Asian Games: Okupansi Hotel di Jakarta Rendah, Palembang Tinggi

0
186
Kamar hotel (Foto: Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Event Asian Games 2018 hinga kini belum mampu mendongkrak tingkat hunian (okupansi) kamar hotel. Terbukti okupansi kamar hotel di Jakarta masih sangat rendah dan belum sesuai harapan. Justru yang mengalami kenaikan sejak berlangsungnya Asia Games 2018. Kenaikan tersebut khususnya dirasakan secara merata oleh hotel-hotel di Palembang.

“Kalau mau ditanya Asian Games sedih, karena hingga kini kenaikan okupansi hotel di Jakarta belum sesuai harapan. Kita berharap supporternya yang datang kenyataannya tak terlalu banyak. Mungkin masalah sosialisasi dan sebagainya,” papar Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani di Hotel Veranda, Jakarta, Selasa (21/8/2018)

Selama Asian Games berlangsung, lanjut dia, mayoritas hotel di Jakarta hanya dihuni staf official dan atlet. Sedangkan untuk supporter masih relatif kecil. “Jadi kalau yang sekarang ini tinggal di hotel adalah yang official, atletnya, pendukung tim dan medianya. Tapi kalau supporter relatif sangat kecil,” kata dia.

Justru yang mengalami lonjakan okupansi cukup besar adalah hotel di Palembang. Sementara untuk di Jakarta, hanya hotel-hotel yang lokasinya di sekitar venue. “Dampaknya jadi lebih banyak di Palembang, lebih bagus di Palembang okupansi nya bisa sekitar 70-80 persen,” ungkapnya seperti dilansir laman Merdeka.com.

Sementara Jakarta yang rame hanya dekat venue saja, dekat Senayan itu bisa 90-100 persen. Bahkan beberapa hotel sampai over booking, tapi yang dekat-dekat saja. “Kita kan pengennya dampak ini bisa merata tidak hanya dinikmati sama yang dekat venue, hotel yang lainnya juga bisa merasakan,” tandas dia.

Di tempat terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krishandi mengaku perhelatan Akbar Asian Games 2018 berdampak besar pada peningkatan jumlah hunian atau okupansi hotel. Jumlah unit atau kamar hotel di Jakarta yang sudah dipesan atau dihuni meningkat 80 persen.

“Tingkat okupansi hotel DKI meningkat 80 persen karena Asian Games 2018. Permintaan datang dari wilayah terdekat venue. Cukup drastis, dalam lingkaran venue rata-rata bisa mencapai 80 persen, seperti di Senayan dan Velodrome. Pokoknya yang dekat venue pasti naik drastis,” lontar Krishandi seperti dilansir laman Liputan6.com.

Krishandi menambahkan, pihak hotel biasanya menaikkan harga sewa hingga 10 persen. “Biasanya naik sedikit, 10 persenlah, diperbolehkan. Jadi ini bakal berlaku selama 3 minggu Asian Games,” ujarnya.

“Mostly yang pesen turis mancanegara ini jauh-jauh hari, enam bulan lalu, tapi ada juga yang minggu lalu baru pesan. Ya tergantung kondisi keuangan mereka. Yang pasti kalau pesannya dekat-dekat, mereka enggak punya bargain atau tawar harga lebih murah. Tapi prinsipnya di Jakarta pasti terakomodasilah kalau hotel,” ujar dia.

Meski begitu, Krishandi menyatakan, pendapatan per hotel di DKI Jakarta tidak bisa dinominalkan secara pasti dari keuntungan pagelaran Asian Games 2018 tersebut. “Beda-beda dong, di rupiahnya kan juga beda, standar hotel bintang 3 yang satu ke hotel yang lainnya juga beda. Jadi enggak bisa disamaratakan,” tandasnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.