Gunung Semeru Kembali Dibuka bagi Wisatawan Petualangan

0
189
Gunung Semeru erupsi (Foto: http://anekatempatwisata.com)

MALANG, bisniswisata.co.id: Setelah ditutup sejak 3 Januari 2019 karena cuaca ekstrim, kini Gunung Semeru di Malang Jawa Timur kembali dibuka bagi wisatawan petualangan. Penutupan pendakian merupakan bagian dari pelayanan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mengingat pendakian masuk dalam kategori wisata minat khusus, sehingga sarana prasarana harus mendukung keberlangsungan pendakian.

Misalnya, jalur pendakian, cuaca yang mendukung serta kondisi ekologi itu sendiri menjadi perhatian serius dari pengelola, papar Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie dalam keterangan resminya seperti dilansir beritajatim, Jumat (10/05/2019).

Dilanjutkan, pengamatan selama Maret sampai dengan April 2019, frekuensi hujan di seluruh kawasan TNBTS relatif menurun atau tidak begitu ekstrim. Ditambah tingginya minat masyarakat untuk melakukan pendakian, maka pengelola memutuskan untuk membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru pada 12 Mei 2019.

“Pembukaan pendakian Gunung Semeru didahului dengan berbagai macam kesiapan pengelola untuk memastikan bahwa jalur pendakian di gunung tersebut layak dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan-kegiatan persiapan sebelum pembukaan pendakian adalah melakukan pengecekan atau survei jalur pendakian oleh petugas TNBTS, kemudian perbaikan sarana prasarana jalur pendakian.

Selain itu, juga rapat koordinasi dengan stakeholders terkait antara lain Muspika Senduro, Polsek dan Koramil Senduro, tokoh masyarakat serta Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/BVMBG termasuk pelatihan kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh Petugas TNBTS, mitra dan volunteer TNBTS.

“Kami berharap minat masyarakat untuk melakukan pendakian dapat terwujud. Namun, pendaki yang akan melakukan kegiatan harus memperhatikan dan mentaati prosedur atau peraturan yang berlaku serta mempersiapkan fisik dan mental,” jelas dia.

Sebab, kata dia, fisik dan mental perlu disiapkan mengingat pendakian adalah wisata minat khusus serta menggunakan jalur resmi. “Yang lebih penting adalah ikut melestarikan ekologi kawasan TNBTS dengan tidak membuang sampah di kawasan serta tidak mengganggu flora dan fauna TNBTS,” sambungnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.