UNWTO Rilis Panduan Pemulihan Pariwisata

0
14

Foto: UNWTO rilis panduan pemulihan pariwisata (ilustrasi: voicesdotcom)

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia ( UNWTO) merilis panduan pemulihan pariwisata. Panduan ini disiapkan Komite Krisis Pariwisata yang beranggotakan UNWTO, perwakilan negara anggota, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Organisasi Maritim Internasional (IMO), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), dan Bank Dunia (WB).

Penyusunan panduan ini juga melibatkan Dewan Internasional Bandara (ACI), Asosiasi Internasional Kapal Pesiar (CLIA), Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Dewan Pariwisata Dunia (WTTC), serta Pemerintah Spanyol.  Berikut, rinciannya:

TUJUH PRIORITAS PEMULIHAN PARIWISATA

  1. Siapkan likuiditas dan amankan pekerjaan
  2. Pulihkan kepercayaan melalui prosedur keselamatan dan keamanan
  3. Kolaborasi pemerintah-swasta untuk reopening atau pembukaan kembali yang efisien 
  4. Buka perbatasan secara bertanggung jawab
  5. Harmonisasi dan koordinasikan antara protokol dan prosedur
  6. Ciptakan Nilai tambah pekerjaan lewat teknologi baru
  7. Jadikan inovasi dan prinsip keberlanjutan sebagai normal baru

SIAPKAN LIKUIDITAS DAN AMANKAN PEKERJAAN

 

  • Beri pengecualian, pengurangan atau/dan penundaan pembayaran jaminan sosial dan fiskal serta tagihan penting lain bagi perusahaan, wiraswasta, dan pekerja (terutama mereka yang paling rentan terdampak)

 

  • Buat instrumen keuangan untuk memfasilitasi ketersediaan likuiditas (penundaan pembayaran pinjaman, jaminan pinjaman, atau pinjaman kredit yang fleksibel untuk modal kerja)
  • Tinjau ulang kebijakan pembatalan dengan memperhatikan hak-hak konsumen dan perlunya likuiditas bagi perusahaan   
  • Perbesar dan perluas jaminan sosial (tunjangan asuransi bagi pengangguran dan pencari kerja)
  • Dukung pekerja dan pencari kerja melakukan transisi ke pekerjaan baru saat memasuki era normal baru
  • Buka dialog antara perusahaan dan serikat pekerja (standar buruh internasional)

PULIHKAN KEPERCAYAAN MELALUI PROSEDUR KESELAMATAN DAN KAMANAN

  • Susun protokol keselamatan dan kebersihan yang proporsional untuk mengurangi risiko di seluruh mata rantai sektor pariwisasta dan di setiap langkah para pelancong yang bepergian
  • Siapkan informasi yang jelas untuk wisatawan terkait kebijakan baru di tempat-tempat tujuan dan perusahaan
  •  Beri informasi yang jelas terkait misalnya hak dan jaminan para pelancong jika mereka jatuh sakit saat bepergian, atau ketika tiba di tempat tujuan
  • Fokuskan komunikasi yang berpusat pada manusia – empati, kepastian dan koneksi
  • Kampanyekan pesan yang tujuannya untuk membangun kepercayaan termasuk langkah-langkah keamanan yang perlu diambil oleh daerah tujuan wisata dan perusahaan

KOLABORASI PEMERINTAH-SWASTA UNTUK REOPENING ATAU PEMBUKAAN KEMBALI YANG EFISIEN

  • Bangun mekanisme kolaborasi pemerintah-swasta, baik dalam definisi maupum implementasi terkait protokol kesehatan
  • Buat protokol yang dapat ditindaklanjuti dan proporsional dalam koordinasi penuh antara swasta dengan otoritas kesehatan; ini perlu untuk memastikan protokol berbasis bukti ilmiah dan dapat diterapkan
  • Bagikan pengetahuan yang baik
  • Tentukan mekanisme untuk mendukung adaptasi perusahaan, daerah tujuan wisata, serta pelatihan bagi staf (keuangan dan pelatihan)
  • Alokasikan investasi untuk sistem data yang lebih baik

