Agar Penampilan Tak Mengecewakan, Kemenpar Gelar Coaching Clinic CoE

0
27
Festival Krakatau Lampung (Foto; Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Calender of Event (CoE) Indonesia, semakin semarak. Setiap tahunnya ada 100 CoE digelar di penjuru nusnatara. Ada pawai budaya, festival, sport tourism, musik, pekan seni tradisional dan lainnya. Sekitar 3 – 4 tahun CoE berjalan, sayang kadangkala jalannya tidak mulus. Mulai penampilanya, kostumnya, panggungnya, hingga penyajiannya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pelatihan atau coaching clinic bagi para praktisi Calender of Event (CoE). “Tujuannya untuk mengangkat kualitas penyelenggaraan CoE 2019 agar lebih profesional, berstandar internasional, enak ditonton dan tidak mengecewakan saat penampilan di depan wisatawan,” papar Kordinator Tim CoE, Putu Ngurah pada Coaching Clinic CoE hari kedua.

Pelatihan berlangsung 17-18 Juli 2019 di Hotel Sparks Luxe, Jakarta Pusat, hari pertama dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Ternyata sambutan Dinas Pariwisata Daerah dana para Event Organiser (EO), terutama dari daera sangat antusias dan apresiasi dengan Coaching Clinic ini, karena memang pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan mereka,” ungkap Putu Ngurah.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan professional dan kompeten di bidang koreografi dan music arrangement, panggung, musik, pencahayaan, musik skala nasional dan internasional, sport tourism event, penyelenggara festival, serta fashion designer.

Tahun ini, CoE terdiri Top 10 Nasional Events dan 100 Wonderful tercipta atas prakarsa Presiden Joko Widodo. CoE merupakan kumpulan gelaran berkualitas dan berstandar internasional dalam koreografi, desain serta aransemen sehingga dapat menarik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Kemenpar telah menyusun CoE yang dikurasi oleh lima orang kurator untuk memilih Top 10 dan Top 100 Event. Pemilihan ini berdasar pada tren pasar wisatawan yang masuk ke Indonesia. Hasil survei, sebanyak 40 persen wisatawan melakukan perjalanan karena tertarik dengan adanya atraksi wisata berbagai event. CoE ini juga terdiri dari 2.000-3.000 acara skala lokal, nasional dan beberapa international.

Dalam coaching clinic ini, sambung Putu Ngurah, menghadirkan beberapa ahli dibidangnya, sehingga peserta pelatihan dapat konsultasi, dialog dan berdiskusi bahkan sharing informasi sehingga saat kembali ke daerahnya masing-masing dapat menerapkannya.

Pembicara dalam pelatihan ini, antara lain Denny Malik yang profesional di bidang choreographer dan music arrangement yang juga sebagai Kurator Bidang Festival dalam TIM CoE, Danny M Noeranto “Ceper” yang ahli di bidang panggung, sounds dan lighting atau show director

Selain itu, Dewi Gontha yang merupakan Dirut Java Festival Production dan kompeten di bidang musik skala nasional dan internasional, Jamaludin Mahmood dari International Commissaire UCI di bidang sport tourism, dan Intan Ayundavira dari Event Director JFC yang berkompeten di bidang fashion designer.

Diakui, pelatihan seperti ini merupakan salah satu investasi Kemenpar di bidang Sumber Daya Manusia. Agar para EO maupun daerah yang membuat gelaran memiliki standar tinggi atas acara yang dipersembahkan. Sehingga dapat meningkatkan citra dan kesan wisatawan terhadap Indonesia. “Dan yang paling penting, ada standarisasi dalam pelaksanaan Calender of Event,” lontarnya.

Standarisasi itu, sambung Putu Ngurah, yakni memiliki nilai kreativitas (Creative Value), nilai komersil (Commercial Value), nilai komunikasi (Communication Value), serta didukung oleh komitmen/keseriusan kepala daerah (CEO Commitment) dalam mengembangkan pariwisata daerahnya.

“Yang paling penting itu adalah komitmen dan keseriusan kepala daerah dalam suatu event. Sebab hipotesis saya, setiap daerah yang menyelenggarakan banyak event pendapatan perkapita daerah dan indeks kebahagiaan daerahnya akan tinggi. Seperti Banyuwangi pendapatan perkapitanya paling tinggi atau nomor dua di Jawa Timur,” sambungnya.

Diingatkan, para penyelenggara untuk membuat event sesuai pasar dan harus mengikuti petunjuk teknis dari kurator sehingga atraksi wisata yang digelar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. “Melalui coaching clinic ini, para penyelenggara event di daerah mampu menyelenggarakan event dengan kualitas dunia yang mampu menarik wisatawan asing dan domestik, tidak hanya show bagi penduduk lokal,” katanya.

Kegiatan coaching clinic event diikuti sekitar 200 orang terdiri atas para penyelenggara event atau festival dari dinas pariwisata 34 propinsi, dinas pariwisata kota/kabupaten yang terpilih, komunitas yang terpilih, serta Tim CoE 2019 Kemenpar. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here