INTERNATIONAL NEWS

AP I Ngurah Rai, Sambut Kedatangan Warga Lima Negara Tetangga

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  ANGKASA Pura I sangat antusias menyambut keputusan pemerintah membuka kembali penerbangan internasional bagi turis mancanegara menuju Bali. Antusiasme  diwujudkan dalam bentuk kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada iplementasi syarat-syarat perjalanan bagi warga negara asing dari lima (5) negara enam (6) destinasi asal— Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab (Abu Dhabi dan Dubai), dan Selandia Baru— baik pemegang visa esensial atau visa traveler.

“Kami harap masa uji coba pembukaan kembali Bali bagi warga negara asing dapat berjalan lancar dan dapat benar-benar menunjukkan kesiapan seluruh stakeholder pariwisata di Bali sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali, dapat diperluas dengan penambahan jumlah negara asal. Pembukaan pintu Bali bagi turis mancanegara sangat berarti bagi stakeholder pariwisata Bali dan masyarakat Bali pada umumnya mengingat perekonomian Bali bergantung pada sektor pariwisata,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Sesuai dengan pernyataan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarinves) Luhut B Panjaitan pada konferensi pers virtual pada Senin 4 Oktober 2021. Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali pintu internasional menuju Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mulai 14 Oktober 2021 dari lima negara yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab (Abu Dhabi dan Dubai), dan Selandia Baru.

Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terkait dukungan pemenuhan syarat-syarat perjalanan bagi kedatangan turis mancanegara yang diatur pemerintah, yaitu karantina minimal selama delapan hari, menunjukkan tanda bukti pemesanan hotel karantina, dan melakukan tes COVID-19 dengan hasil negatif.

Lebih jauh dijelaskan Faik Fahmi, kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencakup passenger journey sejak turun pesawat hingga penumpang dijemput kendaraan menuju hotel karantina. Proses kedatangan turis mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali diatur sebagai berikut :

Preflight:

Sebelum terbang ke Bali, WNA dari empat negara tersebut harus sudah menyiapkan bukti vaksin dosis lengkap, memiliki hasil PCR 3×24 jam, mengisi health alert card (HAC), memiliki dokumen pemesanan hotel karantina, mengisi e-PCR, memastikan dokumen keimigrasian, mengisi electronic customs declaration (e-CD)_.

Thermo Scanner:

Setelah mendarat, mereka menuju terminal kedatangan dan diperiksa suhu badannya. Bagi  yang suhu badannya 38-derajat Celcius atau lebih rendah dapat melanjutkan proses selanjutnya, sedangkan bersuhu badan di atas 38 derajat celcius diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan. Apabila hasil observasi menujukkan sehat, mereka dapat melanjutkan proses selanjutnya. Jika hasil observasi menyatakan tidak sehat, mereka dirujuk ke rumah sakit.

Konter Registrasi:

Pada konter registrasi mereka akan dilayani petugas Satgas COVID-19, melakukan input data dan petugas melakukan kontrol data serta print barcode. Terdapat 10 konter dengan waktu proses registrasi sekitar 10 menit per orang.

Pemeriksaan Dokumen Kesehatan dan Hotel Karantina:

Pemeriksaan dua dokumen ini difasilitasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan melakukan barcode tapping dengan waktu proses di konter KKP sekitar 1 menit.

SWAB RT-PCR:

Setiap penumpang diambil sample RT-PCR, terdapat 20 bilik tes RT-PCR dengan waktu proses pengambilan sample sekitar 1, 5 menit.

Imigrasi:

Pemeriksaan dokumen keimigrasian dilakukan petugas imigrasi, tersedia 16 konter dengan waktu proses pemeriksaan sekitar 1 menit.

Pengambilan bagasi:

Tersedia 7 unit conveyor belt dengan waktu proses 1 menit.

Bea Cukai:

Pemindaian barcode electronic customs declaration dengan waktu proses 0,16 menit.

Fasilitas hotel karantina dan isolasi
Hotel yang memenuhi standar karantina dan isolasi di Bali

Holding Area:

Selanjutnya mereka menunggu hasil RT-PCR dan dilakukan pendataan oleh pihak hotel karantina dengan waktu proses 60 menit.

Satgas COVID-19 Provinsi Desk:

Menuju kendaraan penjemput, mereka melalui counter Satgas COVID-19 Provinsi Bali untuk  tapping barcode dan Satgas COVID-19 Provinsi melakukan kontrol akses.

Pick up zone:

Di area penjemputan tersedia kendaraan untuk menuju hotel karantina pilihan mereka.

“ Diperkirakan untuk melalui proses kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, termasuk menunggu hasil RT-PCR, perlu waktu  72 menit atau 1 jam 12 menit. Selain itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga melakukan penambahan area tunggu di gate 4 hingga gate 6 dan perluasan koridor kedatangan,” jelas Fahmi.

Hal kesiapan layanan tes RT-PCR Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Angkasa Pura I bekerja sama dengan Rumah Sakit Bali Jimbaran dengan fasilitas mobile lab sebanyak dua unit, 20 bilik RT-PCR, 10 unit mesin RT-PCR dengan kapasitas 320 tes per jam dan total kapasitas per hari sebanyak 3.840 tes.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dan mendukung penegakkan syarat perjalanan udara, khususnya bagi warga negara asing yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” ujar Faik Fahmi.

PT Angkasa Pura I, belum memberikan penjelasan penerbangan negara yang sudah mengajukan permohonan ijin mendarat di bandara Ngurah Rai.

“Menunggu surat edaran dari Dirjen PerHuBud,” ungkap sumber AP I Jakarta.*

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*