BNPB: Tsunami Selat Sunda, Belum Ada Turis Asing Meninggal

0
173
Hotel dan objek wisata Pantai Tanjung Lesung, Banten, porak poranda Minggu (23/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan setidaknya 426 korban meninggal akibat bencana tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan hingga memasuki hari keempat akibat tsunami Selat Sunda korban meninggal dunia bertambah menjadi 430 orang. Dari jumlah itu tidak ada satu orang pun wisatawan asing yang meregang nyawa dalam musibah ini.

“Sampai kini belum ada Turis Asing menjadi Korban meninggal dunia dalam musibah Tsunami Selat Sunda. Dan korban tewas sebanyak 430 orang itu sulit membedakan mana wisatawan domestik maupun warga sekitar kejadian,” papar Sutopo Nugroho kepada Bisniswisata.co.id, Rabu (26/12/2018).

Dilanjutkan, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB sampai Rabu hari ini ada 430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang. Dari jumlah itu, 290 orang yang meninggal dari daerah Pandeglang mencapai 21.991. “Di Pandeglang jumlah korban paling banyak. Sementara pengungsi di Pandeglang 17.477 orang,” ucap dia.

Sebaran jumlah korban meninggal dunia paling banyak berada di lokasi-lokasi wisata yakni Pantai Carita, Tanjung Lesung, dan Pandeglang, yang merupakan destinasi wisata unggulan provinsi Banten.

Sementara Masa tanggap darurat bencana tsunami selat Sunda untuk Kabupaten Pandeglang ditetapkan hingga 4 Januari 2018. Sedangkan untuk Lampung Selatan ditetapkan hingga 29 Desember 2018.

Diakui proses evakuasi korban tsunami sempat terganggu akibat hujan lebat terjadi sejak Selasa (25/12) malam hingga Rabu (26/12) siang sehingga membuat kawasan Labuan, Pandeglang, Banten, tergenang banjir. “Hujan lebat menyebabkan sungai meluap dan menimbulkan banjir di beberapa titik di Labuan, Pandeglang Banten. Kondisi ini menyebabkan gangguan dalam proses evakuasi dan penanganan pengungsi,” paparnya.

Wisatawan Malaysia

Seorang wisatawan asal Malaysia dilaporkan turut menjadi korban yang terluka akibat tsunami di Selat Sunda, yang menghantam pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu pekan lalu. Basarnas melaporkan warga Malaysia itu bernama Khairul Umam Masduki. Dia mengalami luka di kakinya akibat terseret gelombang air, meski akhirnya berhasil selamat karena segera menuju dataran tinggi ketika tsunami terjadi.

“Basarnas menerima informasi terkait korban yang saat ini tengah berada di posko penyelamatan sementara di Kalianda, Lampung Selatan, pada pukul 11.00 waktu lokal,” ucap pernyataan Basarnas seperti dikutip Malay Mail pada Rabu (26/12). Warga Negeri Jiran tersebut dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar, Kalianda, untuk mendapat perawatan.

Juru bicara Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menuturkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Basarnas untuk memberikan bantuan, termasuk bantuan kekonsuleran bagi warganya yang terdampak bencana tsunami tersebut.

Tsunami pada akhir pekan lalu pun memicu perhatian dunia. Sebagian media asing arus utama seperti CNN, The Guardian, Reuters, BBC, hingga Al Jazeera turut menjadikan bencana tersebut sebagai berita utama selama beberapa hari terakhir.

Sejumlah kepala negara seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, PM Australia Scott Morrison juga telah mengucapkan duka cita kepada Presiden Joko Widodo terkait bencana tersebut. Beberapa negara lainnya seperti China, Malaysia, hingga Israel juga telah mengucapkan simpati serupa.

Selain ucapan, sejumlah negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa juga berjanji akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan jika pemerintah Indonesia membutuhkan. “PBB siap membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia,” ucap juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui pernyataan. (END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.