Airbnb Tumbuh Eksponensial, Hotel pun Ketar-ketir

0
120
Airbnb (Foto: Repro Google)

SAN FRANSISCO, bisniswisata.co.id: Disrupsi digital mengubah cara berbisnis, termasuk dunia perhotelan. Sejak kehadiran Airbnb, dunia perhotelan pun ketar-ketir bahkan menjadi ancaman serius. Apalagi kini banyak pelancong, backpacker bahkan bisnisman menegah kebawah mencari tempat penginapan yang murah, mudah dijangkau, tempatnya unik bahkan nyaman dan aman. Dan Airbnb solusinya.

Layanan online memesan penginapan ini memang tengah tren di seluruh dunia. Tarik Dogru dari Universitas Negeri Florida mengungkapkan bahwa di 10 kota AS, jumlah “properti” di Airbnb melonjak dari sekitar 50 unit pada tahun pertama operasinya menjadi lebih dari setengah juta pada tahun 2017.

Airbnb tumbuh secara eksponensial sejak didirikan tahun 2008 dan diperkirakan segera go public yang menempatkannya di antara perusahaan hotel paling bernilai di dunia. Bahkan, konsumen AS membelanjakan lebih banyak uang untuk Airbnb tahun 2018 daripada yang mereka lakukan di Hilton dan anak perusahaannya, jaringan hotel terbesar kedua di dunia, yang didirikan seabad lalu.

“Sebagai seorang ahli manajemen perhotelan, saya ingin tahu persis bagaimana semua pertumbuhan ini mempengaruhi industri hotel dan betapa takutnya hotel kepada Airbnb,” tandasnya seperti dilansir CNA, Senin (03/06/2019).

Penelitian dilakukan Tarik Dogru bersama rekan kerja Makarand Mody dan Courtney C Suess mempelajari dampak Airbnb terhadap kinerja hotel di 10 kota besar AS untuk menentukan bagaimana perusahaan berkembang pesat, memengaruhi tiga metrik utama: harga kamar, tingkat hunian dan pendapatan hotel.

Penelitian meliputi data dari tahun 2008 hingga 2017 di Boston, Chicago, Denver, Houston, Los Angeles, Miami, Nashville, New York, San Francisco, dan Seattle. Di kota-kota itu, jumlah properti di Airbnb mulai pembagian kamar hingga seluruh rumah melonjak dari hanya 51 pada tahun pertama operasinya, menjadi lebih dari 50.000 pada lima tahun kemudian dan menjadi lebih dari setengah juta pada 2017.

Beberapa dari pertumbuhan ini dikaitkan meningkatnya permintaan konsumen untuk pengalaman penginapan otentik di rumah orang yang sesungguhnya, dengan harga terjangkau. Faktor penting lain, kurangnya peraturan yang dihadapi Airbnb selama dekade pertama, yang memberinya lebih banyak kelenturan dan membuatnya lebih mudah menambahkan properti baru ke dalam inventarisnya.

Meski kini berubah ketika kota-kota mulai membatasai geraknya, hal ini memberi Airbnb keunggulan kompetitif yang signifikan terhadap industri perhotelan. Ini berarti kerangka kerja peraturan umum di kota-kota seluruh Amerika Serikat perlu beberapa tahun untuk menambahkan hotel baru ke pasar dan membutuhkan izin, kepatuhan pada kode keselamatan serta pengumpulan pajak yang lebih banyak.

Studi menunjukkan keuntungan ini diartikan sebagai dampak signifikan pada industri perhotelan dalam hal pendapatan, harga, dan tingkat hunian. Secara khusus, ditemukan setiap peningkatan 1 persen dalam jumlah properti Airbnb menurunkan pendapatan rata-rata sebesar 0,02 persen per kamar.

Meskipun dampak ini tampaknya kecil, tapi perhatikan perbandingan laju pertumbuhan Airbnb yang fenomenal dari tahun ke tahun ketika mengukur dampak perusahaan terhadap pendapatan kamar hotel. Karenanya, setiap kali pasokan Airbnb meningkat dua kali lipat (yang merupakan laju rata-rata tahunan sejak awal), pendapatan hotel turun 2 persen.

Meskipun sulit untuk mengubahnya ke dalam nilai dolar mengingat sifat statistik analisis kami, kami mengelompokkan data di New York City dan menemukan total potensi pendapatan hotel yang hilang ke Airbnb mungkin berjumlah US$365 juta pada tahun 2016 saja.

Hal ini berdampak pada harga kamar rata-rata dan tingkat hunian serupa tetapi lebih kecil. Harga kamar turun 0,003 persen menjadi 0,03 persen untuk setiap kenaikan 1 persen pasokan Airbnb, sementara hunian hotel menurun 0,008 persen menjadi 0,1 persen.

Meskipun Airbnb awalnya dianggap berpotensi menjadi ancaman terhadap tingkat ekonomi hotel, yang didefinisikan sebagai 20 persen terbawah dalam hal harga rata-rata, kami menemukan Airbnb juga memiliki dampak yang signifikan pada segmen mewah atau termasuk 15 persen teratas.

Itu menunjukkan perusahaan telah berhasil mendorong untuk memberikan pengalaman yang lebih unik di seluruh ruang lingkup, dan sekarang ada inventaris besar yang memiliki lebih banyak pengalaman “mewah” pada kebijakan di mana orang dapat menyewa rumah desainer serta akomodasi unik seperti kabin, perahu, dan bahkan rumah pohon, atau semua yang cenderung berada dalam kisaran harga yang lebih tinggi.

Temuan kami juga menunjukkan hotel menengah dan independen adalah yang paling tidak terganggu oleh meningkatnya pasokan Airbnb. Mungkin karena keduanya memiliki harga yang sangat mendekati.

Alasan lain yang mungkin adalah bahwa orang-orang yang memilih independent hotels karena menganggap properti-properti itu lebih otentik dibandingkan dengan chain hotels sehingga konsumen tersebut kurang termotivasi untuk beralih dari independent hotels ke Airbnb.

Airbnb Terus Mengancam

Hasil ini secara kolektif menunjukkan Airbnb seperti telah mengambil sepotong kue dari industri hotel. Pertanyaannya sekarang adalah apakah pertumbuhan yang fenomenal itu akan terus berlanjut? Airbnb terus meningkatkan pasokan properti di seluruh dunia, dan jelas bagi saya bahwa perusahaan tersebut merupakan tantangan permanen bagi jaringan hotel.

Meskipun ada upaya untuk mengatur penyewaan rumah yang membentuk properti Airbnb dan kebijakan berbagi lainnya yang dapat mengekang pertumbuhannya, keputusan tentang bagaimana mengatur kebijakan ini belum dilakukan secara langsung. Dengan kata lain, pelaku bisnis perhotelan harus terus menghormati Airbnb. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here