Arab Saudi Siap Ekpansi dengan 94.500 Kamar Hotel Dalam Tahap Perencanaan Seiring Target Jaring 150 juta Pengunjung

this formate

Novotel Makkah Thakher City milik pemerintah RI akan melayani jamaah Haji RI  mulai 2026 

RIYADH, bisniswisata.co.id: Pasar hotel Arab Saudi dengan 171.650 kamar siap berkembang dengan 94.500 kamar dalam tahap pembangunan seiring pertumbuhan pengunjung yang melaju menuju target baru 150 juta jiwa.

Dilansir dari www.hospitalitynet.org, segmen mewah diperkirakan akan menyumbang 75% dari seluruh pasokan hotel baru di Arab Saudi. Makkah adalah destinasi paling populer, diikuti oleh Riyadh dan Jeddah.

Jumlah kamar hotel di Arab Saudi diperkirakan akan meningkat secara signifikan dari stok yang ada saat ini sebanyak 171.650 kamar, dengan sekitar 94.500 kamar tambahan yang saat ini sedang dibangun atau dalam tahap perencanaan lanjutan.

Menyusul tahun yang luar biasa di mana industri pariwisata Kerajaan berkembang sebesar 32%. Proyeksi hotel ini diungkapkan dalam Laporan Saudi dari konsultan properti global Knight Frank, yang menawarkan wawasan baru tentang transformasi ekonomi negara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Oussama El Kadiri, Partner – Kepala Penasihat Perhotelan, Pariwisata & Rekreasi, MENA, mengatakan pertumbuhan pasar perhotelan Arab Saudi didorong oleh kombinasi inisiatif pemerintah, investasi sektor swasta, dan preferensi konsumen yang terus berkembang.

Perjalanan dan pariwisata menyumbang rekor SAR 444,3 miliar (US$ 114,4 miliar) bagi perekonomian pada tahun 2024, mewakili 11,5% dari PDB negara – tertinggi di kawasan ini, menurut World Travel & Tourism Council, ungkapnya.

Pada kuartal pertama tahun 2025 saja, pengeluaran pengunjung internasional melonjak menjadi SAR 49,4 miliar, menandai peningkatan 9,7% dari tahun sebelumnya, sementara total pengeluaran pariwisata meningkat sebesar 11% menjadi SAR 284 miliar.

Pada tahun 2024, negara ini menyambut 29,7 juta pengunjung internasional, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya, dan 86,2 juta wisatawan domestik, meningkat 5% dibandingkan tahun 2023.

Total pengeluaran wisatawan tahunan mencapai SAR 284 miliar, di mana pengeluaran wisatawan internasional mencapai SAR 169 miliar, mencerminkan peningkatan sebesar 19%.

“Penelitian kami mengungkapkan industri yang berkembang pesat yang didorong oleh wisatawan kelas atas, penawaran pengalaman, dan aset perhotelan kelas dunia yang muncul di bawah Visi 2030 dan Strategi Pariwisata Nasional.” kata Oussama El Kadiri

Setelah mencapai 116 juta pengunjung domestik dan internasional pada tahun 2023, pemerintah telah merevisi target tahun 2030 dari 100 juta menjadi 150 juta pengunjung, dengan sepertiga diantaranya diharapkan merupakan wisatawan religi.

Hal ini menggarisbawahi ambisi ganda Kerajaan untuk memperkuat peran globalnya sebagai pusat ziarah Islam sekaligus memperluas jangkauannya ke perjalanan wisata dan bisnis internasional serta pariwisata domestik.

Pariwisata religi tetap menjadi penggerak utama pasar perhotelan. Tahun lalu, Arab Saudi menyambut 1,8 juta jamaah haji dan 35,7 juta jamaah umrah.

Di antara mereka, 16,9 juta jamaah internasional melaksanakan umrah pada tahun 2024, peningkatan 25% dibandingkan tahun 2023 dan jumlah jamaah internasional tertinggi yang pernah tercatat.

Bersamaan dengan itu, pergeseran struktural yang signifikan adalah peningkatan jumlah wisatawan internasional non-religius.

Kelompok ini sekarang menyumbang 59% dari total kedatangan internasional, naik dari 44% pada tahun 2019 – peningkatan sebesar 127%. Perjalanan rekreasi dan liburan saja menghasilkan SAR 36,4 miliar pada tahun 2024.

Asia adalah pasar sumber terbesar bagi wisatawan internasional Kerajaan tahun lalu, dengan 9,7 juta pengunjung. Mesir menjadi negara asal pengunjung terbesar, menyumbang 3,2 juta pengunjung, diikuti oleh Pakistan (2,8 juta) dan Bahrain (2,6 juta).

Peningkatan Pasokan Hotel

Tarif harian rata-rata untuk kamar hotel di seluruh negeri meningkat sebesar 0,3% menjadi SAR 746 (US$ 199) antara Januari dan Agustus 2025, sementara tingkat hunian naik menjadi 61%, mendorong pendapatan per kamar yang tersedia naik sebesar 1,3%.

Pada September 2025, stok hotel berkualitas di Arab Saudi mencapai 171.650 kamar, dengan pasokan yang diproyeksikan meningkat sebesar 18% pada tahun 2027.

Di seluruh Kerajaan, sekitar 358.000 kamar hotel direncanakan, di mana 94.000 kamar sedang dalam pembangunan atau pada tahap perencanaan lanjutan, menyoroti skala proyek jangka menengah hingga panjang.

Riyadh diperkirakan akan mengalami peningkatan 19% dalam jumlah kamar berkualitas menjadi 30.330 kamar pada tahun 2027. Di tempat lain, Makkah dan Madinah memiliki rencana pembangunan hotel yang sangat besar.

Proyek-proyek seperti Rua Al Haram (70.000+ kamar), Rua Al Madinah (47.000+), Knowledge Economic City (42.000+) dan Masar Makkah (41.000+), misalnya, akan menambah lebih dari 252.000 kamar di Kota Suci, 64% diantaranya akan berada dalam kategori bintang empat dan lima.

Wisatawan domestik terus menjadi bagian terbesar dari wisatawan, dengan 74,3% pengunjung selama tahun 2024 adalah warga negara Saudi.

Hampir sepertiga (29%) warga negara Saudi dan ekspatriat yang berbasis di Saudi melakukan perjalanan di dalam Kerajaan setiap 2-3 bulan, meningkat menjadi 50% bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari SAR 80.000.

“Staycation” sangat populer di kalangan warga negara Saudi, 36% di antaranya lebih menyukai liburan akhir pekan panjang selama 4-6 hari dan 20% memilih liburan selama seminggu penuh.

Bagi warga Saudi dengan pendapatan lebih tinggi (SAR 80.000+ per bulan), 67% lebih menyukai liburan domestik selama 7-10 hari. Sebaliknya, 47% ekspatriat yang berbasis di Saudi lebih menyukai perjalanan selama 2-3 hari.

Sedikitnya 19% warga membatasi perjalanan hanya untuk perjalanan sehari. Liburan yang lebih panjang dari dua minggu masih jarang di kedua kelompok tersebut.

Sebanyak 13% warga negara melakukan perjalanan setiap minggu, yang menunjukkan popularitas perjalanan jarak pendek antar kota dan pola perjalanan mingguan yang sudah mapan.

Bahkan, sekitar 250.000 warga Saudi telah pindah ke Riyadh sejak tahun 2019, banyak di antaranya memanfaatkan fakta bahwa 66% dari semua lapangan kerja baru di Saudi telah tercipta di Riyadh selama periode ini.

Tren ini menunjukkan permintaan yang kuat dan luas untuk penawaran pariwisata domestik, mulai dari liburan singkat di kota hingga pengalaman budaya dan alam yang lebih panjang.

