KUTA, bisniswisata.co.id: Ditengah meningkatnya permintaan paket “berlibur” yang berkesadaran, bermakna —bagi pelaku wisata, destinasi dan masyarakat ditujuan wisata—, berkelanjutan dan beremisi rendah, sejumlah pertemuan B to B, mau pun B to C digelar di tingkat daerah, regional dan internasional. Pada penghujung bulan April memasuki bulan Mei 2026, beberapa event dan pameran pariwisata diagendakan di Indonesia. Tercatat IINTOA TableTop 2026, Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 (28–30 Mei 2026) dan Semarang ITT 2026 Expo (21–24 Mei 2026).
Hari ini IINTOA (Indonesia In Bound Tour Operator Association) DPD Bali menggelar IINTOA 2nd Table Top 2026, bertajuk “Bali Meets the World”. TableTop melibatkan 60 seller —DMC/TO, activity, restorant dan hotel—, dan DPD mengagendakan dua kali TableTop di Bali dan sekali beyond Bali dalam setahun untuk anggota, jelas Ketua DPD IINTOA Bali, Made Sabda Dwipayana, A.Md.Par., S.M.
Sebagai stake holder penghubung buyer global dengan produsen pariwisata inbound Indonesia, arena B to B atau pun B to C adalah ajang strategis untuk mempertemukan agen perjalanan dengan vendor, yang meningkatkan efisiensi dan peluang bisnis di industri pariwisata. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai forum bisnis tatap muka yang menghubungkan langsung seller (pelaku wisata/agen perjalanan) dengan buyer untuk membangun jejaring, berkolaborasi, dan meningkatkan kunjungan wisata secara efisien.
Sejumlah buyer yang hadir hari ini mengungkapkan table top tetap krusial dan menjawab kebutuhan industry dalam dimensi efektivitas promosi, salah satu strategi yang efektif untuk mengenalkan potensi wisata baru secara langsung kepada agen perjalanan atau buyer potensial. Di era digitalisasi dunia tanpa batas, table top mendorong kemitraan antara pemilik akomodasi, transportasi, dan penyedia aktivitas wisata, yang penting untuk menyusun paket wisata menarik. Membangun kepercayaan pasalnya pertemuan tatap muka (B2B) memudahkan negosiasi bisnis dan membangun kepercayaan jangka panjang. Bagi kalangan pengusaha, meskipun pemasaran digital meningkat, table top tetap menjadi komponen kunci dalam networking industri pariwisata.
Penyumbang Devisa Negara
IINTOA, menyadari dalam beberapa tahun terakhir, terjadi banyak perubahan dalam pola perjalanan wisata. Munculnya teknologi digital, meningkatnya preferensi wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), serta tantangan global seperti pandemi, telah memaksa pelaku usaha travel untuk beradaptasi secara cepat. Di sisi lain, banyak pelaku usaha travel, terutama yang berskala kecil dan menengah, masih menghadapi kendala dalam hal promosi, digitalisasi, kemitraan, dan akses informasi pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut dan mendorong kolaborasi antar pelaku usaha, maka diperlukan sebuah wadah pertemuan yang bersifat terbuka, partisipatif, dan strategis. Salah satu bentuk kegiatan yang sangat relevan adalah table top, yaitu kegiatan yang mempertemukan berbagai pelaku usaha travel, operator wisata, pemandu lokal, pengelola destinasi, serta pihak terkait lainnya dalam satu tempat. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi ajang berbagi informasi, membangun jaringan kemitraan, membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada para penyedia jasa perjalanan.
Melalui forum ini, peserta dapat saling bertukar gagasan, mempresentasikan paket wisata unggulan, memperkenalkan teknologi terbaru dalam sistem reservasi atau manajemen perjalanan, serta berdiskusi mengenai isu-isu aktual yang dihadapi di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat diformat dalam bentuk talkshow, workshop, pameran produk wisata, dan business matching antara travel agent dan pelaku wisata lokal.
Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Di satu sisi, pelaku usaha travel dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanannya. Di sisi lain, destinasi wisata lokal dapat semakin dikenal dan dilirik untuk dijadikan bagian dari paket perjalanan yang dijual ke pasar nasional maupun internasional.
Seperti diketahui sektor pariwisata telah menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Pariwisata tidak hanya menyumbang devisa negara, tetapi juga mendorong perkembangan industri pendukung lainnya seperti perhotelan, kuliner, transportasi, kerajinan, serta jasa usaha perjalanan wisata atau travel. Dalam praktiknya, usaha travel memegang peranan penting sebagai penghubung utama antara wisatawan dan destinasi, sekaligus penyedia layanan perjalanan yang nyaman, aman, dan terorganisir.
Kegiatan yang mempertemukan jasa usaha travel dalam satu tempat bukan hanya relevan, melainkan juga menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat jejaring usaha, meningkatkan kualitas layanan pariwisata, dan menciptakan ekosistem wisata yang selalu dapat relevan dengan kebutuhan zaman.
Tabel top menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi antar pelaku usaha travel lokal. Mendorong terbentuknya jaringan usaha travel yang solid dan profesional. Memfasilitasi pertukaran informasi tentang produk wisata, regulasi, dan peluang pasar. Menumbuhkan ekosistem pariwisata berbasis kerja sama antarpelaku. Strategi ini juga memperluas jejaring dan peluang bisnis pelaku usaha travel. Meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jasa travel daerah. Mendorong sinergi antarpelaku dalam menciptakan paket wisata yang lebih menarik. Menjadikan travel lokal sebagai mitra strategis dalam pembangunan pariwisata daerah. Meningkatkan kesiapan pelaku dalam menghadapi wisatawan domestik dan mancanegara.
Memanfaatkan Sesi Table Top
Agar kehadiran biro perjalanan Anda di acara table top memberikan hasil nyata (transaksi atau kontrak), terapkan langkah berikut:
Lakukan riset seller sebelumnya: Jika daftar peserta sudah tersedia, tentukan siapa saja penyedia jasa (hotel, destinasi, atau transportasi) yang paling relevan dengan kebutuhan target pasar Anda .
Siapkan paket wisata yang kompetitif: Sebagai biro perjalanan, Anda harus memiliki draf paket atau setidaknya kriteria harga yang Anda cari agar negosiasi berjalan lebih konkret .
Gunakan system janji temu (Pre-scheduled Appointments): Jika tersedia, gunakan fitur business matching atau PSA untuk memastikan Anda memiliki waktu khusus berbicara dengan mitra potensial tanpa harus mengantre .
Fokus pada networking dan kemitraan: Jangan hanya mencari harga termurah, tapi bangunlah hubungan jangka panjang. Kemitraan yang solid memudahkan penanganan keluhan atau permintaan khusus klien di masa depan .
Tawarkan inovasi dan personalisasi: Carilah seller yang menawarkan pengalaman unik (misalnya teknologi VR atau paket wisata personal) karena tren pasar ke depan sangat mengarah pada pengalaman yang lebih bermakna. ***










