Apa yang Membuat Program Duta Pariwisata Berdampak Tinggi? Cetak Biru Berbasis Data untuk Destinasi

this formate

Oleh Stephen Ekstrom

FLORIDA, bisniswisata.co.id: Para pemimpin pariwisata menghadapi tantangan yang terus-menerus. Destinasi berinvestasi besar-besaran dalam pemasaran, branding, dan infrastruktur, namun bagian paling berpengaruh dari pengalaman pengunjung seringkali bermuara pada satu interaksi—dengan karyawan garis depan, pemilik bisnis lokal, atau penduduk setempat.

Dilansir dari blog.learntourism.org , momen itulah yang membuat pelatihan duta pariwisata menjadi transformatif. Program duta pariwisata yang berdampak tinggi tidak hanya berbagi informasi.

Program ini membangun kepercayaan diri, membentuk perilaku, dan mengubah orang biasa menjadi pendukung yang kuat bagi komunitas mereka. Mari kita uraikan apa yang sebenarnya berhasil—menggunakan wawasan dunia nyata dan ilmu pembelajaran yang terbukti.

Pergeseran dari Informasi ke Transformasi

Pelatihan tradisional berfokus pada transfer pengetahuan. Program berkinerja tinggi berfokus pada perubahan perilaku.

Penelitian dalam pembelajaran orang dewasa secara konsisten menunjukkan bahwa peserta didik lebih mudah mengingat ketika konten relevan, interaktif, dan dapat diterapkan segera.

Menurut Laboratorium Pelatihan Nasional, tingkat retensi dapat melebihi 70% ketika peserta didik secara aktif mempraktikkan dan menerapkan konsep, dibandingkan dengan kurang dari 20% untuk pembelajaran pasif.

Wawasan itu mengubah segalanya.

Program duta pariwisata harus melampaui “inilah yang harus dilakukan” dan beralih ke:
“Inilah mengapa hal itu penting.”
“Inilah cara menerapkannya.”
“Inilah bagaimana rasanya melakukannya dengan baik.”

Empat Pilar Program Duta Pariwisata yang Berdampak Tinggi

1. Kurikulum yang Didorong oleh Tujuan (Mulai dengan ‘Mengapa’)

Program pelatihan pariwisata yang paling efektif dimulai dengan menjawab pertanyaan penting: Mengapa pariwisata penting bagi komunitas ini?, Program yang berdampak tinggi meliputi:
*Dampak ekonomi pariwisata (lapangan kerja, pendapatan pajak, investasi lokal)
*Manfaat bagi masyarakat (kualitas hidup, pelestarian budaya)
*Peran setiap peserta dalam membentuk pengalaman pengunjung
*Ketika peserta didik memahami “mengapa,” mereka menjadi terlibat secara emosional.
*Faktanya, para peserta sering kali melaporkan rasa terkejut atas skala dampak pariwisata dan peran mereka di dalamnya—seringkali menyebutkan apresiasi baru terhadap komunitas mereka setelah pelatihan.

2. Pengetahuan Lokal yang Terasa Personal, Bukan Terstruktur

*Program duta pariwisata yang kuat membekali peserta dengan:
*Rekomendasi dari orang dalam (restoran, tempat wisata, permata tersembunyi)
*Alat praktis (peta, situs web, rencana perjalanan)
*Skenario nyata yang mereka temui setiap hari. Namun kuncinya adalah keaslian.

Peserta secara konsisten menyoroti nilai dari menemukan tempat dan sumber daya baru yang dapat mereka bagikan dengan percaya diri kepada pengunjung. Ini bukan tentang menghafal fakta—ini tentang membangun cerita yang layak diceritakan.

3. Membangun Kepercayaan Diri Melalui Praktik

Kepercayaan diri adalah hasil terpenting dari pelatihan duta pariwisata.
Program yang berhasil meliputi:
*Pembelajaran berbasis skenario (permainan peran, simulasi)
*Kerangka percakapan (cara menyapa, memandu, dan merekomendasikan)
*Kesempatan untuk menerapkan pengetahuan secara langsung

Dampaknya jelas. Peserta berulang kali melaporkan merasa lebih percaya diri dalam menyambut pengunjung dan menciptakan pengalaman yang bermakna setelah menyelesaikan pelatihan.

Kepercayaan diri mengarah pada interaksi yang lebih baik. Interaksi yang lebih baik menghasilkan kepuasan pengunjung yang lebih tinggi. Dan itu mendorong kunjungan berulang dan promosi dari mulut ke mulut yang positif.

4. Desain Pembelajaran yang Fleksibel dan Modern

Tenaga kerja saat ini mengharapkan pembelajaran yang:
*Mudah diakses (ramah seluler, sesuai permintaan)
*Menarik (video, elemen interaktif, bercerita)
*Efisien (modul pendek, hasil yang jelas)
*Program pelatihan pariwisata yang paling efektif menggunakan:
*Pembelajaran mikro (pelajaran 5–10 menit)
*Konten multimedia (video, audio, peta interaktif)
Pembelajaran campuran (pengalaman daring + tatap muka)

Peserta sering meminta lebih banyak elemen interaktif—seperti bercerita melalui video atau pengalaman yang digamifikasi—karena format ini memperdalam keterlibatan dan retensi.

Mengukur Keberhasilan: Apa yang Sebenarnya Berubah?

