BI: Jaga Rupiah, Undang Turis Asing Datang

0
110
Turis asing di HUT Kemerdekaan RI (Foto: tempo.co)

TARAKAN, bisniswisata.co.id: Bank Indonesia (BI) mengajak daerah di penjuru nusantara untuk berperan aktif dalam menjaga kurs mata uang rupiah agar tetap normal, antara lain dengan mendorong kemajuan kegiatan pariwisata daerah dan ekspor produk daerah.

Mengingat pariwisata merupakan sektor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan perbaikan Current Account Deficit (CAD). Kontribusi pariwisata dalam perolehan devisa merupakan salah satu yang tertinggi bagi Indonesia.

Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi pariwisata dalam tren yang positif. Pada 2015 kontribusi pariwisata sebesar 11,57 miliar dolar, 2016 sebesar 12,05 miliar dolar, dan 2017 naik menjadi sebesar 12,60 miliar dolar.

“Karenanya jika bisa mengundang turis asing, karena jelas akan mendatangkan devisa yang sangat bagus untuk menstabilan kurs rupiah, ” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam pertemuannya dengan Wali Kota Tarakan Khairul di Balai Adat Tidung Budaya, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis, 7 Maret 2019.

Menurut Mirza, kegiatan mendorong pariwisata tentunya akan menggiatkan ekonomi masyarakat dan UMKM serta mengangkat budaya daerah. Thailand bisa mendatangkan turis dari luar negeri sebanyak 35 juta wisatawan. Turis yang datang ke Indonesia meningkat dari 9 juta pada 2014 menjadi sekitar 14,39 juta per November 2018.

“Sebagian besar turis menjadikan Bali dan Jogja sebagai kota tujuan, padahal banyak kota lain yang bagus, hanya saja orang-orang belum kenal, termasuk Tarakan,” katanya.

Potensi wisata di Kaltara adalah Desa Setulang, Metun Sajau, Kawasan Konservasi Mangrove (Hutan Bekantan), Air Terjun Semolon, dan Air Terjun Gunung Amal. Sedangkan potensi komoditas ekspor Kaltara adalah perikanan dan pertambangan.

Mirza menjelaskan tugas utama BI adalah mengendalikan nilai rupiah. Salah satunya dijaga melalui pasokan sektor riil. “Maka produksi barang dan jasa harus cukup, khususnya kebutuhan pangan,” katanya.

Inflasi Kaltara tercatat 5 persen pada 2018 dan diproyeksi pada 2019 sebesar 3,2 persen. Inflasi diharapkan tetap terjaga rendah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan apresiasi atas berdirinya Kantor Perwakilan (KPw) BI di Kaltara sejak 28 Juli 2017 untuk bersinergi membangun Provinsi Kaltara.

Disampaikan pula mengenai peran menjaga inflasi melalui TPID. “Pemda dan BI selalu berkoordinasi melalui sarana TPID untuk menjaga harga kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat,” kata Khairul seperti dilansir Antara, Jumat (08/03/2019). (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.