Presiden Jokowi: Tata Kebun Raya Bogor agar Wisatawan Nyaman

0
18
Wisatawan nusantara menikmati suasana alam kebun Raya Bogor dengan latar Istana Bogor di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, (FOTO :ANTARA/Jafkhairi/asf/15.

BOGOR, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengembangkan sekaligus menata Kebun Raya Bogor sebagai objek wisata hutan tengah kota, sehingga pengunjung atau wisatawan bisa lebih nyaman. Kebun Raya Bogor merupakan tempat wisata flora terbaik di Indonesia.

“Tadi banyak bicara soal Kebun Raya Bogor. Beliau ingin dikembangkan lagi, harusnya bisa lebih nyaman. Benchmarking-nya kebun raya di Singapura,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya saat mendampingi Kepala Negara melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, Ahad (11/8/2019).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu lantas menyampaikan uneg-unegnya kepada Jokowi terkait persoalan yang dihadapi saat ini di Kebun Raya Bogor. Salah satunya adalah minimnya lahan parkir untuk para pengunjung.

“Saya bilang PR-nya adalah titik parkir. Jadi beliau meminta saya dan kepala LIPI untuk berkoordinasi memastikan parkirnya. Sehingga nanti tidak ada lagi mobil yang masuk ke dalam atau parkir di pinggir jalan seputar Kebun Raya dan Istana,” jelasnya seperti dilansir laman Liputan6.

Menurut Walikota Bima, LIPI akan mulai membangun kantong parkir mulai pada tahun depan. Sementara Pemkot Bogor berencana akan membangun gedung parkir di kawasan Pasar Bogor. “Saya sampaikan ke Pak Jokowi tadi rencana itu,” kata Bima.

Kebun Raya Bogor memang sangat nyaman dan sejuk. Juga ada kompleks Istana Kepresiden Bogor yang berdampingan dengan Kebun Raya. Meski dipisahkan untuk kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan tanaman tropis, kebun ini tetap identik dengan Istana Bogor. Hamparan rumput hijau dan beragam jenis pohon-pohon tua memunculkan ketenangan tersendiri bagi siapapun yang masuk di dalamnya.

Pernyataan Presiden Jokowi ini merupakan kedua kalinya. Saat merayakan 200 Tahun atau 2 abad pada 18 Mei 2017, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau dikenal dengan Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi mengingatkan kembali peran Kebun Raya Bogor sebagai benteng terakhir penyelamatan flora di negeri ini.

Presiden Jokowi menyampaikan beberapa catatan penting yang harus dibenahi. Salah satu yang diminta oleh orang nomor satu di negeri ini adalah penataan kembali landscape Kebun Raya Bogor. Dan meminta agar Kebun Raya Bogor memiliki tempat-tempat tematik, seperti adanya area khusus untuk selfie pengunjung dan lokasi kekinian yang instagramable. “Untuk penataan ini, kita diminta untuk benchmarking (perbandingan) ke Singapore Botanic Gardens,” pesannya.

Presiden juga meminta bangunan-bangunan di lokasi wisata itu agar dibuat lebih futuristik. Harapannya, agar pengunjung yang datang lebih meningkat. Dan meminta Menteri Keuangan untuk mengalokasikan anggaran lebih untuk penataan Kebun Raya Bogor yang dibangin pada tahun 1817.

Selain itu, pesan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo agar Kebun Raya Bogor akan menambah beberapa fasilitas konservasi tumbuhan, seperti pembibitan dan rumah kaca modern. “Intinya Pak Presiden ingin seperti garden park di Singapura. Bagaimana nantinya masyarakat bisa belajar konservasi tumbuhan sambil berwisata sekaligus mendatangkan provit (keuntungan),” tutup dia.

Kebun Raya Bogor seluas 87 hektaree dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Agar wisatawan tak jenuh berwisata di Kebun Raya Bogor, ada beberapa spot untuk dikunjungi, antara lain:

#. Taman Tematik
Beberapa taman tematik diantaranya, Taman Meksiko yang menyimpan lebih dari 100 koleksi tumbuhan iklim kering dari Amerika Tengah, Utara, dan Selatan. Taman ini ditata menyerupai habitat aslinya lengkap dengan batuan dan pasir putih agar menimbulkan kesan gersang. Dulu, ada patung 3 pria bertopi sombreno yang sedang memainkan alat musik. Namun entah sejak kapan salah satu topinya dilepas dan diganti jilbab. Sementara Taman Obat menampilkan koleksi tanaman obat-obatan lengkap. Juga Taman Soedjana Kassan ada replika Burung Garuda Pancasila dari kombinasi tumbuh-tumbuhan di tengah taman.

