DESTINASI ENTREPRENEUR EVENT INTERNATIONAL

UN Tourism dan Bahama Soroti Inovasi yang Bentuk Masa Depan Pariwisata Karibia

MADRID, bisniswisata.co.id: UN Tourism, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Investasi, dan Penerbangan Bahama, telah menyoroti generasi baru inovator yang memajukan pariwisata tangguh di Karibia.

Tantangan Kepulauan Berkelanjutan Bahama (Bahamas Sustainable Islands Challenge) diciptakan untuk mengenali ekosistem startup yang sedang berkembang serta kebutuhan akan kolaborasi lintas Karibia yang lebih besar, investasi yang lebih banyak, dan kemitraan publik-swasta yang lebih kuat.

Direktur Eksekutif Pariwisata PBB  ( UN Tourism) Natalia Bayona mengatakan pariwisata menyumbang 15% dari PDB di Bahama, menjadikannya mesin ekonomi dan sumber kerentanan.

“Kami mengidentifikasi solusi dan membangun jalur wirausahawan yang mampu mengatasi tantangan kritis di Bahama dan Karibia yang lebih luas, sambil membantu mengkatalisasi ekosistem startup regional yang berkembang pesat yang didorong oleh kolaborasi lintas Karibia yang lebih kuat.”

BahamaPenerima Penghargaan:
*Juara Kedua – Kategori 1: Konservasi Laut dan Kelautan: Island Bey Coastal Stewards
*Juara Kedua – Kategori 3: Teknologi Hijau untuk Pariwisata Berkelanjutan: Coco Bliss Bahamas
*Juara Pertama – Kategori 1: Konservasi Laut dan Kelautan: Bluequest Bahamas
*Juara Pertama – Kategori 2: Pariwisata Lokal dan Berbasis Komunitas: Access Island Guide
*Juara Pertama – Kategori 3: Teknologi Hijau untuk Pariwisata Berkelanjutan: Program Daur Ulang Out Island Water Company

Pemenang Keseluruhan – Tantangan Inovasi Pulau Berkelanjutan Pariwisata PBB Bahama: Program Daur Ulang Out Island Water Company.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pariwisata, Direktur Jenderal Kementerian Pariwisata, Investasi & Penerbangan, Latia Duncombe, mengatakan: “Bahamas Sustainable Island Challenge menunjukkan bagaimana destinasi pulau kecil dapat memimpin transformasi pariwisata global melalui inovasi,”

Dengan memberdayakan pengusaha lokal untuk mengembangkan solusi dalam keberlanjutan, pariwisata berbasis komunitas, dan teknologi hijau, Bahama secara sengaja membangun ekosistem inovasi yang memperkuat ketahanan, menarik investasi, dan mengubah kerentanan kita menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang, tanbahnya.

“Tantangan ini membawa perhatian global pada solusi yang dibentuk oleh tangan-tangan Bahama, wawasan Bahama, dan pengalaman Bahama, “ kata Latia Duncombe.

Melalui kemitraan dengan UN Tourism, pihaknya menerjemahkan solusi tersebut menjadi peluang yang siap dipasarkan, memastikan bahwa pariwisata berkelanjutan di Bahama tidak hanya dibahas di tingkat kebijakan, tetapi juga dimajukan melalui inovasi praktis dan dampak yang terukur.

Mendukung inovator Karibia

Enam finalis dibimbing oleh Caribbean Climate Innovation Center (CCIC), Program Pembangu-nan PBB (UNDP), Tech Beach Retreat, UnTours, dan Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Bahama.

Semua pemenang mendapatkan modal awal dari Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Bahama, akan bergabung dengan Jaringan Inovasi Global Pariwisata PBB, dan mendapat-kan beasiswa untuk Akademi Daring Pariwisata PBB. Pemenang akan mendapatkan manfaat dari program akselerasi lebih lanjut.

Sebagai yang pertama dari jenisnya di Karibia, inisiatif ini meletakkan dasar untuk kolaborasi di masa depan. Pariwisata PBB dan para mitranya akan memperluas model ini.

Gunanya memperkuat ekosistem inovasi untuk Negara-Negara Kepulauan Kecil yang Sedang Berkembang (SIDS).Tantangan ini juga didukung oleh mitra termasuk Bank Pembangunan Inter-Amerika (IDB), dan Katapult Ventures.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)