Dirut & 3 Direksi Dipecat, Kebobrokan Manajemen Garuda Dibongkar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara bersama 3 Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar, berbuntut panjang. Kebobrokan Manajemen Garuda Dibongkar Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI).

Sedikitnya 68 para awak kabin mendatangi kantor Menteri BUMN Erick Thohir di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Senin (9/12). Mereka datang menyampaikan keluh kesah atas tata kelola perusahaan penerbangan plat merah di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra

“Kami sengaja datang untuk menyampikan kondisi awak kabin yang ada di Garuda Indonesia, secara general dan perusahaan. Terus terang, awak kabin sudah cukup lega atas keputusan Menteri Erick yang memberhentikan Ari Askhara pada pekan lalu,” ujar Sekjen IKAGI Jacqueline Tuwanakotta kepada wartawan.

Namun, lanjut dia, kementerian perlu tahu berbagai keluh kesah para awak kabin secara langsung dan menyeluruh. “Sebelumnya kami merasa takut ada yang terancam, contoh dulu lakukan kesalahan sedikit, langsung dipindahkan ke Papua. Kemudian, kesalahan yang harusnya masuk pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang, itu banyak dan sering terjadi menimpa kami,” lontarnya serius.

Dilanjutkan, perilaku ini berbeda dengan komitmen dan janji yang disampaikan Ari Askhara ketika memulai menjadi bos Garuda. Dulu, Ari Askhara kerap menjanjikan akan membuat relasi yang baik antara manajemen dengan awak kabin. Kenyataannya komitmen itu lips service, diputar balik dari apa yang pernah diutarakan. “Ari justru mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan awak kabin,” ungkap Jacqueline.

Salah satu kebijakan berkaitan dengan pengurangan jam istirahat melalui perubahan kebijakan jam terbang awak kabin pada penerbangan luar negeri. Memang ada beberapa jenis penerbangan yang seharusnya memberikan waktu menginap bagi awak kabin karena jam terbang yang cukup lama. Namun kebijakan itu diubah, sehingga awak harus menjalankan tugas secara pulang pergi (PP).

“Contohnya schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu seharusnya tiga hari, tapi jadi PP. Itu beri dampak yang kurang bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang di-opname, ya karena kecapeaan, stress, tekenan kerajaan yang tak logika,” tuturnya.

Jacqueline menyampaikan sejumlah keluhan yang dialami karyawan Garuda Indonesia kepada Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dengan harapan diteruskan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk ditindaklanjuti.

Diakui, saat ini operasional maskapai Garuda Indonesia tetap berjalan normal. “Kalau operasional penerbangan tidak ada terganggu, kami percaya kepada karyawan lain, apalagi Garuda dibantu Gapura, jadi khususnya untuk publik, masyarakat, penumpang penerbangan tidak perlu khawatir,” sambungnya.

Anggota IKAGI Hersanti turut membagi keluh kesah. Awak kabin yang sudah 30 tahun mengabdi kepada perusahaan pelat merah itu mengeluhkan pendapatan yang kian menurun. “Banyak diskriminasi yang dilakukan, senior seperti kami pendapatannya berubah, di bawah standar, junior malah lebih dari kami,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Anggota IKAGI lainnya, Adel, mengatakan kebijakan yang ingin dikeluhkannya adalah soal mutasi. Ia merupakan salah satu dari 250 awak kabin yang dimutasi perusahaan. “Ini tanpa prosedur dan sebab yang jelas. Saya berusaha memperjelas, tapi lama dan tidak ada kepastian dari perusahaan sampai saat ini di bawah Ari Askhara,” ucap Adel yang dimutasi dari base Jakarta ke Makassar.

Selain itu, ia mengatakan ingin pula menyampaikan kepada Kementerian BUMN agar terus mengusut kasus-kasus yang ada di perusahaan negara itu. Begitu pula dengan para direksi yang masih ada di manajemen Garuda Indonesia saat ini. “Kita juga perlu hapus orang di bawah BoD yang punya strategi dan ide praktek yang ilegal, yang sama di manajemen sekarang,” katanya.

Seperti diberitakan Bisniswisata.co.id sebelumnya, Ari Askhara sebagai sudah lebih dulu dicopot dari posisinya sebagai Dirut Garuda Indonesia, melakukan penyeleundupan Moge Harley Davidson serta dua sepeda mewah. Modusnya cukup unik memasukan barang seludunpan milik sang Dirut ke dalam pesawat. terkait dengan Harley Gate, juga tiga direksi penerbangan plat merah ikut dicopot karena turut membantu kelancaran penyelundupan.

