kemajuan dalam implementasi konsensus lima poin melalui kunjungan kerjanya ke Myanmar.

“Dukungan penuh China terhadap Ketua ASEAN Kamboja dan misi yang akan diemban Sokhonn sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar. China akan memainkan peran konstruktif dalam menemukan solusi damai untuk krisis Myanmar,” katanya.

Evan Maulana