DESTINASI INTERNATIONAL NEWS

Sektor Pariwisata Turki Perkiraan Pertumbuhan Moderat Pada Tahun 2026

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Survei terbaru dari AKTOB menunjukkan bahwa para profesional pariwisata Turki merasa optimistis namun tetap berhati-hati terhadap tahun 2026.

Meskipun semua orang mengharapkan lebih banyak tamu, terutama dari Eropa dan Rusia, kenyataan tingginya biaya operasional dan inflasi membuat ekspektasi tetap rendah.

Kinerja 2025 dan Prospek untuk 2026

Dilansir dari tourism-review.com, Melihat kembali tahun 2025, suasananya beragam, tetapi secara umum positif. Sekitar 56% industri melihat atau memperkirakan akan melihat peningkatan aktivitas dibandingkan tahun 2024.

Dalam kelompok tersebut, sekitar sepertiganya melaporkan pertumbuhan antara 5% dan 19%. Di sisi lain, 28% tetap stagnan, dan 18% justru mengalami penurunan.

Untuk tahun 2026, suasananya sedikit membaik. 62% sektor pariwisata memperkirakan jumlah wisatawan akan melampaui angka tahun 2025.

Sebagian besar memperkirakan peningkatan stabil sebesar 5 hingga 10%. Hanya sebagian kecil, sekitar 7%, yang bersiap menghadapi penurunan, sementara 31% memperkirakan kondisi akan tetap stabil.

Eropa Memimpin Pertumbuhan Pasar
Sumber yang Diharapkan

Eropa masih menjadi pendorong utama pertumbuhan tahun depan. Separuh responden memperkirakan peningkatan akan datang dari wisatawan Eropa, dengan sebagian besar memperkirakan kenaikan moderat sebesar 5 hingga 10%.

Pasar Rusia dan CIS tidak jauh tertinggal, karena hampir separuh profesional juga memperkirakan pertumbuhan di sana, sementara 44% berpendapat angkanya akan tetap sama. Perlu dicatat bahwa sangat sedikit orang yang memperkirakan penurunan di pasar-pasar ini.

Menariknya, pasar lokal Turki terlihat kuat, dengan tepat setengah dari responden memperkirakan akan ada lebih banyak wisatawan domestik. Jika diurutkan dari mana pertumbuhan tersebut berasal, Eropa menjadi yang pertama, diikuti Rusia dan CIS, pasar domestik, Timur Tengah, dan kemudian Asia.

Strategi Penetapan Harga: Fleksibilitas Pertama

Dalam hal harga, fleksibilitas menjadi prioritas untuk tahun 2026. Sebagian besar operator condong ke model fleksibel atau harga premium berorientasi nilai untuk mengatasi kenaikan biaya tanpa kehilangan keunggulan kompetitif mereka terhadap destinasi lain.

Pemesanan Awal dan Saluran Digital Mendapatkan Momentum

Pemesanan awal juga terlihat menjanjikan. Hampir separuh industri memprediksi peningkatan 5 hingga 20% atau lebih. Penjualan online siap melonjak drastis, dengan 81% sektor ini mengharapkan pertumbuhan di kanal digital.

Biaya Tinggi dan Inflasi Puncaki Daftar Risiko Pariwisata Turki

Namun, inilah bagian tersulitnya. Meskipun jumlah tamu semakin banyak, menjalankan bisnis menjadi semakin sulit. Untuk tahun 2025, 58% responden menyebutkan biaya tinggi sebagai masalah terbesar.

Menilik tahun 2026, inflasi tinggi menempati posisi teratas dalam daftar risiko, diikuti oleh perang harga dengan destinasi wisata pesaing dan kesulitan mencari staf yang berkualitas. Kekhawatiran lain yang muncul termasuk ketegangan geopolitik dan dampak dari penyewaan jangka pendek.

Daftar Keinginan Sektor: Pajak yang Lebih Rendah dan Promosi Sepanjang Tahun

Jadi, apa yang perlu diatasi oleh industri ini? Sekitar 21% meminta keringanan pajak untuk meringankan beban mereka. Mereka juga mencari bantuan untuk membuka pasar baru dan meningkatkan standar struktural.

Permintaan terbesar kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki cukup jelas: berhentilah hanya berfokus pada musim puncak. 56% menginginkan upaya promosi berlangsung selama 12 bulan penuh.

Hal serupa juga disampaikan kepada Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki (TGA), dengan banyak yang meminta kampanye berkelanjutan dan strategi yang lebih tajam dan spesifik pasar.

Industri yang Tangguh namun Tertekan

Secara keseluruhan, survei ini menggambarkan sektor pariwisata Turki yang tangguh dan sebagian besar telah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya sebelum pandemi.

Mereka siap untuk pertumbuhan moderat pada tahun 2026, berkat pasar yang loyal di Eropa dan Rusia. Namun, di tengah melonjaknya biaya, inflasi yang membandel, dan persaingan yang ketat, mempertahankan profitabilitas tetap menjadi tantangan yang berat.

Tanpa keringanan biaya yang signifikan dan reformasi struktural, tekanan tersebut tidak akan berkurang. Turki jelas merupakan kekuatan besar di bidang pariwisata dan tampaknya siap untuk kembali bertumbuh di tahun mendatang, tetapi itu bergantung pada satu hal penting.

Para pembuat kebijakan perlu benar-benar mendengarkan kekhawatiran terbesar industri ini dan memperbaikinya sebelum musim 2026 dimulai

Hildea Syafitri