Pariwisata Internasional Naik 5% pada Paruh Pertama Tahun 2025 Meskipun ada Tantangan Global

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Jumlah kedatangan wisatawan internasional tumbuh 5% dalam enam bulan pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Angka ini sekitar 4% lebih tinggi dibandingkan tingkat sebelum pandemi.

Menurut UN Tourism, hampir 690 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional antara Januari dan Juni 2025, sekitar 33 juta lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun 2024, meskipun hasilnya beragam antar kawasan dan subkawasan.

Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB, Zurab Pololikashvili, mengatakan: “Dalam menghadapi tantangan global, pariwisata internasional terus menunjukkan momentum dan ketahanan yang kuat.

Paruh pertama tahun 2025 menghasilkan peningkatan jumlah kedatangan dan pendapatan bagi sebagian besar destinasi di seluruh dunia, yang berkontribusi pada perekonomian, lapangan kerja, dan mata pencaharian lokal.

Namun, hal ini juga mengingatkan kita akan tanggung jawab besar kita untuk memastikan pertumbuhan ini berkelanjutan dan inklusif, serta untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan lokal dalam hal tersebut.”

Paruh pertama tahun 2025 menghasilkan peningkatan jumlah kedatangan dan pendapatan bagi sebagian besar destinasi di seluruh dunia, yang berkontribusi pada perekonomian, lapangan kerja, dan mata pencaharian lokal.

Afrika mencatat kinerja terkuat sementara Asia Pasifik terus pulih.

Edisi terbaru Barometer Pariwisata Dunia menilai kinerja sektor pariwisata berdasarkan kawasan dan subkawasan dalam enam bulan pertama tahun 2025. Poin-poin utama meliputi:

Afrika mengalami peningkatan sebesar 12% pada Januari-Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Baik Afrika Utara (+14%) maupun Afrika Sub-Sahara (+11%) mencatat pertumbuhan dua digit pada periode ini.

Eropa menyambut hampir 340 juta wisatawan internasional pada paruh pertama tahun 2025 ini, sekitar 4% lebih banyak dibandingkan tahun 2024 dan 7% lebih banyak dibandingkan tahun 2019.

Eropa Utara, Barat, dan Selatan di Mediterania semuanya mencatat pertumbuhan sebesar 3% pada periode ini meskipun hasil bulanannya tidak merata. Eropa Tengah dan Timur terus pulih dengan kuat (+9%), tetapi tetap 11% di bawah level tahun 2019, menurut data yang tersedia.

Amerika mencatat pertumbuhan sebesar 3% pada Januari-Juni 2025, dengan hasil yang beragam di seluruh subkawasan. Sementara Amerika Selatan (+14%) terus menikmati pertumbuhan yang solid, Amerika Tengah mengalami peningkatan kedatangan sebesar 2% dan Amerika Utara mengalami hasil yang datar (+0%).

Sebagian besar disebabkan oleh sedikit penurunan di Amerika Serikat dan Kanada. Karibia (+0%) juga mengalami kinerja yang lebih lemah, sebagian karena melemahnya permintaan dari pasar sumber utamanya, Amerika Serikat.

Timur Tengah mencatat penurunan kedatangan wisatawan sebesar 4% dalam periode enam bulan ini, meskipun setelah pemulihan pascapandemi yang sangat kuat, dengan 29% lebih banyak kedatangan dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, hasil regional terkuat dibandingkan tahun 2019.

Kedatangan wisatawan di Asia dan Pasifik tumbuh 11% pada periode ini, yaitu 92% dari angka sebelum pandemi (-8% dibandingkan tahun 2019). Asia Timur Laut (+20%) mencatat kinerja terkuat dibandingkan tahun 2024, meskipun tetap 8% di bawah level tahun 2019.

Beberapa tingkat pertumbuhan tertinggi di antara destinasi-destinasi besar pada semester pertama tahun 2025 dicatat oleh Jepang dan Vietnam (+21%), Republik Korea (+15%), Maroko (+19%), Meksiko, dan Belanda (+7%).

Malaysia dan Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 9% dan Hong Kong (Tiongkok) sebesar 7%, meskipun jumlah kedatangan masih sedikit di bawah level tahun 2019 di destinasi-destinasi ini.

Destinasi-destinasi utama dunia, Prancis (+5% hingga Mei) dan Spanyol (+5%), juga mencatat pertumbuhan kedatangan yang solid pada periode ini.

Menurut IATA, lalu lintas udara internasional (RPK) dan kapasitas udara internasional (ASK) tumbuh 7% pada Januari-Juni 2025 dibandingkan 2024.

Tingkat hunian global di akomodasi mencapai 69% pada Juni 2025, sedikit di bawah 70% pada Juni 2024. Tingkat hunian mencapai 71% pada Juli 2025 (sama dengan Juli 2024) berdasarkan data STR.

Banyak destinasi melaporkan pertumbuhan penerimaan yang kuat pada paruh pertama tahun 2025.

Data bulanan penerimaan pariwisata internasional menunjukkan pendapatan yang kuat hingga Juni 2025 di destinasi-destinasi utama seperti Jepang (+18%), Inggris (+13% hingga Maret), Prancis (+9%), Spanyol (+8%), dan Turki (+8%).

Permintaan perjalanan yang kuat juga terlihat pada pengeluaran keluar dari beberapa pasar besar seperti Tiongkok (+16% hingga Maret), Spanyol (+16%), Inggris (+15% hingga Maret), Singapura (+10%), dan Republik Korea (+8%).

Pada tahun 2024, penerimaan pariwisata internasional tumbuh 11% mencapai rekor 1.734 miliar dolar AS, sekitar 14% di atas tingkat pra-pandemi (nilai riil) yang mencerminkan pengeluaran wisatawan yang sudah kuat di seluruh dunia tahun lalu.

Faktor ekonomi dan geopolitik terus menimbulkan risiko penting

Sebagaimana survei sebelumnya, survei Panel Pakar Pariwisata dan Indeks Kepercayaan Pariwisata PBB pada bulan September menunjukkan tingginya biaya transportasi dan akomodasi serta faktor ekonomi lainnya sebagai dua tantangan utama yang memengaruhi pariwisata internasional pada tahun 2025.

Inflasi pariwisata diperkirakan akan menurun dari 8,0% pada tahun 2024 menjadi 6,8% pada tahun 2025 (proyeksi menggunakan proksi inflasi pariwisata) tetapi akan tetap jauh di atas nilai pra-pandemi sebesar 3,1% dan jauh di atas inflasi keseluruhan (4,3%).

Menurut Panel, wisatawan akan terus mencari nilai terbaik, tetapi juga dapat bepergian lebih dekat ke rumah, melakukan perjalanan yang lebih singkat, atau menghabiskan lebih sedikit, sebagai respons terhadap kenaikan harga.

Ketidakpastian yang berasal dari ketegangan ekonomi dan geopolitik juga dapat membebani kepercayaan perjalanan. Kepercayaan konsumen yang lebih rendah menduduki peringkat ketiga faktor utama yang memengaruhi pariwisata dalam survei September 2025.