Ketiga direktur yang diduga terlibat, di antaranya adalah Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar. Kasus Harley Gate ini rencananya akan dibawa ke jalur hukum, agar kasus penyelundupan seperti ini tidak terulang lagi. (end)

Riset: Solo Traveling Semakin Marak

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih banyak persepsi bahwa liburan harus dilakukan bersama-sama. Namun, era sekarang justru konsep solo traveling semakin marak. Berdasarkan riset Klook dan YouGov kepada 2,200 responden Indonesia, disebutkan 79% pernah berlibur sendiri atau sedang mempertimbangkannya.

Terkait demografis umur, 85% dari responden Generasi Z dan 80% dari responden Generasi Y mengatakan sudah pernah berlibur sendiri atau tertarik untuk merencanakan perjalanan solo. Gagasan perjalanan solo lebih menarik untuk orang Indonesia yang lebih muda ketimbang yang lebih tua, dimana hanya 67% dari Generasi X dan 56% dari Baby Boomer tertarik untuk melakukan perjalanan solo.

Walaupun ketertarikan akan liburan solo berbeda di setiap generasi, data dari Klook menunjukkan bahwa “ketakutan akan rasa kesepian” yang menahan kebanyakan dari mereka untuk berlibur solo, dengan hampir 60% dari responden mengindikasikan faktor yang sama.

Ketika berbicara tentang motivasi untuk liburan solo, 62% dari responden Indonesia mengatakan bahwa mereka ingin melepaskan diri dari rutinitas normal atau istirahat dari pekerjaan. Dari data tersebut, 69% responden wanita lebih banyak memilih untuk berlibur solo dengan alasan istirahat dari rutinitas normal.

Berdasarkan perbedaan generasi, 74% dari Generasi X mengindikasikan ingin melepaskan diri dari rutinitas normal mereka. Menariknya, ketika ditanya tentang tren liburan solo dan menghadiahi diri sendiri, mayoritas dari Baby Boomer mengatakan mereka melihat liburan sebagai salah satu cara untuk memberikan hadiah untuk diri sendiri, yang menunjukkan bahwa para pensiunan Indonesia melihat liburan sebagai cara untuk menghabiskan waktu pensiun mereka.

“Sangat menarik melihat keinginan kuat dari berbagai demografi untuk berlibur solo. Menariknya, kami telah mengobservasi adanya perbedaan yang mengejutkan, dimana para wisatawan mencari waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri, namun khawatir akan merasa kesepian, yang menghasilkan hubungan love & hate dengan liburan solo,” papar Direktur Pemasaran Regional, Klook Asia Tenggara, Marcos Yong dalam keterangan resminya, Senin (09/12/2019).

Dilanjitkan, banyak orang mengatakan tertarik untuk berlibur solo, namun secara bersamaan, mereka juga memiliki keraguan tentang perasaan merasa kesepian. Faktanya, setengah dari partisipan survei Indonesia yang ingin liburan solo mengatakan ‘ketakutan akan kesepian’ menjadi tantangan terbesar.

Kekhawatiran ini tersebar merata di semua generasi. Sebagai tambahan, 44% mengatakan bahwa keamanan menjadi kekhawatiran terbesar mereka dan 39% mengatakan mereka telah melakukan perencanaan dan pemesanan perjalanan untuk mereka sendiri, sambungnya. (redaksibisniswisata @gmail.com)

2020, Hyatt Kembangkan Lebih dari 20 Portofolio Mewah

this formate

CHICAGO. bisniswisata.co.id: Hyatt Hotels Corporation mengumumkan langkah mereka untuk menambah portofolio mewah di tahun depan. Sebanyak 20 hotel dan resor mewah baru Hyatt secara global diprediksi rampung pada akhir 2020. Termasuk, tambahan properti baru di bawah Park Hyatt, Andaz, Alila, Grand Hyatt, Miraval, dan The Unbound Collection.

“Dengan akselerasi pertumbuhan bisnis kami di segmen mewah, kami akan memiliki kesempatan yang besar untuk memberikan pengalaman high-end yang berbeda kepada para travelers secara global,” ungkap Mark Vondrasek, Chief Commercial Officer Hyatt, Mark Vondrasek dalam keterangan resminya, Senin (09/12/2019).

