KUCHING, bisniswisata.co.id : Sarawak resmi menjadi tuan rumah Konferensi Dewan Arsip Internasional (ICA) 2027 , menandai pertama kalinya negara bagian tersebut menjadi tuan rumah dan kedua kalinya Malaysia menjadi tuan rumah.
Serah terima resmi berlangsung di Barcelona, bertepatan dengan upacara penutupan Kongres ICA 2025 .Dilansir dari traveldailynews.com, Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah , Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, menerima hak tuan rumah atas nama Sarawak.
Konferensi tahun 2027 ini diharapkan dapat menyoroti komitmen negara bagian terhadap pelestarian warisan, keragaman budaya, dan transformasi digital, sejalan dengan Strategi Pembangunan Pasca COVID-19 (PCDS) 2030.
“Kementerian Persatuan Nasional Malaysia berkomitmen untuk mengintegrasikan konferensi ini ke dalam visi nasional kami, memastikan platform ini secara efektif menampilkan warisan Malaysia yang kaya dan beragam, serta memperkuat hubungan budaya dan sejarah kami dengan komunitas kearsipan internasional.”
Di Malaysia, pentingnya melestarikan warisan, dokumen, kisah, dan arsip digital kami merupakan wujud persatuan nasional, ujar Dato’ Haslina binti Abdul Hamid, Sekretaris Jenderal, Kementerian Persatuan Nasional Malaysia.
ICA diakui sebagai organisasi global terkemuka yang memajukan pengelolaan arsip dan arsip. Kongres ICA, yang diselenggarakan setiap empat tahun, mempertemukan para profesional kearsipan di seluruh dunia untuk program komprehensif yang mencakup keynote, lokakarya, dan diskusi.
Konferensi dua tahunan diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk membahas tantangan dan perkembangan terkini di bidang ini.
“Misi ICA adalah meneruskan warisan, dan sebagai ibu kota warisan acara bisnis di Malaysia dan Kalimantan, Sarawak bangga meneruskannya untuk tahun 2027. ”
“Kami berharap konferensi ini akan membuka peluang baru untuk mengembangkan lebih banyak kolaborasi nasional dan lokal di bidang kearsipan, sehingga warisan yang kita lestarikan saat ini terus menginspirasi generasi mendatang,” ujar Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, pada upacara serah terima.
“Kami bangga atas kerja sama tim yang kuat antara mitra federal dan negara bagian yang memungkinkan ICA 2027 terlaksana di Sarawak. ” tambahnya.
Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari warisan ICA, dan kami berharap ini akan menginspirasi para profesional kearsipan nasional dan lokal untuk menciptakan warisan abadi bagi masyarakat dan negara,” ujar Amelia Roziman, CEO Business Events Sarawak yang juga hadir pada serah terima tersebut.
Pencalonan Malaysia untuk menjadi tuan rumah konferensi 2027 di Kuching dimulai pada tahun 2024 dan dipimpin oleh Perpustakaan Negara Bagian Sarawak dan Arsip Nasional Malaysia.
Hal ini didukung oleh otoritas federal dan negara bagian, lembaga akademik, dan organisasi industri, termasuk Kantor Perdana Menteri Sarawak, Kementerian Persatuan Nasional.
Begitupula dukungan Kementerian Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Business Events Sarawak, Dewan Pariwisata Sarawak, Biro Konvensi & Pameran Malaysia (MyCEB), UiTM Cabang Sarawak, UNIMAS, Universitas Teknologi Sarawak, dan Arsip Negara Bagian Sabah.
Konferensi ICA 2027 akan berlangsung pada 1–5 November 2027 di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK) . Lebih dari 1.000 delegasi dari lembaga pemerintah, lembaga kearsipan, akademisi, dan sektor terkait diperkirakan akan hadir. Acara ini akan diselenggarakan bersama oleh Perpustakaan Negara Bagian Sarawak, Arsip Nasional Malaysia, dan ICA.










