24 – 26 Agustus 2018, Festival Krakatau

0
144
Festival Krakatau (Foto; http://cekajah.com)

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, belum berpengaruh signifikan terhadap Festival Krakatau yang akan digelar pada 24-26 Agustus 2018. Penyelenggara namun akan membatasi tur ke Gunung Anak Krakatau dalam radius yang diperkenankan.

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Anak Kratau. Sehingga status level II atau waspada masih berlaku. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati apalagi menginjakkan kaki di kawasan Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanis Anak Krakatau yang keluar dari puncak kawah sebelumnya mencapai satu kilometer.

Kondisi yang sedang mengeluarkan abu vulkanis menambah daya tarik wisatawan untuk menyaksikan Gunung Anak Krakatau meski tidak harus mendekati atau turun ke gunung. Wisatawan dapat mengamati aktivitas gunung dari jauh, semburan awan atau debu vulkanis dari kawah puncaknya akan menjadi pusat perhatian.

Peningkatan aktivitas vulkanis bahkan diharapkan mampu menyedot wisatawan untuk melihat langsung dari jauh prosesnya. Hal tersebut sangat langka terjadi, karena selama ini Festival Krakatau, kondisi Gunung Anak Krakatau biasa saja.

Lampung Krakatau Festival 2018 digelar di empat tempat yaitu Lapangan Saburai, Taman Gajah (Elephant Park), Pulau Sebesi Lampung Selatan, hingga Gunung Anak Krakatau. Menu yang disajikan lengkap. Ada parade seni budaya, sport tourism, live music, kuliner hingga petualangan.

Sedikitnya ada 18 sub event yang akan disajikan. Start-nya sudah dilakukan 13 Juli lalu. Yaitu lewat event Road to Lampung Krakatau Festival 2018. Event ini digelar di Ballroom Hotel Bukit Randu.

Sepekan berikutnya, atau 21 Juli, giliran Classic Rock rilis di cafe dMonangs. Suhu festival akan semakin panas lantaran Lomba Lagu dan Tari Kreasi Daerah Lampung juga disajikan. Tepatnya di Taman Budaya, 20-21 Juli.

Acara pre event Lampung Krakatau Festival 2018 akan dihangatkan juga dengan panggung Jazz Night. Event ini dibuka di The Coffee pada 27 Juli. Selang dua hari berikutnya giliran Pemilihan Muli Mekhanai Lampung yang dihelat, 29 Juli3 Agustus.

Disela event, LKF 2018 menyelipkan Krakatau Award dan disusul konser jazz. Bertema Jazz Romantic Dinner, panggung elegan ini berada di Swissbell Hotel dan dihelat 3 Agustus.

LKF 2018 akan memanas lagi pada 14-15 Agustus. Event yang disajikan Lampung Fashion. Venuenya di Mall Boemi Kedaton. Memberikan warna lain, Lampung Fun Run pun digelar pada 19 Agustus dengan start di Saburai. Lokasi ini juga akan diramaikan dengan Lampung Krakatau Expo, 20-26 Agustus.

Bersamaan Krakatau Expo, dirilis juga Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai pada 20-25 Agustus. Lalu, digelar Pameran Foto dan Jajanan Kekinian yang digelar di Taman Gajah, 20-26 Agustus dan Parade Kuliner Lampung. Sedangkan saat opening ceremony, digelar Pemutaran Film Pariwisata dan Foto IMA Lampung pada 24-26 Agustus.

Mendekati pembukaan, event yang digelar sangat padat. Meski beberapa digelar lebih awal, tapi akhir dari event tetap bersamaan dengan closing. Jadi kemeriahan festival tetap terjaga dan tersebar merata di beberapa venue. Festival ini juga luar biasa karena menggelar Seminar Internasional Krakatau mulai 24-26 Agustus. Agenda dan tata waktunya padat.

Untuk menggairahkan pariwisata Lampung, Krakatau Travel Fair digelar 24-26 Agustus. Event ini akan menawarkan beragam paket wisata pada para buyer mancanegara dan lokal. Bagi para penikmat petualangan maka ala Trip Krakatau pada 24-25 Agustus wajib diikuti. Rangkaian festival akan ditutup dengan Lampung Culture and Tapis Carnival pada 26 Agustus. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.