Program duta pariwisata yang berdampak tinggi harus menghasilkan hasil yang terukur:

1. Peningkatan Kepercayaan Diri

Peserta merasa lebih siap untuk berinteraksi dengan pengunjung, menjawab pertanyaan, dan memberikan rekomendasi.

2. Pengetahuan Lokal yang Lebih Luas

Peserta didik menemukan atraksi, pengalaman, dan sumber daya baru yang dapat mereka bagikan dengan pengunjung.

3. Kebanggaan Komunitas yang Lebih Kuat

Memahami dampak pariwisata menumbuhkan hubungan yang lebih dalam dengan suatu tempat.

4. Pengalaman Pengunjung yang Lebih Baik

Penduduk lokal yang lebih berpengetahuan dan lebih percaya diri menciptakan interaksi tamu yang lebih berkesan.

Hasil ini bukan teori—hasil ini secara konsisten terlihat dalam umpan balik peserta di seluruh program.

ROI Tersembunyi: Mengubah Penduduk Lokal Menjadi Saluran Pemasaran Terbaik Anda

Destinasi sering mengabaikan aset pemasaran mereka yang paling ampuh: orang-orang mereka.

Setiap duta pariwisata yang terlatih menjadi:
Seorang pendongeng, Seorang pemberi rekomendasi, Seorang perwakilan merek,
Tidak seperti iklan tradisional, interaksi ini:
Terpercaya, Personal, Kontekstual

Itulah esensi pemasaran pariwisata modern. Ini bukan hanya tentang menarik pengunjung—tetapi tentang memberikan pengalaman yang menginspirasi mereka untuk kembali dan berbagi.

Merancang Program yang Berkelanjutan

Program duta pariwisata yang sukses bukanlah inisiatif sekali saja. Ini adalah ekosistem yang terus berkembang.

Untuk mempertahankan dampak:

*Perbarui konten secara berkala (atraksi baru, pengalaman musiman)
*Gunakan analitik untuk melacak keterlibatan dan hasil
*Perkuat pembelajaran melalui komunikasi dan penyegaran yang berkelanjutan
*Integrasikan pelatihan ke dalam strategi pengembangan tenaga kerja yang lebih luas

Destinasi yang memimpin dalam pelatihan pariwisata memperlakukannya sebagai investasi berkelanjutan—bukan sekadar formalitas.

Pikiran Akhir: Pelatihan Adalah Strategi

Program duta pariwisata bukan lagi sekadar “hal yang bagus untuk dimiliki.”

Program ini merupakan alat strategis untuk:
Pengembangan ekonomi, keterlibatan tenaga kerja dan diferensiasi destinasi. Jika dirancang dengan sengaja, program ini mengubah cara destinasi dialami—bukan hanya cara destinasi dipasarkan. Dan transformasi itu dimulai dengan pembelajaran.

Penulis adalah Co.Founder Learn Tourism – sebuah akademi nirlaba

Thailand Tingkatkan Standar Keselamatan Transportasi Jelang Songkran dengan Program Sertifikasi

this formate

Inisiatif multi-sektor baru memperkuat kepercayaan wisatawan dan mempromosikan perjalanan yang aman dan berkelanjutan di seluruh Thailand

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), bekerja sama dengan mitra transportasi publik dan swasta, telah meluncurkan inisiatif “Tiew Thua Thai, Un Jai Thuk Sen Tang” (secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘berwisata keliling Thailand, aman di setiap rute’)

Program ini untuk meningkatkan standar keselamatan perjalanan nasional melalui sertifikasi yang diakui secara internasional. Program ini memperkenalkan tanda “Tersertifikasi Terpercaya” sebagai jaminan kualitas yang terlihat bagi wisatawan menjelang festival Songkran tahun ini.

Inisiatif ini diumumkan oleh Nithee Seeprae, Wakil Gubernur TAT Bidang Komunikasi Pemasaran, bersama Thanaporn Sararam, Kepala Kelompok Pengembangan dan Promosi Transportasi Penumpang di Departemen Transportasi Darat (DLT)

Hadir pula Natchanon Manprasat, Direktur Bisnis B2B di Siam Michelin Co., Ltd., dengan para eksekutif senior dari Sombat Tour (Thep Sombat Co., Ltd.), Nakhonchai Air Co., Ltd., dan Rot Rungruang Co., Ltd.

Nithee Seeprae mengatakan inisiatif ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat standar keselamatan pariwisata melalui kerangka sertifikasi yang kredibel dan selaras secara internasional.

Tanda ‘Trusted Certified’ dirancang untuk membangun kepercayaan di seluruh perjalanan sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan dengan menghubungkan jaringan transportasi yang terjamin kualitasnya ke destinasi sekunder.

TAT terus memajukan arah ini di bawah platform “Trusted Thailand”, dengan fokus pada keselamatan, kualitas layanan, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di semua sektor.

Thanaporn Sararam mengatakan kolaborasi ini membangun ekosistem perjalanan yang lebih terintegrasi yang berlandaskan standar kualitas, memastikan kenyamanan, kemudahan, dan keselamatan yang lebih besar bagi para pelancong, sekaligus memperkuat kepercayaan jangka panjang terhadap sistem transportasi Thailand.

Sementara itu, Natchanon Manprasat menambahkan bahwa Michelin memajukan teknologi dan standar ban untuk bus penumpang di bawah filosofi “Total Performance”, menyeimbangkan keselamatan, daya tahan, dan efisiensi bahan bakar.

Tentunya sambil mendukung pengembangan rute melalui konsep “Promote Hidden Gem” untuk memperluas akses ke destinasi – destinasi baru di seluruh negeri.