Konsistensi perilaku perjalanan domestik, berdasarkan data dan statistik yang tersedia untuk umum, memperkuat pentingnya investasi berkelanjutan dalam infrastruktur perhotelan, pengembangan destinasi, dan konektivitas regional di bawah Visi 2030.

Hal ini terutama berlaku di pusat-pusat kota yang sudah mapan seperti Riyadh, Jeddah, dan Al-Ula, serta peningkatan penawaran di lokasi pusat regional populer seperti Al-Saudah, Taif, dan Abha.

Destinasi Paling Populer

Laporan ini juga menyoroti konsentrasi kuat perjalanan wisata domestik di sekitar pusat-pusat kota besar dan destinasi keagamaan di Kerajaan.

Makkah adalah destinasi terpopuler secara keseluruhan (42%). Namun, bagi warga Saudi dengan pendapatan bulanan lebih dari SAR 80.000, Riyadh adalah daya tarik nomor satu (61%).

Di antara pusat-pusat metropolitan negara ini, Riyadh dengan 40% dan Jeddah, juga dengan 40%, adalah destinasi wisata terpopuler, sejalan dengan peran mereka sebagai gerbang dan pusat bisnis, rekreasi, dan pengalaman budaya.

Kawasan metropolitan Dammam dipilih oleh 16%, mencerminkan daya tarik pesisirnya dan statusnya yang berkembang sebagai pusat rekreasi di Provinsi Timur.

Di luar kota-kota besar, wisatawan domestik semakin banyak menjelajahi destinasi regional. Abha dan Taif sangat populer di kalangan warga negara, masing-masing dengan 24% dan 22%, yang menggarisbawahi daya tarik iklim dataran tinggi yang lebih sejuk selama bulan-bulan musim panas.

Al-Ula, dengan 20% secara keseluruhan, telah mendapatkan daya tarik sebagai pusat warisan dan budaya, sementara pasar yang kurang berkembang di Umluj dan Jizan memiliki daya tarik khusus, masing-masing sebesar 6% dan 5%.

Fokus Pada Kemewahan

Penelitian Knight Frank menemukan bahwa 60% dari 171.650 kamar hotel di Kerajaan Arab Saudi termasuk dalam kategori mewah, kelas atas, dan kelas menengah.

Konsentrasi terbesar di Makkah (40.200 kamar) dan Riyadh (18.500 kamar), yang masing-masing menyumbang 23% dan 10% dari total pasokan.

Ke depan, proporsi kamar mewah, kelas atas, dan kelas menengah diperkirakan akan mencapai 76% dari total jumlah kamar di negara tersebut pada tahun 2030.

Hal ini mencerminkan dinamika permintaan, dengan 83% wisatawan lebih memilih hotel bintang empat atau lima. Permintaan untuk hotel kelas bawah (bintang dua ke bawah) sangat rendah, yang menggarisbawahi posisi Kerajaan sebagai pasar yang dicirikan oleh kualitas dan layanan yang tinggi.

Apartemen berlayanan menempati peringkat kedua sebagai jenis akomodasi terpopuler setelah hotel, dengan 22% responden menyukai pilihan ini, naik dari 20% pada tahun 2023.

Resor lebih disukai oleh 11% warga, , meningkat dari 9% pada tahun 2023. Namun, dengan portofolio akomodasi resor yang terus berkembang, khususnya pada proyek-proyek di Laut Merah.

Ada sekitar 8.000 kamar hotel diperkirakan akan tersedia pada tahun 2030, Knight Frank memperkirakan popularitas resor akan meningkat seiring waktu.

El Kadiri menyimpulkan bahwa sektor pariwisata dan rekreasi Arab Saudi berada di ambang transformasi bersejarah. Destinasi mega seperti Laut Merah, AlUla, dan AMAALA kini terwujud dari cetak biru visioner menjadi tempat liburan mewah yang nyata.

Resor pertama dan bandara internasional Laut Merah telah beroperasi, membentuk gelombang awal lebih dari 3.000 kamar yang akan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat pariwisata mewah dan regeneratif global.

Perkembangan ini, yang didukung oleh investasi infrastruktur yang luar biasa dan desain berkelanjutan, mencerminkan fokus strategis pada volume dan nilai. Lintasan Arab Saudi tetap luar biasa.

Dengan memadukan pariwisata warisan budaya, inovasi ziarah, dan pengalaman rekreasi modern, Kerajaan ini menciptakan identitas pariwisata yang beragam di mana kemewahan bertemu dengan keaslian dan ambisi bertemu dengan eksekusi.”

Tentang Riset

Riset untuk bagian kedua dari Laporan Saudi 2025 dilakukan oleh Knight Frank bekerja sama dengan YouGov dan mencakup 1.037 responden.

Mereka dibagi menjadi tiga segmen berbeda: warga negara Saudi dengan pendapatan bulanan SAR 10.000-50.000; warga negara Saudi yang berpenghasilan lebih dari SAR 50.000 per bulan; dan ekspatriat yang berbasis di Saudi dengan pendapatan bulanan di atas SAR 30.000.

Kelompok-kelompok ini dipilih dengan cermat untuk memberikan wawasan tentang sikap dan preferensi yang terkait dengan sektor real estat komersial Kerajaan.

Tentang Knight Frank LLP

Knight Frank LLP adalah konsultan properti global independen terkemuka. Berkantor pusat di London, jaringan Knight Frank memiliki lebih dari 740 kantor di lebih dari 50 wilayah dan lebih dari 27.000 karyawan.

Perusahaan ini memberikan konsultasi kepada klien mulai dari pemilik dan pembeli individu hingga pengembang besar, investor, dan penyewa korporat. Untuk informasi lebih lanjut tentang perusahaan.

Pengusaha Hotel Bingung, PHK Masih Terjadi-Pasar Turun

this formate

Foto: Ilustrasi hotel (Dok: Freepik)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengusaha hotel buka suara soal data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sektor akomodasi menjadi yang paling banyak menyerap tenaga kerja di tahun 2025 lalu.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, industri perhotelan di 2025 masih menghadapi tantangan berat.

Bahkan, banyak hotel yang terpaksa mengurangi pekerjanya.”Sekarang justru mereka sedang mengurangi tenaga kerja karena marketnya hilang. Itu saya bingung datanya bagaimana. Karena faktanya, kondisi industri perhotelan di 2025 masih sangat berat,” kata Maulana saat dihubungi Rabu (11/2/2026).

Dia menambahkan saat ini, perhotelan tidak menyerap pekerja harian karena pasar perhotelan sedang lesu.
“Kalau pengurangan tenaga kerja, pada umumnya akomodasi tidak menyerap pekerja harian, karena saat ini marketnya sedang turun,” jelasnya.

Maulana menjelaskan, industri hotel di Indonesia pada 2025 masih cukup berat, di mana rata-rata okupansi hotel masih di bawah 80%, yang menandakan sektor hotel masih belum membaik.

Okupansi hotel Indonesia mengalami penurunan hingga 3,2% sepanjang 2025.
“Jadi, okupansi hotel yang cukup baik hanya terjadi di Januari 2025, yang bisa melebihi okupansi 2024, setelah itu dari Februari hingga Desember, datanya menurun,” ujarnya.

Sebelumnya, BPS dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025. Pengangguran yang tercatat pada periode itu sebanyak 7,45 juta orang, turun dibanding catatan Agustus 2025 sebanyak 7,46 juta orang.

Seiring dengan itu, sejumlah lapangan usaha ternyata jor-joran menyerap tenaga kerja pada periode akhir tahun lalu. Tercermin dari jumlah penduduk bekerja yang menjadi sebanyak 147,91 juta orang, atau naik 1,37 juta orang dari catatan Agustus 2025.

“Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik serta gas,” kata Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti saat konferensi pers (5/2/2026).