#. Danau Gunting
Suasana asri akan kamu rasakan begitu sampai di area Danau Gunting. Warna airnya yang kehijauan dengan air mancur di tengah-tengahnya seakan menambah kesejukan tersendiri. Belum lagi pemandangan Istana Bogor yang berdiri megah di seberang danau. Membuatmu betah berlama-lama di sana baik untuk sekedar berdiam diri maupun foto-foto. Di dekat area ini juga terdapat spot-spot asik untuk dikunjungi. Yakni Patung Tangan Tuhan, Patung The Little Mermaid, Tugu Raffles, dan Tugu Reinwardt yang akan mengingatkanmu pada sejarah Kebun Raya Bogor.

#. Monumen Lady Raffles
Terletak tak jauh dari pintu gerbang utama, monumen sejarah ini dibangun oleh Raffles untuk mengenang kepergian istrinya, Olivia Mariamne, yang meninggal pada 26 November 1814 akibat malaria. Tak lupa, Raffles menyematkan kata-kata puitis ciptaan sang istri pada salah satu tugunya. Isinya adalah pesan untuk tidak melupakannya meski sudah dipisahkan oleh takdir.

#. Museum Zoologi
Tak melulu tanaman, Kebun Raya Bogor juga punya Museum Zoologi berisi ribuan koleksi satwa yang telah diawetkan. Hewan berukuran besar seperti badak hingga serangga ada di tempat ini. Selain itu, ada tulang belulang paus biru yang dipamerkan di ruang khusus. Ada pula diorama yang menampilkan beberapa adegan dengan para satwa sebagai aktornya. Salah satunya mengenai pertarungan antara rusa dan kawanan serigala. Cocok untuk tempat belajar lebih dalam mengenai satwa-satwa yang ada di Indonesia. Jadi, bisa sekaligus menjadi wisata anak edukatif.

#. Pemakaman Belanda Kuno
Ada 42 tokoh Belanda yang dimakamkan di sini. Sebagian di antaranya berjasa mengabdikan dirinya dalam sejarah Kebun Raya Bogor. Di antaranya ada Heinrich Kuhl, JC Van Hasselt, AJGH Kosterman, dan lainnya. Meski terkesan sedikit mistis, kompleks pemakaman ini sebenarnya menarik untuk dikunjungi. Tak hanya untuk melihat-lihat bentuknya yang unik, kamu jadi bisa merenungkan dan mengenang jasa-jasa mereka.

#. Griya Anggrek
Dibangun tahun 2000, ada lebih dari 400 spesies anggrek yang disimpan di sini. Tak hanya yang diambil dari hutan, tapi juga hasil berpilangan atau hibrida. Anggrek spesies asli disimpan di sayap kiri, sedangkan hasil silangan disimpan di sayap kanan. Apapun spesiesnya, pemandangan cantik di dalam Griya Anggrek bakal membuatmu betah berlama-lama. Jatuh cinta dan pengen bawa pulang? Tenang, ada bibit anggrek botolan yang bisa kamu beli di sini. Juga ada anggrek raksasa yang sukses pecahin rekor dunia? Bunga yang kerap disebut anggrek tebu ini bisa kamu temui di batang pohon-pohon besar di sekitar Masjid Kebun Raya Bogor. Anggrek ini mekar setiap 2 tahun sekali secara serempak. Biasanya bertahan sekitar 2 bulan selama Januari – Februari. Saat mekar, panjangnya bisa menjuntai hingga 2 m dan bunganya dapat mencapai 50 – 100 kuntum per tandan.

#. Jembatan Merah
Ada berbagai kisah misteri dan mitos seputar Kebun Raya Bogor. Salah satunya tentang jembatan merah yang terletak tak jauh dari Taman Soedjana Kassan. Mitos menyebutkan, pasangan yang menyebrangi jembatan merah bersama-sama akan segera putus. Entah darimana serta kapan mitos ini mulai berhembus. Namun meski terdengar menyeramkan, jembatan merah masih ramai didatangi pengunjung. Ada yang sekedar berfoto-foto, ada juga yang tertantang ingin membuktikan mitos dan misteri Kebun Raya Bogor.

#. Spot Menarik Lain
Spot menarik lainn di Kebun Raya Bogor ada Laboratorium Treub yang memiliki arsitektur gaya Eropa zaman dahulu. Juga spot foto dengan latar belakang kece? Datang aja ke Jalan Astrid dan Bunga Tasbih yang dihiasi berbagai macam bunga warna-warni. Selain itu, masih ada bunga bangkai dan Rafflesia yang menjadi flora andalan KRB. Sayangnya, kedua bunga ini tidak mekar setiap tahun. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here