CYPRUS, bisniswisata.co.id: Konferensi ITB China 2026 di Shanghai akan menampilkan lebih dari 70 topik dan lebih dari 180 pembicara, yang berfokus pada AI, evolusi perjalanan mewah, dan perubahan permintaan pariwisata keluar dan masuk Tiongkok.
Dilansir dari www.traveldailynews.asia, Konferensi ITB China 2026 akan berlangsung pada tanggal 26–28 Mei 2026 di Shanghai, mempertemukan lebih dari 180 pembicara global dan membahas lebih dari 70 topik di seluruh industri perjalanan internasional.
Sebagai platform pengetahuan utama ITB China, konferensi ini akan mempertemukan para pemimpin industri dari Tiongkok dan pasar global untuk meneliti perkembangan kunci yang membentuk sektor ini.
Tema inti untuk tahun 2026 meliputi peran kecerdasan buatan yang semakin meningkat, evolusi perjalanan mewah menuju pengalaman yang berorientasi gaya hidup, dan pergeseran struktural dalam permintaan pariwisata keluar dan masuk Tiongkok.
Program ini disusun berdasarkan tujuh jalur tematik, yang mencakup seluruh ekosistem perjalanan: Perjalanan Keluar Negeri, Perjalanan Masuk Negeri, Perjalanan Mewah, Perjalanan Bertema & Kustom, Perhotelan, MICE & Perjalanan Insentif, dan Teknologi & Inovasi Perjalanan.
Dalam jalur perjalanan keluar negeri, diskusi akan berfokus pada perubahan profil wisatawan, perilaku konsumen yang berkembang, dan pola perjalanan yang muncul, seiring pasar bergerak dari pemulihan menuju transformasi jangka panjang.
Dampak kecerdasan buatan di seluruh rantai nilai perjalanan, serta strategi ekspansi internasional perusahaan perjalanan Tiongkok, juga akan dibahas.
Jalur perjalanan masuk negeri akan mengeksplorasi pembukaan kembali Tiongkok dan implikasinya terhadap arus pariwisata global. Sesi akan menyoroti tren seperti permintaan akan pengalaman lokal yang otentik dan diversifikasi pasar sumber internasional.
Sebagai tambahan baru untuk tahun 2026, jalur perjalanan mewah akan mengkaji pergeseran dari penawaran premium tradisional menuju pengalaman gaya hidup terintegrasi.
Topik yang dibahas meliputi kolaborasi lintas industri di bidang seni, budaya, mode, dan kesehatan, serta meningkatnya permintaan akan perjalanan yang mendalam dan berorientasi pada komunitas.
Sesi perjalanan bertema dan khusus akan berfokus pada transisi industri menuju produk berbasis pengalaman, termasuk perjalanan pendidikan, wisata olahraga, festival dan acara, pelayaran, wisata petualangan, dan rencana perjalanan yang dipersonalisasi.
Pada sesi perhotelan, diskusi akan membahas bagaimana merek memperkuat keterlibatan dengan wisatawan melalui strategi berbasis konten dan kemitraan lintas sektor.
Pertumbuhan model akomodasi alternatif, seperti hotel butik dan glamping, bersamaan dengan pengaruh keberlanjutan dan praktik ESG terhadap nilai aset, juga akan dieksplorasi.
Sesi MICE dan perjalanan insentif akan menganalisis evolusi acara bisnis menuju format berbasis konten, termasuk integrasi perjalanan insentif dengan pendidikan dan pembelajaran berbasis pengalaman, serta pendekatan baru untuk pemilihan destinasi.
Sesi teknologi dan inovasi perjalanan, bagian dari Travel Innovation Hub, akan berfokus pada implementasi praktis teknologi di berbagai destinasi dan operasional perhotelan.
Penekanan akan diberikan pada digitalisasi, sistem cerdas, dan pembangunan berkelanjutan, menyoroti bagaimana teknologi dapat mendorong hasil komersial yang terukur.
Konferensi ini juga telah meluncurkan ajakan global untuk pembicara pada tahun 2026, mengundang para profesional perjalanan dengan keahlian industri untuk berkontribusi pada program tersebut.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas perspektif dan menggabungkan wawasan praktis dari berbagai pasar internasional.
Melalui agenda yang diperluas dan partisipasi global, Konferensi ITB China 2026 diposisikan sebagai platform untuk dialog antara China dan industri perjalanan internasional, yang mencerminkan transformasi berkelanjutan di seluruh sektor.