Sombat Tour, Nakhonchai Air, dan Rot Rungruang telah berkomitmen pada pemeliharaan kendaraan dan standar operasional yang ketat, bekerja sama dengan Michelin untuk meningkatkan manajemen armada, efisiensi, dan penyampaian layanan.

Langkah-langkah tersebut meliputi standar pengemudi profesional, inspeksi kesiapan kendaraan, pemilihan peralatan dan ban berkualitas, serta perluasan konektivitas rute.

Setiap mitra memainkan peran yang saling melengkapi dalam kolaborasi ini, dengan TAT (Thailand Transportation Authority) mempromosikan dan mensertifikasi standar pariwisata melalui tanda “Trusted Thailand”.

Departemen Transportasi Darat mengatur dan mensertifikasi bus umum melalui program “Q Bus”, Michelin Thailand menyediakan teknologi dan inovasi, dan operator memperluas jaringan rute yang menghubungkan kota-kota besar dan kota-kota sekunder sambil meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan.

Menjelang Songkran, kemitraan ini mendorong para pelancong untuk memilih bus umum bersertifikasi guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan jalan, dan mengurangi dampak volatilitas harga bahan bakar

Selain juga memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan standar perjalanan dan memperkuat kepercayaan pada sistem transportasi Thailand.

VITM 2026 Beralih Fokus ke B2B untuk Meningkatkan Inbound Tour

this formate

Pengunjung datang ke booth untuk mendapatkan info paket wisata.

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam Interna-tional Travel Mart (VITM) 2026 pada 10 Apr 2026 – 12 Apr 2026 akan memprioritaskan

jaringan bisnis-ke-bisnis untuk menarik lebih banyak pengunjung internasional, sambil terus menawarkan penawaran dan pengalaman perjalanan untuk masyarakat umum.

Penawaran perjalanan semakin menarik di Việt Nam International Travel Mart (VITM) 2026, tetapi penyelenggara tetap fokus pada jalur bisnis.

Penyelenggara mengkonfirmasi bahwa acara tersebut akan memprioritaskan jaringan bisnis ke bisnis (B2B) untuk menarik lebih banyak pengunjung internasional sambil tetap menawarkan pengalaman dan layanan berkualitas tinggi bagi masyarakat umum.

VITM tahunan akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 12 April di International Centre for Exhibition (ICE Hà Nội), Jalan Trần Hưng Đạo 91, dengan fokus yang lebih kuat pada konektivitas B2B.

Acara ini akan dibuka untuk umum dari tanggal 10 hingga 12 April dengan tema Transformasi Digital & Pertumbuhan Hijau Meningkatkan Pariwisata Vietnam, sementara tanggal 9 April akan dikhususkan untuk kegiatan B2B.

Asosiasi Pariwisata Vietnam (VITA), yang menyelenggarakan acara tahunan ini, mengatakan edisi 2026 mencerminkan pergeseran sektor ini menuju digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan, dua pilar yang dianggap penting untuk meningkatkan daya saing dan beradaptasi dengan permintaan global yang cepat berubah.

Ketua VITA, Vũ Thế Bình mengatakan keterlibatan B2B akan menjadi pusat pameran tahun ini, dengan tujuan meningkatkan inbound tour, menjaring wisman dari mancanegara ke Vietnam.

Perusahaan perjalanan internasional dari Asia Timur Laut, Asia Tenggara, dan pasar lainnya diharapkan dapat bertemu langsung dengan bisnis dan destinasi Vietnam, yang banyak di antaranya dapat mendatangkan banyak pengunjung dalam waktu singkat.

“Dalam konteks global yang berkembang pesat, sektor pariwisata Vietnam harus meningkatkan upaya promosi, menggabungkan pemasaran digital dengan keterlibatan langsung,” kata Bình,

Dia menambahkan bahwa mitra internasional akan diundang untuk merasakan langsung destinasi dan layanan sebelum memper- kenalkannya kepada wisatawan global.

VITM 2026 diperkirakan akan menampung sekitar 450 stan, menarik lebih dari 600 perusahaan pariwisata, maskapai penerbangan, dan agen promosi dari Vietnam dan luar negeri. Peserta akan mencakup perwakilan dari 15 negara dan wilayah serta 34 provinsi dan kota di seluruh negeri.

Program B2B khusus pada tanggal 9 April diperkirakan akan menarik 350–400 bisnis, termasuk sekitar 150 perusahaan perjalanan internasional dan 200 operator Vietnam, menciptakan peluang untuk kemitraan dan pembuatan kesepakatan.

Bagi masyarakat umum, pameran ini akan menawarkan berbagai produk perjalanan dengan diskon dan paket promosi bersamaan dengan pameran destinasi, penawaran pariwisata baru, dan tren yang muncul terkait dengan teknologi dan keberlanjutan. Penyelenggara memperkirakan sekitar 80.000 pengunjung.

Serangkaian konferensi dan seminar juga akan diadakan, yang berfokus pada transformasi digital, pariwisata hijau, dan konektivitas regional, serta acara promosi destinasi untuk daerah seperti Gia Lai dan Lai Châu dan peluncuran kalender pariwisata untuk Kota Ho Chi Minh.

Dengan skala yang diperluas dan fokus yang diperbarui, VITM 2026 diharapkan dapat berfungsi sebagai pasar pariwisata utama dan platform untuk kolaborasi industri, berkontribusi pada transisi digital sektor ini, pertumbuhan hijau, dan posisi global yang lebih kuat.

