IATA Menggelar Simposium Penumpang & Keuangan Dunia di Istanbul

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) akan menyelenggarakan Simposium Keuangan Dunia (WFS) dan Simposium Penumpang Dunia (WPS) pada 5–6 November 2025 di Istanbul, Turki, yang diselenggarakan oleh Turkish Airlines.

Acara ini mempertemukan para pemimpin di bidang ritel, keuangan, pembayaran, dan identitas digital.

“Industri penerbangan berada di ambang transformasi besar. Model ritel baru, teknologi pembayaran yang disruptif, dan identitas digital sedang membentuk kembali cara maskapai melayani pelanggan dan menjalankan bisnis mereka.

CFO akan menjadi pusat perubahan ini, memastikan strategi, sistem, dan investasi keuangan selaras dengan masa depan industri. IATA WFS/WPS merupakan kesempatan unik untuk mengkaji perubahan ini, belajar dari mereka yang berada di garis depan inovasi, dan menyelaraskan strategi,” ujar Sandrine Le Borgne, Wakil Presiden Senior IATA, Layanan Korporat & CFO.

Turkish Airlines dengan bangga selenggarakan IATA WFS/WPS gabungan di Istanbul, kota asal. Sebagai maskapai yang menghubungkan lebih banyak negara daripada maskapai lain, perusahaan penerbangan ini berkomitmen untuk memimpin transformasi perjalanan penumpang.

Tetap menjadi yang terdepan di industri ini dalam hal inovasi di bidang keuangan, identitas digital, dan ritel yang sangat penting untuk menawarkan perjalanan yang lebih cerdas, lebih sederhana, dan lebih nyaman di seluruh dunia,” kata Kepala Keuangan Turkish Airlines dan Anggota Dewan Direksi dan Komite Eksekutif, Prof. Murat Şeker.

“Menyelaraskan perubahan dengan harapan pelanggan sangatlah penting. Di WFS/WPS 2025, kami akan mengungkap wawasan utama dari Survei Penumpang Global (GPS) IATA terbaru, “. kata Nick Careen, Wakil Presiden Senior IATA, Operasi, Keselamatan, dan Keamanan

Dari survei sebelumnya, dia tahu bahwa penumpang peduli dengan cara mereka berbelanja dan membayar perjalanan, dan bahwa mereka menginginkan teknologi untuk membuat perjalanan mereka lebih baik.

“Jadi, kami akan menggunakan GPS untuk membantu industri ini membuka nilai inovasi dalam identitas digital, pembayaran, dan ritel,” ungkap Nick Careen

Sorotan Program

Simposium akan dibuka dengan pidato utama dari Ketua Dewan dan Komite Eksekutif Turkish Airlines, Prof. Ahmet Bolat dan Le Borgne, dilanjutkan dengan serangkaian sesi.

Sorotan program meliputi:

Hasil Survei Penumpang Global 2025: Wawasan Eksklusif tentang prioritas wisatawan ;
Mengapa Pembayaran Harus Menjadi Agenda Dewan Anda: Mengatasi beban biaya sebesar US$ 22 miliar.

Mengutamakan Pelanggan: Membuka nilai melalui keuangan, ritel, dan operasional.
Selain itu, tiga jalur khusus akan membahas lebih mendalam.

Penawaran & Pesanan yang Sedang Dibuat: Studi kasus maskapai dan wawasan vendor TI tentang bagaimana AI dan sistem bebas warisan mentransformasi ritel dan pengalaman pelanggan.

Pembayaran & Pembiayaan untuk Pesanan: Bagaimana maskapai penerbangan, penyedia pembayaran, dan klien korporat memodernisasi pembayaran dan mengalihkan akuntansi pendapatan ke akuntansi pesanan, mengatasi kendala, inovasi, dan standar

Identitas Digital & Pesanan: Menggunakan identitas digital dan biometrik untuk menyederhanakan proses perbatasan, memungkinkan personalisasi, dan meningkatkan manajemen disrupsi, dengan inovasi maskapai penerbangan dan pemerintah.

Pembicara
*Gary Liu, CEO, Antom, Ant International
*Tamur Goudarzi Pour, EVP Strategi dan Anggota Komite Eksekutif, Lufthansa Group
*Christine Rovelli, Chief Revenue Officer, Finnair
*Prof. Murat Seker, Chief Financial Officer, Anggota Dewan Direksi dan Komite Eksekutif, Turkish Airlines
*Kerem Kiziltunc, Chief Information Technology Officer, Turkish Airlines

Indonesia Tampilkan Pesona Bahari, Kuliner, dan Wellness di ITB Asia 2025

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menampilkan tema flagship yang strategis dan relevan dengan tren global pariwisata, yaitu marine (bahari), gastronomi (kuliner), dan wellness (kesehatan dan kebugaran) dalam pameran pariwisata business to business ITB Asia 2025 pada 15–17 Oktober 2025 di Marina Bay Sands, Singapura.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, sampaikan bahwa partisipasi Indonesia tahun ini mengusung tiga tema flagship, yaitu marine (bahari), gastronomi (kuliner), dan wellness (kesehatan dan kebugaran) menjadi cerminan fokus utama pemerintah dalam mengembang-kan potensi pariwisata Indonesia.