Sebagai bagian dari ekspansi global ini, merek The Unbound Collection by Hyatt melihat pertumbuhan terkuat hingga saat ini berada di Eropa. Mengambil positioning sebagai pemain hotel dan properti yang memberikan sentuhan bersejarah, merek ini telah menyiapkan beberapa hotel atau properti di bawah mereka dengan berbagai pengalaman unik yang siap dirilis tahun depan.

Great Scotland Yard misalnya, yang berlokasi di bekas markas polisi metropolitan London dan siap dibuka pada 9 Desember. Ada pula Hôtel du Palais Biarritz yang merupakan bangunan megah bekas kediaman kekaisaran Napoleon III dan akan ditargetkan dibuka kembali pada Juni 2020.

“Di seluruh Eropa, Afrika, Timur Tengah, serta Asia Barat Daya, properti mewah mencapai lebih dari sepertiga (35%) dari portofolio kami. Terutama Eropa dengan arsitektur yang unik dan bersejarah. Untuk itu, kami menghadirkan The Unbound Collection by Hyatt, kami yakin penawaran baru kami akan melayani para pelancong kelas atas yang mencari masa menginap yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Peter Fulton, Group President EAME SWA, Hyatt.

Sementara, merek Park Hyatt merupakan kontributor utama pertumbuhan portofolio mewah Hyatt. Lima hotel Park Hyatt diharapkan di buka pada 2020 di Doha, Qatar; Jakarta, Indonesia; Niseko Jepang; Suzhou, Tiongkok; dan Auckland, Selandia Baru.

Tidak hanya itu, Hyatt juga mengumumkan langkah mereka untuk mengekspansi merek Alila dengan membuka tiga resor mewah di Swiss, Malaysia, dan Oman. Selain itu, enam properti gaya hidup mewah bermerek Andaz akan dibuka di Dubai, UAE; Praha, Republik Ceko; Bali, Indonesia; Shenzhen dan Xiamen di Cina, dan Palm Springs, California.

Merek Grand Hyatt sendiri mencoba memperkuat diri dengan berekspansi ke Hefei dan Semenanjung Shenzhou di Cina, Kuwait, Gurgaon di India, Jeju di Korea Selatan, dan Nashville, Tennessee, bersama dengan hotel Grand Hyatt pertama di Al Khobar Arab Saudi.

Libur Akhir Tahun, Target Kunjungan Ragunan 100 Ribu Wisatawan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang libur Natal dan tahun baru, Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan memprediksi kebanjiran wisatawan lokal hingga nasional sebanyak 50.000 hingga 100 ribu. Target ini dianggap realistis mengingat selama masa libur Lebaran 2019 mencapai 50.000-70.000 wisatawan setiap hari.

“Natal tetap ramai, jumlah pengunjung di atas 50.000 orang. Puncaknya, biasanya di saat tahun baru tanggal 1, yakni di atas 100.000 pengunjung,” papar Kepala Satuan Pelaksana Promosi dan Pengembangan Masyarakat Taman Margasatwa Ragunan Ketut Widarsana saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Dilanjutkan, untuk menyambut wisatawan tutup tahun, pihaknya tengah mempersiapkan bebrapa hal seperti penambahan petugas kebersihan, petugas keamanan dan lain – lain.

“Persiapan berkaca seperti tahun kemarin. Kalau petugas normal dihari biasa paling 30an orang untuk hari-hari biasa, tapi kalau untuk peak season tahun baru Natal tambah bisa sampai ratusan jumlahnya,” kata dia.

Namun, sejauh ini pihak Ragunan belum menentukan tema untuk menyambut hari libur Natal dan tahun baru. “Ini baru mau persiapan rapat internal nanti siang, jadi keputusan belum final,” kata dia.

Tidak hanya itu, Ketut memastikan bahwa pihaknya tidak akan menggelar pentas khusus yang melibatkan binatang di Taman Margasatwa Ragunan. Pasalnya, Taman Margasatwa Ragunan tidak memperkenankan binatangnya dipentaskan di depan umum.

“Kami tidak diijinkan untuk itu (pentas binatang), jarang kalau kita sebagai lembaga konservasi. Paling ya melihat satwa saja. Kalaupun ada tambahan atraksi atau hiburan paling feeding time,” terang dia.