Di VITM tahun lalu, total pendapatan dari penjualan produk pariwisata dalam kerangka pameran melebihi VNĐ180 miliar (sekitar US$7,1 juta). Lebih dari 14.500 pertemuan bisnis dan pertukaran kemitraan telah diadakan.

Acara ini menarik partisipasi dari lembaga manajemen, badan promosi pariwisata, dan bisnis perjalanan dari 16 negara dan wilayah, dengan 668 perusahaan yang membuka stan di pameran tersebut. ( VNS)

Otoritas Pelabuhan Filipina (PPA) Perluas Reservasi Online Jelang Pekan Suci

this formate

Fasad Pelabuhan Batangas di Kota Batangas. PPA perluas Sistem Bantuan Reservasi Online (ORAS) agar lebih banyak penumpang mesan tiket feri secara online, (Foto: Distrik Penjaga Pantai Tagalog Selatan)

MANILA,bisniswisata.co.id: Otoritas Pelabuhan Filipina (PPA) memperluas penggunaan Sistem Bantuan Reservasi Online (ORAS) di beberapa pelabuhan di seluruh negeri menjelang lonjakan jumlah wisatawan selama Pekan Suci.

Dalam pesan kepada wartawan, juru bicara PPA Eunice Samonte mengatakan ORAS adalah sistem reservasi standar yang memungkinkan penumpang untuk memesan secara online, dibandingkan dengan harus datang lebih awal, mengantre, dan membeli di loket tiket.

“Dengan ORAS, ada kepastian; penumpang dapat menghemat waktu karena mereka dapat memesan kapan saja dan di mana saja, bahkan dari kenyamanan rumah mereka. Mereka hanya perlu tiba di pelabuhan sebelum jadwal perjalanan mereka,” kata Samonte.

Penumpang dapat mengakses ORAS dengan memindai Kode QR ORAS yang tersedia di halaman media sosial PPA, memilih perjalanan pilihan mereka berdasarkan jadwal yang tersedia, dan mengkonfirmasi reservasi mereka.

“Penumpang hanya perlu menunjukkan kartu ORAS atau kode QR mereka, mirip dengan boarding pass di bandara. Ini membuat seluruh pengalaman perjalanan lebih cepat, lebih terorganisir, dan lebih nyaman bagi semua orang,” kata Samonte.

Dalam pernyataan terpisah, PPA mengatakan ORAS sekarang tersedia di beberapa rute yang berasal dari pelabuhan Balanacan, Batangas, Calapan, dan Lucena.

Secara khusus, ORAS tersedia bagi penumpang yang ingin memesan tiket feri dari Pelabuhan Balanacan ke Pelabuhan Lucena; dari Pelabuhan Batangas ke Pelabuhan Abra de Ilog, Calapan, Caticlan, Coron/El Nido di Palawan, Odiongan, Puerto Galera, Romblon/Sibuyan/Roxas City, dan Capiz.

Layanan ini juga tersedia untuk rute Pelabuhan Calapan ke Pelabuhan Batangas dan dari Pelabuhan Lucena ke Balanacan, Masbate, dan Romblon.

Bagi penumpang yang datang langsung, lansia, atau penyandang disabilitas, akan ada meja bantuan yang ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan tersebut untuk membantu mereka mendaftar di ORAS.

Penumpang juga disarankan untuk tiba di pelabuhan keberangkatan yang telah ditentukan lebih awal, karena kartu ORAS akan kedaluwarsa tiga jam sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan.

ORAS tidak tersedia di pelabuhan tempat penumpang akan tiba dengan tiket yang sudah siap, seperti pelabuhan yang loket tiketnya berada di luar area pelabuhan.

Demikian pula, layanan ini tidak berlaku untuk penumpang yang akan naik feri dengan kendaraan.

“PPA yakin bahwa melalui perluasan ORAS, pengalaman penumpang di pelabuhan di seluruh negeri akan lebih cepat, lebih terorganisir, dan lebih nyaman),” katanya. (PNA)

Pariwisata Malaysia Perkuat Konektivitas Regional dengan Layanan Maskapai Aerodili

this formate

SEPANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata Malaysia Sabtu menyambut penerbangan perdana AeroDili (8G) dari Dili, Timor-Leste, yang tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pukul 11.15 pagi.

Kedatangan bersejarah ini menandai layanan langsung pertama AeroDili yang menghubungkan Timor-Leste dan Malaysia. Penerbangan tersebut disambut oleh perwakilan dari Pariwisata Malaysia, AeroDili, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), dan petugas penanganan darat Pos Aviation.

Pengenalan rute baru ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat konektivitas udara antara Timor-Leste dan Malaysia, sekaligus memberikan peluang baru untuk meningkatkan pariwisata dan pertukaran ekonomi antara kedua negara.

Layanan baru ini juga mendukung upaya Pariwisata Malaysia untuk memperluas konektivitas dari pasar negara berkembang sejalan dengan Kempen Melawat Malaysia 2026 (VM2026).

Penerbangan perdana dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A319-100 yang membawa 93 penumpang. Layanan ini akan beroperasi dua kali seminggu pada hari Selasa dan Sabtu, menyediakan pilihan perjalanan yang nyaman bagi wisatawan dan pelaku bisnis antara Dili dan Kuala Lumpur.