“Indonesia tidak hanya berorientasi pada keindahan alam, tetapi juga pada pengalaman yang holistik dan mendalam bagi wisatawan,” ujar Made.

Oleh karena itu, Made menilai partisipasi Indonesia dalam pameran berskala internasional ini menjadi platform strategis untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat hubungan bisnis dengan pelaku industri pariwisata dari seluruh dunia.

Terlebih, ITB Asia dihadiri oleh lebih dari 13.000 profesional industri pariwisata, termasuk 1.500 hosted buyers dari segmen leisure, MICE, dan corporate travel.

Booth Wonderful Indonesia seluas 61 m² yang dihadirkan merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, KBRI Singapura, dan para pelaku industri pariwisata yang berpartisipasi. Booth tersebut dirancang dengan konsep minimalis namun tetap atraktif, menampilkan berbagai aspek kekayaan laut Indonesia, mulai dari keindahan bawah laut dan ekowisata bahari, hingga keanekaragaman kuliner tradisional dan modern yang mampu memikat wisatawan internasional.

Tak hanya itu, layanan wellness yang dipamerkan menggabungkan kearifan lokal dalam tradisi kesehatan dengan tren kesehatan global yang terus berkembang.

Melalui pendekatan ini, Indonesia ingin menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai ragam produk pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar yang semakin beragam.

Sebanyak 16 pelaku industri pariwisata nasional turut serta dalam pameran ini, terdiri atas delapan _travel agent/tour operator_ dan delapan hotel ternama yang mewakili berbagai destinasi utama di Indonesia, khususnya 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif.

Kehadiran mereka tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan produk dan paket wisata, tetapi juga untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama dengan para buyer serta agen perjalanan internasional yang hadir di ITB Asia.

Made menegaskan pentingnya partisipasi Indonesia dalam ITB Asia, terutama di pasar Singapura. Ia menjelaskan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis dan berperan sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Dengan profil wisatawan yang sangat beragam dan memiliki potensi tinggi, promosi di Singapura menjadi langkah vital untuk meningkatkan awareness dan minat kunjungan ke destinasi-destinasi Indonesia,” kata Made.

Pada 2025, Indonesia menargetkan kedatangan antara 1,6 juta hingga 1,8 juta wisatawan asal Singapura. Angka ini menjadikan Singapura sebagai salah satu kontributor utama dalam pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

“Melalui ITB Asia, kita dapat menghadirkan cerita dan pengalaman pariwisata Indonesia yang autentik, mulai dari kekayaan laut yang menakjubkan, cita rasa kuliner yang khas, hingga layanan wellness yang menawarkan keseimbangan fisik dan mental.

“Hal ini tidak hanya akan mendongkrak angka kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan,” kata Made.

Selain menjadi ajang promosi, ITB Asia 2025 juga menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan dunia.

Melalui berbagai kegiatan business matching dan  networking event yang digelar selama pameran, Indonesia berupaya memfasilitasi kolaborasi yang dapat mempercepat pemulihan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional di tengah tantangan global.

Kementerian Pariwisata mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan partisipasi Indonesia di ITB Asia 2025 serta mendukung upaya bersama dalam menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional.

 

Apa Saja Kelas Aset Alternatif Islam yang Diperbolehkan?

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Di dunia di mana keputusan keuangan seringkali berbenturan dengan nilai-nilai pribadi, banyak Muslim mencari peluang investasi yang sejalan dengan keyakinan mereka.

Bayangkan dapat mengembangkan kekayaan sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip etika dan berkontribusi positif kepada masyarakat.

Ini bukan sekadar mimpi; ini sepenuhnya mungkin melalui kelas aset alternatif Islam yang diperbolehkan. Dalam panduan komprehensif ini, kami akan mengeksplorasi berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan hukum Syariah, memberdayakan Anda untuk membuat pilihan keuangan yang tepat dan selaras dengan keyakinan Anda.

Apa itu Keuangan Islam?

Keuangan Islam adalah sistem keuangan yang berakar pada hukum Syariah, yang mengatur semua aspek kehidupan seorang Muslim, termasuk transaksi keuangan.

Sistem ini melarang aktivitas tertentu, seperti mendapatkan bunga (riba), terlibat dalam ketidakpastian yang berlebihan (gharar), dan berinvestasi dalam bisnis yang berurusan dengan produk haram (terlarang), seperti alkohol atau perjudian.

Tujuan keuangan Islam adalah untuk mempromosikan keadilan sosial dan pembangunan ekonomi sambil memastikan bahwa investasi bersifat etis dan bertanggung jawab secara sosial.

Prinsip-Prinsip Utama Investasi Syariah
Sebelum membahas kelas aset tertentu, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang memandu investasi syariah:

Larangan Riba: Segala bentuk bunga dilarang keras. Investasi harus menghasilkan keuntungan melalui bagi hasil atau cara lain yang diperbolehkan.

Penghindaran Gharar: Investasi tidak boleh melibatkan ketidakpastian atau ambiguitas yang berlebihan. Syarat dan ketentuan yang jelas harus ditetapkan.