Berdasarkan tingkat penambahan tertinggi, lapangan usaha akomodasi dan makanan minuman menjadi yang terbanyak menyerap tenaga kerja pada November 2025 dibanding Agustus 2025.

Penambahannya sebesar 381 ribu orang.
Diikuti oleh sektor industri pengolahan sebanyak 196 ribu orang, perdagangan 168 ribu orang, serta pertanian 161 ribu orang.

Sektor treatment air, sampah, dan daur ulang tercatat mengalami penambahan tenaga kerja sebanyak 94 ribu orang, dan konstruksi 93 ribu orang.

Setelahnya ialah sektor administrasi pemerintahan yang mengalami penambahan pekerja sebanyak 82 ribu orang dalam catatan Agustus 2025-November 2025.

Lalu, pendidikan bertambah 68 ribu orang pekerja, pertambangan 66 ribu orang, serta aktivitas keuangan dan asuransi 61 ribu orang.

Para eksekutif hotel Uraikan Berbagai Jalur Pertumbuhan, Diferensiasi dan Layanan adalah Kunci Pengakuan dan Kepuasan Tamu.

this formate

Joseph Bojanowski ( kiri)  dari PM Hotel Group, berbicara di atas panggung bersama Christopher Hartley, dari Global Hotel Alliance,  (Foto: Bryan Wroten)

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id:  Pertumbuhan datang dalam berbagai bentuk, tetapi tidak terjadi begitu saja. Demikian kesimpulan selama panel eksekutif di American Lodging Investment Summit 2026. Para pemimpin perusahaan hotel membahas rencana pertumbuhan mereka dan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Cara untuk tumbuh

Prioritas PM Hotel Group selama 24 bulan ke depan terutama adalah pertumbuhan organik, kata Presiden Joseph Bojanowski. Perusahaan telah mengakuisisi atau bergabung dengan tiga perusahaan lain selama beberapa tahun terakhir, sehingga memiliki fondasi yang stabil untuk memberikan pertumbuhan dengan properti yang ada dan tumbuh bersama pemilik properti tersebut.

Ini juga pertama kalinya AS mengalami kinerja pendapatan per kamar yang tersedia negatif di luar resesi, katanya. Prospek umum untuk kinerja hotel tahun ini tidak berubah dengan peningkatan pengeluaran. Hal ini diterjemahkan menjadi kinerja operasional yang lebih baik dan pertumbuhan RevPAR melalui pangsa pasar, pendapatan per kamar yang ditempati, dan loyalitas pelanggan.

Selain itu, perusahaan akan pertimbangkan akuisisi di mana ia mungkin dapat percepat penetrasi pasar di wilayah yang saat ini belum dimasukinya atau jika akuisisi tersebut merupakan akuisisi kemampuan, katanya.

“Saya pikir dalam lingkungan di mana pertumbuhan pendapatan lemah, Anda harus melampaui persaingan. Anda harus meningkatkan pangsa pasar,” katanya. “Ada banyak bisnis untuk beberapa orang, dan tentu saja tidak cukup bisnis untuk semua orang. Akan ada beberapa pemenang dan beberapa pecundang.”

Meskipun mungkin ada peluang bagi Starwood Hotels untuk menciptakan merek lain, perusahaan sedang mempertimbangkan mereknya sendiri, kata CEO Raul Leal. Perusahaan sedang berkembang, dan ia percaya akan ada peluang dengan beberapa merek dan properti yang telah mencapai titik usang di mana merek, manajer, atau investor tidak tahu harus berbuat apa dengan mereka.

Di situlah Starwood dapat berperan, dimulai dengan modal dan membantu mengakuisisi serta memposisikan ulang hotel, terutama jika hotel tersebut berada di lokasi yang bagus di pasar yang baik dan sesuai dengan salah satu mereknya, katanya.

“Itu adalah bagian besar dari rencana kami, terutama untuk Treehouse,” katanya, menambahkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi selusin properti untuk dikonversi ke merek tersebut.

Merek Baccarat dan 1 Hotels mereka berbeda karena dengan proyek pembangunan baru atau konversi mereka, mereka juga menyertakan hunian, katanya.

Bahkan dengan rencana pertumbuhan ini, Starwood tidak bermaksud untuk tumbuh hingga 200 hotel, katanya.

“Anda tidak bisa mencapai pemahaman mendalam seperti yang kami inginkan untuk pelanggan ini dan memiliki 500 hotel,” katanya.

Hotel di sektor independen terus berkembang, kata Christopher Hartley, CEO Global Hotel Alliance. Organisasinya memiliki daftar sekitar 300 merek independen di seluruh dunia dengan 10 hotel atau lebih yang beroperasi secara independen.

“Mereka mencoba memikirkan semuanya,” katanya. “Mereka memiliki [agen perjalanan online] di satu sisi. Mereka memiliki merek-merek besar di sisi lain.”

Peluang pertumbuhan datang dari ekspansi ke pasar yang semakin populer secara internasional, katanya. Jepang adalah salah satu pasar yang menjanjikan, dan pasar berkembang lainnya termasuk Brasil, Indonesia, dan India dengan kelas menengah mereka yang berkembang pesat.

“Anda akan melihat pasar-pasar ini mulai bergerak, dan mereka akan menciptakan merek hotel mereka sendiri,” katanya. “Mereka akan memiliki pemain independen, jadi kami melihat peluang pertumbuhan itu.”

Lebih sulit untuk menjangkau pasar, seperti AS, yang sudah sangat matang dan sudah memiliki merek-merek besar, katanya.

Sonesta International Hotels akan terus condong ke model waralaba, kata Presiden dan CEO John Murray. Perusahaan ini memiliki pertumbuhan unit bersih sebesar 26% pada tahun 2025 melalui kombinasi konversi dari manajemen ke waralaba dan pertumbuhan organik.

Perusahaan telah berinvestasi dalam platform manajemen hubungan pelanggan baru untuk lebih memahami pelanggannya, katanya. Ketika mengakuisisi bisnis OTA, perusahaan fokus untuk mengenal tamu dan alamat email mereka untuk memasarkan langsung kepada mereka. Secara keseluruhan, perusahaan juga telah berupaya meningkatkan pemasarannya di mesin pencari.

Sonesta telah mencoba mengidentifikasi kemitraan dengan kelompok perhotelan terkait, baik melalui timeshare, perjudian, atau perusahaan hotel lain yang tidak memiliki kehadiran di AS seperti Sonesta, katanya. Hal itu dapat menciptakan hubungan dalam berbagi informasi tentang tamu masing-masing dan memasarkan kepada tamu masing-masing.

“Saya pikir semua hal itu akan mendorong pertumbuhan yang signifikan bagi Sonesta dan juga membantu mendorong minat waralaba yang lebih besar sehingga sisi bisnis waralaba juga akan tumbuh secara signifikan,” katanya.

Jalan lain untuk pertumbuhan adalah bisnis kapal pesiarnya, katanya. Ada banyak minat dari para pengembang di Timur Tengah untuk memperluas bisnisnya di wilayah tersebut serta di Amerika Latin. Perusahaan baru-baru ini membuka hotel di Karibia di Curaçao. Mereka memiliki beberapa proyek yang sedang dikembangkan di Republik Dominika dan Meksiko.

Diferensiasi

Sulit untuk berargumen bahwa segmen hotel mana pun kurang terlayani, kata Bojanowski. Jika Anda hanya melihat Marriott International dan Hilton, mereka memiliki lebih dari 60 merek. Menambahkan Hyatt Hotels Corp. dan Accor dan lainnya membuat angka itu jauh lebih tinggi. “Anda memiliki 100 merek, yang bisa dibilang terlalu banyak,” katanya.