Penerbangan 8G921 dan 8G922 dijadwalkan tiba di Terminal 2 KLIA pukul 11.15 dan berangkat pukul 12.00. Penerbangan tersebut disambut hangat oleh Yang Terhormat Datuk Surendren Sathasiven, Wakil Sekretaris Jenderal (Manajemen), Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia.

Turut menyambut Lee Thai Hung, Wakil Direktur Jenderal (Promosi II), Pariwisata Malaysia, Baizuri Baharum, Direktur Divisi Promosi Internasional (Asia Tenggara) dan perwakilan dari Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) dan AeroDili Airlines.

Lourenço de Oliveira, Presiden Aero Dili, menyatakan antusiasmenya mengenai ekspansi internasional terbaru maskapai tersebut.

“Kami bangga meluncurkan layanan perdana ini yang menghubungkan Dili dan Kuala Lumpur, menandai tonggak penting bagi AeroDili seiring perluasan jaringan internasional kami,”

Kuala Lumpur adalah pusat regional yang vital, dan rute ini akan memberikan peluang perjalanan yang lebih baik bagi penumpang dari Timor-Leste, sekaligus memperkuat pariwisata, bisnis, dan hubungan antar masyarakat antara kedua negara.

“Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan Tourism Malaysia dan mitra kami untuk mengembangkan rute ini dan berkontribusi pada momentum menuju VM2026,” katanya.

Peluncuran layanan baru ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pada Malaysia sebagai destinasi wisata dan pusat penerbangan pilihan di Asia Tenggara.

Tourism Malaysia terus bekerja sama erat dengan mitra maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan pemangku kepentinga pariwisata untuk memperkuat konektivitas internasional dan mendukung keberhasilan Kampanye Melawat ke Malaysia 2026 (VM2026).

Inisiatif ini bertujuan untuk menarik semakin banyak pengunjung global sekaligus menampilkan kekayaan budaya, alam, dan pengalaman perjalanan unik Malaysia.

Pemerintah RI Beri Perhatian Industri Motorsport untuk Buka Peluang Ekosistem Ekraf Baru

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri peluncuran Tim Dewa United Motorsports musim 2026 di Entertainment District PIK 2, Tangerang, Banten.

Menteri Ekraf menilai bahwa perkembangan industri motorsport saat ini mencerminkan perubahan cara kerja ekonomi kreatif yang tidak lagi sektoral, tetapi terhubung dan saling menguatkan.

“Motorsport hari ini bukan hanya soal balapan. Di balik satu mobil yang tampil di lintasan, ada rantai ekonomi yang panjang, mulai dari desain visual, produksi _merchandise_, aktivasi brand, hingga konten digital yang dikonsumsi publik,” ujarnya, Minggu.

Dia turut melakukan hitung mundur bersama para pemangku kepentingan sebagai penanda peluncuran tim musim 2026. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sportainment menjadi salah satu wajah baru ekonomi kreatif yang kini berperan sebagai the new engine of growth.

Aktivitas yang terjadi di dalamnya mampu menciptakan _multiplier effect_ yang nyata, dari penciptaan lapangan kerja hingga perputaran ekonomi di berbagai subsektor.

“Ketika olahraga, hiburan, dan kreativitas bertemu, dampaknya tidak berhenti di arena. Dampak itu meluas ke industri, komunitas, hingga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Suasana peluncuran memperlihatkan sportainment sebagai ruang temu pelaku industri, komunitas, dan kreator. Menteri Ekraf meninjau aktivitas seperti arena gokart dan simulasi gim virtual Formula 4, menunjukkan keterlibatan langsung dalam perkembangan industri.

Dewa United Motorsports memperluas partisipasinya ke enam divisi, mulai dari slalom, gokart mesin dan elektrik, drift, touring, sprint, hingga rally.

Langkah ini menegaskan industri motorsport Indonesia semakin terstruktur dan kompetitif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif di modifikasi otomotif, desain livery, produksi event, dan konten digital.

Sejalan dengan itu, pemerintah mendorong modifikasi otomotif sebagai subsektor baru dalam Master Plan Ekonomi Kreatif Nasional, untuk memperkuat fondasi industri ke depan.

CEO Dewa United Motorsports, Muliana Saleh, menegaskan bahwa pengembangan tim musim ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem motorsport Indonesia.

“Kami ingin Dewa United Motorsports menjadi bagian dari pertumbuhan industri ini, bukan hanya sebagai tim balap, tetapi sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya talenta dan peluang baru,” ujar Muliana Saleh.

Melalui sinergi ini, Dewa United Motorsport tidak hanya membangun ekosistem kreatif di Indonesia dan menargetkan nama Indonesia di kancah balap internasional, tetapi juga menekankan performa kompetitif di berbagai kategori sekaligus pembinaan pembalap muda sebagai prioritas jangka panjang.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, melihat langkah ini sebagai bagian dari penguatan pembinaan olahraga nasional yang semakin terintegrasi dengan industri.

“Motorsport memiliki potensi besar di Indonesia, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri yang membutuhkan dukungan lintas sektor atau kolaborasi hexahelix,” ujar Lukman.

Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan ekosistem sportainment melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga tercipta nilai tambah sekaligus lahir talenta baru dan peluang bisnis kreatif yang berkelanjutan bagi Indonesia.

 

‘Pure Hearts’: Ketika Shervin Boloorian Menerjemahkan Cinta dan Konflik Menjadi Seruan Damai

this formate

Ubud, Bali, bisniswisata.co.id: Musisi dan terapis suara kelahiran Iran, Shervin Boloorian, kembali merilis karya terbarunya bertajuk Pure Hearts pada 27 Maret. Di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat. Lagu ini hadir bukan sekadar sebagai karya musik, tetapi sebagai refleksi mendalam tentang cinta, kehilangan, dan kemungkinan perdamaian.

