Ary Ginanjar Agustian, pendiri UAG ( Tengah) diapit oleh Rektor UAG, Dyah Utami Aryanti ( kanan) bersama Ketua Dewan Penasehat UAG & ESQ Business School, Fasli Jalal. Ph.D ( kiri)
JAKARTA, bisniswisata.co.id; Rektor Universitas Ary Ginanjar ( UAG), Dyah Utami Aryanti, S.S., M.Ed., M.M mengungkapkan tahun tahun 2025 ini meluluskan 76 mahasiswa yang terdiri dari Program Studi: Manajemen, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan program executive 1 tahun bagi penerus bisnis keluarga (second generation).
Wisudawan terbaik berdasarkan Indeks Prestasi adalah Arsa Samrotul Fuadah Program Studi Manajemen dengan IPK: 3.92. Arsa merupakan penerima Beasiswa Generasi Emas Yayasan Ary Ginanjar Agustian tahun 2021.
Dia juga menjadi ketua Galeri Investasi Universitas Ary Ginanjar periode 2023-2024, CEO Was.Tra, dan mendapatkan Pembiayaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha dari Kemendikbud Ristek.
Tak hanya dari segi intelektualitas, di tahun ini juga Universitas Ary Ginanjar memberikan penghargaan khusus kepada wisudawan yang telah menunjukkan keteladanan dalam menjaga dan mengamalkan Five Values Universitas Ary Ginanjar.
Penghargaan ini didasarkan pada hasil pengukuran Character 180° Assessment (C-180) yang merupakan instrumen pengukuran values yang dikembangkan oleh Universitas Ary Ginanjar yang fokus pada lima dimensi yaitu: Integrity, Passion, Creativity, Loyalty, Humility, dan Professionalism yang menjadi values utama institusi.
Wisudawan terbaik berdasarkan implementasi 5 values Universitas Ary Ginanjar adalah:
– Value Integrity: Arsa Samrotul Fuadah dari Program Studi Manajemen. Arsa selalu berkomitmen saat diberikan tanggung jawab dan ia mengerjakan segala sesuatu dengan kesungguhan.
– Value Passion: Muhammad Mirza Hidayat dari Program Studi Manajemen. Mirza telah menunjukkan passion dalam bisnis sejak awal bergabung dengan ESQ Business School, selalu fight untuk menjadi entrepreneur.
– Value Creativity: Andi Muhammad Fikri Amir Fadhlurrahman dari Program Studi Ilmu Komputer. Andi berpikir out of the box, berimajinasi, berani mengambil resiko, dan ia menciptakan system AI yang membuat player dalam sebuah game memiliki kesempatan menang lebih besar.
– Value Loyalty: Hani Hanifah dari Program Studi Sistem Informasi. Hani selalu menjaga nama baik kampusnya dan organisasi yang ia pimpin saat menjadi ketua CEO Hafidz dan merupakan penghapal Quran 30 Juz.
– Value Humilty: Muhammad Naufal Imaduddien dari Program Studi Sistem Informasi. Imad tidak malu membantu menjual frozen panada buatan ibunya dan menawarkan kepada teman dan dosen di kampus.
– Value Profesionalism: Fajar Illahi dari Program Studi Sistem Informasi. Fajar yang sejak awal aktif menjadi asisten trainer selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik berdasarkan feedback semua trainer.
Selain itu, para lulusan Universitas Ary Ginanjar memiliki keterserapan yang sangat baik di dunia industry, dengan 62,5 % wisudawan tahun ini telah diterima bekerja sebelum lulus di beberapa perusahaan, seperti PT. Kereta Api Indonesia, PT. Siemens Indonesia, BAZNAS, dan lain-lain.
“Kami juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mahasiswa melakukan internship di industry seperti ESQ Group, Surveyor Indonesia, Jakarta International Container Terminal, Komatsu, Departemen Keuangan, Pertamina, TJSL PT. Telkom Indonesia dan lain-lain,” kata Dyah Utami Aryanti
Pada sidang senat terbuka hari ini, saya juga laporkan jumlah mahasiswa baru yang bergabung sebanyak 107 Mahasiswa yang terdiri dari Program Studi: Manajemen 11 Mahasiswa, Ilmu Komputer 16 Mahasiswa, Sistem Informasi 11 Mahasiswa, Ilmu Komunikasi 21 Mahasiswa, Psikologi 28 Mahasiswa, Teknik Industri 10 Mahasiswa, Sastra Inggris 10 Mahasiswa.