Ragunan merupakan kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, berdiri sejak 1864 memiliki luas sekitar 147 hektare dengan koleksi satwa sebanyak 2.100 ekor satwa. “Selain satwa kita juga punya koleksi tanaman, juga ada pohon-pohon jumlahnya mencapai 50 ribuan,” katanya. Ragunan juga dilengkapi sejumlah wahana seperti Taman Satwa Anak-Anak, pusat primata termasuk di dalamnya terdapat Gorila.

Menurut Ketut, jika libur biasa jumlah kunjungan tertinggi bisa mencapai 20 ribu orang, tapi jika musim libur seperti tahun baru jumlah pengunjung Ragunan bisa mencapai 100 ribu orang dalam satu hari. “Biasanya puncak kunjungan itu tanggal 1 Januari, pengunjung bisa mencapai 100 ribu orang,” kata Ketut.

Malaysia Fokus Kembangkan Pariwisata Ramah Muslim

this formate

PUTRAJAYA, bisniswisata. co.id: Melonjaknya kunjungan wisatawan muslim dunia, benar-benar diantisipasi Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Mohamaddin Ketapi, dengan secara aktif, serius bahkan fokus mengembangkan konsep pariwisata ramah Muslim. Dengan konsep ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan Muslim ke negara tersebut.

Datuk Mohamaddin Ketapi juga menyebut pariwisata halal dan ramah Muslim memiliki potensi yang besar. Konsep ini ke depannya dapat menjadi game changer di industri pariwisata dunia. “Konsep ini akan menghasilkan pendapatan yang menguntungkan dan menciptakan peluang kerja serta bisnis bagi penduduk setempat,” ucap Datuk Mohamaddin Ketapi dikutip di Bernama, Senin (9/12/2019).

Dilanjutkan, pariwisata halal global dan ramah Muslim diperkirakan bernilai lebih dari 220 miliar dolar AS atau setara Rp 3.000 triliun pada 2020. Hal ini disampaikan saat peluncuran acara Karnaval Ramah Muslim Internasional (IMFC) 2019. Acara berlangsung selama lima hari (6-10/12) dihadiri lebih dari 1.000 pejabat pemerintah dan pelaku industri. Kegiatan diselenggarakan bersama antara pemerintah federal Malaysia dan negara bagian.

Meski Malaysia masih meraih peringkat teratas dalam Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index selama sembilan tahun berturut-turut sebagai tujuan wisata halal utama dunia, Mohamaddin menyebut Malaysia masih perlu menggandakan upaya yang dilakukan. Promosi sektor pariwisata ramah muslim harus terus digencarkan.

“Sektor ini tumbuh pesat setiap tahun dengan lebih dari 165 juta Muslim di seluruh dunia diperkirakan akan melakukan pemesan perjalanan dan mengunjungi negara pilihan mereka tahun depan,” ujarnya.

Mohamaddin mengatakan negara-negara yang bukan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) seperti Inggris, Korea Selatan dan Jepang, sekarang bersemangat mengembangkan layanan dan fasilitas mereka untuk menjadi lebih ramah Muslim. Termasuk di dalamnya menyediakan restoran halal untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim.

Dia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan layanan dan produk untuk memperkuat upaya menyediakan pariwisata ramah Muslim. Kementerian Pariwisata dan pelaku usaha akan terus menyoroti sektor pariwisata halal dan ramah Muslim sebagai salah satu inti dari rencana strategis Visit Malaysia Year 2020.

Menteri BUMN: Dampak Harley Gate, Layanan Garuda Jangan Merosot

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dicopotnya eks-dirut, Ari Askhara yang tersandung kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson (Harley Gate), jangan sampai layanan Garuda Indonesia menurun, mesorot sehingga merugikan konsumen. Karena itu, pihaknya menghubungi Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Fuad Rizal untuk memastikan operasional dan layanan Garuda Indonesia berjalan normal

“Kemarin Minggu saya telpon Plt Dirut Garuda untuk benar-benar menyiapkan operasional apalagi ini menuju hari libur. Jangan sampai nanti servisnya gara-gara isu ini jadi menurun,” kata Menteri Erick saat Pentas #Prestasi TanpaKorupsi, yang digelar di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Dilanjutkan, Pasca pengungkapan kasus Harley Gate dalam badan pesawat Garuda Indonesia, hingga kini masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memulihkan citra perusahaan penerbangan pelat merah ini. Perbaikan BUMN bukan hanya dilakukan dengan pencopotan direksi bermasalah, tetapi juga dengan mengembalikan citra yang semula sudah baik. “Jangan mikir cuma memberhentikan, namun juga bagaimana secara korporasi kembali baik,” lontarnya.