Sementara risiko geopolitik (selain konflik yang sedang berlangsung) menduduki peringkat keempat. Peningkatan tarif perdagangan (ke-5) dan persyaratan perjalanan (ke-6) juga menjadi perhatian utama yang diungkapkan oleh Panel Ahli.

Tingkat Keyakinan Meningkat Tipis untuk September-Desember 2025

Indeks Keyakinan Pariwisata PBB terbaru menunjukkan peningkatan tipis tingkat keyakinan selama empat bulan terakhir tahun 2025. Pada skala 0 hingga 200 (di mana 100 menunjukkan kinerja yang setara), Panel Ahli memberikan skor 120 untuk periode September-Desember 2025, naik dari 114 untuk Mei-Agustus.

Sekitar 50% pakar Panel menyatakan prospek yang lebih baik (44%) atau jauh lebih baik (6%) untuk September-Desember, sementara 33% memperkirakan kinerja yang serupa dibandingkan tahun 2024. Sekitar 16% memperkirakan kinerja pariwisata akan lebih buruk.

Prospek positif namun tetap hati-hati ini juga tercermin dalam persentase prospek ‘lebih baik’ dan ‘jauh lebih baik’ yang lebih tinggi untuk tahun 2025 secara keseluruhan (60% pada survei September dibandingkan 49% pada Mei) menurut Panel Ahli.

Meskipun ketidakpastian global, permintaan perjalanan diperkirakan akan tetap tangguh sepanjang sisa tahun ini. Proyeksi PBB untuk Pariwisata pada bulan Januari sebesar 3% hingga 5% dalam kedatangan internasional untuk tahun 2025 tetap tidak berubah.
******

Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Majukan Industri Dance Tanah Air

this formate

Menteri Ekraf Nilai Industri Dance Potensial Buka Lapangan Kerja dan Peluang Usaha Ekraf

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendukung penguatan ekosistem seni pertunjukan seperti dancesport dan breakdance. Untuk itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky menilai sinergi pemerintah dengan komunitas perlu dijalin.

“Harapannya ketika kolaborasi ini berjalan, kita bisa menciptakan ruang kreatif yang tidak hanya mendukung ekspresi seni, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku industri,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi dari Federasi Dancesport dan Breaking Indonesia (FDBI) di Autograph Tower, Jakarta pada Kamis, 11 September 2025.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada ajang Street Dance/Breaking/Dancesport di Taman Budaya, Nusa Tenggara Barat, yang digelar bertepatan dengan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII pada 27 Juli 2025.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menyambut baik audiensi ini dan menilai pentingnya kolaborasi yang bisa dijalin antara Kementerian Ekraf dengan FDBI.

Industri dance di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang pesat. Banyak komunitas dan pelaku seni tari yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi nasional hingga internasional, membuktikan bahwa potensi sektor ini semakin menjanjikan.

Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menegaskan bahwa industri dance di Indonesia tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha di sektor kreatif. Namun untuk mewujudkannya, kata Menteri Ekraf Teuku Riefky, perlu dukungan yang tepat.

“Industri dance memiliki nilai tambah yang besar, tidak hanya dari sisi seni, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Dengan dukungan yang tepat, industri ini bisa menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sementara itu Ardiyansyah Djafar selaku Ketua Umum FDBI menyampaikan keresahannya bahwa hingga saat ini belum ada ‘payung’ yang benar-benar bisa melindungi industri dance di Indonesia.

Menurutnya, ekosistem dance masih memerlukan dukungan kebijakan yang kuat agar pelaku dan komunitas dance dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami sadar bahwa ekonomi kreatif itu menjadi sektor yang sangat krusial, sangat strategis untuk membangun industri kreatif. Jadi kami berharap Kementerian Ekraf ini bisa menjadi payung bagi industri kreatif.

Bisa menjadi kementerian yang strategis untuk menghidupkan industri ekonomi kreatif yang lebih luas dan lebih besar di Indonesia,” ungkap Ardiyansyah usai menyampaikan paparannya.

“Saya berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat melihat potensi-potensi yang lebih dalam. Paparan Pak Menteri tadi sejalan dengan visi FDBI bahwa ekonomi kreatif dapat berkontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi nasional. Saya rasa banyak hal yang bisa kita kolaborasikan bersama,” imbuh Ardiansyah.

Rektor UAG: Lepas dan Sambut 76 Lulusan dari 4 Program Studi termasuk Program Executives Second Generation dan 107 Mahasiswa Baru

this formate

Ary Ginanjar Agustian, pendiri UAG ( Tengah) diapit oleh Rektor UAG, Dyah Utami Aryanti ( kanan) bersama Ketua Dewan Penasehat UAG & ESQ Business School, Fasli Jalal. Ph.D ( kiri)

JAKARTA, bisniswisata.co.id; Rektor Universitas Ary Ginanjar ( UAG), Dyah Utami Aryanti, S.S., M.Ed., M.M mengungkapkan tahun tahun 2025 ini meluluskan 76 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi: Manajemen, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan program executive 1 tahun bagi penerus bisnis keluarga (second generation).

Wisudawan terbaik berdasarkan Indeks Prestasi adalah Arsa Samrotul Fuadah Program Studi Manajemen dengan IPK: 3.92. Arsa merupakan penerima Beasiswa Generasi Emas Yayasan Ary Ginanjar Agustian tahun 2021.

Dia juga menjadi ketua Galeri Investasi Universitas Ary Ginanjar periode 2023-2024, CEO Was.Tra, dan mendapatkan Pembiayaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha dari Kemendikbud Ristek.

Tak hanya dari segi intelektualitas, di tahun ini juga Universitas Ary Ginanjar memberikan penghargaan khusus kepada wisudawan yang telah menunjukkan keteladanan dalam menjaga dan mengamalkan Five Values Universitas Ary Ginanjar.

Penghargaan ini didasarkan pada hasil pengukuran Character 180° Assessment (C-180) yang merupakan instrumen pengukuran values yang dikembangkan oleh Universitas Ary Ginanjar yang fokus pada lima dimensi yaitu: Integrity, Passion, Creativity, Loyalty, Humility, dan Professionalism yang menjadi values utama institusi.

Wisudawan terbaik berdasarkan implementasi 5 values Universitas Ary Ginanjar adalah:
– Value Integrity: Arsa Samrotul Fuadah dari Program Studi Manajemen. Arsa selalu berkomitmen saat diberikan tanggung jawab dan ia mengerjakan segala sesuatu dengan kesungguhan.

– Value Passion: Muhammad Mirza Hidayat dari Program Studi Manajemen. Mirza telah menunjukkan passion dalam bisnis sejak awal bergabung dengan ESQ Business School, selalu fight untuk menjadi entrepreneur.

– Value Creativity: Andi Muhammad Fikri Amir Fadhlurrahman dari Program Studi Ilmu Komputer. Andi berpikir out of the box, berimajinasi, berani mengambil resiko, dan ia menciptakan system AI yang membuat player dalam sebuah game memiliki kesempatan menang lebih besar.

– Value Loyalty: Hani Hanifah dari Program Studi Sistem Informasi. Hani selalu menjaga nama baik kampusnya dan organisasi yang ia pimpin saat menjadi ketua CEO Hafidz dan merupakan penghapal Quran 30 Juz.

