NASIONAL NEWS

Di Bandara Juanda Puncak Arus Mudik H-3 Lebaran

SIDOARJA, bisniswisata.co.id: SELAMA enam hari pelaksanaan Posko Lebaran (25-30 April) Bandar Udara Internasional Juanda telah melayani 199.303 penumpang. Pada hari kelima Posko (Jumat 29 April 2022) atau H-3 menjadi puncak arus mudik dengan jumlah penumpang sebanyak 38.071, sementara puncak pergerakan pesawat tertinggi pada H-4 atau Kamis (28/4) sebanyak 280 pergerakan. Demikian dijelaskan General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, hari ini.

Lebih jauh dijelaskan rata-rata penumpang harian di tahun 2022 mencapai 22.750 penumpang per hari. Pada periode mudik Lebaran rata-rata penumpang per hari adalah sejumlah 33.217 penumpang.Dari total pergerakn penumpang —199.303 penumpang— didominasi kedatangan domestik sejumlah 52.820 penumpang dan keberangkatan  domestik 30.880 penumpang. Sementara pergerakan pesawat mencapai 280 pergerakan dengan sejumlah extra flight yang diajukan operator penerbangan.

“Dari 342 extra flight yang diajukan, sudah terealisasi sebanyak 82 flight (hampir 24 persen). Untuk pergerakan pesawat harian di tahun 2022 rata-rata 180 pergerakan,” jelas Sisyani.

Tercatat Bandara Juanda selama enam hari posko berjalan telah melayani 1.509 pergerakan pesawat, dengan rata-rata ada harian 250 pergerakan pesawat atau 15 pergerakan per jam. Telah dilakukan penambah kapasitas runway untuk dapat melayani hingga 30 pergerakan pesawat per jam.

Meningkat

Kedatangan-bandara-juanda
Air Asia mengajukan 19 extra flight dengan tujuan Bali dan Lion Air total mengajukan 373 extra flight untuk 4 rute yakni Banjarmasin, Balikpapan, Bali, dan Pontianak. @apI,juanda

Pasca pemerintah mengizinkan kegiatan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2022/1443 H, jumlah penumpang harian di Bandara Juanda menunjukkan peningkatan. Pada pekan pertama hingga kedua bulan April rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 21.500 penumpang dan memasuki pekan ketiga jumlah penumpang harian telah mendekati angka 23.000 penumpang per hari.

“Animo masyarakat untuk mudik tentu sangat tinggi karena sudah dua tahun tidak mudik, kami  mengantispasi terjadinya lonjakan baik pesawat maupun penumpang. Salah satunya adalah persiapan pembentukan Posko Layanan Angkutan Udara Lebaran. Secara teknis dilakukan koordinasi lintas instansi untuk pengaturan slot, manajemen alur penumpang dan ruang tunggu, memaksimalkan patroli keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan, hingga memastikan penerapan protokol kesehatan dan physical distancing di setiap area terminal. Dilakukan untuk memastikan tingkat keselamatan, keamanan, serta pelayanan yang unggul bagi para pengguna jasa,” ujar Sisyani.

“Jika dibandingkan periode libur Lebaran tahun lalu (2021), terlihat pertumbuhan yang signifikan mengingat tahun lalu pelaku perjalanan dibatasi hanya untuk keperluan mendesak bukan untuk keperluan mudik. Jumlah penumpang selama periode Posko Lebaran tahun 2021 adalah 151.915 penumpang, tahun ini kami prediksi total penumpang pada periode yang sama dapat mencapai hingga 503.913 penumpang atau meningkat 232 persen,” ungkap Sisyani.

Dua operator penerbangan yang telah mengajukan extra flight untuk periode libur Lebaran, yakni Air Asia dan Lion Air. Air Asia mengajukan 19 extra flight dengan tujuan Bali dan Lion Air total mengajukan 373 extra flight untuk 4 rute yakni Banjarmasin, Balikpapan, Bali, dan Pontianak. Periode pelaksanaan extra flight ini mulai tanggal 20 April hingga 20 Mei 2022.

Sisyani menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang akan berangkat untuk memperhatikan persyaratan penerbangan. Aturan penerbangan yang saat ini berlaku sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 36 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 48 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 36 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19 yakni:

  1. Pelaku Perjalanan yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;
  2. Pelaku Perjalanan yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;
  3. Pelaku Perjalanan yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;
  4. Pelaku Perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19;
  5. Pelaku Perjalanan dengan usia 6-17 Tahun dan telah menerima vaksin dosis kedua dikecualikan terhadap kewajiban menunjukan hasil negatif rapid test antigen, namun wajib melampirkan kartu atau sertifikat vaksin dosis kedua;
  6. Pelaku Perjalanan dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.*

 

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*