Di tempat terpisah, Serikat Pekerja Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) menegaskan operasional maskapai Garuda Indonesia tetap berjalan normal. “Kalau operasional penerbangan tidak ada terganggu, kami percaya kepada karyawan lain, apalagi Garuda dibantu Gapura, jadi khususnya untuk publik, masyarakat, penumpang penerbangan tidak perlu khawatir,” ujar Jacqueline di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).

Jacqueline juga menyampaikan kebijakan yang dilakukan Ari Askhara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia banyak dikeluhkan karyawan. Salah satunya mengenai jam terbang pramugari tanpa istirahat yang dinilai memberatkan.

Dicontohkan penerbangan Sydney-Jakarta-Sydney yang seharusnya tiga hari menjadi pulang-pergi. “Itu beri dampak tidak bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang diopname,” ucapnya.

Jacqueline menyampaikan sejumlah keluhan yang dialami karyawan Garuda Indonesia kepada Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dengan harapan diteruskan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk ditindaklanjuti.

Seperti diketahui, Ari Askhara sebagai sudah lebih dulu dicopot dari posisinya sebagai Dirut Garuda Indonesia, melakukan penyeleundupan Moge Harley Davidson serta dua sepeda mewah. Modusnya cukup unik memasukan barang seludunpan milik sang Dirut ke dalam pesawat. terkait dengan Harley Gate, juga tiga direksi penerbangan plat merah ikut dicopot karena turut membantu kelancaran penyelundupan.

Ketiga direktur yang diduga terlibat, di antaranya adalah Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar. Kasus Harley Gate ini rencananya akan dibawa ke jalur hukum, agar kasus penyelundupan seperti ini tidak terulang lagi. (end)

Puteri Indonesia Lolos 10 Besar Miss Universe 2019

this formate

ATLANTA, bisniswisata.co.id: Puteri Indonesia Frederika Alexis Cull lolos 10 besar ajang Miss Universe 2019. Pemilihan Ratu Sejagat 2019 disiarkan langsung dari Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat atau Senin (9/12/2019) pagi waktu Indonesia.

Kesepuluh peserta yang lolos, antara lain: 1). Amerika Serikat: Cheslie Kryst, 2). Kolombia: Gabriela Tafur Nader, 3). Puerto Rico: Madison Anderson, 4). Afrika Selatan: Zozibini Tunzi, 5). Peru: Kelin Rivera, 6). Indonesia: Frederika Alexis Cull, 7). Prancis: Maeva Coucke, 8). Islandia: Birta Abiba Porhallsdottir. 9). Thailand: Paweensuda Drouin dan 10). Meksiko: Sofia Aragon

Informasi lolosnya Frederika turut diunggah melalui akun Instagram resmi @officialputeriindonesia. “THE GOLDEN AURA,” tulis akun tersebut. Disusul informasi mengenai gaun malam Frederika untuk Top 10 yang dibuat oleh perancang busana kondang Tex Saverio.

“Congratulations to our Puteri Indoensia 2019 @frederikacull to be The Top 20 in Miss Universe 2019,” tulis akun ofisial Puteri Indonesia, Senin (9/12).

Nama Indonesia disebut dalam sesi pengumuman khusus untuk kawasan Afrika dan Asia Pasifik. Indonesia, diwakili Frederika, masuk bersama empat negara kontestan lainnya seperti Afrika Selatan, Vietnam, Nigeria, dan Thailand.

Tawa semringah keluar dari wajah Frederika saat sang pemandu acara, Steve Harvey, menyebut nama Indonesia. Dengan sequin dress berwarna perak, Frederika melangkah maju dengan percaya diri.

Saat berada di depan panggung, Steve Harvey sempat bertanya mengenai cara Frederika merawat tubuh selama ajang Miss Universe 2019 dengan memasukkan dirinya ke dalam kulkas. “Perawatan ini bukan untuk mental, tapi untuk tubuh,” ujar Frederika. Dengan memasukkan diri ke dalam kulkas seukuran manusia, lanjut dia, otot menjadi lebih rileks.

