DESA WISATA DESTINASI EXPLORE! INTERNATIONAL LIFESTYLE

Abby Traveler Punya Kepedulian Tinggi Pada Kesejahteraan Pemandu Gunung

                Abby Traveler ( foto: dok. pribadi)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ingatan Abby masih melekat pada sosok Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh ke jurang di Gunung Rinjani. Wanita 27 tahun yang periang dan senang mendengarkan musik sambil sedikit dance saat mendaki Gunung Rinjani Lombok itu baru pertama kalinya naik gunung ungkap Ali Musthafa, pemandu wisata yang mendampinginya naik gunung.

Pagi itu, hari belum lagi menunjukkan jam 7.00 pagi. Abby sudah hadir di kawasan Andara. Sambil merebahkan diri di lantai keramik, obrolan Abby tak lepas dari kasus Juliana Marins yang mencoreng nama Indonesia itu. Keberadaan korban berhasil terpantau menggunakan drone thermal dalam posisi tersangkut di tebing batu pada kedalaman sekitar 500 meter dalam keadaan tidak bergerak pada Senin (23/6/2025).

Namanya lebih dikenal sebagai Abby Traveler, pendaki gunung ini memang sedikit berbeda karena dia juga pendiri LPK Elang Khatulistiwa Indonesia yang terus menggelar pelatihan bagi pemandu gunung, dalam penguatan SDM di tengah membaiknya sektor pariwisata.

Dia juga salah satu women traveler yang dimiliki Indonesia dan tentunya suka berpergian secara solo. Jika wanita pekerja mengambil liburan disaat cuti dalam hitungan seminggu atau dua minggu, maka Abby bisa terus ‘berlibur’ selama setahun penuh karena dia memang banyak berbagi ilmu dengan warga desa terutama di daerah-daerah pegunungan. Antara hobby dan pekerjaan yang ditekuninya itulah masa yang dianggap orang awam seperti saya menjadi masa berliburnya Abby.

Ibu dua anak yang sudah menjadi ibu tunggal ini tinggal mengatur jadwal dengan anak-anak yang sudah bekerja kapan dia bisa turun gunung dan berkumpul bersama mereka. Saat menjadi ibu di rumahnya di kawasan Tebet, maka sepasang anak lelaki dan perempuan yang dimilikinya akan memanfaatkan waktu untuk staycation bersama, masak, belanja dan aktivitas rumahan lainnya untuk mereka bertiga.

“Sejak kecil karena Indonesia itu memiliki pesona yang luar biasa, sudah sewajarnya anak seperti saya mempunyai kebanggaan dengan negaranya yang beragam memiliki kekayaan alamnya untuk mengembangkan pariwisata,” kata Abby

Wanita yang dikenal ramah dan punya trade mark selalu memakai kaos sport You Can See dengan celana jeans serta kaca mata hitam ini selalu melakukan riset-riset terlebih dahulu sebelum berwisata ke tempat-tempat baru terutama kategori hidden gem

Riset tentang suatu kawasan sangat penting termasuk keamanan dalam traveling seorang diri bagi seorang perempuan. Riset dan kenali adat istiadat daerah yang bakal kita kunjungi dan tetaplah memegang prinsip dimana bumi kita pijak di situlah langit kita junjung, ujarnya

“Alhamdulillah perjalanan wisata ke sejumlah tempat juga banyak menemukan teman, sahabat, bahkan ada yang menganggap Abby saudara mereka,” ucapnya memberikan kiat bertualang sendiri keliling Indonesia dan mancanegara.

Pasca Covid 19, dia aktif membangkitkan kembali industri pariwisata beserta pelaku ekonomi kreatif lainnya di berbagai daerah. Tak heran jaringan pertemanan maupun jaringan bisnisnya tersebar di berbagai pelosok hingga mancanegara. Dia juga kerap dilibatkan dalam membuat kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan wisata petualangan karena menjadi ‘pekerja’ lapangan.

Penampilannya bisa dianggap preman gunung tapi yang satu ini punya hati selembut lagu-lagunya musisi alm Rinto Harahap, pergaulannya tidak dibatasi oleh strata atau status sosial. Abby bisa menjadi ‘anak’ banyak orang karena sikapnya yang santun dan kalimat-kalimat yang meluncur juga tak lepas dari nama-nama besar Asmaul Husna milik Allah.

Nongkrong di Cafe di Bali bersama Abby juga punya keasyikan sendiri karena saat memakai gaun hitam tanpa lengan dia bisa cuek minta difoto bergaya ala model dengan hasil jepretan yang bagus-bagus padahal cuma berpose di atas tangga. Lain waktu kami ke warung pecel makan dengan lahap pakai tangan.

Kapasitas Pemandu Gunung.

Kebersamaan dalam meningkatkan kapasitas pemandu gunung kini menjadi harapannya yang memuncak agar kasus-kasus Juliana Marins yang jatuh di gunung terjal berbatu dengan upaya evakuasi yang rumit tidak terjadi lagi.

Potensi gunung-gunung di Indonesia untuk dikunjungi wisatawan mancanegara memang besar dan sebagai negara yang terletak di jalur cincin api atau yang lebih dikenal dengan sebutan ring of fire, RI dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah dengan banyaknya jumlah gunung berapi di sepanjang wilayahnya

Abby Traveler dan aktivitas gunungnya

Gunung berapi bisa menghasilkan panas bumi, sumber mata air panas yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat, pasir gunung api yang dapat digunakan untuk bahan bangunan, menghasilkan batu apung untuk industri disamping juga batuan dan mineral logam mulia.Kerugian dari banyaknya wilayah dengan gunung berapi yaitu sering terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan gunung meletus.