Universitas Ary Ginanjar sebagai University of Life memberikan beragam Training lifeskills sebagai upaya peningkatan Soul Set, Mind set dan Soft-Skill set seperti Basic Organizational and Leadership, ESQ Training Basic 165 – Character Building 1, Mission and Character Building.
Training lainnya Self-control and Collaboration, Total Action, Quantum Excellence, Team Collaboration Booster, The Young Billionaire Mind, Transformational Leadership Training, Grit leadership 5G Training dan sesi One on One Coaching, Hypnoterapi dan TalentDNA Assessment.”
Ketua Dewan Penasehat UAG & ESQ Business School, Fasli Jalal. Ph.D mengatakan, Universitas Ary Ginanjar ini memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Ini hanya ada di Indonesia, tidak ada di banyak negara yang lain.
Para mahasiswa atau wisudawannya, mampu mengendalikan diri dan ini tentu dengan semua dimensi. Mereka juga harus punya kepribadian, yakni Pancasila atau tujuh budi utama (Jujur, Dipercaya, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Adil, Peduli).
“Mari kita upayakan terus-menerus skill for 20th century. Karakter, selalu berpikir kreatif, analytical, system thinking. Ini akan membuat Anda berbeda dengan yang lain. Kemudian tidak kalah penting, mampu berkolaborasi dengan siapapun dalam bentuk tema apapun, mampu berkomunikasi dalam berbagai dimensi, literasinya kuat, tidak mudah terpancing oleh hoax,” kata Fasli Jalal.
Sementara Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah 3, Henri Togar Hasiholan Tambunan SE, MA menyampaikan melalui rekaman video bahwa UAG ini tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman.
“UAG menekankan pentingnya, nilai, karakter, dan kecakapan hidup sehingga
LLDikti 3 akan terus mendukung upaya UAG dalam meningkatkan butuh pendidikan, memperkuat tata kelola, serta memperluas akses bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan bangsa,”
Selamat kepada wisudawan dan mahasiswa baru karena telah memilih Universitas Ary Ginanjar. Kalian telah memilih kampus yang lahir dari visi membentuk generasi berkarakter, unggul, berintegritas, berdaya saing di tingkat global, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara, tambahnya.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono yang baru satu hari dilantik dan hadir diacara lepas dan sambut magasiswa UAG yakin output lulusan mahasiswa UAG bisa bertahan, berkembang di tengah situasi masyarakat yang perubahannya sangat dinamis seperti sekarang.
Kementerian Koperasi khususnya akan mendukung dan membuka seluas-luasnya bisa berkolaborasi seandainya ada lulusan dari Universitas Ary Ginanjar yang mau mendedikasikan dirinya bekerja memodernisir koperasi-koperasi baik yang ada di kota maupun yang ada di desa untuk bisa menjadi badan usaha yang keren yang bisa menjadi kebanggaan semua.
”Kami sudah menikmati dukungannya dari Pak Ary Ginanjar dari pendekatan artificial intelligence untuk menganalisis pengurus-pengurus koperasi-koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang jumlahnya kurang lebih 5-10 orang per koperasi,” kata Ferry Juliantono.
Jadi kalau ada 80 ribu, ada sekitar 800 ribu orang yang kita tidak bisa lagi seleksi secara manual maka dengan bantuan Pak Ary Ginanjar ternyata pendekatan artificial intelligence itu bisa dengan sangat cepat menganalisis pengurus-pengurus koperasi desa (KDKMP) itu supaya sesuai dengan bidangnya masing-masing jadi keren pasti, ungkapnya.
Penggunaan AI untuk talenta itu relatif punya presisi yang lebih pas, lebih murah. Pengurus Koperasi Desa itu begitu dianalisa pakai AI, mana yang cocok untuk keuangan, mana yang cocok untuk dagang, mengurus ini, mengurus itu.
Menurut Ferry Juliantono. pemanfaatan AI, talenta dari masing-masing pengurus itu bisa terprofil dengan sangat rinci dan dengan sumber data yang seperti itu, kami akan sangat terbantu untuk bisa menempatkan termasuk juga kalau mahasiswa di Universitas Ary Ginanjar ini juga sudah berbasis manajemen talenta tentunya. Sangat bisa membantu para mahasiswa atau wisudawan yang punya passion cocok di mana.”
Acara yang juga disiarkan langsung melalui kanal digital yakni YouTube (uag.university dan aryginanjaragustian), Instagram (@uag.university dan @ary.ginanjar) berjalan dengan sukses di tengah kebahagiaan paea orangtua atas beragam life skill yang kini telah dimiliki putra-putrinya.