BUKA PERBATASAN, TAPI DENGAN BERTANGGUNG JAWAB

  • Perkenalkan dan adaptasikan proses dan prosedur di perbatasan yang telah disesuaikan dengan kajian risiko berbasis pada bukti kesehatan 
  • Secara berkala, revisilah aturan pembatasan dan protokol perjalanan. Ini penting untuk memastikan segalanya tetap proporsional terhadap risiko kesehatan masyarakat.
  • Tingkatkan penggunaan teknologi untuk perjalanan yang aman, lancar, dan tanpa gangguan
  • Sediakan informasi yang terpercaya, konsisten, dan mudah diakses bagi swasta dan pelancong, terutama terkait protokol dan pembatasan perjalanan
  • Tentukan dengan jelas peran dan tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah,  swasta, dan wisatawan
  • Pemerintah dan blok kawasan sebaiknya segera menerapkan  e-visa/visa saat kedatangan/kebijakan tanpa visa, dan untuk sementara hapus biaya pembuatan visa untuk mendorong permintaan. 

HARMONISASI DANKOORDINASIKAN ANTARA PROTOKOL DAN PROSEDUR

  • Selaraskan protokol dan prosedur pariwisata (terkait kesehatan) ke tingkat global
  • Pastikan koordinasi regional dan internasional terlaksana saat membuka kembali perbatasan
  • Terapkan standar internasional ICAO untuk pembuatan dokumen perjalanan untuk kepentingan pertukaran data penumpang. Pastikan ada pengaturan pengadaan formulir isian data kesehatan penumpang: siapa yang mengeluarkan dan bagaimana mengumpulkan serta membagi data tersebut
  • Pastikan ada koordinasi kebijakan bersama antara otoritas pariwisata, kesehatan, dalam negeri, dan transportasi.
  • Buatlah aplikasi untuk menelusuri jejak pengunjung yang mampu bekerja interoperabilty

CIPTAKAN NILAI TAMBAH PEKERJAAN LEWAT TEKNOLOGI BARU

    • Adopsi kebijakan nasional yang mendukung transformasi digital pada tempat tujuan wisata, perusahaan, pegawai, dan pencari kerja
    • Dukung perusahaan untuk mempercepat transformasi digital

 

  • Perkaya aplikasi dengan profil-profil baru: cybersecurity, big data analysis, dan data scientists

 

  • Dukung pencari kerja dengan tambahan ketrampilan baru: produk baru, pemasaran, dan market intelligence
  • Sediakan lebih banyak pelatihan online yang lebih baik untuk meningkatkan ketrampilan para staf dalam memberikan layanan, bekerja di back office, teknologi, bahasa, dan langkah-langkah keamanan 
  • Sediakan pelatihan online gratis bagi mereka yang paling terdampak, bermitra dengan universitas, perusahaan teknologi, dan lembaga pendidikan serta pelatihan lainnya. 
  • Perbanyak pelatihan online gratis seperti yang ada di UNWTO Online Academy dan dukung pengembangan dan pemasaran pelatihan itu dalam berbagai bahasa

JADIKAN INOVASI DAN PRINSIP KEBERLANJUTAN SEBAGAI NORMAL BARU

  • Melakukan konsolidasi ekosistem inovasi baik di tingkat nasional maupun global
  • Bantu kembangkan peluang bagi perusahaan besar untuk bekerja dengan start-up sehingga proses baru dapat lebih mudah dan lebih cepat diimplementasikan, serta lebih efisien (inovasi terbuka)
  • Dorong dan berikan penghargaan kepada start-up dan pengusaha agar terus memberi usulan solusi inovatif.
  • Berinvestasi dialam transformasi digital untuk perencanaan dan manajemen destinasi yang lebih baik
  • Percepat transisi menuju circular economy dalam rantai sektor pariwisata
  • Mulailah bertransisi ke pariwisata yang lebih efisien dan rendah karbon untuk beradaptasi dan mengurangi beban krisis iklim
  • Tentukan daya dukung & majukan manajemen destinasi yang efektif: bangunlah sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan & bertanggung jawab melalui nilai tambah dan sistem pengukuran serta pemantauan berbasis data yang lebih baik (UNWTO INSTO Observatories & UN Measuring Sustainable Tourism Initiative).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.