EVENT FASHION NEWS

Rangkaian Grebeg UMKN dan Penyelenggaraan Jogja Fashion Week Dimulai.

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Rangkaian kegiatan Grebeg UMKM DIY dan Jogja Fashion Week 2022 diharapkan dapat melindungi perekonomian DIY agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat menghadapi kondisi kekinian, kata Budiharto Setyawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY.

” Peran industri pariwisata dan industri kreatif terhadap perekonomian DIY sangat besar, mencapai 55,37 persen dari total PDRB DIY,” katanya saat membuka Grebeg UMKM dan Jogja Fashion Week di Sleman City Hall, Jumat (19/8/2022).

Itu sebabnya, membangkitkan pariwisata sebagai jangkar perekonomian DIY sangat penting. Kali ini mengangkat tema “Mendorong UMKM DIY Naik Kelas melalui Sinergi, Kreativitas dan Digitalisasi: Recover Together, Recover Stronger” 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) DIY, Pemda DIY, Dekranasda DIY, Indonesian Fashion Chamber (IFC) DIY, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan (ASMINDO) DIY, Perbankan DIY dan PT. The Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA).

Budiharto Setyawan mengatakan dengan semangat HUT ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia, kerja keras seluruh lapisan masyarakat perlu terus ditingkatkan. 

Kondisi perekonomian DIY, lanjut Budhi, diperkirakan menguat pada paruh kedua tahun 2022. 

Hal ini mengingat adanya pelonggaran pembatasan kegiatan masyatakat, reaktivasi even lokal, nasional dan internasional yang digelar di DIY serta keberlanjutan program pembangunan infrastruktur prioritas pariwisata daerah.

“Hari ini kita menggelar Jogja Fashion Week Panca Kartika. Ini bagian dari upaya untuk mendorong pemulihan perekonomian DIY dan melanjutkan kolaborasi pentahelik lintas instansi dalam rangka mewujudkan UMKM lokal naik kelas dan berdaya saing,” katanya.

Kegiatan tersebut, lanjutnya, merupakan rangkaian kegiatan Grebeg UMKM DIY 2022 bertema Mendorong UMKM DIY Naik Kelas melalui Sinergi, Kreativitas dan Digitalisasi. Recover Together, Recover Stronger. 

Rangkaian Grebeg UMKM DIY, katanya sudah dimulai sejak April 2022 dan diselaraskan dengan kebijakan BI untuk menyongsong pemulihan ekonomi DIY. Kegiatan ini dibagi dalam tiga tema mulai Jogja Fashion Week (JFW) 2022 pada Jumat (19/8/2022) dan Minggu (21/8/2022).

Kemudian akan digelar Pameran UMKM Potensi Ekspor di JIFFINA 2022 pada Sabtu (20/8/2022) – Selasa (23/8/2022) dan kemudian akan digelar kembali Pameran UMKM DIY pada Jumat (26/8/2022) – Selasa (30/8/2022).

“Kami juga melangsungkan kerja sama dengan Dekranasda DIY untuk pengembangan UMKM Kreatif terutama pada sektor industri kerajinan. Ke depan pengembangan akan dilakukan dengan tiga pengembangan UMKM mulai korporatisasi, peningkatan kapasitas peningkatan akses pembiayaan maupun perluasan pasar UMKM atau IKM baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Budhi berharap, even tersebut dapat mendorong industri kreatif di DIY khususnya fashion agar terus berkarya menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing. Ia juga mendorong masyarakat untuk membeli karya lokal yang tidak kalah bagus dan berkualitas. Dia juga berharap agar kolaborasi yang dibangun selama ini bisa terus berlanjut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami juga berpesan agar belanjanya menggunakan QRIS yang cepat murah mudah dan handal. Ini juga untuk mendukung akselerasi digital ekonomi,” katanya.

Debuti Gubernur Senior BI Destri Damayanti dalam sambutannya secara daring mengatakan kegiatan Grebeg UMKM dan Jogja Fashion Week tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia [GBBI] dan Bangga Berwisata di Indonesia [GBWI]. 

Keberadaan UMKM sangat penting karena menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ini tercermin dari jumlah UMKM yang lebih dari 65 juta badan usaha atau menguasai 99% badan usaha di Indonesia.

Kemampuan UMKM dalam menyerap tenaga kerja, katanya juga tinggi. Ada sekitar 97% atau 127 juta tenaga kerja bekerja di sektor UMKM. Kontribusi UMKM terhadap PDB di Indonesia juga besar sebesar 60,5% atau Rp9581 Triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata PDB negara-negara lainnya sekitar 40,5%,” katanya.

Adapun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menguatkan perekonomian masyarakat DIY di tengah situasi inflasi global. 

Sebab ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor andalan Indonesia. Oleh karenanya, transformasi dan kreatifitas para pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu menggerakkan perekonomian Indonesia.

“Pada subsektor fashion, pelaku industri ini harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan jangkauan pasar global. Kami apresiasi dan mendukung produk dalam negeri,” katanya.

Project Director Jogja Fashion Week, Afif Syakur, mengatakan Jogja memiliki potensi yang besar. Ia melihat Jogja adalah Indonesia mini, mewadahi berbagai kreatifitas. Pada JFW kali ini juga mewadahi desainer dari berbagai daerah di Indonesia. “Ada dari Riau, Jambi, Lampung, Jakarta, Jogja sendiri, dan berbagai daerah lain di Indonesia,” ucap Afif.

Dia menjelaskan pada acara Jogja Fashion Week, sebanyak 145 Desainer akan berkolaborasi untuk menampilkan karya terbaik mereka. Acara akan dilaksanakan sebanyak empat sesi dalam satu hari, pukul 14.00 WIB, 16.00 WIB, 18.00 WIB, dan 20.00 WIB yang akan dihadiri oleh 500 undangan pada setiap sesinya. 

Jogja Fashion Week (JFW) 2022 mengambil tema Panca Kartika, yang merefleksikan lima destinasi super prioritas yaitu Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba dan Labuan Bajo.

Satrio Purnomo