SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sherif Fathy mengadakan pembicaraan dengan operator tour dan agen perjalanan AS terkemuka di San Francisco untuk memperkuat kerja sama dan promosikan Mesir sebagai tujuan wisata yang beragam.
Dilansir dari sis.gov.eg, hal ini berlangsung selama kunjungan menteri untuk resmikan pameran “Harta Karun Firaun” pada perhentian pertamanya di Amerika Serikat.
Fathy menguraikan strategi kementerian untuk menampilkan beragam penawaran pariwisata Mesir, menekankan kemampuan negara untuk menggabungkan beberapa pengalaman perjalanan dalam satu rencana perjalanan.
Dia juga mengumumkan peluncuran uji coba sistem visa-on-arrival digital baru di Bandara Internasional Kairo mulai 1 Agustus untuk memfasilitasi masuknya wisatawan.
Menteri mengatakan kedatangan turis ke Mesir meningkat sebesar 4 persen selama paruh pertama tahun ini, sementara kedatangan dari pasar AS meningkat sebesar 2 persen.
Dia menyatakan optimisme tentang mencapai pertumbuhan yang lebih kuat melalui kemitraan yang diperluas dengan perusahaan perjalanan AS.
Pertemuan tersebut juga mengeksplorasi peluang untuk kampanye pemasaran bersama, perjalanan pengenalan, pariwisata mewah dan petualangan, dan program perjalanan berbasis transit.
Operator tour AS melaporkan meningkatnya permintaan untuk Mesir, mengutip pemesanan yang sangat kuat untuk 2027 menjelang gerhana matahari total yang terlihat dari Luxor pada 2 Agustus 2027
Awal Agustus, para pelancong yang memenuhi syarat yang mendarat di Bandara Internasional Kairo akan dapat memperoleh visa saat kedatangan secara digital, menggantikan stiker kertas yang biasa digunakan dengan kode QR aman yang dapat dipindai bersama paspor mereka di imigrasi.
Sistem baru ini, yang diluncurkan sebagai uji coba di semua terminal kedatangan di Kairo sebelum diperluas ke seluruh negeri, memungkinkan pengunjung untuk membuat visa mereka melalui portal online resmi, aplikasi seluler, atau kios layanan mandiri hingga 48 jam sebelum keberangkatan, selama penerbangan mereka, atau saat kedatangan. Visa digital ini akan dikenakan biaya US$ 36.
Untuk saat ini, para pelancong masih dapat memilih visa saat kedatangan kertas yang ada sementara sistem baru sedang diluncurkan, dengan stiker tersebut diharapkan akan dihapus secara bertahap setelah uji coba.
Dirancang untuk mengurangi antrean dan menyederhanakan proses kedatangan, platform ini juga memungkinkan agen perjalanan terakreditasi untuk membuat kode QR untuk kelompok tur terorganisir.
Visa digital saat ini hanya tersedia untuk pelancong dari negara-negara yang sudah memenuhi syarat untuk program visa saat kedatangan Mesir, menandai langkah lain dalam upaya yang lebih luas dari negara tersebut untuk menjadikan kunjungan ke Mesir sebagai pengalaman yang lebih lancar