Investasi Etis: Investasi harus dilakukan pada bisnis yang mematuhi nilai-nilai Islam, menghindari sektor yang dianggap haram.
Pembagian Risiko: Transaksi keuangan harus melibatkan pembagian risiko antar pihak, alih-alih mengalihkan semua risiko kepada satu pihak.

Kelas Aset Alternatif Islam yang Diizinkan

Berikut adalah beberapa kelas aset alternatif utama yang selaras dengan prinsip-prinsip keuangan Islam:

*Sukuk (Obligasi Islam)
Sukuk adalah sertifikat keuangan yang mewakili kepemilikan atas aset atau proyek yang mendasarinya. Berbeda dengan obligasi konvensional yang membayar bunga.

Sukuk memberikan imbal hasil berdasarkan bagi hasil atau pendapatan sewa dari aset. Hal ini menjadikan sukuk pilihan populer bagi investor yang mencari alternatif pendapatan tetap dengan tetap berpegang pada prinsip Syariah.

Properti Halal

Berinvestasi di properti dapat menjadi pilihan yang menguntungkan bagi umat Islam, asalkan pembiayaannya tidak melibatkan pinjaman berbasis bunga.

Investasi properti halal dapat mencakup properti hunian, bangunan komersial, dan kawasan industri. Investor dapat memperoleh pendapatan sewa sekaligus menikmati apresiasi properti seiring waktu.

Emas dan Logam Mulia

Aset berwujud seperti emas dan perak dianggap sebagai investasi yang dibolehkan dalam Islam karena nilai intrinsiknya. Berinvestasi pada logam mulia dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang, menjadikannya pilihan yang menarik untuk diversifikasi portofolio investasi.

Saham Halal

Berinvestasi pada saham perusahaan yang mematuhi pedoman Syariah juga merupakan pilihan yang layak. Investor sebaiknya berfokus pada perusahaan dengan rasio utang rendah dan pendapatan minimal dari kegiatan haram (biasanya kurang dari 5%).

Berbagai metode penyaringan tersedia untuk membantu mengidentifikasi saham yang sesuai dengan Syariah.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana ini mengumpulkan dana dari berbagai investor untuk diinvestasikan dalam portofolio aset yang sesuai dengan Syariah yang terdiversifikasi.

Dikelola oleh para profesional, reksa dana syariah menawarkan cara yang mudah diakses bagi individu untuk berinvestasi secara etis tanpa perlu pengetahuan yang mendalam tentang sekuritas individual.

ETF (Dana yang Diperdagangkan di Bursa) Halal(. Serupa dengan reksa dana, ETF halal melacak indeks yang terdiri dari perusahaan atau aset yang sesuai dengan Syariah. ETF halal menyediakan likuiditas dan diversifikasi sekaligus mematuhi prinsip-prinsip investasi Islam, menjadikannya pilihan yang menarik bagi banyak investor.

Startup dan Angel Investing

Berinvestasi pada startup atau usaha kecil yang sejalan dengan nilai-nilai Islam juga bisa menjadi usaha yang menguntungkan. Jenis investasi ini memungkinkan individu untuk mendukung ide-ide inovatif sekaligus memastikan bahwa bisnis tersebut tidak terlibat dalam kegiatan haram.

Pentingnya Investasi Etis

Berinvestasi secara etis bukan hanya tentang kepatuhan terhadap prinsip-prinsip agama; tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

Dengan memilih kelas aset yang sesuai, investor berkontribusi positif kepada masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi di komunitas mereka.

Tips Praktis untuk Investasi Etis

Untuk memaksimalkan perjalanan investasi etis Anda, pertimbangkan tips berikut:
*Lakukan Riset Menyeluruh: Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memahami kelas aset dan kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip Syariah.

*Konsultasi dengan Pakar: Mintalah saran dari penasihat keuangan yang berspesialisasi dalam keuangan Islam untuk memandu Anda memahami kompleksitas investasi yang sesuai dengan Syariah.

*Diversifikasi Portofolio Anda: Sebarkan investasi Anda di berbagai kelas aset untuk mengurangi risiko sekaligus mematuhi standar etika.

*Tetap Terinformasi: Selalu ikuti perkembangan tren pasar dan perubahan peraturan yang memengaruhi keuangan Islam untuk membuat keputusan yang tepat.

*Kelas aset alternatif Islam yang sesuai menawarkan beragam peluang untuk investasi etis sekaligus mematuhi prinsip-prinsip Syariah.

Dengan memahami pilihan-pilihan ini—seperti sukuk, properti halal, emas, saham halal, reksa dana, ETF, dan investasi rintisan—investor Muslim dapat membangun portofolio yang selaras dengan nilai-nilai mereka dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Seiring meningkatnya permintaan akan pilihan investasi etis, penting bagi investor untuk tetap mendapatkan informasi tentang berbagai pilihan yang tersedia dalam kerangka keuangan Islam.

Dengan demikian, mereka dapat mengamankan masa depan keuangan mereka sekaligus menjunjung tinggi iman dan nilai-nilai mereka.

Panduan ini berfungsi sebagai sumber daya berharga bagi siapa pun yang tertarik untuk mengeksplorasi kelas aset alternatif Islam yang diperbolehkan dan memahami bagaimana kelas-kelas tersebut dapat dimanfaatkan untuk investasi etis dalam kerangka hukum Syariah.

