HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Apa Selanjutnya untuk Perhotelan? 3 Tren Pengubah Permainan untuk Tahun 2026

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id: Tahun 2026 menjanjikan tahun transformasi bagi industri perhotelan. Tiga kekuatan besar—teknologi yang lebih cerdas, personalisasi dan wellness (kesejahteraan), serta pengaruh acara lokal yang semakin besar.

Dilansir dari www.phocuswire.com, hal ini
membentuk kembali cara hotel beroperasi dan terhubung dengan tamu. Tulisan Ini mengulas tren-tren yang akan menentukan tahun mendatang:

Antara lain mengatasi sistem yang terfragmentasi untuk layanan tanpa hambatan, memberikan pengalaman yang disesuaikan yang membangun loyalitas, dan memanfaatkan permintaan yang didorong oleh acara untuk mendorong pertumbuhan yang menguntungkan.

Setiap tren menangani prioritas inti bagi para pemimpin perhotelan: mendorong permintaan yang menguntungkan, mencapai keunggulan operasional, dan memberikan diferensiasi yang bermakna. Baik Anda seorang pemilik hotel, pemasar destinasi, atau mitra teknologi, wawasan ini akan membantu Anda tetap terdepan.

1.Teknologi yang Berkomunikasi: Menghilangkan Sekat untuk Layanan Tanpa Hambatan

Pada tahun 2026, perhotelan akan terus berupaya mengatasi masalah sistem yang terfragmentasi. Apa itu fragmentasi? Itu terjadi ketika semua alat yang digunakan hotel, seperti mesin pemesanan (booking engines), aplikasi pesan tamu (guest messaging apps), alat manajemen hubungan pelanggan (CRM), dan platform penjualan grup, tidak saling berkomunikasi.

Diskoneksi ini dapat menyebabkan pekerjaan tambahan, peluang yang terlewatkan, dan pengalaman yang merepotkan bagi tamu. Misalnya, sebuah hotel mungkin menyimpan preferensi tamu dalam satu sistem, tetapi informasi itu tidak pernah sampai ke tim yang menangani pemesanan atau masa inap mereka.

Hasilnya? Pengalaman yang kurang personal dan lebih banyak upaya manual di balik layar. Amadeus sudah meluncurkan alat pintar yang membuat pekerjaan tim hotel lebih mudah dan pengalaman tamu lebih baik.

Misalnya, fitur otomatisasi pemesanan grup Delphi dan fitur Email-to-RFP membantu merampingkan tugas yang dulunya memakan waktu. Alat-alat ini mengurangi gesekan di balik layar dan membantu membangun loyalitas tamu dengan membuat operasi lebih lancar dan lebih responsif.

Solusi bertenaga AI seperti Amadeus Advisor dan MeetingBroker juga semakin populer karena kemampuannya untuk mempersonalisasi pengalaman tamu dan mengoptimalkan operasi hotel di sepanjang seluruh perjalanan tamu.

Teknologi ini menawarkan nilai nyata, membantu hotel beroperasi lebih efisien dan memberikan layanan yang sangat personal. Ke depan, hotel perlu merangkul sistem yang lebih cerdas yang menghubungkan platform dan merespons kebutuhan tamu secara real-time.

Media sosial dan influencer juga memainkan peran yang lebih besar dalam cara wisatawan memilih tempat menginap, jadi tetap terlihat dan relevan secara online adalah kunci. Dan seperti biasa, keberlanjutan dan penggunaan data yang cerdas akan menjadi pusat dari setiap strategi teknologi yang sukses.

2.Menjadikannya Personal: Mengapa Pengalaman yang Disesuaikan akan Unggul di Tahun 2026

Pada tahun 2026, personalisasi akan menjadi faktor penentu dalam cara merek perhotelan membangun loyalitas, menonjol dari persaingan, dan benar-benar memenuhi harapan tamu.

Itu bukan lagi hanya sentuhan yang menyenangkan; itulah yang membuat perbedaan antara masa inap sekali pakai dan pelanggan seumur hidup.

Tamu semakin bersedia membayar lebih untuk layanan yang mencerminkan preferensi dan gaya hidup mereka. Baik itu penataan kamar favorit atau pengalaman lokal yang dikurasi, mereka ingin merasa masa inap itu dirancang hanya untuk mereka.

Merek yang menggunakan data untuk memahami apa yang paling penting bagi setiap tamu, dan yang bertindak berdasarkan informasi itu, akan menjadi merek yang akan didatangi tamu lagi dan lagi.

