Istana Federal (Bundeshaus) di Bern, Swiss, ( Foto: Slamy)
BERN, bisniswisata.co.id: Salah satu keunikan utama Bern adalah arcade sepanjang 6 kilometer yang menjadi jalur pejalan kaki. Cuci mata tepatnya melihat arcade terdiri berbagai toko, galeri seni, butik, dan kafe yang membuat tiga emak-emak usia di atas 60 tahunan ini bisa melangkah santai membelah jalan kota tua.
Jangan heran kalau di walking tour tanpa program khusus dan sesukanya ini tiga emak-emak sudah ingin mencicipi coklat dan olahan kejunya yang terkenal dari Swiss
Berwisata ke negara ini memang tidak akan lengkap tanpa menikmati kekayaan kulinernya. Bern memiliki berbagai toko cokelat artisan yang menyajikan coklat handmade kualitas premium. Salah satunya adalah Läderach, yang punya toko utama di kota ini dan jadi favorit wisatawan.
Selain cokelat, jangan lewatkan fondue keju Swiss yang disajikan dalam panci tembaga dan disantap hangat-hangat bersama roti atau kentang. Makanan khas ini sangat cocok disantap di musim dingin sambil menikmati suasana kota tua Bern yang romantis.
Bern memang menawarkan keindahan alam, arsitektur klasik, dan suasana romantis khas Eropa Tengah. Jadi meski tidak lagi hidup di abad pertengahan tapi hidup di masa kini, kita masih bisa membayangkan suasana kota di masa itu.
Telpon-telponan dengan supir kedutaan terus berlanjut minta arahan saja. Kali ini kami menuju rumah tinggal Einstein dan melongok Istana Federal Bern yang berdiri sebagai bukti demokrasi dan pemerintahan Swiss, menampung kedua majelis Parlemen Swiss.
Jarak antara Rumah Einstein (Einsteinhaus) dan Istana Federal (Bundeshaus) di Bern, Swiss, adalah sekitar 0,5 hingga 0,7 kilometer. Karena berada di kawasan Kota Tua Bern yang padat, lokasi ini sangat dekat dan biasanya hanya memakan waktu sekitar 7 hingga 10 menit berjalan kaki
Istana Federal Bern adslah bangunan megah yang bukan hanya keajaiban arsitektur tetapi juga pusat aktivitas politik tempat keputusan yang membentuk masa depan Swiss dibuat. Kunjungan ke Istana Federal menawarkan pandangan unik tentang cara kerja politik Swiss, dengan latar belakang interior mewah dan signifikansi sejarah.
Saat menjelajahi aula-aulanya kita dikelilingi oleh seni dan sejarah, dengan mural yang menggambarkan momen-momen penting dalam sejarah Swiss menghiasi dindingnya. Bangunan itu sendiri merupakan perwujudan nilai-nilai Swiss yang kokoh namun elegan, fungsional namun indah.
Istana Federal Bern bukan hanya tentang politik; ini juga tentang komunitas dan budaya. Lokasinya di Kota Tua Bern membuatnya mudah diakses bagi siapa pun yang ingin menggali lebih dalam warisan Swiss sambil menikmati suasana semarak situs Warisan Dunia UNESCO ini.
Baik sekadar mengagumi bagian luarnya dari Bundesplatz, tempat warga setempat berkumpul untuk acara dan perayaan, selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan di landmark ikonik ini. Jadi, ketika berada di Bern, luangkan waktu untuk menghargai apa yang membuat kota ini begitu istimewa dimulai dengan mengunjungi jantung politiknya di Istana Federal.
Einsten haus ( foto: Alamy)
Buat yang suka sains atau sejarah, Bern menyimpan jejak salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia: Albert Einstein. Ia tinggal di Bern pada awal abad ke-20, tepatnya di tahun-tahun saat ia mengembangkan Teori Relativitas Khusus yang mengubah dunia.
Rumah tempat tinggalnya kini menjadi museum mini bernama Einsteinhaus, di mana kami bisa melihat langsung bagaimana kehidupan sehari-hari Einstein, ruang kerja kecilnya, hingga dokumen dan foto-foto bersejarah. Sungguh menarik membayangkannya di balik ketenangan kota ini, pernah lahir teori ilmiah paling revolusioner sepanjang masa.
Memasuki dunia jenius di Rumah Einstein di Bern ini maka.tempat sejarah dan inspirasi berpadu sempurna. Namanya juga rumah pribadi yang berubah jadi museum jadi saat menjelajahi ruangan-ruangannya, seakan terbawa kembali ke masa kehidupan Einstein seolah dia menyapa tamu- tamunya yang datang.
Seolah bertamu tapi mendapatkan pendalaman lebih lanjut tentang kehidupan dan karyanya, memberikan wawasan menarik tentang sosok di balik ilmu pengetahuan. Ini adalah tempat di mana rasa ingin tahu dipicu, dan pengetahuan dirayakan.
Sejarah rumah sama memikatnya dengan sosok Einstein sendiri. Padahal dia hanyaa tinggal selama tiga tahun di apartemen yang terletak di Kramgasse. Sungguh sosok yang sederhana dan Einstein beserta keluarganya dari tahun 1903 hingga 1905.
Di sinilah ia menulis beberapa makalahnya yang paling berpengaruh, termasuk tentang teori relativitas tadi. Rumah ini telah dilestarikan dengan cermat, memungkinkan pengunjung untuk merasakan lingkungan yang memupuk ide-ide revolusioner tersebut.

Sungai Aare, Bern dan tiga emak-emak

Rumah penduduk tepi Sungai Aare dan beruang mascot kota
Perjalanan berlanjut, rasa lelaah mulai menyerang dan saya sudah berulang kali melirik ada transportasi umum bus berisi turis-turis. Langsung saja mengajak kedua kakakku untuk naik dan berhenti di ujung jalan yang sudah dekat dengan Sungai Aare,
Hanya sebentar lalu turun di pos penjagaan dan begitu kepala mendongak ada patung beruang bergelantungan. Duh untung hanya hiasan kota. Konon kata “Bern” berasal dari kata “Bär”, yang berarti beruang. Nah menurut legenda, pendiri kota Bern memberi nama tersebut setelah berhasil memburu seekor beruang di wilayah tersebut. Sejak saat itu, beruang menjadi simbol kota ini.
Kita bisa melihat langsung beruang hidup di Bear Park (BärenPark), yang berada di ujung kota tua Taman ini bukan kebun binatang biasa, melainkan habitat alami yang disesuaikan untuk beruang. Mereka hidup bebas dan nyaman di tengah kota, memberi pengalaman unik bagi para pengunjung.
di bagian ini kita bisa melihat aktivitas santai di tepi Sungai Aare. Ada rumah yang bentuknya seragam di atas bukit rumah para anggota parlemen. DIatas jembatan, supir kedutaan yang saya lupa namanya sudah menunggu untuk mengantar ke Kedutaan Besar RI di Elfenauweg 51, 3006 Bern, Swiss
Memandangi Sungai Aare dengan airnya yabg jernih, rumah-rumah penduduk yang tertata rapih dengan taman-taman bunga di tepi sungai sangat memukau seperti lukisan hidup.
Sungai Aare menawarkan pengalaman tak terlupakan. Berjalan-jalan menyusuri jalur pejalan kaki di tepi sungai sambil menikmati pemandangan, memotret lanskap kota, atau duduk santai di bangku taman. Sayang waktu terasa berjalan cepat dan tiga emak-emak harus mengucapkan Good bye, Au revoir !. dan engalaman lain sudah menunggu.