Jika rilisan sebelumnya, One More Day, menyelami ruang duka dan kerinduan akan kehilangan, maka Pure Hearts bergerak ke tahap berikutnya: penerimaan. Lagu ini tidak lagi berbicara tentang mempertahankan, melainkan tentang keberanian untuk melepaskan. Sebuah perspektif yang jarang diangkat dalam narasi cinta modern.

Di inti Pure Hearts terdapat sebuah gagasan yang sederhana namun radikal: bahwa cinta sejati tidak selalu berarti bertahan, tetapi terkadang justru melepaskan. Shervin membingkai konsep ini bukan sebagai kegagalan hubungan, melainkan sebagai bentuk cinta yang paling murni: yang tidak memaksakan, tidak mendominasi, dan tidak mengikat.

Gagasan ini terasa semakin relevan ketika ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Dalam pandangan Shervin, hubungan antarmanusia dan hubungan antarnegara memiliki pola yang serupa: sering kali dipenuhi oleh dorongan untuk menguasai, mempertahankan, dan menang. Namun, mengakhiri konflik, baik personal maupun geopolitik, membutuhkan sesuatu yang berbeda: empati, penghormatan terhadap kehendak bebas, dan keberanian untuk tidak memaksakan kehendak.

Sebagai seorang seniman yang pernah bekerja sebagai penasihat kebijakan AS-Iran di Washington, DC, Shervin membawa perspektif yang jarang dimiliki musisi pada umumnya. Ia tidak hanya berbicara dari sisi emosional, tetapi juga dari pengalaman langsung menyaksikan bagaimana dinamika kekuasaan membentuk konflik berkepanjangan.

Musik yang Mengalir Tanpa Batas

Secara musikal, Pure Hearts menawarkan pendekatan yang intim dan organik. Terinspirasi dari penampilan live Billie Eilish dalam What Was I Made For?, Shervin merekam lagu ini tanpa menggunakan click track, membiarkan tempo dan emosi mengalir secara alami. Hasilnya adalah sebuah komposisi yang terasa hidup, rapuh, dan jujur.

Produksi lagu ini kembali dipercayakan kepada Kipper Eldridge, produser peraih Grammy dan Emmy yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Sting. Dengan pendekatan yang minimalis namun presisi, Eldridge berhasil menjaga esensi emosional lagu tanpa menghilangkan kehangatan aransemen.

Lapisan musiknya diperkaya oleh kontribusi Jules De Gasperis dalam produksi tambahan serta instrumentasi, dan Sakari Heikka melalui sentuhan string yang halus. Keseluruhan aransemen membentuk lanskap suara yang lembut namun penuh kedalaman, memberi ruang bagi vokal Shervin yang dikenal dengan vibrato halus dan intensitas emosionalnya untuk menjadi pusat perhatian.

Musisi dan terapis suara kelahiran Iran, Shervin Boloorian.

Di Antara Dua Dunia: Identitas dan Konflik

Sebagai pengungsi asal Iran yang kini menetap di Bali, Shervin Boloorian hidup di antara dua dunia: Timur dan Barat, tradisi dan modernitas, konflik dan penyembuhan. Identitas lintas budaya ini tidak hanya membentuk musiknya, tetapi juga cara ia memahami dunia.

Pure Hearts lahir di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, dua entitas yang selama puluhan tahun berada dalam hubungan yang kompleks dan penuh konflik. Dalam konteks ini, lagu tersebut menjadi lebih dari sekadar refleksi personal; ia berubah menjadi pernyataan kultural yang halus namun kuat.

Alih-alih menyampaikan pesan secara konfrontatif, Shervin memilih pendekatan yang lebih humanis. Ia tidak menunjuk pihak mana yang benar atau salah, melainkan mengajak pendengar untuk melihat konflik dari sudut pandang yang lebih dalam: sebagai kegagalan untuk saling memahami, dan sebagai peluang untuk memilih jalan yang berbeda.

Pendekatan reflektif ini juga tercermin dalam interpretasi visual Pure Hearts. Video musiknya mengangkat nuansa dokumenter dengan menghadirkan potongan-potongan realitas konflik global, yang secara halus mengingatkan bahwa di balik setiap ketegangan politik, selalu ada manusia, kehidupan, dan emosi yang terdampak.

Tanpa menjadi eksplisit atau sensasional dalam penyampaiannya, visual tersebut berfungsi sebagai kontras terhadap tema utama lagu: cinta yang tidak memaksakan. Dalam ruang ini, perang dan cinta tidak berdiri sebagai dua hal yang terpisah, melainkan sebagai dua sisi dari kondisi manusia yang sama: keinginan untuk memiliki, dan kebutuhan untuk melepaskan.

Menariknya, produksi visual ini turut melibatkan sentuhan kreatif dari produser televisi Indonesia, Justin Sabrinsky, yang berperan dalam pengolahan dan penyuntingan video. Pendekatan visual yang dihadirkan memperkuat narasi lagu tanpa menggeser fokus utamanya, menjaga keseimbangan antara pesan artistik dan refleksi kemanusiaan.

Shervin Boloorian dalam videoklip “Pure Hearts”.