Dengan mengikuti panduan ini dan menerapkan praktik investasi etis, Anda dapat membuka potensi penciptaan kekayaan sambil tetap berpegang teguh pada keyakinan Anda.

Menarik Wisatawan Melalui Penawaran Ramah Muslim

this formate

Suasana Muslim  Friendly Travel  Fair ( Foto: thestar.com

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: MALAYSIA ingin memantapkan dirinya sebagai pemimpin global di sektor perjalanan yang melayani kebutuhan Muslim melalui Pameran Perjalanan Ramah Muslim (Muslim-Friendly Travel Fair/MFTF) perdana akhir pekan ini, 18-19 Oktober 2025.

Dilansir dari www.thestar.com.my, acara yang berlangsung di World Trade Centre Kuala Lumpur (WTCKL) ini menampilkan 114 booth yang didirikan oleh 54 organisasi yang berpartisipasi.

Ketua Penyelenggara MFTF, Dr Fazil Khan Abdul Kadir, mengatakan pameran tampilkan promosi eksklusif untuk paket perjalanan domestik dan internasional, aktivitas dan hiburan ramah keluarga, serta forum interaktif dan pertunjukan budaya.

“Pengunjung akan menemukan pilihan makanan halal, fasilitas salat, dan paket perjalanan termasuk tur umrah dan haji yang resmi, pengalaman warisan Islam, dan retret wellness yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Juga ada 10 putaran undian berhadiah setiap hari. Artis lokal Raihan Nasheed juga tampil,” katanya saat konferensi pers di Pusat Pariwisata Malaysia di Kuala Lumpur.

Presiden Asosiasi Agen Tour dan Perjalanan Malaysia (MATTA), Nigel Wong, mengatakan pameran ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan wisatawan Muslim yang terus berkembang, serta pasar pariwisata Muslim yang melihat lonjakan permintaan global.

“Pasar perjalanan Muslim diproyeksikan akan melebihi US$300 miliar (RM1,267 triliun) pada tahun 2030 “ ungkapnya. Melalui MFTF, kami ingin memperluas peluang perjalanan bagi semua wisatawan Muslim terlepas dari demografi mereka dan mempromosikan Malaysia sebagai destinasi pilihan untuk pariwisata ramah Muslim.

Nigel Wong berharap pameran ini dapat memperkuat kontribusi pariwisata terhadap ekonomi Malaysia serta mendorong inovasi di antara pelaku industri dalam hal desain perjalanan, keramahan, dan manajemen destinasi.

Dia mengatakan meskipun dia bukan seorang Muslim, dia selalu menganggap warisan Islam di Malaysia menarik. “Tentu ada banyak kisah yang belum terungkap, terutama tentang bagaimana warisan Islam saling terkait dengan aspek lain dari budaya Malaysia.

“Ini adalah bagian dari alasan mengapa kami ingin mengadakan MFTF.” kata Wong dan menambahkan bahwa MFTF juga akan menampilkan banyak produk pariwisata domestik yang dapat membantu promosikan atraksi lokal yang kurang dikenal dan berkontribusi pada momentum Visit Malaysia 2026.

Manajer Senior Komunikasi Korporat Pusat Pariwisata Islam (Islamic Tourism Centre/ITC), Anis Rozalina Ramli, mengatakan bahwa yang membuat pariwisata Islam unik adalah sifatnya yang inklusif dan terbuka untuk semua meskipun sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

“Wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati masakan halal dan menghargai mode sederhana, serta keramahan yang penuh hormat dan layanan yang peka terhadap gender.

“Mereka juga dapat menghargai perayaan Muslim dan keindahan masjid.”

Anis Rozalina mengatakan MFTF akan menyatukan para pemangku kepentingan dalam industri pariwisata di bawah satu atap dengan fokus khusus pada produk dan destinasi ramah Muslim.

Turut hadir adalah kepala pengembangan bisnis RHB Islamic Ishak Othman dan direktur penjualan Astro Ocean Cruise Christopher Ma.

MFTF diselenggarakan oleh MATTA, dengan ITC sebagai mitra strategis, RHB Islamic Bank sebagai sponsor platinum eksklusif, dan Hwajing Travel & Tours Sdn Bhd (operator Astro Ocean Cruise) sebagai perusahaan pelayaran resmi.

Pameran yang terbuka untuk umum ini  diadakan di Hall 4, WTCKL, mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam.

Pekan Pangan Global 2025: Membentuk Masa Depan Pangan, dari Ladang hingga Meja Makan

this formate

ABU DHABI, bisniswisata.co.id: Pekan Pangan Global 2025 Diselenggarakan di bawah naungan Sheikh Mansour Bin Zayed Al Nahyan, Wakil Presiden, Wakil Perdana Menteri, Ketua Pengadilan Kepresidenan, dan Ketua Dewan Direksi Otoritas Pertanian dan Keamanan Pangan Abu Dhabi (ADAFSA) dan ADNEC Group.

Dilansir dari halalfocus.com, acara ini menyatukan lima sektor penting yang membentuk masa depan pangan, mulai dari pertanian dan manufaktur pangan hingga ketahanan pangan dan perhotelan.

