Cross Culture Internasional, Surabaya Dibanjiri Penari 10 Negara

0
413
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menari bersama dengan penari asal Bali saat Cross Culture International Folk Art Festival ( ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/17.)

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Ratusan peserta dari 10 mancanegara dan perwakilan kota dari Indonesia meramaikan pembukaan festival Surabaya Cross Culture International bertema Folk Art di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya, Ahad (15/07/2018). Mereka menampilkan atraksi budaya dibalut kostum yang menjadi ciri dari masing-masing negara dan kota.

Satu per satu peserta unjuk kebolehan dengan menampilkan berbagai macam atraksi budaya dan tarian tradisional dan iringan musik. Diawali dari negara Uzbekistan, Rusia, New Zealand, Singkawang, Bulgaria, Jerman, Banjarmasin, Polandia, dan ditutup oleh negara Rumania.

Selama acara berlangsung, tampak warga Surabaya terhibur ketika menyaksikan secara langsung budaya tari dan musik dari masing-negara dan kota. Wajah sumringah juga ditampilkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan memberi semangat kepada peserta yang tampil.

Usai menampilkan festival tari-tarian, para peserta menuju balai kota menggunakan becak hias. Wali Kota Risma – sapaan akrabnya mengatakan, acara Surabaya Cross Culture tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa Kota Surabaya sudah aman, pasca musibah yang menimpa beberapa waktu lalu.

“Ini menunjukkan Surabaya sudah aman dan ke depan jumlah peserta yang ikut semakin banyak,” ujar Wali Kota Risma saat menjamu para tamu mancanegara di lobby balai kota lantai 2, seperti dilansir laman BeritaJatim, Ahad (15/7/2018).

Meningkatnya jumlah peserta, lanjut Risma, tidak lepas dari persiapan yang lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Dengan persiapan yang matang ini, lanjutnya, mampu menarik sekaligus meningkatkan jumlah wisata mancanegara untuk datang ke Surabaya. “Kalau semakin banyak itu semakin bagus karena Surabaya akan menjadi kota wisata,” tuturnya.

Menurut Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini, warga Surabaya sudah mengerti bahwa kotanya telah menjadi destinasi wisata sekaligus sebagai wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya. “Ini terbukti dengan keramah mereka (negara asing) saat menerima menerima warga Surabaya,” imbuhnya.

Acara tahunan ini mendapat respon positif dari Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mei. Dirinya mengatakan, festival lintas budaya di Surabaya sangat luar biasa. Bahkan wali kota kelahiran Singkawang tersebut ingin menyelenggarakan sekaligus memperkenalkan budaya singkawang kepada wisata mancanegara.

“Suatu saat kami juga akan melakukan acara semacam ini dengan mengundang negara lain untuk menambah wawasan baik bagi warganya maupun tamu mancanegara tentang budaya lokal yang ada disana,” jelasnya.

Selain Cross Culture, akan ada acara internasional lain yang diselenggarakan Kota Surabaya dalam waktu dekat antara lain, UCLG bulan september yang dihadiri 150 negara serta acara Start Up Nation Summit pada bulan november yang akan dihadiri 100 negara dengan agenda pertemuan teknologi informasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Antiek Sugiharti menambahkan Surabaya Cross Culture International digelar pada 15 hingga 19 Juli 2018. Festival yang digelar ke-14 kalinya ini mengusung tema “Folk Art Festival”, dengan jumlah peserta 300 orang dari 210 peserta berasal dari luar negeri dan 90 peserta dari dalam negeri.

Pembukaan dan parade di Jalan Tunjungan, seluruh peserta melanjutkan parade mengendarai becak hias dari pertigaan Jalan Genteng menuju Taman Surya. Selain tarian, acara lain yang disuguhkan antara lain visit culture ke tempat sejarah, workshop untuk memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat Surabaya dan melakukan city tour dengan menanam pohon serta bakar ikan di THP Kenjeran.

Menurut Antiek, melalui acara ini Surabaya ingin menunjukkan kepada kota maupun negara lain bahwa Kota Pahlawan dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata melalui pertunjukan seni. “Tidak hanya itu, melalui acara ini, pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” ujarnya.

Nantinya, festival seni dan budaya ini juga digelar di beberapa lokasi di antaranya, Jalan Tunjungan, Balai Kota, Gedung Siola, G-Walk Citraraya Surabaya, Ciputra World dan Royal Plaza. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.