VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Laos diperkirakan akan menyambut antara 5 hingga 6 juta wisatawan internasional pada tahun 2026, dengan wisatawan Tiongkok diproyeksikan menyumbang sekitar 2 juta dari total tersebut, menurut perkiraan pemerintah.
Angka tersebut akan menjadi hasil dari peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Laos-Tiongkok dan meningkatnya minat perjalanan di sepanjang jalur kereta api Laos-Tiongkok, yang selanjutnya akan terhubung ke jalur kereta api lain di ASEAN, Tiongkok, dan Eropa.
Dilansir dari laotiantimes.com, pariwisata tetap menjadi salah satu pilar ekonomi utama Laos. Sebelum pandemi Covid-19, negara ini menerima hampir 5 juta wisatawan internasional setiap tahunnya, termasuk lebih dari 1 juta wisatawan Tiongkok. Pada saat itu, wisatawan Tiongkok menghasilkan pendapatan hampir US$ 700 juta, melampaui pendapatan dari beberapa sektor lainnya.
Jumlah wisatawan telah pulih secara stabil sejak pembukaan kembali. Pada tahun 2024, Laos mencatat lebih dari 4,1 juta kedatangan internasional, hampir satu juta lebih banyak daripada tahun 2023. Pada tahun 2025, kedatangan meningkat menjadi hampir 4,6 juta, termasuk sekitar 1,1 juta wisatawan Tiongkok.
Kereta Api Mendorong Pertumbuhan Pariwisata
Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Leklay Sivilay mengatakan bahwa jalur kereta api Laos-Tiongkok telah memainkan peran sentral dalam mendukung pertumbuhan pariwisata.
Sejak operasi dimulai pada akhir tahun 2021, sekitar 12 juta penumpang telah melakukan perjalanan domestik di Laos.
Di sepanjang rute Vientiane-Kunming, jumlah penumpang terus meningkat, sementara transportasi barang juga telah berkembang secara signifikan.
Di dalam negeri, kereta api telah mengangkut sekitar 16 juta ton barang, dengan total barang di sepanjang rute yang lebih luas mencapai sekitar 72 juta ton.
Pihak berwenang mengatakan bahwa kereta api telah mengurangi waktu perjalanan dan biaya logistik, sehingga pariwisata lintas batas menjadi lebih nyaman.
Peningkatan konektivitas transportasi telah mendorong wisatawan regional untuk memasukkan Laos dalam rencana perjalanan multi-negara.
Pemerintah berencana untuk lebih menginte- grasikan jalur kereta api Laos-Tiongkok dan Laos-Thailand dan memposisikan negara ini sebagai pusat transportasi regional.
Pembangunan jalur kereta api Laos–Vietnam dari Provinsi Khammouane ke perbatasan Vietnam diperkirakan akan segera dimulai, sementara studi kelayakan sedang dilakukan untuk jalur kereta api Vientiane–Pakse.
Target Pariwisata Lima Tahun ke Depan
Ke depan, Laos akan menarik 22 juta pengunjung internasional antara tahun 2026 dan 2030, menghasilkan pendapatan sekitar US$ 8 miliar. Pariwisata domestik akan mencapai 11 juta perjalanan selama periode yang sama, dengan nilai sekitar US$ 5 miliar.
Para pejabat mengatakan bahwa meningkatnya minat pada situs warisan budaya, atraksi alam, dan pariwisata budaya, dikombinasikan dengan peningkatan konektivitas regional, diharapkan dapat mempertahankan momentum tersebut.
Jika tren saat ini berlanjut, pariwisata akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, dengan pemerintah menargetkan ekspansi tahunan setidaknya 6 persen hingga tahun 2030.