– Value Humilty: Muhammad Naufal Imaduddien dari Program Studi Sistem Informasi. Imad tidak malu membantu menjual frozen panada buatan ibunya dan menawarkan kepada teman dan dosen di kampus.

– Value Profesionalism: Fajar Illahi dari Program Studi Sistem Informasi. Fajar yang sejak awal aktif menjadi asisten trainer selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik berdasarkan feedback semua trainer.

Selain itu, para lulusan Universitas Ary Ginanjar memiliki keterserapan yang sangat baik di dunia industry, dengan 62,5 % wisudawan tahun ini telah diterima bekerja sebelum lulus di beberapa perusahaan, seperti PT. Kereta Api Indonesia, PT. Siemens Indonesia, BAZNAS, dan lain-lain.

“Kami juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mahasiswa melakukan internship di industry seperti ESQ Group, Surveyor Indonesia, Jakarta International Container Terminal, Komatsu, Departemen Keuangan, Pertamina, TJSL PT. Telkom Indonesia dan lain-lain,” kata Dyah Utami Aryanti

Pada sidang senat terbuka hari ini, saya juga laporkan jumlah mahasiswa baru yang bergabung sebanyak 107 Mahasiswa yang terdiri dari Program Studi: Manajemen 11 Mahasiswa, Ilmu Komputer 16 Mahasiswa, Sistem Informasi 11 Mahasiswa, Ilmu Komunikasi 21 Mahasiswa, Psikologi 28 Mahasiswa, Teknik Industri 10 Mahasiswa, Sastra Inggris 10 Mahasiswa.

Universitas Ary Ginanjar sebagai University of Life memberikan beragam Training lifeskills sebagai upaya peningkatan Soul Set, Mind set dan Soft-Skill set seperti Basic Organizational and Leadership, ESQ Training Basic 165 – Character Building 1, Mission and Character Building.

Training lainnya Self-control and Collaboration, Total Action, Quantum Excellence, Team Collaboration Booster, The Young Billionaire Mind, Transformational Leadership Training, Grit leadership 5G Training dan sesi One on One Coaching, Hypnoterapi dan TalentDNA Assessment.”

Ketua Dewan Penasehat UAG & ESQ Business School, Fasli Jalal. Ph.D mengatakan, Universitas Ary Ginanjar ini memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Ini hanya ada di Indonesia, tidak ada di banyak negara yang lain.

Para mahasiswa atau wisudawannya, mampu mengendalikan diri dan ini tentu dengan semua dimensi. Mereka juga harus punya kepribadian, yakni Pancasila atau tujuh budi utama (Jujur, Dipercaya, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Adil, Peduli).

“Mari kita upayakan terus-menerus skill for 20th century. Karakter, selalu berpikir kreatif, analytical, system thinking. Ini akan membuat Anda berbeda dengan yang lain. Kemudian tidak kalah penting, mampu berkolaborasi dengan siapapun dalam bentuk tema apapun, mampu berkomunikasi dalam berbagai dimensi, literasinya kuat, tidak mudah terpancing oleh hoax,” kata Fasli Jalal.

Sementara Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah 3, Henri Togar Hasiholan Tambunan SE, MA menyampaikan melalui rekaman video bahwa UAG ini tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman.

“UAG menekankan pentingnya, nilai, karakter, dan kecakapan hidup sehingga
LLDikti 3 akan terus mendukung upaya UAG dalam meningkatkan butuh pendidikan, memperkuat tata kelola, serta memperluas akses bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan bangsa,”

Selamat kepada wisudawan dan mahasiswa baru karena telah memilih Universitas Ary Ginanjar. Kalian telah memilih kampus yang lahir dari visi membentuk generasi berkarakter, unggul, berintegritas, berdaya saing di tingkat global, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara, tambahnya.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono yang baru satu hari dilantik dan hadir diacara lepas dan sambut magasiswa UAG yakin output lulusan mahasiswa UAG bisa bertahan, berkembang di tengah situasi masyarakat yang perubahannya sangat dinamis seperti sekarang.

Kementerian Koperasi khususnya akan mendukung dan membuka seluas-luasnya bisa berkolaborasi seandainya ada lulusan dari Universitas Ary Ginanjar yang mau mendedikasikan dirinya bekerja memodernisir koperasi-koperasi baik yang ada di kota maupun yang ada di desa untuk bisa menjadi badan usaha yang keren yang bisa menjadi kebanggaan semua.

”Kami sudah menikmati dukungannya dari Pak Ary Ginanjar dari pendekatan artificial intelligence untuk menganalisis pengurus-pengurus koperasi-koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang jumlahnya kurang lebih 5-10 orang per koperasi,” kata Ferry Juliantono.

Jadi kalau ada 80 ribu, ada sekitar 800 ribu orang yang kita tidak bisa lagi seleksi secara manual maka dengan bantuan Pak Ary Ginanjar ternyata pendekatan artificial intelligence itu bisa dengan sangat cepat menganalisis pengurus-pengurus koperasi desa (KDKMP) itu supaya sesuai dengan bidangnya masing-masing jadi keren pasti, ungkapnya.

Penggunaan AI untuk talenta itu relatif punya presisi yang lebih pas, lebih murah. Pengurus Koperasi Desa itu begitu dianalisa pakai AI, mana yang cocok untuk keuangan, mana yang cocok untuk dagang, mengurus ini, mengurus itu.

Menurut Ferry Juliantono. pemanfaatan AI, talenta dari masing-masing pengurus itu bisa terprofil dengan sangat rinci dan dengan sumber data yang seperti itu, kami akan sangat terbantu untuk bisa menempatkan termasuk juga kalau mahasiswa di Universitas Ary Ginanjar ini juga sudah berbasis manajemen talenta tentunya. Sangat bisa membantu para mahasiswa atau wisudawan yang punya passion cocok di mana.”

Acara yang juga disiarkan langsung melalui kanal digital yakni YouTube (uag.university dan aryginanjaragustian), Instagram (@uag.university dan @ary.ginanjar) berjalan dengan sukses di tengah kebahagiaan paea orangtua atas beragam life skill yang kini telah dimiliki putra-putrinya.

 

Pemerintah dan DPR Sepakat Bahas RUU Kepariwisataan ke Pembicaraan Tingkat II

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI telah menyepakati untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dibawa ke pembicaraan tingkat II.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPR RI khususnya Komisi VII atas kolaborasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik dalam penyusunan RUU Perubahan Ketiga untuk UU Kepariwisataan ini.

“Proses ini telah berlangsung cukup panjang namun kita bersama-sama menjalaninya dengan penuh kesungguhan hati demi kemajuan sektor pariwisata. Kami berterima kasih telah tercapai kesepakatan antara DPR RI dan pemerintah sampai pada langkah untuk membawanya pada pembicaraan tingkat II,” tutur Menteri Pariwisata Widiyanti.

Pembicaraan tingkat II adalah rapat paripurna DPR untuk mengambil keputusan akhir terhadap sebuah RUU yang sebelumnya sudah selesai dibahas pada Pembicaraan Tingkat I. Pada tahap ini, DPR memutuskan apakah RUU tersebut disetujui menjadi Undang-Undang atau ditolak.