Platform canggih ini menunjukkan kepemimpinan UEA dalam ketahanan pangan dan perannya sebagai pusat global untuk pengadaan, investasi, dan inovasi. Global Food Week menawarkan perjodohan bisnis, jejaring berdampak tinggi,  pertukaran pengetahuan, semuanya di bawah satu atap.

Pameran Makanan Internasional Abu Dhabi (ADIFE) merupakan platform utama untuk pengadaan dan inovasi pangan di jantung UEA, menghubungkan pemasok makanan dan minuman global dengan pembeli dan pengambil keputusan utama.

Sebuah platform yang menyatukan para pembuat kebijakan, inovator, dan pemimpin industri untuk bertukar ide, berbagi solusi, dan membentuk masa depan sistem pangan global.
Pameran Kurma Abu Dhabi (ADPPE).

Sebuah pameran khusus yang merayakan signifikansi budaya dan ekonomi kurma di kawasan ini—menyatukan produsen, pakar, dan pedagang untuk mendorong kualitas dan perdagangan.

Ada juga AgriTech & Petani, sebuah platform penting untuk masa depan pertanian—pertanian cerdas, teknologi terobosan, dan sistem berkelanjutan di seluruh rantai nilai. Manfaat utama bagi pengunjung & peserta pameran antara lain adalah terhubung dengan lebih dari 30.000 pengunjung berpotensi tinggi.

Selain itu hasilkan prospek berkualitas dan tutup penjualan premium, terlibat dengan para pengambil keputusan, VIP, dan pembeli pemerintah, pamerkan produk kepada audiens yang ditargetkan dan kaya.Perluas visibilitas melalui kampanye pemasaran berskala penuh, posisikan merek produk sendiri di pasar yang menghargai warisan dan inovasi

Kapal Pesiar Piano Land Hadirkan Pelayaran Ramah-Muslim ke Malaysia

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Kapal pesiar Tiongkok pertama yang berbasis di Malaysia, M/V Piano Land, sedang berlayar menuju arah baru yakni perjalanan ramah-Muslim dan berpusat pada keluarga, menjelang pelayaran perdananya dari Port Klang pada 29 November 2025.

Dilansir dari www.travelweekly-asia.com, kemitraan antara Astro Ocean Cruise dan Hwajing Travel & Tours ini menggarisbawahi ambisi Malaysia untuk menjadi pusat pelayaran regional terkemuka dan juara global dalam pariwisata ramah-Muslim.

Pengumuman ini bertepatan dengan MATTA Muslim Friendly Travel Fair (MFTF) perdana, yang berlangsung pada 18–19 Oktober di World Trade Centre Kuala Lumpur, di mana Hwajing berpartisipasi sebagai mitra jalur pelayaran resmi.

“Kekuatan Malaysia dalam perjalanan ramah-Muslim kini meluas ke laut lepas,” kata Kenny Cheong, managing director Hwajing Travel & Tours.

Menurut dia, dengan Piano Land, pihaknya ingin menunjukkan bahwa pelayaran mewah dapat selaras dengan nilai-nilai halal, keramahtamahan yang inklusif, dan penghormatan budaya.

“ Ini adalah cerminan yang membanggakan atas kesiapan Malaysia untuk menyambut para wisatawan dari semua latar belakang dengan kehangatan dan keaslian.” tambah Kenny Cheong.

Para pelancong Muslim di atas kapal Piano Land yang berkapasitas 1.760 penumpang akan dapat menikmati masakan regional dan internasional yang disiapkan sesuai standar halal, termasuk hidangan khas kapal, bebek panggang ala Hong Kong halal.

Fasilitas juga tersedia untuk mendukung kebutuhan shalat (ibadah), keluarga, dan pelayaran lintas generasi, serta hiburan malam.
Selain makan malam halal, kapal ini juga memiliki ruang yang ramah untuk salat dan program yang berfokus pada keluarga termasuk klub anak-anak dan hiburan malam untuk melayani tamu dari berbagai generasi.

Peluncuran M/V Piano Land menandakan dorongan yang lebih luas dari Malaysia untuk perjalanan ramah-Muslim, yang diproyeksikan melebihi $300 miliar USD pada tahun 2030.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang memperluas pilihan pelayaran; ini memperkuat identitas Malaysia sebagai negara yang merayakan keragaman, memperjuangkan integritas halal, dan memimpin kawasan dalam pariwisata ramah-Muslim,” kata Jian-feng Tong, vice president Astro Ocean Cruise.

Uni Eropa Menargetkan Sewa Airbnb dalam Rencana Keterjangkauan Perumahan Baru   

this formate

Foto: Unsplash

Uni Eropa akan memperkenalkan peraturan baru untuk penyewaan jangka pendek, seperti yang ditawarkan oleh Airbnb, dalam upaya mengatasi krisis keterjangkauan perumahan di seluruh blok.

Dilansir dari hotelnewsresource.com, inisiatif ini, yang dipimpin oleh komisaris perumahan pertama Uni Eropa, Dan Jørgensen, bertujuan untuk mengatasi isu-isu seperti spekulasi properti dan hak penyewa, serta dampak sosial dari penyewaan turis.

