Suspension Bridge Ikon Wisata Baru Sukabumi

0
420
Taman Nasional Gede-Pangrango (Foto: Pinterest)

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Suspension Bridge atau Jembatan gantung Situgunung di Desa Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun luar negeri, yang melancong ke kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

“Jembatan gantung ini terpanjang se-Asia Tenggara dengan panjang sekitar 243 meter, lebar dua meter dengan ketinggian 161 meter, sehingga menjadi ikon wisata Kabupaten Sukabumi,” papar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada wartawan di sela-sela peresmian jembatan gantung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sukabumi, Sabtu (09/03/2019).

Menko Luhut melanjutkan, sektor wisata akan menjadi industri yang sangat diperlukan Indonesia. Karenanya pemerintah menyambut positif adanya jembatan gantung dan akan memfasilitasi pembangunan sarana penunjang seperti BTS (base transceiver station). Namun, pengembangannya juga dengan tetap memperhatikan lingkungan teruatama dengan tidak menebang pohon di kawasan yang dilindungi.

Selain itu, pesan Menteri Luhut, pengunjung dan masyarakat harus memperhatikan masalah sampah. Dari pantauannya kawasan di sekitar jembatan gantung sangat terpelihara kebersihannya termasuk cukup baik dalam mengelola sampah.

“Saat ini, masalah sampah tengah menjadi perhatian dunia. Indonesia dipandang sebagai negara yang cukup baik dalam penanganan sampah dan dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional mengenai sampah,” lontarnya dalam keterangan resminya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, kehadiran jembaan gantung menyedot perhatian pengunjung baik lokal maupun luar negeri seperti Malaysia. Namun pengembangan wisata alam ini akan dibarengi dengan penyediaan kawasan kuliner dan hotel. “Kami menggandeng Kota Sukabumi yang menyediakan kawasan kuliner dan perhotelan,” ujar Marwan.

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi mempunyai banyak potensi wisata yang mumpuni mulai gunung, rimba, laut, sungai dan lain-lain. Sehingga dengan adanya keberadaan Suspension Bridge Situ Gunung ini, bisa menambah kedatangan wisatawan baik nasional maupun mancanegara.

Suspension Bridge ini juga dibangun oleh ahlinya dengan menggunakan bahan dasar kayu ulin yang langsung dikirim dari Papua. Selain itu, keselamatan pengunjung atau wisatawan pun terjamin karena di lokasi sudah ada pendamping atau guide yang berpengalaman.

Saat melintasi jembatan itu wisatawan pun akan dimanjakan dengan pemandangan indah alam pegunungan Gunung Gede dan tentunya seperti berjalan di atas awan dan di ujung jembatan ini wisatawan bisa kembali menikmati objek wisata lainnya seperti Curug Sawer dan tidak jauh dari lokasi juga terdapat Danau Situ Gunung.

Keberadaan objek wisata tersebut juga membantu pendapatan asli daerah (PAD) dan memobolisasi warga sekitar untuk meningkatkan perekonomiannya baik menjadi pemandu (guide) atau menyediakan kerajinan tangan dan khas daerah itu.

“Kabupaten Sukabumi mempunyai banyak potensi wisata dan saat ini kami terus membangun dunia pariwisata sehingga bisa menjadi andalan baik pemerintah maupun warga,” tambahnya.

Marwan mengatakan datang ke Sukabumi wisatawan akan dimanjakan berbagai wahana wisata alam jika pergi ke selatan tentunya akan menemui Geopark Ciletuh Palabuhanratu, kemudian di wilayah utara selain objek wisata pegunungan juga bisa datang ke lokasi arung jeram dan kolam renang.

Sukabumi ternyata memiliki destinasi yang luar biasa, instagramable dan kerap dikunjungi para pelancong. Inilah obyek wisata Sukabumi yang lahi hits, antara lain:

1. Karang Para

Tempat wisata ini berada di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunung Guruh. Jika diukur dari pusat kota Sukabumi, jaraknya hanya sekita 10 kilometer. Hal yang menjadikan Karang para istimewa adalah berdiri di atas bebatuan karst dengan ornamen yang sangat unik. Tak heran jika di tempat ini langsung dibuat beragam spot foto demi destinawi wisata yang instagramable.

2. Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Bagi yang sudah tidak tahun untuk menyatu dengan alam, Taman Nasional Gunung Halimun Salak bisa menjadi piihan tepat untuk disambangi saat musim libur lebaran. Taman Nasional yang memiliki luas lebih dari seluas 113 ribu hektare ini, punya banyak pilihan untuk wisata alam seperti air terjun, hutan pinus, dan sungai. Bahkan bumi perkemahan pun tersedia di tempat ini jika wisatawan ingin menikmati liburan bersama keluarga.

3. Goa Buniayu

Kawasan wana wisata Buniayu, Sukabumi, adalah yang salah satu yang terlengkap. Mulai dari penulusuran goa horisontal, goa vertikal, air terjun Bibijilan, merasakan kehidupan masyarakat sekitar goa (sekaligus bermalam di rumah penduduk), hingga berkemah sambil menghirup udara segar di antara pohon -pohon pinus. Bahkan di tempat yang hanya berjarak 17,5 kilometer dari pusat koa sukabumi ini, terdapat sebuah museum bawah tanah.

4. Situ Gunung
Situ Gunung merupakan sebuah kawasan wisata danau yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kecamatan Kadudampit atau sekitar 16 kilometer dari Kota Sukabumi. Di tempat ini wisatawan bisa menyusuri danau dengan perahu, berkemah, memancing, atau hanya sekadar makan bersama keluarga di tepi danau.

5. Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar
Tempat ini berada di wilayah Kampung Sukamulya Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jarak Kampung Ciptagelar ke kota Sukabumi sekitar 103 Km. Perlu perjuangan ekstra untuk menuju ke lokasi ini karena jalanannya terjal dan sempit, namun ketika menapakkan kaki di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar pemandangan yang asri dan adat istiadat yang kental seakan membayar lunas jerih payah.

6. Curug Cikaso
Jika ingin merasakan sensasi petualangan, ada baiknya untuk mengunjungi Curug Cikaso yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Ujung Genteng atau sekitar 100 kilometer dari pusat kota Sukabumi. Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan kolam berwarna hijau kebiruan di bawahnya. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung bisa memilih petualangannya antara berjalan kaki ataupun menaiki perahu kecil melalui jalan sungai yang diantar oleh masyarakat setempat. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.