Pembatasan perjalanan yang dilonggarkan bagi wisatawan dari Tiongkok, tiga tahun setelah pandemi COVID-19, membuat mereka kembali bepergian dengan Malaysia menjadi tujuan pilihan. ( Foto: NSTP/Aizuddin Saad)
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pembatasan perjalanan yang dilonggarkan bagi wisatawan dari Tiongkok, tiga tahun setelah pandemi Covid-19, membuat mereka kembali bepergian dengan Malaysia menjadi tujuan pilihan.
Dilansir dari nst.com.my , sebuah cek oleh Berita Harian di Bandara Internasional Kuala Lumpur/The Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menemukan sekelompok turis tiba dengan penerbangan dari Hong Kong dan Taipei
Sebagian besar dari mereka tampak ceria meskipun China telah melarang warganya bepergian ke luar negeri selama tiga tahun.
Diana Chui, 39, dari Hong Kong mengatakan ini adalah kali keduanya di Malaysia dan pertama kali sejak pandemi, yang membuatnya sulit untuk bepergian ke luar negeri.
Dia tidak menghadapi kesulitan melalui pemeriksaan setelah tiba dari Hong Kong. Proses berjalan lancar dan tidak ada kendala. Padahal seperti dulu (pandemi).
“Sejak kami mendarat di pintu keluar di aula kedatangan ini, semuanya cukup lancar. Sebelum saya naik pesawat ke Malaysia juga, kami juga tidak diwajibkan melakukan screening test Covid-19,” ujarnya.
Chui yang akan berada di Kuala Lumpur selama kurang lebih satu minggu, untuk memanfaatkan musim durian saat ini, datang bersama temannya dan hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk melewati pemeriksaan imigrasi.
“Setelah tiga tahun melewati pandemi, semua orang memahami konsekuensinya dan telah mengambil tindakan pencegahan untuk keselamatan mereka. “Termasuk memakai masker. Setiap orang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatannya,” katanya.
Sementara itu, Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) mengatakan langkah-langkah keselamatan kesehatan di bandara telah dilakukan sejak awal pandemi dan terus dilaksanakan dengan rajin, terutama karena peningkatan pergerakan lalu lintas internasional yang signifikan sejak 2022.
“Dengan pelonggaran pembatasan perjalanan terbaru oleh pemerintah China, grup tersebut mengharapkan jumlah pergerakan pesawat internasional di jaringan bandaranya akan meningkat lebih banyak lagi pada tahun 2023.
Ada penerbangan China masuk dan keluar yang beroperasi di KLIA sejak April 2022 dan ini secara bertahap meningkat frekuensinya pada kuartal terakhir tahun ini,” katanya dalam sebuah pernyataan di sini hari ini.
MAHB mengatakan KLIA diharapkan menerima 11 penerbangan dari China hari ini, yaitu sembilan di terminal utama KLIA dan dua di klia2.
Dikatakan bandara akan menerima rata-rata 10 penerbangan setiap hari dalam minggu mendatang.
MAHB mengatakan grup tersebut terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan bahwa keselamatan kesehatan bagi semua penumpang di jaringan bandaranya terjaga.