Ajang Miss Universe 2019 tengah berlangsung di Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (8/12) waktu setempat. Frederika sendiri menjalani karantina sejak 28 November 2019 lalu bersama 85 kontentas lainnya. Pada ajang yang sama sebelumnya, Indonesia yang diwakili oleh Sonia Fergina Citra juga berhasil masuk ke dalam jajaran 20 besar.

Jet Supersonik, Antarkan Wisatawan Terbang Lebih Cepat

this formate

NEVADA, bisniswisata.co.id: Era baru penerbangan supersonik tiba kembali, setelah lama pensiun. Dulu Concorde meruakan jet komesial supersonik pertama, dan Kini untuk kembali terbang, jet penumpang supersonik harus menyelesaikan 3E: engineering, environment, dan economy.

Concorde, keajaiban aeronautika yang melakukan penerbangan terakhir 16 tahun, hanya mampu menaklukkan masalah engineering saja. Sementara pesawat penumpang yang paling lambat saat ini, dapat mengangkut penumpang melintasi Atlantik, tetapi memiliki masalah dalam hal ekologis dan biaya operasi yang tinggi.

Di sisi lain, dunia penerbangan tengah dalam sorotan karena Bumi menderita akibat polusi udara. Walhasil pesawat supersonik mendatang harus lebih ramah lingkungan, ekonomis bagi operasional perusahaan, dan harganya terjangkau penumpang. Apalagi mondar-mandir wisatawan dunia menyumbang 5 persen polusi dunia, menurut data UNWTO pada 2008.

Aerion dan Boom Supersonic berusaha memecahkan masalah 3E. Dua perusahaan itu akan menerbangkan jet penumpang supersonik pada pertengahan 2020-an. Harapannya, jarak tempuh antara New York ke London dalam 3 jam 15 menit. Mereka akan mengatasi masalah ledakan supersonik, yang pada era Concorde sangat mengganggu kota yang dilintasinya.

“Concorde adalah alat mesin yang brilian, percobaan yang mulia, tetapi menempatkan terlalu banyak emisi di lingkungan, terlalu banyak kebisingan di komunitas kami, dan terlalu mahal untuk dioperasikan. Apa yang kami coba lakukan sangat berbeda,” kata Tom Vice, ketua, presiden, dan CEO Aerion Corporation kepada CNN Travel, Sabtu (07/12/2019)

Perusahaan ini mengembangkan jet supersonik AS2 dengan 8-12 penumpang di kantor pusat mereka di Reno, Nevada. Dibandingkan dengan penerbangan reguler, AS2, yang terbang dengan kecepatan Mach 1,4 (lebih dari 1.000 mph), berjanji memangkas 3 jam waktu tempuh dari New York ke Cape Town, dan lebih dari 4 jam waktu tempuh, dari bandara John F Kennedy (JFK) ke Singapura dan JFK ke Sydney.

Aerion telah memperoleh pesanan AS2 sebanyak 20 pesawat dari perusahaan leasing Flexjet. Penerbangan AS2 kemungkinan pada 2024 dan melayani pasar pada 2026. AS2 memiliki label harga US$ 120 juta per unit. Tetapi ambisi Aerion adalah agar pesawat dapat beroperasi dengan baik di langit: “Dunia tidak bisa menunggu hingga 2050 untuk menjadi menetralkan karbon. kami harus melakukan itu hari ini,” kata Vice.

Mitra dalam program AS2 Aerion termasuk GE dan Spirit AeroSystems, telah membuat mesin supersonik Affinity tahun lalu. Sementara untuk urusan kokpit, Honeywell merevolusi dek penerbangan. Perusahaan itu biasa menggarap jet militer supersonik, merancang prosesor, display, sensor, dan sistem kontrol penerbangan AS2.

“Kami harus merancang pesawat terbang yang sangat efisien dengan pembakaran bahan bakar serendah mungkin, jadi kami menghabiskan 10 tahun memikirkan aerodinamika canggih dan mesin hemat bahan bakar. Kami telah merancang secara khusus, untuk meminimalkan kebisingan dan emisi,” kata Vice.

