Abdullah Azwar Anas Ingin Banyuwangi Go Internasional

0
214
Abdullah Azwar Anas

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Banyuwangi kini semakin bagus, semakin maju dan semakin dikenal di dunia internasional. Kemajuan itu berkat tangan dingin dan kerja keras Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Meski sudah maju dan berkembang bagus, Sang Bupati Anas mengaku masih belum puas.

Rasa tak puas itu muncul karena ingin jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), terutama mancanegara (wisman) grafiknya terus naik, jumlah yang datang semakin melimpah. Bupati Anas ingin pariwisata Banyuwangi semakin mendunia, go internasional. Tujuannya dengan kedatangan turis asing maka dampaknya agar dirasakan masyarakat Banyuwangi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

Saat ini, Geopark Banyuwangi diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari mancanegara untuk datang dan berkunjung ke destinasi di Banyuwangi. “Karena kalau punya UGG akan mudah menjualnya ke pasar internasional,” lontar Bupati Anas disela-sela peluncuran calender Pariwisata Banyuwangi Festival 2019 di Gedung Kemenpar Jakarta, Selasa (29/1/2019) malam.

Memang sambung dia, Banyuwangi memiliki kawasan geological park (geopark) atau Taman Bumi Kawah Ijen, yang amazing sehingga diharapkan dari pengakuan UGG. Dengan pengakuan itu, nama kawah Ijen semakin mendunia dan wisman berbondong-bondong melihat langsung keindahan dan kemegahan Kawah Ijen.

Saat ini, lanjut politisi PDIP, Penetapan Kabupaten Banyuwangi sebagai kawasan geological park (geopark) baru taraf nasional. Bahkan statusnya sebagai Cagar Biosfer Dunia. Status ini menjadi lokomotif pendorong bagi pengembangan wisata Kabupaten di pojok timur Propinsi Jawa Timur. ”Dua status itu kami yakini bisa jadi instrumen baru untuk mendorong semakin menggeliatkan pariwisata berbasis destinasi alam di Banyuwangi, tapi kita ingin diakui lebih tinggi lagi dari UNESCO,” lontarnya.

Status Geopark Nasional disematkan kepada Banyuwangi pada pekan lalu oleh Komite Geopark Nasional. Terdapat tiga situs yang menjadi landasan penetapan geopark nasional, yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, dan Taman Nasional (TN) Alas Purwo. Sebelumnya, status sebagai Cagar Biosfer Dunia ditetapkan UNESCO untuk TN Alas Purwo dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Penetapan UNESCO itu dilakukan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke-28 di Kota Lima, Peru. ” Cagar Biosfer (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk berbagai negara melalui kerja sama program MAB (Man and The Biosphere)-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Banyuwangi sebagai Geopark nasional didukung keanekaragaman hayati dan budaya. Misalnya, TN Alas Purwo sebagai rumah 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil, sambungnya.

Saat ini terus berkembang tren wisata sehat. Orang mencari destinasi dengan udara sehat. Ini terutama pada segmen wisatawan mancanegara dan kelompok kelas menengah ke atas. Mereka tak segan mengeluarkan biaya lebih, asal bisa tenang berwisata dengan udara yang sehat.

”Berwisata kini bukan hanya soal urusan bersenang-senang. Bagi sebagian wisatawan, berwisata adalah aktivitas untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Status sebagai Geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia memberi legitimasi bagi Banyuwangi untuk menawarkan paket wisata yang menyajikan kesehatan udara sekaligus keindahan alam serta budaya,” papar Anas.

Anas berharap, penetapan Banyuwangi sebagai geopark nasional dan cagar biosfer dunia mampu ditangkap sebagai peluang oleh para pelaku wisata setempat. ”Operator tur maupun hotel bisa bikin paket kesehatan, seperti menggabungkan terapi tradisional, akitivitas di taman nasional atau Kawah Ijen, dan konsumsi makanan sehat. Bahkan, misalnya bisa bikin aktivitas yoga, pilates, reflexology, atau akupuntur di sekitar belantara hutan atau pantai,” tambahnya

Saat ini, Geopark Banyuwangi diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari mancanegara untuk datang dan berkunjung ke destinasi di Banyuwangi. “Karena kalau punya UGG akan mudah menjualnya ke pasar internasional,” lontarnya serius. (ENDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.