New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

0
14
Sepasang warga Korea dengan memakai masker melintas di sebuah jalan di kota Seoul. ( Foto: Reuter/ Han Reo)
  1. Sepasang warga Seoul dengan memakai masker melintas di sebuah jalan di kota Seoul, Korsel. Pemerintah kembali berlakujan kebijakan jaga jarak   ( Foto: Reuters/ heo ran)

SEOUL, bisniswisata.co.id: Korea Selatan pada memberlakukan kembali aturan jaga jarak sosial (social distancing) yang sejak awal bulan Mei lalu sempat dilonggarkan oleh pemerintah setempat guna menekan pebyebaran virus COVID-19 namun gagal.

Langkah itu diambil menyusul serangkaian klaster penyebaran virus corona (Covid-19) yang mengancam keberhasilan negeri ginseng dalam menahan epidemi tersebut. Padahal Korea Selatan dianggap sebagai salah satu model global dalam cara mengekang virus corona.

Akan tetapi, negara itu belakangan melaporkan lonjakan terbesar infeksi baru Covid-19 setelah hampir dua bulan masyarakatnya merasakan kehidupan normal yang baru (new normal).

Kasus-kasus baru itu sebagian besar berpusat di wilayah Metropolitan Seoul, tempat bermukimnya separuh dari penduduk Korea Selatan. Temuan kasus itu memaksa para pejabat setempat memperkuat kembali aturan-aturan jarak sosial yang sebelumnya sempat diperlonggar sejak 6 Mei lalu.

Dengan pemberlakuan kembali pembatasan sosial itu, museum, taman, dan galeri seni semuanya ditutup kembali mulai Jumat, (29/5/2020) hingga selama dua pekan ke depan. Sementara, perusahaan-perusahaan didesak untuk memperkenalkan kembali model kerja yang fleksibel, di antara langkah-langkah pembatasan lainnya.

“Kami telah memutuskan untuk memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua minggu mulai besok hingga 14 Juni,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung Hoo, dikutip iNews.id dari AFP, Kamis.

Warga juga disarankan untuk menahan diri dari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Sementara, fasilitas keagamaan diminta untuk lebih waspada dengan tindakan karantina.

Namun, tidak ada penundaan baru untuk pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung. “Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan (Seoul). Kita harus kembali ke jaga jarak sosial jika kita gagal,” ujarnya.

Pemerintah Korsel mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis pejan ini, sehingga totalnya menjadi 11.344. Ini adalah lonjakan kasus harian terbesar di negeri itu sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April lalu.

Pertambahan kasus itu antara lain muncul gudang perusahaan perdagangan daring (e-commerce) Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul. Pada klaster baru ini, ditemukan 69 kasus, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung di gedung itu berada di bawah pengawasan isolasi secara mandiri, dengan lebih dari 80 persen dari mereka telah diuji sejauh ini, kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang Lip.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.