Ada Exotic NTT di World Tourism Mart 2019

0
29

LONDON, bisniswisata.co.id,- ” AWESOME, incredible,” kata Artur Matiaszczyk, menyaksikan tarian tradisional ala NTT di pavilion Exotic NTT. Managing Director Konsorjum. PL, Tour &Travel Company asal Polandia ini, tidak sekadar tertarik dengan suara tetabuhan komunitas Flobamora yang mengiringi hentakan kaki penarinya. Juga bergegas “berbelanja” paket wisata ke wilayah Nusa Tenggara Timur, sesuai jadual yang ada.

Rancaknya tarian Moko Nona Yanh mewakili Kabupaten Alor, tarian Fatu Kota dari Timor Timur Selatan (TTS) dan tari Ledi Tuak mewakili Kab. Sabu Raijua dan Rote Dao, berhasil menarik perhatian publik pada saat pembukaan World Tourism Mart (WTM) 2019 pada Senin 4 November. WTM London 2019 diselenggarakan 4-6 November merupakan  sebagai pasar perjalanan terkemuka kedua dunia diikuti 51.000 peserta profesional utama, lebih dari 38 sektor industri perjalanan dari 182 negara, dan ribuan jurnalis internasional.

Keberhasilan menarik perhatian pengunjung dari tampilan tari, musik, kostum dan tatanan booth seluas 400 sqm bernomor AS850 berlabel Exotic NTT, mendukung penjualan paket wisata yang ditawarkan komunitas bisnis dari ranah Flobamora . Di hari pertama pelaksanaan WTM London, pavilion Exotic NTT menunjukkan dirinya sebagai destinasi favorite, unik dan menarik bagi wisatawan dengan membukukan transaksi sekitar Rp. 30 M, ungkap Ketua Badan Promosi Pariwisata NTT, Rocky Pekudjawang.

Dikenali dengan ikon Komodo dan danau Kelimutu, NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. 42 pulau dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni, Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll.)

Menurut  Abed Frans, Ketua Asita NTT,  Nusa Tenggara Timur sebagai Ring of Beauty menawarkan beragam pengalaman terbaik mulai dari taman nasional Komodo dengan kehidupan purbanya, Kelimutu dengan danau tiga warnanya, Kepulauan Alor dengan kecantikan alam laut dan budayanya, Liang Bua dengan Homo Floresiensis sebagai penggalan penting dari sejarah umat manusia, Sumba dengan savana dan kampung adatnya, Sabu dengan tebing warna-warni, serta Timor dengan berbagai keragaman etnis dan kearifan lokal yang mengagumkan.

 “Kekayaan ini perlu di dekatkan ke pelanggan dunia wisata di pasar- pasar wisata,” ujarnya

Pertama Kali

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pertama kalinya mengambil bagian dalam perhelatan World Travel Mart (WTM) ke- 40 di London, Inggris. WTM sebagai sarana untuk menyediakan informasi sekaligus ajang promosi pariwisata NTT yang kaya akan aneka ragam budaya, keindahan alam serta masyarakat yang ramah dan unik.

 Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat (VBL) yang telah mencanangkan pariwisata sebagai leading sector pergerakan ekonomi di NTT  melakukan promosi tentang keunggulan pariwisata NTT. Gubernur NTT, menegaskan Provinsi NTT menggunakan kesempatan tampil di WTM London 2019 untuk mengenalkan potensi-potensi wisata unggulan yang diyakini akan menjadi wisata kelas dunia. Bahkan dengan sangat antusias Gubernur NTT menjelaskan betapa indahnya NTT, termasuk Kelaba Maja yang disejajarkan dengan Grand Canyon.

 Mengusung tema Exotic East Nusa Tenggara, lanjut Gubernur, NTT berusaha untuk menawarkan sesuatu yang baru bagi dunia pariwisata internasional. Wisata alam berpadu dengan budaya unik, diharapkan dapat membawa angin segar ditengah pariwisata Indonesia yang selalu identik dengan Pulau Bali.  Selain pengenalan potensi wisata, kata Victor  komitmen pemerintah dalam perbaikan infrastruktur di lokasi wisata juga dipertegas.

“Tahun 2020 Pemerintah NTT akan melakukan pembenahan besar-besaran dan menjadikan NTT obyek wisata kelas premium,” ungkap Gubernur NTT.

Mimpi besar Gubernur NTT  untuk sebuah kemajuan di NTT membutuhkan executor – executor handal dan kuat, agar terwujud NTT bangkit, NTT sejahtera, tegas Rocky. Keikutsertaan NTT di WTM London didukung industri seperti Flobamora Jaya Travel, Flores Komodo Tour, Gohan Antapura Nusra, Komodo Escape Prawara, Majesty Timor Holiday Tour, Pasola Putra Wisata, The Seventen Island, Tiera Sumba dan stake holder pendukung wisata lainnya.

“Inilah moment yang ditunggu – tunggu oleh kalangan industri pariwisata di NTT selama ini berpromosi bersama, bersinergi dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata NTT. Inilah tonggak awal kebangkitan pariwisata NTT, bersama –sama bangkit menuju NTT sejahtera, “ ungkap Abed Frans.   

 Pembukaan pavilion NTT di WTM London dilakukan Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat bersama Duta Besar Republik Indonesia di London, Dr. Rizal Sukma. Duta Besar Republik Indonesia di London,  mengatakan NTT luar biasa dan diharapkan tetap hadir di tahun-tahun mendatang. Menurut Dubes Rizal Inggris merupakan penyumbang kunjungan wisatawan terbesar ke Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Eropa. Tercatat jumlah wisatawan Inggris yang datang ke Indonesia mencapai 400.000 orang dengan pertumbuhan 7-9 persen setiap tahunnya. “KBRI London siap membantu mempromosikan berbagai objek wisata yang ada di Tanah Air termasuk NTT,” ujar Rizal. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.