12 – 14 Juli 2019, Pangandaran International Kite Festival

0
52
Festival Layang-layang (foto: Repro Google)

PANGANDARAN, biniswisata.co.id: Pangandaran Jawa Barat punya acara menarik lho. Pangandaran International Kite Festival (PIKF), namanya. Event yang digelar setiap tahun ini, pada tahun 2019 menampilkan suasana yang lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Festival ini berlangsung di lapangan Katapang Doyong Pantai Timur, Pangandaran, pada 12 gingga 14 Juli 2019. Ribuan layang-layang dengan berbagai model, desain, jenis dan ukuran bakal terbang di langit Pangandaran seharian penuh.

Khusus tahun ini, semua peserta festival dipastikan akan menyiapkan desain unik dan menarik, seperti adanya layang-layang balon, dua dimensi, tiga dimensi, sport, dan tidak ketinggalan layang-layang bertemakan kearifan lokal. Selain itu, pPesertanya makin variatif dan makin banyak.

Selain festival layang-layang, juga turut dimeriahkan dengan agenda festival seni budaya baik lokal maupun internasional. Festival ini diikuti 10 negara sahabat seperti Jepang, Italia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Thailand, dan Malaysia juga ikut berpartisipasi.

Juga ada pameran dari pelaku UMKM, wisata kuliner khas Pangandaran, bersih-bersih pantai barat Pangandaran yang melibatkan komunitas anak muda dan para pelajar dari tingkat SD hingga SMA, lomba mewarnai layang-layang, dan fashion show.

Tujuannya festival ini, untuk menarik wisatawan asing dan juga lokal hingga ke penjuru Indonesia. Selain itu, tujuan dari event ini adalah sebagai ajang promosi daerah dalam upaya Kabupaten Pangandaran untuk menata diri serta mewujudkan Kabupaten Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata berkelas dunia. Sehingga, para wisatawan dapat berkunjung ke Pangandaran untuk menikmati festival sekaligus destinasi-destinasi wisata di Pangandaran.

Dalam Pangandaran International Kite Festival ada 2 jenis pertunjukan yaitu night flying competition, dan kite flying exhibition. Night flying competition yakni layang-layang diterbangkan malam hari dengan terpasang lampu-lampu. Sehingga, pengunjung seperti melihat lampion terbang. Sementara KITE flying exhibition adalah unjuk kebolehan dan keindahan layang-layang dari peserta peserta mancanegara dan lokal.

Untuk peserta Festival Layang-layang ini berasal dari beberapa negara seperti Macau, India, Singapura, Malaysia, Jepang, Mongolia, Philipina, Swedia, Prancis dan Italia. Selain perorangan juga ada komunitas maupun klun layang-layang yang akan tampil seperti
Sin San Kite Club Jepang, Ron Kite’s Amerika Serikat, Beew Spaluding Thailand, Rapando Italia, Veterline Kite Selandia Baru, Noman Kite Malaysia, dan GadisKite’s Singapura.

Sedagkan para peserta domestik datang dari Aceh, Batam, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Bali, Jawa Timur, Jogyakarta, Jakarta, Malang, Purwokerto, serta Tasikmalaya. Mereka akan menampilkan bermacam-macam keindahan layang-layang yang mereka miliki.

Tahun 2019 ini, semua peserta dipastikan bakal menyiapkan design unik dan menarik. Beberapa diantaranya yaitu, layang-layang balon dan layang-layang dua dimensi. Ada juga layang-layang tiga dimensi, layang-layang sport, hingga layang-layang tradisional. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.