HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Model Super-Franchise China Dorong Ekspansi Hotel yang Cepat

Singkatnya: Sektor perhotelan China semakin mengadopsi model manajemen-franchise hibrida yang memungkinkan operator untuk berkembang pesat sambil mempertahankan kendali terpusat atas operasional, branding, dan teknologi.

OHIO, bisniswisata.co.id: Operator hotel di China berkembang melalui model yang sering digambarkan sebagai “manachising,” yang menggabungkan elemen franchise dengan manajemen operasional terpusat.

Dalam pendekatan ini, pemilik properti menyediakan modal dan pengawasan lokal, sementara merek mempertahankan kendali atas fungsi-fungsi utama termasuk penetapan harga, distribusi, sistem teknologi, dan standar layanan.

Struktur ini memungkinkan operator untuk mengembangkan jaringan mereka dengan cepat tanpa sepenuhnya menanggung biaya dan risiko yang terkait dengan kontrak manajemen tradisional.

Target Ekspansi Cepat

Grup domestik besar seperti H World Group sedang mengejar strategi ekspansi agresif, dengan target jangka panjang mencapai puluhan ribu properti di seluruh Tiongkok dan pasar internasional.

Model ini terbukti sangat efektif di segmen menengah dan ekonomi, di mana standardisasi dan efisiensi sangat penting untuk profitabilitas.

Dengan menggabungkan kepemilikan waralaba dengan sistem terpusat, operator dapat berkembang lebih cepat sambil mempertahankan konsistensi merek.

Teknologi Memungkinkan Kontrol Terpusat

Platform teknologi terpusat memainkan peran kunci dalam keberhasilan model ini.
Operator menerapkan sistem terintegrasi untuk manajemen pendapatan, data pelanggan, check-in digital, dan pengadaan, memungkinkan mereka untuk pertahankan pengawasan operasional di seluruh portofolio besar.

Tingkat integrasi ini mengurangi variabilitas antar properti dan mendukung pengalaman tamu yang konsisten di berbagai pasar.
“Grup hotel di Tiongkok mampu berkembang pesat dengan menggabungkan teknologi dengan model operasional yang terstandarisasi,” demikian catatan analis di Phocuswright dalam riset industri.

Daya Tarik bagi Pemilik

Bagi pemilik properti, model hibrida menawarkan keseimbangan antara kemandiri-an dan dukungan. Pemilik mendapat manfaat dari pengakuan merek, akses ke saluran distribusi, dan sistem operasional, sambil tetap mempertahankan kendali atas aset mereka.

Hal ini telah berkontribusi pada adopsi yang kuat di kalangan pengembang dan investor, khususnya di pasar sekunder dan tersier.

Perbandingan Model Operasional Hotel: Pendekatan Tradisional vs Hibrida

Model manajemen waralaba hibrida yang muncul di Tiongkok berbeda dari pendekatan Barat tradisional dalam hal keseimbangan kendali, kebutuhan modal, dan skalabilitas.
Ekspansi model ini di China menarik perhatian operator dan investor internasional.

Di pasar dengan pasokan terfragmentasi dan permintaan domestik yang meningkat, pendekatan serupa dapat menawarkan jalan menuju ekspansi yang cepat.

Namun, mereplikasi model ini mungkin menantang di wilayah di mana sistem distribusi, struktur tenaga kerja, dan lingkungan peraturan berbeda.

Implikasi bagi Industri

Munculnya model manajemen waralaba hibrida membentuk kembali cara perusahaan hotel mendekati pertumbuhan, operasi, dan penyebaran modal.

Bagi operator, kemampuan untuk meningkatkan skala sambil mempertahankan kendali atas fungsi-fungsi utama menawarkan keunggulan kompetitif.

Bagi pemilik, model ini memberikan akses ke merek dan teknologi tanpa sepenuhnya melepaskan kendali atas aset.

Prospek

Sektor perhotelan Tiongkok diperkirakan akan terus berkembang melalui model operasional hibrida yang memprioritaskan skalabilitas dan efisiensi.

Seiring meningkatnya persaingan, kemampuan untuk menggabungkan pertumbuhan waralaba dengan kontrol terpusat dapat menjadi faktor yang semakin penting dalam menentukan kepemimpinan pasar jangka panjang

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)