Uni Eropa sedang bersiap untuk meluncurkan rencana komprehensif pertamanya untuk mengatasi krisis keterjangkauan perumahan yang semakin meningkat, yang diperparah oleh platform penyewaan jangka pendek seperti Airbnb dan Booking.com.

Inisiatif ini dipelopori oleh Dan Jørgensen, komisaris perumahan perdana Uni Eropa, yang menekankan urgensi situasi ini, menyebutnya sebagai “krisis sosial.” Rencana tersebut, yang awalnya dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2026, telah dipercepat hingga Desember karena kekhawatiran yang mendesak.

Penyewaan Jangka Pendek dan Dampaknya

Penyewaan jangka pendek telah melonjak popularitasnya di kota-kota Eropa, yang menyebabkan kenaikan harga sewa yang signifikan dan kekurangan perumahan.

Platform-platform ini telah dikritik karena menaikkan biaya, menggusur penduduk dari lingkungan bersejarah, dan mengubah kawasan permukiman menjadi pusat wisata.

Jørgensen menyoroti perlunya regulasi Eropa yang lebih kuat untuk mengatasi masalah ini, dan mengakui bahwa kebijakan yang ada saat ini belum memadai.

Meningkatnya Biaya Perumahan dan Tekanan Ekonomi

Kenaikan biaya perumahan secara umum di seluruh Uni Eropa semakin memperparah krisis perumahan. Dari tahun 2010 hingga 2023, harga rumah meningkat sebesar 48%, sementara harga sewa naik sebesar 22%, melampaui inflasi yang tumbuh sebesar 36% selama periode yang sama.

Beberapa negara, seperti Estonia, Lituania, dan Irlandia, telah mengalami kenaikan biaya sewa yang lebih tajam. Pada tahun 2023, hampir 9% penduduk Uni Eropa menghabiskan 40% atau lebih dari pendapatan mereka untuk perumahan, dengan Yunani, Denmark, dan Jerman khususnya terdampak.

Solusi Potensial dan Usulan Kebijakan
Rencana perumahan terjangkau Uni Eropa bertujuan untuk mengatasi “finansialisasi” perumahan, di mana properti diperlakukan sebagai komoditas untuk spekulasi, seringkali mengabaikan kebutuhan masyarakat.

Meskipun detail kebijakan spesifiknya masih dirahasiakan, rencana tersebut diharapkan akan memanfaatkan berbagai strategi nasional, seperti mewajibkan pengembang untuk memasukkan perumahan terjangkau dalam proyek-proyek baru.

Selain itu, Komisi Eropa sedang menjajaki cara-cara untuk memperkuat hak-hak penyewa dan menyesuaikan aturan bantuan negara untuk memfasilitasi dukungan pemerintah terhadap inisiatif perumahan.

Pertimbangan Politik dan Ekonomi
Krisis perumahan telah menjadi isu politik yang signifikan, memengaruhi perilaku pemilih dalam pemilu-pemilu terakhir di mana partai-partai nasionalis dan sayap kanan memperoleh dukungan.

Meningkatnya biaya hidup menjadi perhatian utama para pemilih, sebagaimana disoroti oleh survei Parlemen Eropa. Menanggapi hal ini, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah menyerukan “perombakan radikal” kebijakan perumahan dan mengumumkan rencana KTT perumahan Uni Eropa untuk memprioritaskan isu tersebut.

Tantangan dan Arah Masa Depan

Meskipun mendesak, langkah-langkah yang diusulkan menghadapi tantangan, termasuk menyeimbangkan pasar perumahan yang beragam di 27 negara anggota Uni Eropa.

Beberapa proposal, seperti dana hibah dan pinjaman perumahan senilai €300 miliar, telah memicu perdebatan dan mungkin akan menimbulkan kontroversi.

Jørgensen enggan menentukan target pengeluaran, tetapi mengakui perlunya investasi publik yang substansial untuk menarik modal swasta.

Pendekatan Uni Eropa terhadap perumahan sedang bertransformasi, sejalan dengan respons kolektif terhadap pandemi Covid-19.

Seiring blok tersebut menavigasi isu yang kompleks ini, KTT perumahan mendatang akan menjadi platform bagi para pemimpin untuk mengartikulasikan strategi mereka dan berkolaborasi dalam mencari solusi.Temukan lebih lanjut di The Guardian.

Potique Hotel Nha Trang Dinobatkan untuk Pertama Kalinya sebagai “Vietnam’s Leading Lifestyle Hotel 2025” di World Travel Awards

this formate

Roof top Potique Hotel di Na Trang

NHA TRANG, Vietnam, bisniswisata.co.id: World Travel Awards mengadakan malam penganugerahan untuk menghormati merek perjalanan dan perhotelan paling berprestasi di seluruh Asia dan Oseania untuk tahun 2025. Acara berlangsung di Hong Kong,

Pada malam penganugerahan tersebut, 13 Oktober, Potique Hotel di Nha Trang dinobatkan sebagai “Vietnam’s Leading Lifestyle Hotel 2025.

Dilansir dari www.malaysiasun.com, pengakuan bergengsi ini menandai pertama kalinya Potique menerima penghargaan semacam itu, menegaskan peran perintis hotel ini dalam menciptakan pengalaman gaya hidup yang anggun, menginspirasi, dan mewah di jantung kota pesisir Nha Trang, Provinsi Khanh Hoa, Vietnam.