Widiyanti menyampaikan pada pertemuan kali ini telah disepakati tiga hal utama sebagaimana yang sudah tercantum dalam draf RUU Kepariwisataan. Pertama, berkaitan dengan ekosistem pariwisata. Pemerintah mengakomodasi substansi
terkait semua aspek ekosistem kepariwisataan yang diusulkan DPR dengan beberapa penyempurnaan.

Kedua, mengenai pendidikan di sektor pariwisata. Pemerintah mengakomodasi substansi terkait pendidikan baik formal dan non-formal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata dan pendidikan pariwisata.

Ketiga, berkenaan dengan diplomasi budaya. Pemerintah mengakomodasi substansi tentang diplomasi budaya dalam bentuk penguatan promosi pariwisata berbasis budaya.

Selain kesepakatan utama tersebut ada juga penguatan substansi yang telah disepakati dalam RUU ini di antaranya perencanaan pembangunan kepariwisataan berkualitas berdasarkan ekosistem kepariwisataan; pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kemudian, pemasaran pariwisata sebagai upaya dalam mengomunikasikan dan memasarkan destinasi wisata dan daya tarik wisata; industri pariwisata yang dilaksanakan guna mendukung pengembangan jenis wisata dan usaha pariwisata yang berdaya saing; serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Adapun daya tarik wisata yang dibangun dan dikembangkan secara berkualitas dan berkelanjutan; pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan secara partisipatif, koordinatif dan berkelanjutan; pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan dan penyelenggaraan kepariwisataan.

Selanjutnya, pengembangan kepariwisataan melalui pariwisata berbasis masyarakat lokal dengan membentuk desa wisata atau kampung wisata; penguatan promosi pariwisata berbasis budaya dengan tujuan memperkuat nilai dan citra positif Indonesia; dan penyelenggaraan kreasi kegiatan sebagai daya tarik wisata.

“Pada prinsipnya pemerintah dan DPR memiliki pandangan yang sama, bahwa rancangan undang-undang ini akan menjadi landasan penting bagi kemajuan pariwisata nasional dengan memberikan kepastian hukum,”

Begitu pula mendorong pariwisata yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, memastikan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian budaya dan lingkungan sekaligus menata arah pembangunan pariwisata agar lebih sistematis dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Pada kesempatan itu, dia juga memberikan penghargaan setulusnya kepada seluruh mitra kerja yang selama ini telah memberi masukan berharga dan mendalam. Menteri Pariwisata juga turut mengucapkan terima kasih kepada 18 kementerian yang turut terlibat sebagai wakil pemerintah untuk pembahasan RUU ini.

Kementrian tersebut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian PAN-RB; Kementerian PPN Bappenas; Kementerian Keuangan; Kementerian Hukum; Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; Kementerian Ekonomi Kreatif; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Kebudayaan.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri; Kementerian Sekretariat Negara; Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi; Kementerian Pekerjaan Umum; Kementerian Perhubungan; Kementerian Luar Negeri; Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian HAM; dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Semoga draf yang akan segera ditetapkan ini dapat menjadi landasan kokoh untuk menjadikan pariwisata Indonesia lebih inklusif berdaya saing global dan tetap berakar pada jati diri bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang bertindak sebagai pimpinan rapat berpesan agar seluruh Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Turunan UU segera disusun dan ditindaklanjuti.

“Ada 12 Peraturan Pemerintah (PP) dan satu Peraturan Presiden (Perpres) yang saya kira itu adalah hal-hal yang penting di-follow up dan ditindaklanjuti dari keputusan akan kita ambil nanti untuk membawa ini ke tingkat dua,” kata Saleh Daulay.

Dalam Raker ini Menteri Pariwisata Widiyanti didampingi oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji; serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Chiang Rai Menjadi Tuan Rumah Forum Pemasaran Destinasi PATA 2025

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) umumkan Chiang Rai sebagai destinasi tuan rumah Forum Pemasaran Destinasi PATA 2025 (PDMF 2025), yang akan diselenggarakan di Heritage Chiang Rai Hotel & Convention, pada 1-3 Desember 2025.

Berita ini secara resmi diumumkan pada upacara penutupan Forum Pemasaran Destinasi PATA 2024, yang mengukuhkan peran Chiang Rai sebagai panggung untuk edisi berikutnya dari acara ini.

Mengusung tema, “Berakar pada Tradisi, Berakar pada Kesehatan: Menenun Narasi Perjalanan yang Bermakna,” acara ini akan diselenggarakan bersama oleh Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB), Kota Chiang Rai, dan Kawasan Tertunjuk untuk Administrasi Pariwisata Berkelanjutan (DASTA), dengan dukungan dari Otoritas Pariwisata Thailand (TAT).

“PATA sangat senang dapat bermitra dengan Chiang Rai dalam menyelenggarakan Forum Pemasaran Destinasi PATA tahun depan, setelah sebelumnya menyelenggarakan Konferensi dan Mart 2016 PATA Adventure Travel and Responsible Tourism di provinsi ini,” ujar CEO PATA, Noor Ahmad Hamid.

Kolaborasi ini menegaskan kembali komitmen kami untuk mengangkat destinasi-destinasi baru yang luar biasa di panggung global.

Format forum yang unik, yang menggabungkan pengalaman destinasi satu hari dengan konferensi satu hari, akan menawarkan wawasan praktis, strategi yang dapat ditindaklanjuti, dan tren yang sedang berkembang bagi para pemasar destinasi dan profesional pariwisata untuk meningkatkan daya tarik destinasi mereka.

Forum ini juga akan menyediakan platform yang bermakna untuk terhubung dengan para pakar industri yang memiliki visi yang sama untuk pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik.

“Kami juga sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB), salah satu mitra kami yang paling berharga.

Dengan dukungan mereka, program mendatang ini menjanjikan peluang pembelajaran yang kaya, baik dari pengalaman destinasi yang imersif maupun sesi-sesi yang dipandu oleh para pakar.

“Saya berharap dapat menyambut semua pemangku kepentingan pariwisata di Chiang Rai, Thailand.” tambahnya.

Gubernur Provinsi Chiang Rai, Charin Thongsuk, mengatakan, “Kami merasa terhormat Chiang Rai akan menjadi tuan rumah bersama Forum Pemasaran Destinasi PATA 2025.

Kesempatan ini memungkinkan kami untuk menampilkan provinsi kami tidak hanya sebagai destinasi yang kaya akan keindahan dan budaya, tetapi juga sebagai model pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas.

Dengan kolaborasi yang kuat antara komunitas lokal, sektor publik, dan jaringan internasional PATA, kami berharap dapat menyambut delegasi dari seluruh dunia untuk merasakan keunikan karakter dan keramahan Chiang Rai.

Presiden TCEB, Dr. Supawan Teerarat, mengatakan: “TCEB bangga bekerja sama dengan PATA untuk mempromosikan destinasi wisata Thailand yang sedang berkembang melalui konferensi pemasaran ini.

TCEB telah bekerja sama dengan Chiang Rai, salah satu destinasi kami yang berpotensi tinggi sebagai Kota MICE, dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, kami yakin dengan keunggulan unik provinsi ini yang menampilkan perpaduan apik antara alam, budaya, dan kreativitas.

