Jaring Wisman, Kemenpar Bikin Dokumenter Lombok Pasca Gempa

0
238
Wisatawan menyaksikan bocah Lombok NTB melakukan atraksi perang pandan

LOMBOK, bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata (Kemenpar) menurunkan tim dokumenter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendokumentasikan situasi terkini pulihnya pariwisata di Lombok pasca bencana alam. Tim dokumenter bekerja membuat dokumentasi foto dan video yang akan disebarkan ke media sosial di kawasan Asia dan Eropa serta Timur Tengah untuk menjaring wisatawan mancanegara

Tim dokumenter bertanggung jawab penuh kepada Bidang Komunikasi Digital, Asdep Strategi dan Komunikasi Pemasaran II, Kementerian Pariwisata RI menyambangi berbagai destinasi wisata di Lombok. Dimulai spot-spot wisata di jantung kota, Mataram, tim menyusuri Islamic Center dan Museum.

Hari kedua tim berangkat menuju Pura Batu Bolang, Gili Nangudan Gili Kendis, dan Bukit Marese. Di destinasi-desinasi ini sudah terlihat banyak wisawatan yang datang dari luar negeri. Pantai Selong Belanak, Pantai Mawi, Pantai Semeti yang memiliki spot instagramable menjadi tujuan perburuan gambar berikutnya.

Dilanjutkan pengambilan gambar di Desa Sasak Ende yang sedang berbenah untuk melengkapi desa wisata yang sudah lebih dahulu tertata, Sade. Pengalaman menarik di Ende saat adalah melihat Tari Peresean yang dipersembahkan oleh anak-anak. Tarian perang Suku Sasak ini akan dipersembahkan oleh orang dewasa di Desa Wisata Sade.

Pantai Moyo rupanya begitu menarik perhatian wisatawan mancanegara. Terbukti dengan banyaknya wisatwan dari Eropan yang tengah menikmati keindahan alam bawah laut dan pantainya yang masih asli, saat tim dokumenter tiba di sana.

Di hari terakhir (20/11) tim dokumenter mengambil gambar Air Terjun Mata Jiwa sebagai salah satu primadona Pulau Moyo yang telah dinobatkan sebagai salah satu cagar alam Indonesia. Lokasinya begitu sejuk terbungkus pepohonan rindang. Destinasi wisata ini begitu alami, tujuh kolam yang berada di bawah empat undakan air terjun menampung air yang berwarna hijau muda dan hijau tua.

Wisatawan sudah mulai kembali meramaikan destinasi-destinasi di Lombok, walau jumlahnya masih jauh dari sebelum terjadi bencana alam. Mengingat pariwisata membawa dampak ekonomi yang sangat tinggi bagi penduduk setempat, maka pemerintah merasa sangat perlu untuk terus menggaungkan “Lombok Recovery” dimana saat ini wisatawan dapat dengan aman dari bencana untuk mengunjungi berbagai destinasi menarik di Lombok

Setelah proses editing selesai, maka foto dan video akan disebarkan ke berbagai media sosial di wilayah calon-calon wisatawan. Suasana terupdate dimana sudah banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Lombok akan menarik kepercayaan wisawaan yang berminat dengan destinasi-destinasi wisata alam seperti yang tersebar di NTB.

Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di NTB lewat jalur pariwisata. Diharapkan setelah terebarkannya video dan foto-foto ini berangsur-angsur kunjungan wisatawan mancanegara di NTB akan meningkat seperti sedia kala.

Langkah serupa juga dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dalam kunjungannya, Menpar mengunjungi sejumlah lokasi. Pertama, Pusat Oleh-Oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara di Pelabuhan Teluk Nara, ikut terkena dampak gempa. “Kemenpar menyusun program Lombok Bangkit merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pasca-gempa Lombok,” ujar Menpar.

Dari Pelabuhan Teluk Nara, Arief bersama Kadispar Provinsi NTB Muhammad L Faosal dan rombongan menyeberang ke Pulau Gili Trawangan. Tiba di Gili, Arief langsung menjalankan ibadah Sholat Taubat bersama para pengungsi dan aparat keamanan TNI/Polri.

Arief sempat mengutip Alquran surat Al Insyira yang salah satu ayatnya menekankan bahwa setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan. Dia berharap masyarakat Lombok mampu untuk bersama-sama bangkit. “Jika kita mengalami sakit, itu adalah cara Allah mengampuni dosa-dosa kita. Tergantung pada bagaimana cara kita menilai musibah. Trauma healing terbaik adalah dengan berprasangka baik kepada Allah,”.

Sesuai instruksi Presiden, lanjut dia, pemulihan Lombok dilakukan mulai tanggal 1 September besok, berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2018. Isinya tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan Wilayah Terdampak di Provinsi NTB lainnya.

Untuk itu, Kemenpar akan mendukung pemulihan pariwisata di Lombok melalui 3 hal. “Pertama, manusianya. Terima kasih kepada TNI/Polri yang telah melakukan trauma healing kepada masyarakat dan industri, salah satunya dengan cara spiritual. Untuk pemulihan bagi industri, saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Kedua, pemulihan destinasi. Arief mencontohkan di Pelabuhan Teluk Nara, agar segera diusulkan untuk perbaikan, pihak terkait dipersilakan kirim surat ke Menhub, dengan tembusan ke Menpar. “Ketiga, pemasaran. Promosi tetap dilakukan, NTB tetap dijual, anggaran sudah disiapkan Kemenpar, jumlahnya Rp20 miliar,” tambahnya.

Arief sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata tentang Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pasca Gempa Lombok. Juga termasuk dukungan program dan anggaran Kemenpar untuk mengakomodir dan mendukung usulan program Lombok Bangkit dari Pemda NTB dan industri Pariwisata Lombok. (END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.