Properti di luar lokasi PM Hotel Group menawarkan pengalaman yang sesuai dengan para pelancong, katanya. Namun, jenis produk tertentu itu merupakan model bisnis yang sulit dibangun dalam skala di mana para pengelola hotel dapat menghasilkan keuntungan.

“Biaya konstruksi di daerah-daerah tersebut tinggi,” katanya. “Musiman mereka merupakan tantangan yang harus diatasi, dan di mana Anda menemukan pekerja di tempat terpencil? Jadi Anda mungkin harus membangun perumahan dan hal-hal lain yang terkait.”

Leal mengatakan, ada peningkatan signifikan jumlah orang yang bepergian dengan pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Di tingkat mewah, para pelancong ini, yang dapat dianggap sebagai kalangan kaya lama atau kaya baru, sama-sama menginginkan hal yang sama.

“Pertama, mereka menginginkan tingkat layanan yang tinggi dan memastikan Anda memahami dan mengetahui apa yang mereka inginkan tanpa takut akan teknologi, tetapi memahami apa yang sebenarnya mereka cari dan memenuhi preferensi tersebut,” katanya.

Para tamu ini juga menginginkan pilihan aktivitas di hotel, bukan sesuatu yang berbeda, katanya. Mungkin ada aktivitas kesehatan dan aktivitas makanan dan minuman yang menarik mitra lokal. Mereka mencari sesuatu yang berbeda sekarang, bahkan jika itu hotel yang sama tempat mereka menginap 10 tahun yang lalu, dan mereka menginginkan sesuatu yang lebih terstruktur.

“Anda harus mempertimbangkan demografi yang lebih muda dan jumlah uang yang beredar saat ini,” katanya. “Mereka menginginkan pengalaman itu, dan mereka tidak akan menginap di hotel yang tidak memilikinya.”

Kemewahan generik adalah risiko di mana sulit untuk membenarkan tarif premium, kata Hartley. Jika sebuah hotel menawarkan pengalaman mewah standar, itu agak dangkal dan impersonal. Hotel yang mengenakan biaya $1.000 hingga $2.000 per malam perlu memiliki jenis pengalaman yang sama sekali berbeda.

“Hanya ada sejumlah kecil orang yang bersedia membayar $1.000 atau $2.000 per malam selamanya jika mereka hanya mendapatkan pengalaman mewah generik,” katanya.

Analis: Perusahaan Hotel Diperkirakan Akan Jalani Konsep ‘“Satu Hari Demi Satu Hari” di Tahun 2026,

this formate

Kereta apung “America250” semasa Perarakan Mawar ke-137 pada 1 Januari 2026 di Pasadena, California. (Getty Images)

Faktor-faktor pendukung memang ada, tetapi pendekatan konservatif ini berakar pada kekhawatiran akan volatilitas.

LONDON, bisiswisata.co.id: Perusahaan hotel yang terdaftar di bursa saham kemungkinan akan lebih konservatif dalam prospek mereka untuk tahun 2026 selama pengumuman pendapatan kuartal keempat dan setahun penuh 2025, kata para analis.

Dilansir dari www.costar.com,hal ini bukan berarti industri hotel AS memperkirakan penurunan lebih lanjut dibandingkan tahun lalu, tetapi ada kurangnya visibilitas dalam bisnis layanan pilihan dan tren jangka pendek yang lebih lemah dalam pendapatan per kamar yang tersedia, kata Michael Bellisario, analis riset senior di Baird Capital.

“Selalu sulit ketika Anda harus memangkas proyeksi setiap 90 hari. Anda akan melihat rentang yang lebih luas dan mungkin sedikit lebih konservatif, karena Anda bisa melakukannya. Saham sedang turun. Sentimen negatif. Pasar tampaknya memberi Anda jalan untuk melakukan itu.” ujarnya.

Tren RevPAR selama beberapa minggu pertama tahun 2026 “masih belum bagus dan selalu lebih mudah untuk memberikan proyeksi dengan lebih percaya diri ketika tren RevPAR lebih menggembirakan,” kata Bellisario

Bifurkasi akan terus menjadi tren di industri perhotelan tahun ini, dengan perusahaan yang lebih condong ke kelas atas merasa lebih baik daripada perusahaan yang sangat jenuh di segmen ekonomi dan menengah.

“Tema kemewahan dan keterjangkauan akan menjadi topik hangat dan akan terus dibahas dalam konferensi telepon dan tinjauan tim manajemen,” kata Bellisario.

C. Patrick Scholes, direktur pelaksana riset ekuitas perhotelan dan rekreasi di Truist Securities, mengatakan ia memperkirakan nada umum dari perusahaan adalah “satu hari demi satu hari.”

Ada banyak hal positif yang dapat dimanfaatkan tahun ini, termasuk pergeseran kalender yang menguntungkan untuk liburan, Piala Dunia FIFA di Amerika Utara, dan peringatan 250 tahun AS, kata Scholes.

Tetapi setelah tahun yang menampilkan pergeseran prospek ke bawah dan volatilitas pasar setelah optimisme awal, perusahaan lebih berhati-hati dengan proyeksi mereka kali ini.

Paket hadiah liburan untuk para pelaku bisnis perhotelan tahun ini

“Anda tidak perlu menjadi pahlawan dan membuat [proyeksi] 200 basis poin di atas RevPAR. Lakukan satu hari demi satu hari. Anda tidak perlu menjadi pahlawan untuk memulai tidak akan kecewa,” katanya.

Jika pemesanan dan kekuatan penetapan harga Piala Dunia membuahkan hasil, pasti akan ada peningkatan tahun ini. Ketegangan geopolitik saat ini dengan AS sebagai pusatnya merupakan “risiko nyata, kata Scholes.

“Setiap hari kita bangun dan tidak disambut oleh Hari Pembebasan 2.0 saat kita menonton saluran berita favorit kita adalah hal yang baik,” katanya.

Dampak Piala Dunia

Piala Dunia akan dimainkan di 11 pasar AS musim panas ini dan tidak diragukan lagi akan berdampak pada kinerja hotel. Seberapa besar dampaknya masih coba dipahami oleh para pelaku bisnis perhotelan.

Bellisario mengatakan dia berpikir sebagian besar eksekutif hotel akan memperhitungkan beberapa manfaat dari Piala Dunia ke dalam prospek mereka karena belum banyak bisnis yang bisa dilakukan. “Ini masih tahap awal, banyak blok FIFA memiliki kontrak tertentu hingga akhir Februari,” katanya.

Akan ada kejelasan lebih lanjut pada 1 Maret karena pembatasan FIFA semakin ketat, alokasi tiket terjadi, dan kita hanya beberapa minggu lagi dari pemesanan perjalanan dan akomodasi hotel untuk pertandingan sepak bola pertengahan Juni.

“Jika ada, berita utama dan harga tiket — bukan berarti semakin buruk — tetapi mungkin ada sedikit batasan bawah tentang bagaimana semua orang berpikir tentang Piala Dunia saat ini yang mungkin membuat tim manajemen di pinggiran mungkin sedikit lebih konservatif tentang bagaimana mereka memperhitungkannya ke dalam panduan mereka karena mereka tidak tahu.”

2025: Tahun Kelam bagi Pers dan Ilmu Pengetahuan akibat Pemerintah

2025: Tahun Kelam bagi Pers dan Ilmu Pengetahuan akibat Pemerintah

this formate

Sejumlah jurnalis ikut serta dalam aksi protes menentang draf revisi terbaru UU Penyiaran di Bandung, Jawa Barat, pada 29 Mei 2024. Algi Febri Sugita/Shutterstock

  • Banyak tindakan pemerintah yang menghambat penyebaran informasi oleh pers dan akses informasi oleh masyarakat.
  • Pemerintah tampak meninggalkan sistem demokrasi dan menjadi lebih otoriter.
  • Pemerintah banyak melakukan upaya pembungkaman kebebasan sipil.