Taman Mae Fah Luang di Chiang Rai juga merupakan salah satu pemenang awal PATA Gold Award. Karena Chiang Rai diberkahi dengan berbagai penawaran lokal dan kontemporer yang bernilai tinggi, PDMF 2025 pasti akan menjadi forum untuk terhubung dan menginspirasi.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, mengatakan otoritas Pariwisata Thailand tetap berkomitmen penuh untuk memajukan pariwisata berbasis nilai yang mendorong keberlanjutan, meningkatkan keunikan destinasi, dan meningkatkan standar industri.

“Kami senang mendukung Forum Pemasaran Destinasi PATA 2025, yang akan menyoroti potensi unik Chiang Rai, sekaligus mendorong peluang bagi destinasi sekunder dan tersier lainnya untuk mendapatkan wawasan strategis dalam promosi destinasi yang efektif dan pembangunan berkelanjutan.” katanya.

Direktur Jenderal DASTA, Siripakorn Cheawsamoot, mengatakan, “DASTA bangga telah mendukung Chiang Rai dalam perjalanannya menjadi bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO sebagai Kota Kreatif Desain.”.

“Kami senang dapat menjadi tuan rumah bersama Forum Pemasaran Destinasi PATA edisi berikutnya di provinsi ini. Sebagai bagian dari Forum ini, DASTA merancang program tour teknis yang akan menyoroti kedalaman budaya dan nilai-nilai intrinsik Chiang Rai, mulai dari warisan sejarah dan seninya, hingga pengalaman langsung yang menawarkan keterlibatan bermakna dengan tradisi dan cara hidup lokal.”

Program-program ini juga akan menyoroti Proyek Kerajaan Doi Tung, sebuah model pembangunan berkelanjutan yang mengubah area budidaya opium menjadi hutan hijau, hortikultura, dan objek wisata, serta keragaman budaya etnis Chiang Rai melalui kegiatan pariwisata kreatif berbasis komunitas.

Kota Chiang Rai, yang terletak di wilayah paling utara Thailand, terkenal dengan jajaran pegunungannya yang kompleks dan kawasan Segitiga Emas yang tersohor.

Rumah bagi situs-situs ikonis seperti Wat Rong Khun (Kuil Putih) dan Museum Baan Dam (Rumah Hitam), Chiang Rai memikat pengunjung dengan seni dan arsitekturnya yang mencerminkan keahlian Seniman Nasional Thailand dan kekayaan warisan budaya wilayah Thailand Utara.

Pengunjung yang mencari pemandangan alam yang menenangkan dapat menikmati kabut pagi yang memukau dari puncak Doi Pha Tang, menjelajahi perkebunan teh yang rimbun, dan bersantai di tepi air terjun yang tenang.

Provinsi ini juga menawarkan pengalaman budaya yang imersif, menampilkan kerajinan tradisional dan adat istiadat setempat. Provinsi ini hanya berjarak satu jam penerbangan dari Bangkok.

Tentang Forum Pemasaran Destinasi PATA

Forum Pemasaran Destinasi PATA adalah acara tiga hari yang dirancang untuk memberdayakan destinasi-destinasi baru, menyediakan perangkat dan wawasan bagi mereka untuk berkembang sebagai pusat pariwisata yang diakui secara global.

Acara tahun ini menawarkan pengalaman kolaboratif dan informatif, yang menggabungkan eksplorasi lokal dengan sesi-sesi praktis.

AHY Hadiri Wisuda Ke 9 & Welcoming Reception Ke 13 Universitas Ary Ginanjar ( UAG) & ESQ Business School

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School menggelar Wisuda ke-9 (Program Sarjana Tahun Akademik 2024/2025) dan Welcoming Reception ke-13 (Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026) pada Rabu, 10 September 2025 di Menara 165, Granada Ballroom Lantai 1, Jakarta.

Acara ini tidak hanya menjadi simbol kelulusan, tetapi juga tonggak awal bagi generasi baru yang siap memimpin dengan nilai dan karakter, sesuai tema besar: “Grow to Lead, Lead with Purpose.”

Menghormati momen penting tersebut, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan hadir memberikan orasi ilmiah inspiratif kepada para lulusan dan mahasiswa baru.

Agar perhelatan penuh berkah, di awal sesi Dr. KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dewan pembimbing syariah ESQ memimpin pembacaan Doa bersama.

Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder Universitas Ary Ginanjar & ESQ menyatakan, “Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School adalah satu-satunya kampus di Indonesia yang berbasis pada tiga kecerdasan: Intelektual (IQ), Emosional (EQ), dan Spiritual (SQ).

Karena manusia itu bukan hanya what do I think yang saya pikir. Bukan hanya what do I feel yang saya rasa. Tetapi dorongan untuk memahami who am I, where am I, where do I want to go.

Kampus ini menjunjung tinggi pembentukan moral dan karakter anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Bahkan, soft skill menjadi inti pembelajarannya, sehingga kampus ini dikenal sebagai University of Life atau Kampus Kehidupan.

Melalui kurikulum khas yang disebut The UAG Way, pembentukan karakter digambarkan sebagai pembangunan sebuah rumah yang kokoh, Belief sebagai fondasi, Values sebagai tiang, dan Competency sebagai atap.

Metode pembelajaran di UAG University pun mengadopsi pendekatan holistik bernama SKID (Spiritual, Kreativitas, Intelektual, dan Dampak), menjadikan mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berdaya cipta, berdampak, dan bermoral tinggi.

“Visi kami adalah menjadikan Universitas Ary Ginanjar sebagai perguruan tinggi berbasis karakter yang menjadi pusat keunggulan menuju Indonesia Emas 2045. Bahkan, kami canangkan Indonesia sebagai Atap Dunia pada tahun 2085. Karena itu, mahasiswa kami harus memiliki mentalitas Agile Leaders – tangguh, adaptif, dan penuh integritas.” tegas Ary Ginanjar Agustian.

Dia juga mengingatkan bahwa karakter dan mental agility menjadi benteng dalam menghadapi tantangan AI, robotisasi, dan ketidakpastian dunia kerja. Kita harus siap dengan Change Agility, Learning Agility, People Agility, Mental Agility, dan Result Agility.

“Bagi para lulusan jadilah pemimpin yang agile, yang siap memberi warna dan solusi, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk Indonesia dan dunia.”

Sementara itu orasi Ilmiah Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Agus H. Yudhoyono menghanyutkan suasana dengan ketenangan dan rangkaian ucapan bijaknya secara langsung yang mengalir deras tanpa teks.

“Kita butuh SDM yang memiliki kesiapan baik kecerdasan intelektual, IQ, kecerdasan secara emosional karena kita juga berhadapan dengan masyarakat yang semakin egaliter dan juga pendekatan hubungan personal itu menjadi sangat penting,” kata Agus H. Yudhoyono yang akrab disapa AHY ini.

Selain itu tambahnya, lakukan pendekatan kekuatan spiritual karena kita ingin menghadirkan manusia, menghadirkan sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kuat berbasis pada prinsip nilai yang hakiki sebagai insan hamba Tuhan.

