Paris Couture Week: Viktor & Rolf Sajikan Konsep Daur Ulang

0
32
Karya desianer Viktor & Rolf kembali menyajikan koleksi haute couture (Foto: tomandlorenzo.com)

PARIS, bisniswisata.co.id: Desainer Viktor & Rolf kembali menyajikan koleksi haute couture mereka untuk musim panas 2020 dengan konsep yang kini sangat trendi: daur ulang.

Dilansir CNN, Senin (27/01/2020), koleksi ini terinspirasi dari karakter ilustrasi karya Laura Ingalls Wilder Little House on the Prairie serta karya Denise Holly Hobbie-Ulinskas di tahun 1970-an, Viktor Horsting dan Ralf Snoeren menggunakan ide daur ulang seperti yang pernah mereka lakukan di 2016 lalu.

Proses pembuatan koleksi ini dimulai dengan mengumpulkan sisa-sisa kain dari koleksi couture terdahulu. Dengan konsep upcycling, kain-kain perca yang dikirimkan ke atelier sepanjang tahun selama proses sampling dan proses seleksi dikumpulkan dan disortir.

Mereka mempraktikkan pembuatan pakaian yang sebenarnya berakar dari ide keterbatasan. Kain-kain lama dipotong kecil-kecil dan dijahit kembali untuk menciptakan pola-pola acak, yang kemudian digunakan sebagai basis untuk menciptakan pakaian baru dan menjadikannya karya-karya couture yang berwarna, terlihat berantakan, namun tetap artistik.

Sederet gaun-gaun prairie panjang yang ringan, didekorasi dengan ruffles dan sulaman dipasangkan dengan topi-topi lebar. Untuk sepatu dan tas, mereka berkolaborasi dengan Melissa, dan semuanya dibuat dari plastik daur ulang.

Meski demikian, beberapa tas memiliki pola-pola renda Broderie Anglaise yang semakin memperkuat kesan feminin dan keringkihan konstruksi pakaian yang mereka buat.

Setelah di musim sebelumnya mereka menampilkan slogan-slogan seperti “F* I’m Going To Paris” dan “I’m Not Shy I just Don’t Like You”, kali ini mereka menorehkan tato non-permanen di tubuh para model dengan kata-kata ungkapan cinta dan kebahagiaan, yang membuat konsep koleksi secara keseluruhan terlihat berantakan.

Jika dilihat secara beruntun, keduanya menampilkan sebuah paradoks, mengingat koleksi tersebut memerlukan material dalam jumlah yang sangat banyak dan kali ini mereka mendaur ulang sisa-sisa produksi koleksi tahun lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.