Produktif dan Tetap Aman dari COVID-19

0
36
CUCI tangan dulu, kaki, basuh muka juga boleh, ada sabun relak dan daun sisih

“Pelonggaran pembatasan perjalanan yang tepat waktu dan bertanggung jawab, membantu bangkitnya kemanfaatan sosial, ekonomi bisnis kepariwisataan secara berkelanjutan. Kebangkitan pariwisata, berkontribusi pada mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia. Sektor ini adalah pendorong pembangunan berkelanjutan dan pilar ekonomi. UNWTO menekankan perlunya kewaspadaan, tanggung jawab, dan kerja sama internasional ketika dunia perjalanan wisata dibuka kembali secara bertahap.”

(Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili )

DENPASAR bisniswisata.co.id: Memedomani protocol yang dikeluarkan UN World Tourism Organization ( UNWTO) sejumlah  stakeholder kepariwisataan mulai menerapkan secara ketat Standard Operation Procedure Hygiene and Cleanliness sesuai karakteristik usaha masing- masing. Dengan harapan pembukaan layanan dengan tatanan perilaku normal baru, tidak membahayakan pelaku usaha, pekerja dan pengunjungnya.

“Lebih patuh dan disiplin. Secara tradisi– jika kita melaksanakan dengan baik dan benar nilai kearifan lokal Tri Hita Karana–, menjalani keseharian yang harmoni dengan sesama, alam lingkungan untuk kemuliaan Penciptanya, sudah menjadi gaya hidup. Bagaimana gaya hidup tradisi ini di internasionalkan,” ungkap Ayu Gayatri Kresna owner rumah belajar dari dapur Bali Utara Pengalaman Rasa.

Jika dikaji ke belakang, saat berkunjung ke rumah budaya Rumah Intaran di raya Kintamani- Kubutambahan,  Bengkala ini, ada gentong air di depan rumah tempat basuh tangan, kaki, muka sebelum memasuki area halaman dalam pekarangan. Ada kran air di depan dapur Pengalaman Rasa, di depan ruang latihan NimbaSraya lengkap dengan sabun lerak dan daun sirihnya.

Wakil Gubernu Bali pun mengakui, protokolol kesehatan yang dikeluarkan WHO mau pun kesehatan perjalanan yang dikeluarkan UNWTO, terkait erat dengan nilai bersih, sehat aman dalam kaidah Tri Hita Karana. Berdasarkan dimensi adaptasi, selayaknya unit usaha kepariwisataan di Bali mampu menerapkan protokol internasional dalam wajah tradisi Bali yang Hindu.

“Uniqness dan daya saing kepariwisataan Bali ada didalamnya”, tegas Tjokorda Oka Ardana Sukawati dalam webinar yang digelas Litbang PemKab Badung.

Bagaimana respon pelaku industri hotel di Bali Selatan ?

Tanggapan diberikan manajemen The Sanctoo Villas and Spa yang berlokasi di Kabupaten Gianyar. SOP telah disusun sesuai kebutuhan, staf sudah diberikan sosialisasi mengenai pedoman bagaimana langkah-langkah preventif untuk meningkatkan hygiene dan kebersihan setiap kamar, public area terutama pada high-touch object.

“Kenyamanan tamu selama menginap di The Sanctoo Villas and Spa merupakan prioritas utama kami sehingga tidak ada rasa khawatir untuk menghabiskan liburan selama masa pandemic COVID-19 mau pun dimasa akan mendatang” ujar General Manager I Putu Subali Adi Putra.

Secara garis besar The Sanctoo Villas and Spa menerapkan:

  1. Standard Kesehatan dan Keselamatan untuk Staff
  2. Secara rutin melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun yang sudah disiapkan dan mencuci tangan secara teratur.
  3. Semua staff wajib mengenakan masker wajah dan disposable gloves untuk staff yang secara langsung melayani pengunjung.
  4. Selalu mengingatkan untuk protocol physical – distancing saat bekerja.
  5. Standard Pelayanan untuk Pengunjung
  6. Pengecekan suhu badan dengan thermo gun saat kedatangan dan mengingatkan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer serta standard physical-distancing
  7. Masker wajah dan hand sanitizer akan disediakan untuk semua pengunjung
  8. Untuk antisipasi, disediakan room isolation dan team emergency  yang akan membantu pengunjung atau staff yang terlihat menunjukan gejala COVID-19 dan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat yang menangani pasien COVID-19 sesuai dengan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Bali.
  9. Standard Pembersihan Facilities dan Product.
  10. Fasilitas hand sanitizer telah disiapkan di beberapa publik area.
  11. Meningkatkan penyemprotan desinfektan ke seluruh public area.
  12. Melakukan deep-cleaning secara berkala di semua kamar and publik area
  13. Food and Beverage Operation selalu mengikuti International Standard HACCP ((Hazard Analytical Critical Control Point).

Dengan adanya Standard Operation Procedure Hygiene and Cleanliness yang dilakukan di The Sanctoo Villas and Spa,  para pengunjung tidak perlu khawatir untuk menentukan pilihan akomodasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.