“Kita harus mengkombinasikan kekuatan IQ, EQ dan SQ tersebut sehingga kita semua menjadi insan yang paripurna dan terima kasih kepada Universitas Ary Ginanjar yang telah menghadirkan pendekatan itu secara berimbang, mencetak ribuan generasi bangsa yang dibekali dengan kelengkapan IQ, EQ, dan SQ,”

“Adik-adikku, para mahasiswa dan wisudawan, kalian adalah harapan kita semua. Generasi penerus bangsa yang dipersiapkan, dibekali dengan sebaik mungkin di sini, di UAG ini, di ESQ Business School,”

Lalu terkait manajemen talenta AHY menilai sangat penting karena harus dipersiapkan tepat sasaran, jangan sampai seperti tidak sesuai antara minat, antara bakat dengan apa yang dibutuhkan oleh negara termasuk oleh berbagai lembaga baik pemerintahan maupun lembaga-lembaga korporasi termasuk di dunia akademisi, dunia pendidikan.

“Kita ingin SDM yang ada benar-benar dipersiapkan untuk menempuh pendidikan sesuai dengan talenta, dengan minat, tapi juga disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kebutuhan negara,” kata AHY.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA pada kesempatan yang sama mengatakan Universitas Ary Ginanjar ( UAG) dan ESQ Business School telah membekali mahasiswanya dengan IQ, EQ, dan SQ.

“Namun sekarang ini ada potensi lain yang perlu kita gabungkan lagi yaitu DQ (Digital Quotient) atau kecerdasan digital.Maka saya yakin dengan menggabungkan 4 kecerdasan, Universitas Ary Ginanjar ini akan semakin melejit.”

Menurutnya, salah satu faktor keberhasilan itu ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk mengelola seluruh resources yang ada dalam dirinya ditambah dengan digitalisasi. Kalau mereka bisa mengelola seluruh resources itu berarti dia punya modal yang luar biasa untuk sukses.

“Kami juga senang karena sudah ada talenta DNA mappingnya ESQ sehingga ini bisa menjadi navigator menghantarkan anak-anak supaya pengembangannya berbasis pada talentanya,” ujar Prof. Nuh.

Bekal bagi wisudawan dan mahasiswa baru juga diberikan oleh pembicara lainnya Dr. H. Ferry Juliantono, S.E. AK., M.Si. (Menteri Koperasi), Ketua Dewan Penasehat Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Business School, Fasli Jalal. Ph.D serta Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah 3, Henri Togar Hasiholan Tambunan.

Sekilas info, acara ini turut dihadiri juga oleh Ibunda tercinta dari Ary Ginanjar yakni Oma Anna Rochana Rohim, Laksamana TNI (Purn.) Dr. H. Ade Supandi, S.E., M.A.P (Ketua Dewan Penasehat FKA-ESQ), Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Boy Rafli Amar, M.H. (Wakil Ketua Dewan Pembina FKA-ESQ), Prof. Dr. Gunawan Soemodiningrat, Mec, Ph.D (Dewan Pembina FKA-ESQ), Brigjen. Pol. (Purn.) Fatkhurrahman (Dewan Pembina FKA-ESQ).

Lalu, Prof. Dr. Armai Arief, MA (Dewan Pembina FKA-ESQ), Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna (Wakil Ketua Umum FKA-ESQ), Prof. Dr. dr. Fasli Djalal, Ph.D (Ketua Dewan Penasehat Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Business School), Dr. Aries Mufthi, SE., SH., MH. (Ketua Dewan Pakar FKA-ESQ), Marsda. TNI (Purn.) Abdul Muis (Wakil Ketua Dewan Kehormatan FKA-ESQ).

Hadir juga Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, MA (Dewan Syariah ESQ), H. Embay Mulya Syarif (Ketua Umum Matlaul Anwar), Prof. Dr. Rohimi Zam Zam, S.Psi, S.H., M.Pd (Ketua PP Aisyiyah), Dr. Ir. Afriansyah Noor, M.Si, IPU (Wakil Kepala Badan Halal Indonesia), Dr. Ir. Indra Iskandar, M.S.i, M.I Kom (Sekretaris Jenderal DPR RI).

Codeshare Qatar –China Southern: Perluas Konektivitas Internasional via Doha

Codeshare Qatar –China Southern: Perluas Konektivitas Internasional via Doha

this formate

DOHA, bisniswisata.co.id: Menjelang periode liburan Golden Week di Tiongkok—1-7 Oktober—, Qatar Airways dan China Southern Airlines mengumumkan kemitraan codeshare dan peningkatan frekuensi antara Doha – Beijing. Kemitraan dibangun berdasarkan nota kesepahaman tahun lalu, yang memperkuat komitmen bersama kedua maskapai untuk menyediakan konektivitas lebih luas bagi para pelancong global dari Tiongkok.

Mulai 16 Oktober 2025, Qatar Airways berbagi kode pada tiga penerbangan langsung mingguan China Southern antara Beijing Daxing dan Doha. Demikian pula, China Southern memperluas kode “CZ” pada penerbangan yang dioperasikan Qatar Airways di luar Doha, ke 15 destinasi di Afrika, Eropa, dan Timur Tengah, termasuk Amman, Athena, Barcelona, ​​Kairo, Dar es Salam, Madrid, dan München.

Menurut Chief Commercial Officer Qatar Airways, Thierry Antinori, Qatar Airways dan China Southern menjalin kemitraan dan menyempurnakan tolok ukur keberhasilan sinergitas antar penerbangan di industri transportasi udara. Ekspansi terbaru ini memastikan bahwa setiap rute Qatar Airways ke Tiongkok , dapat diakses penumpang China Southern Airlines. Sinergitas yang menggarisbawahi komitmen jangka panjang ke dua belah pihak terhadap pasar —bagian integral pertumbuhan dan konektivitas—.

Bertepatan dengan Golden Week  —Hari Nasional Republik Rakyat Tiongkok pada 1 – 7 Oktober—  ekspansi ini memberikan akses bagi wisatawan Tiongkok melalui Doha ke lebih dari 170 destinasi jejaring global Qatar melalui Bandara Internasional Hamad.

Gerbang ke Dua

Dengan persetujuan pemerintah Tiongkok, Qatar Airways, menempatkan kodenya pada penerbangan yang dioperasikan China Southern antara Guangzhou dan Doha sejak April 2024. Berdasarkan kode bersama yang ada dari Guangzhou dan Beijing Daxing, China Southern memperluas kodenya ke penerbangan antara Doha dan empat kota besar Tiongkok, yaitu Chengdu Tianfu, Chongqing, Hangzhou, dan Shanghai.

Beijing Daxing, gerbang Tiongkok kedua yang dilayani penerbangan non-stop China Southern Airlines. Beijing juga terhubung dengan Doha melalui penerbangan harian Qatar Airways dan penerbangan harian Xiamen Airlines.

Presiden dan CEO China Southern Airlines, Han Wensheng, mengatakan: Beijing Daxing merupakan landasan pengembangan internasional China Southern, dan peluncuran layanan baru ke Doha semakin memperkuat eksistensi layanan dari Guangzhou.

Codeshare memperluas peluang bagi penumpang Tiongkok untuk mencapai berbagai tujuan di seluruh Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika.

“Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen kami untuk membangun akses global yang lebih luas dan memberikan layanan kelas dunia kepada para pelanggan kami,” jelas Han Wenseng.

Dengan peningkatan frekuensi dan perluasan codeshare, Qatar Airways —dan dua mitra strategisnya, China Southern Airlines dan Xiamen Airlines–, menawarkan 64 penerbangan mingguan di delapan gerbang Tiongkok Raya. Ini adalah salah satu jaringan terluas yang dibangun maskapai terbaik dunia, dioperasikan dengan pesawat canggih dilengkapi konektivitas Wi-Fi gratis Starlink di angkasa.

Qatar Airways dan China Southern Airlines, juga memperkuat kemitraan mereka di bidang lain, termasuk operasi kargo dan program loyalitas, sebagai bagian dari komitmen bersama membangun kemitraan berkelanjutan yang bermanfaat bagi para pelancong di seluruh dunia.

Berkantor pusat di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China Southern Airlines mengembangkan hub udara internasional di Guangzhou dan Beijing. Di Guangzhou, upaya berkelanjutan —membangun Rute Kanton—, menjadikan kota tersebut gerbang utama yang menghubungkan daratan Tiongkok dengan Oseania dan Asia Tenggara. Sementara itu, sebagai maskapai hub terbesar di Bandara Internasional Beijing Daxing, China Southern Airlines mengoperasikan hanggar terpanjang di Asia, pusat kendali operasi, dan fasilitas katering udara terbesar.

Berdedikasi pada filosofi layanan ” Affinity and Refinement/Afinitas dan Kemurnian”, China Southern Airlines menghadirkan pengalaman perjalanan yang manusiawi, digital, canggih, personal, dan nyaman bagi seluruh penumpang. Meraih penghargaan “Maskapai Penerbangan Terbaik di Tiongkok” dari SKYTRAX pada tahun 2022 dan “Penghargaan Berlian Bintang Lima” dari World Brand Lab pada tahun 2023. Maskapai ini juga telah dinobatkan sebagai merek teratas dalam industri jasa transportasi udara oleh China Brand Power Index selama 13 tahun dan penghargaan Maskapai Penerbangan Terbaik oleh CAPSE selama 6 tahun berturut-turut. ***

Scoot Menghubungkan Singapura ke Eropa dan Indonesia Melalui Platform Baru

this formate

Platform baru ini memungkinkan pemesanan mandiri yang lancar dan dilindungi oleh ConnectSure, menghubungkan Singapura ke lebih dari 30 destinasi tambahan

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Scoot, anak perusahaan berbiaya rendah dari Singapore Airlines, telah meluncurkan platform interline virtual yang dikembangkan bersama perusahaan teknologi perjalanan, Dohop.

Teknologi interline dari Dohop mungkinkan maskapai untuk membentuk kemitraan fleksibel dengan cepat, melengkapi perjanjian interline dan codeshare tradisional.

Dilansir dari www.ttgasia.com, dengan integrasi ini, pelanggan yang memulai pencarian di situs web Scoot dapat terhubung ke platform dan memesan perjalanan mandiri (self-connect), di mana satu bagian perjalanan dioperasikan oleh Scoot dan bagian lainnya oleh maskapai mitra.

Selain kemudahan pengalaman pemesanan yang lancar, perjalanan yang dipesan melalui platform baru Scoot dilindungi oleh ConnectSure.

Layanan ini melindungi penumpang jika terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan, memastikan ketenangan pikiran dalam perjalanan terhubung.

Melalui mitra awal easyJet dan Citilink, pelanggan kini dapat memesan penerbangan dari Singapura ke lebih dari 30 destinasi tambahan di seluruh Eropa dan Indonesia, melengkapi jaringan 70 destinasi internasional Scoot.

Sebagai contoh, pengguna dapat memesan penerbangan dari Singapura ke destinasi Eropa termasuk Milan, Paris, dan Jenewa, atau destinasi Indonesia seperti Kendari, Solo, dan Ambon.

Sarah Hanan, Direktur Komersial Utama di Dohop, mengatakan, “Kemitraan ini menunjukkan tren yang berkembang dalam industri maskapai menuju konektivitas yang fleksibel dan berpusat pada penumpang.

Scoot telah menjadi mitra yang berharga, dan kami senang melihat mereka mengambil langkah ini untuk memperluas jejak mereka lebih jauh lagi.

Calvin Chan, Direktur Komersial Utama Scoot, menambahkan, “Peluncuran ini merupakan langkah maju yang menarik bagi Scoot saat kami terus meningkatkan pengalaman perjalanan bagi pelanggan kami.

Kolaborasi dengan Dohop ini memungkinkan pelanggan untuk menjelajahi berbagai destinasi yang lebih luas dengan mudah, dan kami berharap dapat membangun momentum ini bekerja sama dengan mitra maskapai tambahan untuk membuka lebih banyak lagi peluang perjalanan bagi pelanggan dengan nilai yang sama hebatnya.

TAT Menunjukkan Kepemimpinan Pariwisata Thailand di ITE HCMC 2025

this formate

Memperkuat hubungan perjalanan Thailand–Vietnam dan konektivitas ASEAN melalui pertukaran bisnis dan budaya

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) berpartisipasi dalam International Travel Expo Ho Chi Minh City 2025 (ITE HCMC 2025) dari tanggal 4 hingga 6 September 2025 di Pusat Pameran dan Konvensi Saigon, menggarisbawahi visi “Thailand Baru” untuk memperkuat peran utamanya dalam memajukan pertumbuhan pariwisata dan konektivitas regional di seluruh ASEAN.

Mewakili Thailand pada sesi tingkat menteri, Ibu Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan, “Thailand berkomitmen untuk memajukan pariwisata ASEAN dengan mendorong kolaborasi, memperluas konektivitas udara, dan menghadirkan pengalaman inovatif yang mencerminkan kekayaan budaya dan praktik berkelanjutan kami.

Partisipasi di ITE HCMC 2025 menegaskan kembali kepemimpinan Thailand dalam perjalanan regional dan peran kami sebagai mitra tepercaya dalam membentuk masa depan pariwisata.”

Peran Thapanee dalam sesi tingkat menteri dan diskusi panel tentang “Membentuk Masa Depan Pariwisata: Merangkul Transformasi Digital dan Hijau” semakin menyoroti kontribusi aktif Thailand dalam memajukan dialog pariwisata di tingkat regional.

Kini di tahun ke-19, ITE HCMC diakui sebagai pameran dagang pariwisata internasional terkemuka di Vietnam. Pameran ini akan menyambut lebih dari 520 peserta pameran dari lebih dari 30 negara dan sekitar 28.000 pengunjung.

Di Paviliun Thailand, enam bisnis pariwisata Thailand memamerkan produk dan layanan mereka: Maple Hotel, Urbana Langsuan Hotel, Lark Holidays, Chiang Mai Night Safari, Phuket Jet Tour, dan SAii Hotels & Resorts Thailand termasuk Santiburi Koh Samui.

Pengunjung juga dapat merasakan warisan budaya Thailand melalui demonstrasi kain Lai Yang dari Phetchaburi, termasuk lukisan tekstil berlapis emas, gantungan kunci kuncup mawar DIY, dan kostum tradisional Thailand.