Penjualan Berbasis Atribut (Attribute-based selling)

Adalah salah satu strategi yang memungkinkan tamu menyesuaikan masa inap mereka dengan memilih fitur kamar tertentu, seperti lantai atas, balkon, atau fasilitas khusus, alih-alih memilih dari jenis kamar tetap.

Dengan mengadopsi pendekatan ini, hotel dapat memberikan pengalaman yang benar-benar personal sambil membuka peluang baru untuk pendapatan dan kepuasan tamu.

Untuk memenuhi harapan ini, hotel membutuhkan sistem cerdas yang dapat merespons secara real-time, menyesuaikan dengan preferensi atau kebutuhan tamu saat hal itu terjadi.

Misalnya, jika seorang tamu lebih suka kamar yang tenang atau ingin check-in lebih awal, sistem harus secara otomatis menandainya sehingga staf dapat bertindak tanpa perlu diberitahu.

Personalisasi semacam ini bergantung pada teknologi yang menghubungkan semua bagian yang berbeda dari perjalanan tamu—mulai dari pemesanan dan check-in hingga masa inap mereka, dan bahkan follow-up pasca-kunjungan.

Ketika sistem ini bekerja sama, mereka membantu tim hotel memberikan layanan yang terasa tanpa hambatan dan penuh perhatian.

Wellness (Kesejahteraan) secara alami cocok dengan pendekatan yang dipersonalisasi ini. Baik itu akses ke pusat kebugaran, perawatan spa, atau program yang berfokus pada mindfulness, tamu mencari pilihan yang mendukung tujuan kesejahteraan mereka.

Tetapi keajaiban yang sebenarnya terjadi ketika hotel memahami apa yang paling penting bagi setiap tamu dan menggunakan wawasan itu untuk menyusun pengalaman yang terasa mewah dan bermakna.

Ketika personalisasi dan wellness bekerja sama, mereka menciptakan formula yang kuat untuk kepuasan tamu, yang mengubah masa inap sederhana menjadi perjalanan yang tak terlupakan.

3.Permintaan Berbasis Acara: Mengubah Momen Lokal Menjadi Pendapatan

Pada tahun 2026, perjalanan yang didorong oleh acara akan terus menjadi mesin yang kuat untuk pemesanan hotel dan pertumbuhan pendapatan. Dari festival musik dan acara olahraga hingga konferensi dan perayaan budaya, kejadian lokal membentuk rencana perjalanan wisatawan lebih dari sebelumnya.

Pemilik hotel yang menyelaraskan strategi pemasaran dan inventaris mereka dengan kalender acara dapat memanfaatkan momentum ini, menggunakan kampanye digital dan paket khusus untuk menonjol dari keramaian.

Menangkap permintaan di sekitar acara bukan hanya tentang timing—ini tentang memiliki wawasan yang tepat. Data Amadeus menunjukkan hubungan yang kuat antara acara lokal dan lonjakan pemesanan hotel, yang berarti hotel yang membuat rencana di sekitar konser, festival, konferensi, dan kejadian lainnya sering kali dapat meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan.

Tetapi untuk memaksimalkan peluang ini, hotel membutuhkan lebih dari sekadar kalender; mereka membutuhkan alat pintar yang membantu mereka melihat apa yang akan datang.

Di sinilah data prospektif (forward-looking data) berperan. Dengan platform seperti Demand360, yang didukung oleh AI, hotel dapat melihat tren permintaan lebih awal dan menyesuaikan harga, ketersediaan, dan pemasaran mereka secara dinamis.

Daripada bereaksi setelah fakta, mereka bisa berada di depan kurva menawarkan kamar yang tepat, dengan harga yang tepat, kepada tamu yang tepat. Pada tahun 2026, hotel yang berhasil adalah hotel yang menggunakan data tidak hanya untuk memahami apa yang sedang terjadi, tetapi untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Satu hal yang jelas: perhotelan berkembang dengan cepat, dan merek yang akan maju adalah mereka yang merangkul perubahan—baik itu menghilangkan sekat teknologi untuk memberikan layanan tanpa hambatan, menggunakan personalisasi untuk membangun koneksi tamu yang lebih dalam, atau memanfaatkan kekuatan acara dan data prediktif untuk mendorong permintaan.

Setiap tren ini menawarkan kesempatan bagi para pemimpin perhotelan untuk memikirkan kembali bagaimana mereka beroperasi, terlibat, dan tumbuh. Masa depan adalah milik mereka yang tetap ingin tahu, tetap terhubung, dan mengubah wawasan menjadi tindakan.

Evan Maulana