Jika One More Day adalah tentang keinginan untuk menahan waktu dan mempertahankan apa yang telah hilang, maka Pure Hearts adalah tentang menerima bahwa tidak semua hal bisa atau harus dipertahankan.

Melalui lagu ini, Shervin Boloorian menunjukkan evolusi tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai manusia. Ia bergerak dari duka menuju pemahaman, dari keterikatan menuju kebebasan emosional. Dalam prosesnya, ia mengajak pendengar untuk melakukan hal yang sama: untuk tetap terbuka, bahkan ketika dunia terasa terlalu berat untuk dihadapi.

Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, Pure Hearts hadir sebagai pengingat lembut bahwa perdamaian, baik dalam hubungan personal maupun global, tidak dimulai dari kekuatan, tetapi dari kerelaan untuk memahami, menghormati, dan pada akhirnya, melepaskan.

Usai Libur Lebaran, Coffee Shop di Solo Jadi Alternatif WFC Favorit

this formate

                  Suasana coffee shop di Surakarta.                   (Foto: www.rukita.co)

SURAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah libur panjang Lebaran, aktivitas kerja mulai kembali normal. Di tengah kembalinya rutinitas tersebut, tren work from cafe (WFC) kembali meningkat.

Menariknya, Kota Solo kini diramaikan dengan munculnya coffee shop baru yang menawarkan suasana nyaman untuk bekerja di luar kantor.

Tidak hanya di pusat kota, coffee shop kini juga banyak bermunculan di kawasan Solo Baru, Colomadu, hingga Kartasura. Selain kopi dan makanan, sebagian besar tempat juga menyediakan Wi-Fi stabil, colokan listrik, serta area duduk nyaman yang mendukung produktivitas.

Bagi pekerja hybrid, freelancer, hingga mahasiswa, coffee shop menjadi pilihan untuk membangun kembali semangat kerja setelah libur panjang. Suasana santai namun tetap produktif menjadi alasan utama tren WFC kembali diminati.

Rekomendasi Coffee Shop di Solo untuk WFC

Beberapa coffee shop di Solo yang bisa menjadi alternatif WFC antara lain:
– Sekutu Kopi
– Bahagia Bersama Kopi
– Seperdua Kopi
– Almamater Coffee & Eatery
– UD Jaya Coffee
– Cold ‘N Brew

Masing-masing menawarkan konsep berbeda, mulai dari minimalis modern hingga suasana homey yang cocok untuk bekerja dalam waktu lama.

Dengan semakin banyaknya pilihan, coffee shop di Solo kini tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga ruang alternatif untuk kembali produktif setelah libur Lebaran. Tren ini sekaligus menunjukkan berkembangnya gaya kerja fleksibel di kalangan masyarakat urban Solo.

Nikmati Songkran yang Lebih Berkelas Bersama Dusit Hotels and Resorts

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Menjelang Songkran, Dusit Hotels and Resorts mengundang para pelancong untuk merayakan musim ini melalui pilihan akomodasi yang dikurasi di seluruh negeri, kata Sureerat Sudpairak, Direktur Komunikasi Korporat Dusit.

Festival Songkran Feast in the Park di Suan Dusit Arun Roof Park berlangsung pada 13–14 April 2026. Ini adalah sebuah tradisi perayaan Tahun Baru tradisional Thailand yang cukup populer, kata Sureerat Sudpairak.

Perayaan Songkran melibatkan berbagai ritual dan penggunaan air sebagai simbol pembersihan untuk menyambut tahun baru.Air bukan cuma soal kesegaran atau keseruan, tetapi juga simbol penyucian, keberkahan, dan harapan akan awal yang baru.

“ Perayaan ini menggabungkan nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebahagiaan dalam satu momen yang tak terlupakan,” tambahnya.

Dari perayaan kota yang meriah hingga liburan pantai yang tenang, destinasi di seluruh Thailand terus menarik para pelancong yang mencari keseimbangan antara energi meriah dan waktu untuk bersantai.

Dalam konteks ini, properti Dusit menawarkan suasana berbeda untuk merayakan Tahun Baru Thailand – baik melalui perayaan yang meriah maupun masa inap yang lebih santai dan reflektif.

Di Bangkok, Dusit Thani Bangkok, hotel unggulan yang telah dirancang ulang dan memiliki satu bintang Michelin, menyediakan tempat yang nyaman untuk merasakan energi Songkran sambil tetap menikmati ketenangan di atas kota.

Terletak di dekat Silom, salah satu area festival paling aktif di ibu kota, hotel ini menggabungkan akses langsung ke perayaan dengan kenyamanan yang tinggi dengan pemandangan Taman Lumpini.

Paket Songkran Escape di Bangkok yang terbatas menawarkan masa inap dua malam dengan sarapan harian, makan malam set menu Thailand satu kali di Pavilion, dan pengalaman meriah yang telah dikurasi, termasuk akses ke acara.

Fasilitas tambahan termasuk transfer Porsche, koktail di 1970 Bar, dan paket sambutan bertema Songkran. Paket untuk dua malam di Kamar Premier tersedia dengan penghematan tambahan.Tersedia untuk anggota Dusit Gold. Penawaran ini berlaku untuk pemesanan yang dilakukan hingga 13 April 2026, untuk masa inap antara 11–19 April 2026.

Terletak di sepanjang Teluk Thailand, Dusit Thani Hua Hin menghadirkan interpretasi yang lebih santai dari musim ini. Terletak di lahan tepi pantai yang luas, resor ini menawarkan lingkungan yang sangat cocok untuk masa inap yang lebih lama dan perjalanan multi-generasi.