Salah satu hal yang tidak akan dimiliki – yang dimiliki Concorde – adalah afterburner, sebuah sistem di mana bahan bakar disemprotkan ke knalpot dan dibakar untuk meningkatkan daya dorong, saat lepas landas dan akselerasi.

‘Kami mengesampingkan itu karena terlalu berisik dan terlalu banyak emisi di lingkungan,” kata Vice. “Hal kedua yang kami pikirkan adalah sumber energi. Kami menginginkan pesawat terbang yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan yang dapat beroperasi dengan bahan bakar sintetis 100% sejak hari pertama.”

Perusahaan juga berkomitmen pada program reboisasi yang substansial, untuk memastikan penggantian karbon dari setiap pelanggan di setiap penerbangan.

Mengenai kebisingan, Vice mengatakan bahwa AS2 dirancang untuk memenuhi standar kebisingan pesawat tahap 5 — peraturan pendaratan yang paling ketat dan kebisingan saat lepas landas. “Kami pikir kami telah memecahkan masalah itu,” kata Vice. “Pesawat kami akan setenang seperti pesawat lain di sekitar bandara.”

Tapi mungkin salah satu fitur AS2 yang paling inovatif adalah “penerbangan tanpa boom” yang memungkinkan pesawat untuk terbang secara supersonik dari landasan tanpa ledakan yang menghantam bumi. Sebaliknya, suara itu dibiaskan kembali ke atmosfer.

Aerion menciptakan “penerbangan tanpa boom” karena jenis alternatif penerbangan supersonik yang lebih tenang, yang disebut “low boom.” Memang masih menghasilkan suara di bumi, mirip dengan gemuruh guntur di kejauhan.

Vice sangat ingin membuktikan bahwa teknologi baru dapat bekerja dan “begitu regulator melihat bahwa kami dapat melakukannya dengan andal, kami akan memiliki pesawat terbang pertama dalam sejarah yang dapat terbang supersonik di dekat bumi, dan tidak ada seorang pun di daratan yang akan mendengar ledakan itu.”

Di Denver, Colorado, sebuah pesawat supersonik berkapasitas 55-75 tempat duduk bernama Overture, telah dipersiapkan di hangar Boom Supersonic. Pesawat yang dirancang untuk terbang pada kecepatan Mach 2,2 (1.451 mph), memiliki banderol harga US$ 200 juta, dan telah mengumpulkan pre-order senilai US$ 6 miliar untuk 10 Overture dari Virgin Group dan 20 unit dari Japan Airlines. Maskapai penerbangan nasional Jepang itu, juga menginvestasikan US$10 juta dalam Boom Supersonic pada tahun 2017.

“Overture bergerak melalui fase desain, di mana teknologi dan spesifikasinya sedang dikembangkan dan disempurnakan,” ujar Blake Scholl, pendiri dan CEO Boom Supersonic kepada CNN Travel.

“Banyak komponen utama telah mengalami beberapa pengujian yang sukses, termasuk menguji mesin kami dengan bahan bakar alternatif berkelanjutan. Overture akan memulai pengujian penerbangan pada pertengahan tahun 2020-an. Kami telah melakukan uji coba mesin yang sukses menggunakan biofuel murni dan merancang pesawat kami untuk mengakomodasi bahan bakar alternatif “.

Sebelumnya pada tahun 2019, Boom Supersonic membentuk kemitraan dengan Prometheus Fuels, sebuah perusahaan yang menggunakan energi bersih, untuk membuat bahan bakar karbon netto dari karbon dioksida yang sudah ada di atmosfer.

Mengenai kebisingan, Scholl mengatakan bahwa dampak Overture pada komunitas di sekitar bandara, akan serupa dengan pesawat paling tenang yang digantikannya. Selain itu, penerbangan Overture akan fokus pada lebih dari 500 rute lintas samudra yang mendapat manfaat dari kecepatan Mach-2,2, seperti rute New York ke London atau San Francisco ke Tokyo.

Rencananya adalah bahwa Overture akan terbang dengan kecepatan subsonik di atas permukaan bumi. Artinya, tidak ada ledakan sonik yang akan memengaruhi daerah berpenduduk, dan terbang secara supersonik hanya di atas lautan.

Boom Supersonic memperkirakan pada pertengahan 2020, permintaan pasar akan membutuhkan antara 1.000 hingga 2.000 pesawat Overture dalam 10 tahun pertama setelah memasuki layanan, mewakili pasar US$ 265 miliar.