Sejak dulu pemandu gunung yang keahlian di bidangnya memiliki sertifikasi seperti pemandu di luar negeri menjadi cita-citanya. Oleh larena itu lahirlah LPK Elang Khatulistiwa Indonesia.
Menurut perempuan yang piawai mengendarai motor trail dan mobil-mobil gunung seperti land cruiser ini banyak sekali ilmu yang harus dikuasai oleh pemandu gunung, sebelum bekerja di lapangan.

“Apalagi membawa wisatawan yang masih awam dan belum paham menjelajahi hutan dan pegunungan. Tidak sembarangan orang bisa melakukan kegiatan mendaki gunung karena ada risiko nyawa yang akan dipertaruhkan. Sebab gunung adalah alam terbuka yang kondisinya bisa berubah setiap waktu dan hal ini di luar kendali manusia,” ucapnya serius bak seorang coach menghadapi peserta pelatihannya.

Pemandu gunung wajib juga mengetahui medan dan cuaca yang berbeda ketika akan mendaki gunung atau menjelajahi kawasan hutan dan pegunungan itu sendiri, jelas penyuka kaos sport warna hitam ini. Dalam pelatihan berbasis survival ini, peserta juga diajarkan teknik-teknik dasar dan mereka yang tinggal di kawasan pegunungan tidak bisa hanya bermodal Akamsi, tambahnya.

“Tahu nggak kepanjangan Akamsi ? Anak Kampung Sini,” katanya sambil terkekeh. Soalnya dia banyak menemui pemuda di area gunung tertentu merasa sudah mengenal dengan baik gunung tempatnya tinggal. Padahal mereka juga harus menguasai tekhnik-teknik berbasis survival. Bukan sekedar tahu jalan menuju puncak gunung.

Oleh sebab itu Lembaga Pelatihan Kerja ( LPK) Elang Khatulistiwa Indonesia yang didirikannya juga mengajarkan teknik-teknik dasar penanganan P3K, pengetahuan geologi, iklim/cuaca hingga risk manajement, termasuk ilmu medan yang wajib diketahui seorang pemandu gunung.

Karena itulah pihaknya rajin menggelar pelatihan bagi pemandu gunung, dalam penguatan SDM di tengah membaiknya sektor pariwisata. Kegiatannya sendiri mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pendukung lainnya dari berbagai komunitas pecinta alam.

“Dukungan pemerintah untuk LPK jangan hilang timbul tergantung siapa pejabatnya yang peduli tetapi harus punya anggaran dan bertekad untuk mencetak pemandu profesional dan bersertifikasi yang bisa hidup sejahtera dari gunung, punya skill memadai, punya pelindungan hukum dan jaminan kesejahteraan juga karena pemandu gunung itu profesi, “ tegas Abby.

Selain Dieng yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara Pemerintah harus persiapkan  gunung-gunung lainnya dengan berbagai fasilitas hingga ke puncak gunung terutama jalur pengaman dan sign serta pengumuman mengenai area yang akan dilewati para pendaki.

“ Jalan setapak dan kiri-kanan jurang sangat riskan apalagi bagi pemula yang baru pertama kalinya naik gunung. Kasus yang mendapat perhatian serius dari Brazil negara asal Juliana maupun para pendaki di seluruh dunia membuat pemerintah Indonesia harus memprioritaskan pemandu yang bersertifikasi lewat test, tahu medan gunungnya dan juga Safety. P3K bukan harus jadi dokter tapi paham penanganan atas kecelakaan,” ujanya panjang lebar.

Bang Babo ( kanan atas) Akamsi, anak yang lahir dan besar di gunung lulusan LPK Elang Khatulistiwa kini menjadi pemandu gunung bersertifikat melayani wisatawan dalam dan luar negri

Anak Kampung Sini ( Akamsi)

Sebagai bagian dari anak bangsa, bersama teman-temannya Abby mendorong potensi masyarakat dan desa wisata kreatif untuk meningkatkan perekonomi masyarakat Indonesia. Dari pengalamannya melakukan pendakian ke berbagai gunung, kunjungan-kunjungan ke desa-desa dan pelatihan yang diadakannya, potensi Akamsi (Anak Kampung Sini atau setempat) setelah mengikuti pelatihan mampu hidup lebih sejahtera.

Anak-anak yang tinggal dipegunungan dan menjadi lulusan LPK yang didirikannya membanggakan karena secara formal pendidikannya hanya Sekolah Dasar dan lainnya tidak tamat Sekolah Menengah Pertama ( SMP).

Perempuan penggemar musik country dan balada serta genre reggae ini lalu menceritakan kisah Kabul, anak gunung yang hanya tamatan SD tapi kini secara rutin mendapatkan pelanggan para pendaki bule mancanegara.

Sementara alumnus lainnya, biasa dipanggil bang Babo jadi pemandu wisatawan nusantara dan wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia yang berbahasa Melayu. Babo bahkan mengirimkan foto pada Abby saat bersama pendaki wanita dari Jakarta yang sudah usia 71 tahun naik Gunung Raung di Jawa Timur di atas ketinggian 3344 MDPL.

Seperti halnya seorang guru, ketika anak didiknya bisa meningkatkan skill dan hidup lebih sejahtera tentunya menjadi kebahagian tersendiri bagi Abby Traveler. Dia yakin jika pemerintah membangun infrastruktur jalan yang bagus ke berbagai gunung di Indonesia dan serius menggarapnya sebagai Wisata Minat Khusus maka pariwisata Indonesia akan berkembang pesat.

“ Ribuan desa wisata di Indonesia bisa mengemas wisata pendakian gunung, menjadikan desa wisatanya sebagai base camp, menggerakan UMKM dan mensejahterakan masyarakat secara berjamaah,” kata Abby menutup obrolannya.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)