Berwisata ke Yogya, Jangan Percaya 100 Persen Aplikasi Peta

0
158
Waze, Aplikasi Peta Jalan

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan yang hendak berpergian ke sejumlah objek wisata di Yogyakarta, hendaknya tidak selalu berpedoman pada jalur yang direkomendasikan fitur layanan peta atau aplikasi penunjuk arah yang ada di internet. Peringatan ini dilontarkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Istimewa Yogyakarta, Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri

Imbauan Kapolda ini, berangkat dari sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas di tempat wisata yang disinyalir terjadi karena wisatawan semata mengandalkan layanan penunjuk arah tanpa tahu kondisi medan yang sebenarnya.

“Banyak wisatawan yang hanya mengandalkan aplikasi peta atau penunjuk arah tanpa mengetahui medan sebenarnya. Padahal yang diarahkan oleh aplikasi termasuk jalur berbahaya dan tidak direkomendasikan untuk dilintasi kendaraan tertentu,” ujar Kapolda Dofiri seperti dilansir laman Tempo.co, Senin (06/05/2019).

Dilanjutkan, umumnya jebakan aplikasi penunjuk arah itu, terjadi pada jalur menuju objek wisata yang memiliki tanjakan ekstrem. Bus dan kendaraan wisata yang membawa rombongan kerap mencuri kesempatan melewati jalur yang sebenarnya berbahaya.

Salah satu, kasus kecelakaan terbaru terjadi di jalur tengkorak Cinomati di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, yang menjadi rute menuju objek wisata di ketinggian, yakni Hutan Pinus Mangunan dan Puncak Becici.

Akhir Maret 2019, seorang wisatawan pengendara sepeda motor asal Bekasi, Jawa Barat, tewas akibat rem sepeda motor yang dikendarai tak berfungsi dengan baik ketika menuruni jalur yang ekstrem dengan turunan dan tanjakan serta kelokan tajam ini.

Selain itu, menjelang akhir 2017, sebuah bus pariwisata asal Boyolali, Jawa Tengah, menabrak bukit di Jalan Imogiri-Dlingo, tepatnya di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Dua dari puluhan penumpang yang hendak berwisata ke Tebing Breksi dan Hutan Pinus, itu tewas karena kecelakaan tersebut.

“Jadi sejumlah jalur wisata ekstrem yang tak bisa hanya mengandalkan aplikasi penunjuk arah dan peta. Dan ada di kawasan Sleman, seperti di Tebing Breksi, Kulonprogo, dan Gunungkidul Yogyakarta,” lontarnya.

Pada masa bulan Ramadhan dan libur Lebaran, Kapolda mempredksi kunjungan ke sejumlah objek wisata yang melintas di jalur ekstrem bakal meningkat. Dan disarankan, wisatawan mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. “Taati kalau memang rekomendasinya tidak boleh lewat. Apalagi saat momentum liburan Ramadan dan Lebaran yang kondisi lalu lintasnya cukup padat,” ujarnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.