Dilansir dari theconversation.com, setidaknya dalam dua bulan terakhir, terdapat dua pernyataan dan tindakan pemerintah Indonesia yang mengancam kebebasan pers.

Pertama, pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar tentang media yang terlalu membesar-besarkan kejahatan seksual di pesantren.

Kedua, gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada Tempo sebesar Rp200 miliar. Gugatan ini merupakan bentuk keberatan Amran atas pemberitaan media Tempo yang membahas tentang pengelolaan pangan nasional.

Sayangnya, meskipun reaksi masyarakat sipil atas pernyataan Menteri Agama begitu keras, tidak ada teguran dari Presiden Prabowo Subianto.

Kedua peristiwa di atas hanyalah sedikit dari catatan ancaman kebebasan pers yang terjadi pada satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Walaupun janji kampanye keduanya mengatakan bahwa pers adalah bagian penting dari demokrasi dan pemerintahan mereka, fakta menunjukkan banyaknya tindakan yang menghambat penyebaran informasi oleh pers dan akses informasi oleh masyarakat.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat, terlepas dari transisi kepemimpinan dari Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo, tahun 2024 merupakan masa kelam dari kebebasan pers di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan banyaknya pelanggaran etika oleh media dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan media.

Ironisnya, selain kedua situasi tersebut, AJI juga mencatat bahwa para jurnalis di Indonesia mengalami serangan dan kekerasan fisik. Bahkan angkanya meningkat dari 73 kasus pada 2024, menjadi 77 kasus pada tahun 2025.

Dampak Ancaman Kepada Pers

Serangan dan ancaman kepada pers yang terus berlanjut, ditambah minimnya atau bahkan tiadanya respons yang layak dari pemerintah sebetulnya mengindikasikan beberapa hal.

Dari teror kepala babi Tempo, kita mengetahui bahwa ancaman kepada media, dianggap lelucon biasa oleh pemerintah.

Meskipun kemudian ada upaya penyelidikan oleh Polri, terdapat ketidakpahaman pihak kepolisian atas penggunaan pasal ancaman terhadap kerja jurnalistik dalam Undang-Undang Pers.

Dalam peristiwa kartu pers jurnalis CNN Indonesia yang sempat ditarik, kita bisa melihat bentuk komunikasi publik pemerintah yang buruk, sekaligus ciri pemerintahan otoriter dengan upaya pembatasan arus informasi atas isu-isu yang berhubungan dengan kepentingan publik.

Bertolak belakangnya klaim Prabowo bahwa ia memercayai demokrasi dan pers sebagai bentuk kontrol dengan situasi setahun belakangan, memang berdampak pada keselamatan jurnalis dan media.

Namun, ada dampak negatif lebih besar terhadap hak asasi manusia (HAM) dan bagaimana pemerintahan menyusun kebijakan serta peraturan perundangan-undangan dengan menghindari kritik, alergi terhadap protes, dan membuat kebijakan tanpa berbasis bukti.

Pemberitaan media yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah memang terkesan “berisik”, tapi itu adalah konsekuensi demokrasi. Pasalnya, prinsip demokrasi berlandaskan suara setiap warga negara, sehingga pers yang mewakili warga bertugas menyampaikan itu.

Lebih Otoriter

Dengan semakin banyaknya jejak pemerintahan Prabowo-Gibran yang tidak menjamin kebebasan pers, pemerintah sebetulnya sudah meninggalkan sistem demokrasi dan menjadi lebih otoriter.

Peran media yang memaparkan fakta kejahatan dan bagaimana perbaikan bisa dilakukan, justru dianggap berlebihan oleh pemerintah. Sementara kontrol media yang terlalu ketat seperti sensor justru dapat memanipulasi persepsi publik atas isu-isu terkini, membungkam suara kritis, dan berbalik menjadi pendukung rezim.

Bahkan, dalam isu spesifik seperti kesehatan masyarakat, studi tahun 2021 menunjukkan bahwa melemahnya kebebasan pers, berdampak pada tingkat harapan hidup, karena berhubungan dengan bagaimana pemerintah menyusun desain kebijakan.

Antisains dan HAM

Kritik bahwa pemerintah anti-sains dan tidak berpihak pada kebebasan sipil sebetulnya bukan hal baru. Sejak pemerintahan Jokowi, sikap ini sudah cukup jelas terlihat. Namun, “keberlanjutan” di bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran memerparah sikap tersebut.

Sikap kecurigaan dan meremehkan ilmu pengetahuan telah berdampak pada beragam kebijakan dan undang-undang, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI).

Ironisnya lagi, Prabowo lebih memilih untuk memercayai media sosial seperti TikTok sebagai bagian dari penguatan demokrasi ketimbang memperkuat peran pers, khususnya saat perusahaan media sosial juga banyak dikritik.

Di tengah kuatnya represi atas suara masyarakat sipil, pemerintah masih juga melakukan upaya pembungkaman pers, terbaru lewat pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana(KUHAP). Pengesahan ini tidak mengindahkan partisipasi bermakna, bahkan belakangan mencatut nama beberapa organisasi masyarakat sipil dalam proses dengar pendapatnya.

Di titik ini, cukup berat rasanya mengatakan bahwa Indonesia masih menjadi negara demokrasi. *

Eka Nugraha Putra

Research Fellow at Centre for Trusted Internet and Community, National University of Singapore

Ketika Nomiko Sari Mayang Mewujudkan Harapan Ayah

this formate

Nomiko saat menerima apresiasi penghargaan di Ho Chi Minh City, Vietnam dari Bob, CEO Hietour Vietnam belum lama ini.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Julukan wanita super sibuk agaknya tepat untuk Nomiko Sari Mayang, Chief Executive Officer RAC Indonesia, salah satu peserta Vietnam is Caling saat berjumpa di Ho Chi Minh City beberapa waktu lalu.

Bos yang satu ini memang super sibuk tapi sama sekali tidak menunjukkan orang yang sibuk. Tutur katanya lembut, sikapnya santai dan mudah membaur dengan peserta lainnya meski perusahaan perjalanannya melayani masyarakat papan atas dengan pelayan terpadu termasuk yang membutuhkan penerbangan private jet.

Sebagai penyedia layanan perjalanan terlengkap di pasar, Nomiko memastikan klien dapat memenuhi semua kebutuhan perjalanan mereka mulai dari dokumen (visa, asuransi) hingga logistik (transportasi, akomodasi, paket tour di satu tempat.

Ternyata Nomiko sebagai istri dan ibu bos masih bisa bersosialisasi dan ikut beragam organisasi profesi terutama di industri pariwisata. Paket wisatanya beragam di dalam dan luar negri bahkan termasuk perjalanan ibadah seperti Umroh.

Tak tangung-tanggung, dia juga aktif sebagai pengurus Indonesia Tour Leader Moslem Association. Lain waktu Nomiko menghadiri B to B dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia    ( ASPPI) , menjadi perwakilan usaha perjalanan Turki untuk Indonesia serta sibuk konferensi soal travel ke China dan berbagai negara lainnya.

Dia juga kerap memenuhi undangan dari kedutaan besar Uzbekistan di Tasken untuk berkolaborasi menjaring wisatawan Uzbekistan ke Indonesia dan sebaliknya dari  Indonesia ke Uzekistan. Aktivitasnya termasuk memenuhi undangan tour operator Vietnam untuk travel trade dan peluang investasi selama seminggu.

Wanita berdarah Minang ini juga menjadi pengurus DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) menangani hubungan internasional.“Sebagai entrepreneur saya memang aktif dalam pengembangan neworking. Jadi kalau memiliki jaringan yang luas, banyak peluang dan terus belajar,” ungkap Nomiko.