TAT memperkenalkan pengalaman baru bagi wisatawan Vietnam melalui strategi “5 Hal yang Harus Dilakukan di Thailand”, mulai dari santapan berbintang Michelin dan jajanan kaki lima Bangkok hingga aktivitas petualangan seperti terjun payung tandem di Rayong dan festival budaya seperti Loi Krathong di Sukhothai.

Acara internasional besar termasuk Tomorrowland Thailand 2026, Rolling Loud, Wonderfruit, dan Honda LPGA Thailand semakin memperkaya kalender negara ini, di samping perjalanan bertema dengan bus, kereta api, kereta api mewah, dan kapal pesiar sungai.

Menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Thailand dan Vietnam pada tahun 2026, TAT meluncurkan kampanye seperti “Thái Lan, càng hiểu càng yêu” (semakin banyak Anda tahu, semakin banyak Anda mencintai), dengan promosi eksklusif dan hak istimewa perjalanan grup untuk mempererat hubungan bilateral.

Vietnam tetap menjadi salah satu pasar jarak pendek terpenting bagi Thailand, dengan wisatawan yang sering kembali beberapa kali dalam setahun.

Mereka tertarik dengan kuliner, sejarah, kehidupan malam, kebugaran, dan pantai Thailand, sekaligus menunjukkan minat yang semakin besar terhadap destinasi-destinasi baru seperti Kanchanaburi, Ayutthaya, Khao Yai, Phang-Nga, dan Krabi.

TAT memperkirakan kedatangan dari Vietnam akan mencapai tidak kurang dari 900.000 pada tahun 2026. Konektivitas udara terus menguat, dengan lima maskapai penerbangan – Thai Airways International, AirAsia, Vietnam Airlines, VietJet Airlines, dan Vietravel Airlines.

Penerbangan itu mengoperasikan lebih dari 13.400 penerbangan tahun ini antara enam kota di Vietnam dan Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai. Rute baru termasuk layanan Bangkok–Hai Phong yang diluncurkan oleh AirAsia pada bulan Juli.

Untuk membangun kepercayaan wisatawan, TAT sedang memajukan sertifikasi “Trusted Thailand” untuk menjamin standar keselamatan, keamanan, komunikasi, dan akses transportasi yang tinggi, didukung oleh langkah-langkah nasional seperti aplikasi seluler Polisi Pariwisata, peningkatan CCTV, dan perluasan layanan bantuan.

Pada saat yang sama, TAT mendorong pariwisata berkelanjutan melalui program STAR (Sustainable Tourism Acceleration Rating), alat emisi CF-Hotels, dan Thailand Tourism Awards, yang merayakan operator yang unggul dalam kualitas dan keberlanjutan.

 

Grup Penerbangan Malaysia Kembangkan Jaringan dengan Rute Baru, Perkuat Konektivitas Regional

this formate

KUALA Lumpur, bisniswisata.co.id: Malaysia Aviation Group (MAG) telah membuat langkah signifikan dalam memperkuat kehadiran regional di Malaysia, Tiongkok, Thailand, Kamboja, dan Filipina dengan meluncurkan rute baru, menambah frekuensi penerbangan, dan meningkatkan layanan dalam penerbangan.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengokohkan jalur pertumbuhan MAG dan sejalan dengan tujuan jangka panjang perusahaan untuk menjadi salah satu dari 10 maskapai global teratas di dunia pada tahun 2030.

Perkembangan terkini perusahaan mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk memberikan konektivitas superior dan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para penumpangnya di seluruh Asia dan sekitarnya.

Malaysia Airlines: Cakrawala Baru untuk Tiongkok Raya

Perkembangan utama dalam ekspansi ini adalah rute penerbangan harian baru Malaysia Airlines dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Chengdu Tianfu (TFU), yang dijadwalkan akan dimulai pada 9 Januari 2026.

Layanan baru ini menandai tonggak penting dalam upaya Malaysia Airlines untuk memperdalam jejaknya di Tiongkok Raya, sebuah wilayah yang berkembang pesat untuk perjalanan bisnis dan liburan.

Dengan penambahan ini, Malaysia Airlines sekarang akan melayani tujuh destinasi di Tiongkok Raya, memperluas jaringannya hingga mencakup kota-kota seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Xiamen, Hong Kong, dan Taipei.

Ekspansi ini muncul setelah adanya perjanjian bebas visa antara Malaysia dan Tiongkok baru-baru ini, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut dalam jumlah wisatawan.

Karena semakin banyak pelancong mencari konektivitas yang lancar, Malaysia Airlines berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peningkatan permintaan dari pelancong bisnis maupun liburan yang ingin menjelajahi destinasi baru di Tiongkok.

Peran Firefly yang Berkembang dalam Konektivitas Regional

Firefly, salah satu maskapai anak perusahaan di bawah payung MAG, juga akan berkontribusi pada ekspansi ini dengan peluncuran layanan jet baru dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL).

Mulai November 2025, Firefly akan menawarkan koneksi baru ke destinasi populer termasuk Krabi (KBV), Siem Reap (SAI), dan Cebu (CEB). Rute-rute baru ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas regional, memberikan akses mudah bagi para pelancong ke destinasi-destinasi utama di seluruh wilayah ASEAN.

Sebagai salah satu maskapai terkemuka di wilayah tersebut, rute-rute baru Firefly diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan memfasilitasi perjalanan bisnis, membantu memperkuat hubungan ekonomi regional.

Fokus pada Peningkatan Pengalaman Perjalanan

Upaya ekspansi MAG tidak hanya terbatas pada pertumbuhan rute saja. Grup ini juga menaruh penekanan signifikan pada peningkatan pengalaman penumpang secara keseluruhan.

Inovasi dalam penerbangan, seperti pengenalan hidangan sate vegetarian baru, mencerminkan komitmen grup untuk tetap berada di depan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.

Dengan berfokus pada peningkatan kualitas layanan, MAG berusaha untuk mempertahankan reputasinya dalam hal keramahan Malaysia yang luar biasa, memastikan para penumpang memiliki perjalanan yang berkesan dan menyenangkan.

Memperkuat Posisi MAG sebagai Gerbang ke Asia

Datuk Kapten Izham Ismail, Direktur Pelaksana Grup Malaysia Aviation Group, menekankan komitmen perusahaan untuk memperkuat perannya sebagai gerbang utama ke Asia dan sekitarnya.

Dengan penambahan rute-rute baru ini dan peningkatan frekuensi penerbangan, MAG memposisikan dirinya untuk memberikan berbagai pilihan yang lancar bagi para pelancong untuk menjelajahi destinasi – destinasi utama di Asia dan bagian lain dunia.

Upaya berkelanjutan grup maskapai ini bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari para pelancong regional dan internasional, lebih lanjut mendukung pertumbuhan pariwisata dan bisnis.

Dengan memperluas jaringannya dan terus-menerus meningkatkan layanannya, MAG tidak hanya berinvestasi pada masa depannya tetapi juga pada pertumbuhan konektivitas regional dan industri perjalanan global secara keseluruhan.