Bagaimana dengan pasar? Penumpang rela membayar lebih mahal meskipun hanya 30 menit lebih awal tiba di bandara, begitu kata Adam Twidell, CEO dan pendiri PrivateFly, sebuah perusahaan layanan pemesanan pesawat jet pribadi carteran.

2020, Archipelago bakal Buka Hotel Bintang 5 di Mekkah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Archipelago International, grup hotel asal Indonesia berencana membuka hotel di Mekkah, Arab Saudi. Dengan merek Jabal Omar Grand Aston, Archipelago International akan membuka hotel bintang lima tersebut pada awal 2020.

“Jabal Omar Grand Aston ini dikhususkan sebagai akomodasi haji, umroh, dan wisata shopping,” jelas VP of Sales & Marketing Archipelago International, Sam Hoso di Aston Kartika Grogol Jakarta.

Hoso mengatakan Jabal Omar Grand Aston akan menampung 560 kamar dengan lokasi sangat strategis, yakni dekat dengan Masjidil Haram. Masjid suci yang berlokasi di pusat kota Mekkah ini merupakan tujuan utama dalam ibadah Haji. “Dengan dibukanya Jabal Omar Grand Aston sangat besar untuk market Indonesia khususnya untuk haji dan umroh,” jelas Hoso.

Selain membuka hotel di Arab Saudi, Archipelago International juga akan membuka dua hotel di Kuba. Ada Grand Aston Cayo Las Brujas yang dibuka tahun 2020 dan Huxley Havana yang dibuka pada 2021.

Saat ini Archipelago International juga sudah mengambil alih kelola hotel di Kuba yakni Grand Aston Varadero Resort. “Ini langkah besar jadi global media player. Kuba merupakan destinasi yang menantang dari segi politik. Kami adalah sedikit organisasi yang berani bergerak dan Kuba jadi salah satu yang bagus,” jelas Hoso seperti dilansir laman Kompas, Sabtu (07/12/2017).

Dengan membuka hotel di Kuba, tamu yang disasar berasal dari Kanada, Eropa, Rusia, dan China. Di Indonesia, Archipelago International menargetkan untuk membuka 100 hotel selama tiga tahun ke depan.

Archipelago International saat ini menaungi merek Aston, Huxley, The Alana by Aston, Kamuela Villas, Harper by Aston, Aston Heritage Collection, Quest Hotel, Hotel Neo, Favehotel, dan Nomad Hostel.

Akhir Tahun, Bandara Tjilik Riwut Gelar Customer Happiness

this formate

PALANGKA RAYA, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyatakan kesiapannya dalam menyambut periode angkutan udara Natal dan Tahun Baru. “Sejumlah persiapan telah kami lakukan menyambut Natal dan Tahun Baru kali ini,” kata Assisten Manager of Airside Operation AP II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Riyan Budhi Arga di Palangka Raya, Sabtu (7/12).

Persiapan itu, di antaranya pembentukan posko pelayanan yang terdiri atas karyawan operasional dan teknik. Posko pelayanan rencananya berlangsung sejak 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 bertempat di area selasar bandara. Dan periode Natal dan Tahun Baru, belum ada maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight. Sehingga pergerakan pesawat masih akan tetap sama seperti hari-hari biasanya.

Saat ini Bandara Tjilik Riwut melayani sebanyak 28 pergerakan penerbangan kedatangan dan keberangkatan. Adapun sebaran rute penerbangan yang tersedia meliputi Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Pangkalan Bun, Sampit dan Balikpapan. “Ada juga rute lainnya yakni rute perintis dengan tujuan ke Puruk Cahu dan Muara Teweh,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

AP II Bandara Tjilik Riwut terus memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan operasional dengan perawatan, serta pengecekan rutin, guna menjaga kinerja fasilitas yang ada agar terhindar dari gangguan pada saat periode musim puncak Natal dan Tahun Baru.

Riyan juga menjabarkan ada kegiatan customer happiness berupa seremonial penyambutan penerbangan, penumpang, dan awak pesawat, yang mendarat terakhir pada 31 Desember 2019. “Sebagai pendukung, rencananya juga akan ada suguhan pagelaran musik dan rencana kegiatan pelayanan lainnya untuk menghadirkan pengalaman berkesan bagi pengguna jasa di Bandara Tjilik Riwut,” tutur Riyan.