Jepang Larang Wisatawan Makan sambil Berjalan

0
119
wisatawan berwisata di Tokyo Jepang (Foto: Repro Google)

TOKYO, bisniswisata.co.id: Jepang atau dikenal dengan sebutan Negeri Matahari Terbit kiat diminati sebagai salah satu tujuan wisata di Asia Timur. Terletak di Samudra Pasifik, Jepang menawarkan empat musim berbeda, situs sejarah tersusun rapi, budaya yang kaya dan beragam cerita rakyat, kuliner khas yang melimpah, alam yang luas, landmark, serta yang paling utama adalah beragam kebiasaan baik masyarakatnya.

Kebiasaan baik masyarakat ini tercermin dalam beragam aturan baik yang tertulis maupun yang tak tertulis. Oleh sebab itu, sebelum berwisata ke Jepang, Anda perlu mempelajari beragam peraturan ini.

Aturan yang populer dan mungkin sudah Anda ketahui adalah larangan mengambil foto orang lain dengan sembarangan. Jika Anda mengambil foto tanpa meminta izin kepada orang yang bersangkutan, maka Anda akan dianggap ofensif dan melanggar hak privasi orang lain.

Di Jepang Anda juga harus menahan diri untuk tidak berbicara, bernyanyi, atau tertawa terlalu keras, sambil berjalan. Karena bagi orang Jepang hal tersebut dianggap tidak sopan.

Namun taukah Anda? Ada aturan lain yang patut Anda ketahui. Di Jepang Anda dilarang makan sambil berjalan? Salah satu hal yang menjadi konsentrasi orang Jepang adalah mengenai kebersihan. Dengan kata lain, orang Jepang sangat membenci sampah. Dan sebagai pendatang, Anda dianjurkan untuk menghormatinya.

Inilah sebabnya beberapa tujuan wisata di negara ini sudah mulai meminta turis untuk berhenti makan sambil berjalan. Salah satu tempat tersebut adalah Pasar Nishiki, atau dikenal penduduk setempat sebagai dapur Kyoto.

Pasar ini menawarkan lebih dari 120 toko yang menjual kyasai atau semacam sayuran khas, ikan segar, atau sayuran acar, serta toko-toko yang menjual makanan yang mudah dimakan sambil berjalan-jalan di gang-gang yang sempit dan ramai.

Selain berpotensi menimbulkan sampah, ada alasan lain yang menjadi perhatian utama otoritas setempat. Beberapa camilan yang dilengkapi semacam tusuk sate dari tempat ini beresiko melukai orang lain apabila tak dibuang dengan benar.

Tak hanya itu, makan sambil berjalan di daerah ramai dikhawatirkan dapat mengotori pakaian orang lain yang tak sengaja menabraknya. “Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, asosiasi telah meminta toko sejak Oktober lalu untuk menampilkan tanda-tanda yang mengatakan, ‘Tidak makan sambil berjalan’ dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina dan Korea,” ujar otoritas setempat kepada The Japan Times, Jumat (10/05/2019).

Sebaliknya, pengunjung disarankan untuk memakan makanan mereka di toko tempat makanan itu dibeli. “Kami ingin menjadikan jalan ini tempat di mana wisatawan dan penduduk dapat merasa nyaman,” tandasnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.