Pengakuan Global atas Keunggulan
Dijuluki sebagai “Oscar-nya perjalanan”, World Travel Awards memberikan penghargaan atas keunggulan global dalam pariwisata, perhotelan, dan penerbangan.

Kemenangan Potique Hotel sebagai Vietnam’s Leading Lifestyle Hotel 2025 menggarisbawahi komitmennya terhadap pengalaman yang melampaui masa inap standar—sebuah konsep gaya hidup sejati bagi wisatawan yang berwawasan.

Menghidupkan Gaya Hidup di Potique Hotel
Terletak di jantung Nha Trang, hanya beberapa langkah dari pantai, Potique adalah hotel butik bintang lima yang terinspirasi oleh keanggunan abadi arsitektur era Indochine.

Hotel ini telah menjadi destinasi tersendiri, di mana pengalaman yang didorong oleh gaya hidup menjadi pusat perhatian.Lucas Truong, General Manager Potique Hotel, mengatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya sumber kebanggaan bagi Potique Hotel, tetapi juga merupakan bukti komitmeni untuk ciptakan pengalaman perhotelan yang khas.

Yaitu dengan merayakan budaya lokal sambil memenuhi standar internasional. Kami percaya pencapaian ini akan menginspirasi kami untuk lebih meningkatkan Nha Trang dan Vietnam di peta pariwisata global,

Memenangkan gelar “Vietnam’s Leading Lifestyle Hotel 2025” adalah pengakuan internasional atas upaya Potique Hotel untuk membawa keramahan Vietnam ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus menyoroti Nha Trang sebagai salah satu destinasi paling menawan di kawasan ini.

Radisson Hotel Group Menandatangani Radisson Individuals Premier Pertama di Asia-Pasifik

this formate

Philippines conservator Maria Lourdes Po, Lime Hotels and Resorts’s Emil Po, dan Ramzy Fenianos and Christine Angela Sevilla

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Radisson Hotel Group (RHG) telah menandatangani Lime Resort Bohol, a member of Radisson Individuals Premier, yang diharapkan akan dibuka pada akhir tahun 2025.

Dilansir dari ttgasia.com, resor tepi pantai ini akan menjadi properti Radisson Individuals Premier yang pertama di Asia-Pasifik, mencerminkan strategi konversi grup ini dan memperluas portofolio hotel kelas atas (upper-upscale) di kawasan ini.

Penandatanganan ini menyusul perluasan merek Radisson Individuals oleh RHG menjadi tiga perpanjangan—Premier, Boutique, dan Retreat—yang memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pemilik properti dan tamu.

Radisson Individuals Premier terdiri dari hotel-hotel kelas atas di destinasi bisnis dan liburan utama, menggabungkan karakter lokal dengan standar layanan yang tinggi dan fasilitas modern.

Terletak di sepanjang pantai Panglao, Bohol, resor ini akan menampilkan 138 kamar dan suite, termasuk One-Bedroom Lagoon Suites, One-Bedroom Beachfront Villas, dan Two-Bedroom Sky Penthouses.

Fasilitas akan mencakup restoran untuk bersantap sepanjang hari (all-day dining), restoran dan bar di puncak gedung, bar kolam renang, dan klub pantai.

Para tamu akan memiliki akses langsung ke Napaling Reef, dengan atraksi seperti Pantai Panglao, Pantai Alona, Chocolate Hills, Tarsier and Wildlife Sanctuary, dan Sungai Loboc berada di dekatnya.

Resor ini berjarak 15 menit dari Bandara Internasional Bohol-Panglao dan 30 menit dari Pelabuhan Turis Kota Tagbilaran.

“Di Lime Hotels and Resorts, misi kami selalu untuk meningkatkan pengalaman keramahan Filipina dan memamerkannya di panggung dunia.”

Bermitra dengan Radisson Hotel Group untuk mengganti merek Lime Resort Bohol menjadi Lime Resort Bohol, A Member of Radisson Individuals Premier, adalah langkah strategis yang memungkinkan kami melakukan hal tersebut,” kata Emil Po, CEO Lime Hotels and Resorts.

Kemitraan ini menyatukan yang terbaik dari kedua dunia, kehangatan khas dan layanan khas Filipina dari Lime, bersama dengan standar global Radisson, jaringan penjualan dan distribusi, serta pengakuan di kalangan wisatawan internasional.
Ini meningkatkan visibilitas kami di pasar parisme kunci, meningkatkan daya saing kami, dan menjamin tamu akan tingkat kualitas, keamanan, dan kenyamanan tertinggi, kata Emil Po

Pada akhirnya, kolaborasi ini memperkuat posisi Bohol sebagai tujuan kelas dunia, sambil memastikan bahwa kami terus menciptakan pengalaman tak terlupakan yang melebihi harapan tamu.

Ramzy Fenianos, Chief Development Officer, Asia Pacific, RHG, menambahkan: “Bohol adalah pusat ekowisata yang berkembang pesat, dan resor ini tidak hanya akan melengkapi keindahan alam pulau tersebut tetapi juga menetapkan tolok ukur baru untuk perjalanan liburan di kawasan ini.