RAC Indonesia didirikan lebih dari 10 tahun yang lalu dan awalnya perusahaan ini fokus pada layanan sewa jet pribadi untuk segmen premium. Seiring waktu, RAC Indonesia telah berkembang dan memperluas layanannya ke
berbagai sektor, termasuk tour Umrah, layanan tiket dan hotel (Viscon), asuransi perjalanan, dan proyek B2B.

“Slogan kami Satu untuk Semua dan Semua untuk Satu. Soalnya traveling jangan dibuat ribet karena itu dengan pengalaman lebih dari satu dekade, RAC Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi perjalanan eksklusif, andal, dan terintegrasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan.” tegasnya.

Cita-citanya tak muluk-muluk yaitu menjadikan RAC Indonesia sebagai pilihan pertama dan terakhir bagi semua orang dalam menangani semua kebutuhan perjalanan mereka.

“Jadi mau perjalanan bisnis, leisure atau perjalanan ibadah kami tangani tanpa klien harus repot dengan menyediakan semuanya di satu tempat,” kata Nomiko.

Sebagai seorang traveler, Nomiko mengutamakan solusi perjalanan terpadu,
membangun reputasi layanan dengan keunggulan membangun reputasi yang kuat untuk keandalan, keahlian, dan layanan pelanggan di semua divisi bisnis.

“ Saya sendiri juga hobi berwisata dan tahu pasti kebutuhan klien termasuk women traveler yang lagi ngetrend di seluruh dunia. Jadi soal  kepuasaan pelanggan bukan bahasa brosur tapi menjadi keandalan kami,” katanya bersungguh-sungguh.

Untuk tahun 2026 ini RAC Indonesia berupaya untuk mengoptimalkan semua lini bisnis terutama dengan Turkey Travelshop dan berupaya membuka City Tours di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Indonesia Timur.

 

 

Arahan Ayahanda Tercinta

Nomiko Sari Mayang merupakan anak ke tiga dari alm Drs Iskandar Rosa SAP yang merupakan pensiunan dari Kantor Gubernur Sumatra Barat dengan ibu bernama Syafrida.
Lahir di Padang, Sumatra Barat, usai tamat SMA sang ayah berharap anak gadisnya bisa berkomunikasi cas cis cus berbahasa Inggris.

Soalnya bahasa Inggris menjadi bahasa internasional. Oleh karena itu sang ayah berharap Nomiko bisa bekerja di kedutaan asing dan luas pergaulan di mancanegara.

Kesederhanaan sang ayah yang seorang pegawai negri sipil ( PNS) meski tidak melalui jalur Departemen Luar Negeri maupun Kedutaan RI di mancanegara kelak membawa Nomiko menjalani karirnya sendiri.

“ Selepas SMU almarhum papa menginginkan saya berkuliah di jurusan bahasa asing karena beliau ingin saya aktif berkomunikasi dan aktif di kedutaan-kedutaan besar agar bisa punya hubungan dengan masyarakat internasional,” jelasnya lagi.

 

Akhirnya Nomiko kuliah di jurusan Sastra Inggris Universitas Pakuan Bogor. Namun selepas kuliah langsung bekerja di perusahan yang bergerak di maskapai penerbangan nasional dan berlangsung sampai 7 tahun.

“Selama disini banyak ilmu yang saya dapat tanpa bersekolah di bidang transportasi udara seperti paham tiketing, reservasi, sales dan marketing di Garuda Indonesia,”

Tergolong suka mencari tantangan baru, setelah tujuh tahun mengabdi, Nomiko pindah ke perusahan penerbangan private jet non regular Indonesia Air Transport. Benar saja di perusahaan ini Nomiko mendapatkan ilmu baru mulai dari membuat file dokumen untuk tender kontrak jangka panjang dengan perusahaan minyak.

“Charter helicopter maupun fixed wing untuk di lepas pantai, menangani penerbangan charter hingga inflight service seperti catering, cost crew preparation, hitung jam terbang dan terjun langsung ke airport dan kordinasi dengan bagian ground handling dan bagian operasional lainnya,” katanya bersemangat mengenang masa-masa itu.

Soal operasional sampai urusan pesawat berangkat ( departure ) maupun mendarat (landing ) membuatnya paham Standard Operation Procedur ( SOP) dan disinilah Nomiko mulai kenal dengan beberapa operator private jet, kata Nomiko yang mau mempelajari hal-hal secara detil dan teknis.

Merindukan jam kerja kantoran yang tetap, tahun 2015 dia pindah ke VFS Global, perusahaan yang menjadi visa application center di Kuningan City Mall. VFS merupakan frontliner atau bagian terdepan kedutaan bagi yang ingin mengurus visa turis maupun visa bisnis.

Nah disini saya dapat ilmu lagi dan selalu berinteraksi dengan management internal secara global. Setelah hampir 10 tahun bekerja di satu tempat,  di tahun 2024 bulan april saya memutuskan untuk resign dan menyatukan semua pengalaman kerja dan hobi travelling yang saya tuangkan dalam sebuah perusahaan jasa travel,” jelasnya.

Konsep yang diusungnya adalah exclusive untuk melayani jasa visa concierge, penyewaan private jet, MICE, leasure , private tour dan umrah yang dijadikan satu di RAC Indonesia. Usahanya ini punya tiga kepanjangan nama dari Rajawali Air Charter Indonesia untuk yang private jet, kemudian Rajawali Asistence Center untuk tour dan visa dan terakhir adalah Rahadatul achyar untuk umrah.

Pepatah yang menyatakan Banyak Jalan Menuju Roma berlaku bagi Nomiko Sari. Mayang. Meski sang papa membayangkan karir anaknya bisa dimulai dengan menguasai bahasa Inggris dan kerja di kedutaan. Maka dia menapaki jalan karirnya sendiri.

Kiasan itu maknanya dalam kehidupan adalah banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama. Tidak harus satu metode saja, tidak harus mengikuti cara orang lain. Intinya bisa juga ditafsirkan jangan pernah menyerah kalau satu cara gagal, masih ada banyak jalan lain. Siapa sangka harapan sang ayah terwujud karena tujuannya sama meski jalannya boleh berbeda.

Setelah melanglang buana ke berbagai benua, ibu tiga anak lelaki yang sudah beranjak remaja yang duduk dibangku sekolah menengah atas, sivtenga duduk di bangku SD dan terkecil usia tiga tahun, urang awak yang suka gulai kepala ikan dan penggila durian ini ingin hidup tenang.

Cita-citanya juga sederhana yaitu sukses menjadi istri, ibu dan pengusaha yang bermanfaat untuk umat. Suaminya yang juga terjun ke usaha travel agent sangat mendukungnya untuk sukses.

“ Hal penting dalam hidup adalah sesuai dengan doa-doa yang dipanjatkan di Padang Arafah ketika berhaji tahun 2025 lalu, menjadi keluarga Samawa, bisa membahagiakan keluarga,” kata Nomiko.

Selamat hidup di dunia dan akhirat menjadi harapan tiap Muslim dan Nomiko berharap selama sisa hidup diberikan keberkahan serta dapat bermanfaat untuk orang lain serta menjadi hajjah yang mabrurah dan di dikelilingi orang-orang baik.

Di akhir pembicaraan lewat WA dan voice note, wanita cantik yang stylist ini rupanya tengah berada di Tokyo untuk urusan bisnis. Masya Allah, alhamdulillah, jarak tidak lagi masalah karena kecanggihan teknologi telah memungkinkan baginya untuk menyelesaikan tugas di ujung dunia sekalipun. Terima kasih Ya Rabb dipertemukan hamba-hambaMu yang terbaik.