ONYX Hospitality akan Pamerkan Portofolio MICE di ITB Asia 2025

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: ONYX Hospitality Group telah mengonfirmasi partisipasinya di ITB Asia 2025, yang akan berlangsung dari 15–17 Oktober di Sands Expo & Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapura.

Grup manajemen perhotelan yang berbasis di Asia Tenggara ini, yang dikenal dengan merek-merek termasuk Amari, OZO, Shama, dan Oriental Residence, akan mempresentasikan portofolio properti yang berfokus pada MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) yang terus berkembang selama acara tersebut.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, perusahaan ini akan menyoroti lokasi-lokasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan klien korporat, penyelenggara acara, dan perencana insentif, memperkuat strateginya untuk menjadi perusahaan manajemen perhotelan berukuran sedang terbaik di Asia Tenggara.

ONYX akan memamerkan properti yang menawarkan ruang pertemuan yang fleksibel, teknologi modern, dan tim pendukung acara yang berdedikasi.
Properti Amari yang Siap MICE Menjadi Fokus Utama

Merek Amari akan menjadi pusat dari kehadiran pameran ONYX, menampilkan lokasi yang mampu menampung antara 20 hingga lebih dari 1.000 peserta.

• Amari Bangkok: Menampilkan Watergate Ballroom untuk hingga 1.200 tamu, cocok untuk konferensi, pameran, dan jamuan makan malam (gala dinner). Lokasi ini memungkinkan akses kendaraan dan menyediakan dukungan AV canggih.

Hotel ini juga mendonasikan kelebihan makanan kepada Scholars of Sustenance (SOS) sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosialnya.

• Amari Don Muang Airport Bangkok: Menawarkan akses jalan setapak langsung ke Bandara Internasional Don Muang Bangkok dan ballroom untuk hingga 800 tamu, didukung oleh ruang pertemuan tambahan.

• Amari Pattaya: Terletak di pesisir timur Thailand, properti ini mencakup Grand Ballroom untuk 600 tamu, dua ballroom tambahan masing-masing untuk 250 tamu, dan tempat acara Prego Event seluas 407 meter persegi.

• Amari Vientiane: Dibuka pada tahun 2025, properti ini membawa fasilitas MICE modern ke Laos, menampilkan ballroom untuk 600 tamu, tiga ruang pertemuan, dan ruang VIP.

• Amari Colombo: Di Sri Lanka, properti ini menyediakan ballroom seluas 160 meter persegi untuk 250 tamu dan ruang pertemuan fleksibel untuk 70–150 peserta.

• Amari SPICE Penang: Berdampingan dengan pusat konvensi utama di Malaysia, properti ini menampilkan aula tanpa pilar seluas 266 meter persegi, lima ruang pertemuan, dan ruang acara luar ruangan.

• Amari Kuala Lumpur: Sebuah hotel bersertifikasi ramah lingkungan yang menawarkan ruang pertemuan seluas 552 meter persegi dengan tujuh ruang serbaguna untuk hingga 200 tamu.

• Amari Johor Bahru: Menampilkan ruang serbaguna Lido & Rex untuk 400 tamu, cocok untuk pertemuan dan konferensi.
Selain itu, Amari Phuket, Amari Don Muang Airport Bangkok, dan Amari Buriram baru-baru ini memulai program renovasi, yang juga akan dipresentasikan ONYX di ITB Asia.

Di luar Amari, ONYX juga akan promosikan:

• OZO North Pattaya – sebuah hotel tepi pantai yang menawarkan ruang acara dan fasilitas fleksibel untuk grup insentif dan program pembangunan tim (team-building).

• Oriental Residence Bangkok – sebuah lokasi untuk acara korporat eksklusif dengan ruang pertemuan yang elegan dan kategori kamar Prestige.

ONYX juga akan memperkenalkan program mendatang, ONYX Rewards Bookers & Planners, yang dirancang untuk menawarkan manfaat loyalitas bagi pemesan korporat dan perencana acara.

Arah Strategis dan Kemitraan Industri
“ITB Asia adalah platform penting bagi kami untuk terhubung dengan mitra kami dan memperkuat hubungan. Tahun ini kami akan memamerkan luasnya portofolio kami yang siap MICE,” kata Yuthachai Charanachitta, Chief Executive Officer ONYX Hospitality Group.

“Di ONYX, kami percaya keberhasilan setiap acara berasal dari perencanaan yang cermat, perhatian terhadap detail, dan penciptaan kesan yang abadi.

Dengan properti kami yang beragam di seluruh Asia Tenggara dan dukungan dari jaringan penjualan global kami, kami mengambil pendekatan perhotelan yang disesuaikan, memberikan solusi khusus kepada perencana yang menggabungkan kenyamanan, keserbagunaan, dan layanan khas kami. tambshnya.

Sebagai bagian dari acara tersebut, ONYX juga akan mempresentasikan kampanye perayaan mereka, ‘Beyond the Festivities’, yang berfokus pada pengalaman tamu dan keterlibatan komunitas lokal.

Para delegasi yang menghadiri ITB Asia 2025 diundang untuk bertemu dengan ONYX Hospitality Group guna menjajaki peluang kolaborasi dan mempelajari lebih lanjut tentang kapabilitas MICE-nya di seluruh Asia Tenggara