Anggota GSTC, Khiri Travel, Raih Sertifikasi GSTC di Seluruh Destinasinya di Asia

this formate

LONDON, UK, bisniswisata.co.id:GSTC atau Global Sustainable Tourism Council  ucapkan selamat kepada Khiri Travel atas pencapaian Sertifikasi GSTC di seluruh destinasi operasionalnya di Asia.

Khiri Travel, sebuah perusahaan manajemen destinasi yang berbasis di Asia Tenggara, beroperasi di Thailand, Indonesia, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Sri Lanka, secara resmi disertifikasi pada 18 Desember 2025 oleh Control Union, sebuah badan sertifikasi yang diakreditasi GSTC.

Di Khiri Travel, keberlanjutan diintegrasikan di seluruh operasinya melalui pendekatan terstruktur yang menangani dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dalam laporan keberlanjutan terbarunya, perusahaan menyoroti upaya untuk meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi limbah, dan membatasi jejak lingkungan di seluruh destinasinya.

Perusahaan juga menanamkan praktik yang bertanggung jawab dalam rantai pasokannya. Khiri Travel juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama erat dengan mitra dan komunitas lokal untuk mendukung pembangunan ekonomi inklusif, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Tindakan-tindakan ini, sebagaimana dilaporkan oleh perusahaan, dipandu oleh Standar GSTC dan tunduk pada pemantauan berkelanjutan dan peningkatan terus-menerus di seluruh destinasi operasional.

“Kami mengucapkan selamat kepada Khiri Travel atas pencapaian penting ini. Sangat menggembirakan melihat bagaimana mereka secara aktif menempuh jalan keberlanjutan dengan mengintegrasikan Standar GSTC ke dalam operasional mereka, “kata Randy Durband, CEO GSTC.

Meraih Sertifikasi GSTC di seluruh destinasi mereka merupakan demonstrasi nyata komitmen mereka terhadap praktik pariwisata yang kredibel, transparan, dan bertanggung jawab, tambahnya

Willem Niemeijer, CEO dan pendiri Khiri Travel, menekankan signifikansi operasional dari pencapaian ini. “Sertifikasi GSTC telah memberi kami kerangka kerja praktis untuk membawa keberlanjutan melampaui pernyataan kebijakan dan ke dalam operasional sehari-hari.

“ Proses ini membantu menyelaraskan tim, mengidentifikasi kesenjangan, dan menerjemahkan niat menjadi tindakan dengan cara yang terstruktur dan terukur. Ini memperkuat bahwa keberlanjutan bukanlah proyek sampingan, tetapi bagian integral dari cara kami merancang produk, bekerja dengan komunitas, dan menjalankan bisnis kami,” katanya.

Sukhum Jarangdej, Koordinator Keberlanjutan di Khiri Travel, menambahkan: “Mencapai sertifikasi merupakan sinyal yang jelas bahwa operasional kantor Khiri, mitra, dan pemasok selaras dengan visi Khiri Travel dan kerangka kerja 4C yaitu konservasi, komunitas, budaya, dan perdagangan yang bertanggung jawab.”

Komitmen Khiri Travel terhadap keberlanjutan semakin dibuktikan dengan 14 anggota staf yang memperoleh Sertifikat Profesional Pariwisata Berkelanjutan GSTC tahun lalu.

Tentang Sertifikasi GSTC

Setiap Destinasi, Hotel/Akomodasi, atau Operator Tour yang telah mengembangkan sistem manajemen sesuai dengan Standar GSTC dapat disertifikasi sebagai berkelanjutan oleh badan sertifikasi terakreditasi GSTC (ACB) sesuai dengan persyaratan Standar GSTC.

Akreditasi adalah tanda kualitas yang diberikan GSTC kepada badan sertifikasi yang memilih proses independen dan tidak memihak kami untuk memastikan mereka mensertifikasi bisnis, seperti hotel, operator tur, atau destinasi, dengan cara yang kompeten dan tidak bias.

Menjadi ‘Terakreditasi GSTC’ berarti bahwa badan sertifikasi tersebut melakukan sertifikasi sesuai dengan proses yang sesuai dengan standar internasional dan praktik terbaik. Ini merupakan cara paling dapat diandalkan untuk memastikan kepercayaan dan kredibilitas dalam sertifikasi pariwisata berkelanjutan.

MaTIC Jadi Pusat Satu Atap untuk Kampanye Visit Malaysia 2026

this formate

Kuliner khas Malaysia, nasi lemak

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:  Sehubungan dengan Kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026), Pusat Pariwisata Malaysia (MaTiC) kini bertindak sebagai Pusat Satu Atap melalui penyelenggaraan pameran dan pertunjukan budaya yang menyatukan berbagai lembaga seni, budaya, dan warisan nasional di satu lokasi.

Inisiatif Pariwisata Malaysia ini bekerja sama dengan MaTiC bertujuan untuk perkenalkan kekayaan warisan Malaysia, seni visual, kerajinan tangan, gastronomi tradisional, dan pertunjukan budaya kepada pengunjung lokal dan internasional.

Upaya ini akan memperkuat citra Malaysia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.Beberapa konten utama yang disorot dalam program ini adalah:

• Pengenalan berbagai makanan warisan Malaysia oleh Departemen Warisan Nasional

• Pameran kerajinan tangan lokal oleh Kraftangan Malaysia

• Pameran karya seni seniman lokal oleh Galeri Seni Nasional

• Pertunjukan budaya tradisional oleh Departemen Kebudayaan dan Seni Nasional (JKKN) dan Istana Budaya

• Pertunjukan alat musik tradisional Malaysia oleh Akademi Seni, Budaya dan Warisan Nasional (ASWARA)

• Demonstrasi pijat tradisional oleh Asosiasi Spa Malaysia (AMSPA)

• Pameran dan penyewaan Pakaian Tradisional

Chiew Choon Man, Wakil Menteri Pariwisata, Seni & Budaya, mengatakan selama kunjungannya ke Pusat Layanan Terpadu pada 28 Januari 2026 bahwa pendirian Pusat Layanan Terpadu ini bersamaan dengan Kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Tempat ini diharapkan menjadi platform komprehensif yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati pengalaman yang mencakup seni, budaya, warisan, dan unsur-unsur kesejahteraan Malaysia dalam satu kunjungan, sejalan dengan aspirasi kampanye tersebut.

Pameran dan kegiatan penjualan terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 10.00 hingga 18.00, sementara pertunjukan budaya dijadwalkan berlangsung setiap hari pada waktu yang ditentukan.

Masyarakat dan pengunjung diundang untuk mengunjungi MaTiC untuk merasakan sendiri keunikan warisan dan kekayaan budaya Malaysia yang penuh warna.

Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri selama Perayaan Tahun Baru Imlek

this formate

Imlek perayaan bersama keluarga dan barongsai menjadi hiburan bagi semua orang.                 (Foto : Glory Eva)

Berdasarkan data Trip.com, tren perjalanan wisata ke Indonesia masih cukup tinggi, dengan China, Malaysia, dan Singapura sebagai kontributor terbesar

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun Baru Imlek merupakan salah satu periode penting bagi industri wisata di Indonesia. Berdasarkan data Trip.com, selama periode libur Imlek tahun ini, ada banyak wisatawan Indonesia yang bepergian ke berbagai destinasi di luar negeri, mulai dari Kuala Lumpur, Singapura, hingga Jeddah.

Fakta tersebut mencerminkan tingginya demand perjalanan ke luar negeri selama musim liburan. Di sisi lain, demand perjalanan wisata ke Indonesia di periode yang sama juga tetap solid, dengan China, Malaysia, dan Singapura tercatat sebagai tiga kontributor sumber wisatawan mancanegara terbesar.

“Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena memadukan perayaan yang meriah dengan tradisi ‘mudik’ yang semarak. Data kami menunjukkan bahwa hampir seperempat wisatawan memilih rute domestik, seperti Jakarta–Pontianak dan Jakarta–Medan, untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.” ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia.

Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik secara personal untuk mengurangi komplikasi saat bepergian, baik untuk perjalanan menuju kampung halaman atau untuk bertualang ke luar negeri.

Trip.com menawarkan beragam layanan, mulai dari penerbangan hingga aktivitas lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing wisatawan  dan yang paling penting selama periode yang penuh makna ini; menciptakan kenangan yang indah dengan berkumpul kembali bersama orang-orang terkasih,btambahnya.

Wisatawan Indonesia masih memprioritaskan kota-kota terdekat untuk menikmati liburan Tahun Baru Imlek. Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah adalah beberapa destinasi terpopuler di luar negeri .

Disusul oleh Bangkok dan Tokyo meski destinasi yang sudah familiar tetap diminati, wisatawan Indonesia juga makin tertarik menjelajahi beragam destinasi baru, seperti Madinah, Sapporo, dan Adelaide.

Di antara ketiganya, Kota Madinah menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan pemesanan lebih dari 500% dalam satu tahun terakhir (year-on-year/YOY) di Trip.com, disusul Sapporo dengan pertumbuhan di atas 250% dan Adelaide yang mendekati angka 200%

Wisatawan Indonesia kini memesan tiket lebih awal dengan jarak perjalanan lebih dekat, Mereka cenderung merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan sejak jauh hari sebelum waktu keberangkatan pada libur Tahun Baru Imlek.

Tahun ini, 43% pemesanan dilakukan lebih dari 60 hari sebelum tanggal perjalanan, relatif serupa dengan kondisi pada tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat sedikit pergeseran minat terhadap jarak perjalanan, dengan 49% penerbangan dipesan untuk destinasi jarak menengah hingga jarak jauh, sedikit lebih rendah dibandingkan angka 51% di periode yang sama pada tahun 2025

Indonesia Mencatat Pertumbuhan pada Perjalanan Wisata Mancanegara.

Indonesia mendapatkan demand yang cukup tinggi untuk perjalanan wisata mancanegara (inbound). Menjelang libur Tahun Baru Imlek ini, China, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang muncul sebagai sumber utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Selain negara-negara tersebut, Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan terkait kedatangan wisatawan asal Italia, Selandia Baru, Jerman, Rusia, dan Kamboja . Data ini menunjukkan peningkatan daya tarik Indonesia bagi wisatawan internasional yang lebih beragam

Destinasi Domestik Saat Imlek

Perjalanan domestik selama periode Tahun Baru Imlek juga menunjukkan tren yang menarik. Destinasi domestik populer umumnya didominasi kota dengan populasi masyarakat China-Indonesia yang signifikan, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Pontianak, dan Medan.

Sementara itu, Jakarta–Bali–Jakarta, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Pontianak masih menjadi rute domestik yang paling banyak dipesan. Tren ini mencerminkan kuatnya budaya mudik di Indonesia bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data Trip.com, puncak arus mudik Tahun Baru Imlek diperkirakan terjadi selama tiga hari, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 Februari.

Saat ini, Trip.com menyediakan lebih dari 300.000 aktivitas, atraksi wisata, pertunjukan, tur, pilihan transportasi, dan pengalaman wisata yang dapat dipesan di lebih dari 2.000 kota dalam 24 bahasa. Tersedia beragam pilihan wisata, mulai dari wisata kuliner di restoran mitra Trip.Gourmet hingga pertunjukan budaya.

Para wisatawan dapat mencari dan memesan berbagai atraksi wisata lokal maupun internasional dalam bahasa dan mata uang pilihan mereka, dengan ketersediaan real-time melalui aplikasi Trip.com.Tren ini didasarkan pada data pemesanan Trip.com di Indonesia, dengan perbandingan antara periode Tahun Baru Imlek 2025 dan 2026

Pergeseran Pola Libur Akhir Tahun: Kota Regional Kian Dorong Perjalanan Domestik Indonesia.

this formate

Wisatawan domestik rehat sejenak di jalan Malioboro, Jogja usai belanja okeh-oleh. ( Foto: dok Herlina)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PRISM merilis New Year Travel Report 2026 Indonesia, yang mengungkap perubahan pola perjalanan masyarakat selama periode libur akhir tahun. Data menunjukkan bahwa meskipun kota-kota besar tetap menjadi pusat mobilitas utama.

Pertumbuhan perjalanan justru semakin terdorong oleh kota-kota regional dan destinasi sekunder, mencerminkan distribusi perjalanan domestik yang semakin merata.

Kota Besar Tetap Menjadi Jangkar, Kota Regional Dorong Pertumbuhan.

Selama periode puncak libur akhir tahun, Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Bandung
mencatat aktivitas perjalanan tertinggi. Jakarta mempertahankan perannya sebagai
pusat mobilitas nasional, didorong oleh kombinasi perjalanan bisnis dan liburan.

Yogyakarta dan Bali terus menarik minat wisatawan berkat daya tarik budaya dan
rekreasi, sementara Bandung tetap menjadi destinasi favorit untuk perjalanan
singkat.

Namun, momentum pertumbuhan juga terlihat kuat di kota-kota regional seperti Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar.

Kinerja kota-kota ini menunjukkan
meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajahi destinasi di luar pasar utama,
seiring (eksibilitas perjalanan dan konektivitas antardaerah yang semakin baik.

Durasi Lebih Panjang dan Nilai Transaksi Lebih Tinggi

Sepanjang libur akhir tahun, Jakarta mencatat volume pemesanan tertinggi di
platform PRISM. Sementara itu, kota-kota seperti Yogyakarta, Bali, dan Bandung
menjadi kontributor utama dari sisi nilai pemesanan.

Ini didorong oleh durasi menjadi kontributor utama dari sisi nilai pemesanan, didorong oleh durasi menginap yang lebih panjang serta preferensi terhadap akomodasi dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Di luar kota-kota utama, pertumbuhan pemesanan di Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar turut memperkuat tren pemerataan perjalanan domestik, dengan kota primer dan sekunder sama-sama berkontribusi terhadap performa keseluruhan.

Aktivitas Perjalanan Regional Tetap Solid
Pada tingkat provinsi, Jawa Barat muncul sebagai salah satu wilayah dengan
aktivitas perjalanan tertinggi, didukung oleh kedekatan dengan Jakarta serta ragam
pilihan destinasi.

DKI Jakarta tetap menjadi pusat perjalanan antarkota dan bisnis, sementara Jawa Timur, Sumatra Utara, dan DI Yogyakarta mencatat permintaan yang stabil sepanjang periode liburan.

Libur Akhir Tahun Jadi Momentum Utama Perjalanan Domestik

Bulan Desember kembali menjadi periode paling aktif untuk perjalanan domestik,
dengan puncak aktivitas terjadi menjelang dan selama perayaan Tahun Baru.

PRISM juga mencatat peningkatan preferensi terhadap durasi menginap yang lebih
panjang, khususnya untuk liburan keluarga dan perjalanan dengan jadwal yang lebih
fleksibel.

Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia, mengatakan data libur akhir tahun
menunjukkan bahwa perjalanan domestik di Indonesia semakin terdiversifikasi.

Kota-kota besar tetap menjadi jangkar utama, namun pertumbuhan perjalanan kini
semakin ditopang oleh kota-kota regional. Ini mencerminkan perubahan perilaku
wisatawan yang lebih fleksibel dalam memilih destinasi dan durasi perjalanan.

Akomodasi Terstandarisasi Tetap Dominan

Selama periode puncak, akomodasi kelas budget dan menengah dengan standar
layanan yang konsisten tetap menjadi pilihan utama wisatawan. Faktor kenyamanan,
aksesibilitas, dan value for money menjadi pertimbangan utama di tengah tingginya
mobilitas selama musim liburan.