Program musiman mencakup pengalaman bersantap tradisional Thailand, perayaan di udara terbuka, dan aktivitas yang berfokus pada kesehatan, di samping pilihan masa inap yang lebih lama.

Dengan penawaran The Long Escape — Stay Longer, Save More, tamu dapat menikmati penghematan hingga 15% untuk masa inap empat malam atau lebih, dengan anggota Dusit Gold menikmati penghematan tambahan hingga 20%. Penawaran ini tersedia untuk pemesanan hingga 31 Desember 2026 hingga 31 Maret 2027.

Untuk suasana tepi laut yang lebih meriah, Dusit Thani Pattaya menggabungkan akses langsung ke pantai dengan kedekatan dengan atraksi utama Pattaya. Properti ini menawarkan perpaduan dinamis antara relaksasi dan aktivitas, didukung oleh berbagai penawaran musiman dan hak istimewa tambahan untuk pemesanan langsung.

Ini termasuk penawaran sarapan Gratis untuk waktu terbatas, yang mencakup sarapan setiap hari, tersedia untuk pemesanan yang dilakukan sebelum 19 April 2026 untuk masa inap hingga 31 Juli 2026. Anggota Dusit Gold juga dapat menikmati penghematan hingga 25%.

Di seluruh Thailand, Songkran tetap menjadi waktu yang berpusat pada koneksi, menyatukan keluarga,teman, dan komunitas. Melalui keramahan khas Thailand yang ramah, Dusit Hotels dan Resorts terus mencerminkan semangat ini dengan menawarkan lingkungan yang mendukung perayaan dan relaksasi, yang berakar pada budaya lokal dan pengalaman tamu yang bermakna.

Dusit Hotels and Resorts adalah divisi hotel dari Dusit International. Dengan keyakinan dan komitmen yang tulus untuk
memperkenalkan keramahan khas Thailand kepada dunia, Dusit Hotels and Resorts menawarkan kepada para tamu pengalaman menginap yang unik dan istimewa di lingkungan yang berkelas dan pendekatan layanan yang personal.

Portofolio grup ini mencakup hotel, resor, dan vila mewah yang terdiri dari hampir 300 properti yang beroperasi di bawah total sembilan merek yaitu Devarana – Dusit Retreats, Dusit Thani, Dusit Suites, Dusit Collection, Dusit Hotels, dusitD2, Dusit Princess, ASAI Hotels, dan Elite Havens di 18 negara di seluruh dunia.

PRISM for Business Perluas Akses dan Ekosistem Akomodasi Bisnis di Seluruh Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan bisnis di Indonesia terus mengalami perubahan seiring dengan meluasnya aktivitas operasional perusahaan ke berbagai wilayah di luar kota-kota utama, kata Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia

Jika sebelumnya perjalanan bisnis banyak terpusat di pusat ekonomi seperti Jakarta dan kota besar lainnya, kini mobilitas korporasi semakin berkembang ke kota sekunder dan kawasan industri, seiring ekspansi usaha, proyek lintas daerah, serta kebutuhan koordinasi operasional yang lebih
intens.

Menjawab kebutuhan tersebut, PRISM for Business, solusi akomodasi korporasi
dari PRISM, memperluas akses akomodasi bisnis di Indonesia. Jaringan ini
mencakup wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Hal ini memungkinkan perusahaan dengan cakupan operasional nasional untuk mengelola kebutuhan perjalanan bisnis secara lebih terpusat dan efsien. Perluasan jangkauan ini ditujukan untuk mendukung perusahaan yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai daerah, termasuk kota berkembang dan area industri.

Untuk itukah tanpa harus bergantung pada banyak platform pemesanan yang berbeda di setiap lokasi. Melalui PRISM for Business, perusahaan dapat mengakses beragam pilihan akomodasi yang telah dikurasi, baik di pusat kota maupun di lokasi strategis yang
dekat dengan area bisnis dan operasional.

Seiring dengan perubahan pola kerja dan perjalanan, kebutuhan perjalanan bisnis
kini tidak hanya terbatas pada kunjungan singkat.

Banyak perusahaan membutuhkan akomodasi untuk kegiatan seperti rapat internal, workshop, penugasan berbasis proyek, hingga kebutuhan long stay bagi karyawan yang ditempatkan sementara di suatu daerah.

PRISM for Business dirancang untuk
mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan pilihan akomodasi lintas
segmen, mulai dari hotel budget hingga premium, yang dapat disesuaikan dengan
kebijakan dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Sejumlah organisasi dan perusahaan telah memanfaatkan PRISM for Business untuk
mendukung mobilitas dan kegiatan operasional mereka di berbagai wilayah.

Beberapa di antaranya termasuk AXA, Persatuan Sepak Bola Indonesia
Kabupaten Pasuruan , Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang menggunakan jaringan akomodasi PRISM for Business untuk mendukung perjalanan tim dan aktivitas organisasi di berbagai kota.

Hendro Tan mengatakan bahwa perjalanan
bisnis saat ini semakin menuntut fleksibilitas dan kemudahan akses. Perjalanan bisnis kini tidak lagi hanya berfokus pada kota besar. Banyak perusahaan menjalankan aktivitas di kota sekunder dan kawasan industri, sehingga membutuhkan solusi akomodasi yang konsisten, mudah diakses, dan tersebar luas.

“Melalui PRISM for Business, kami ingin membantu perusahaan mengelola perjalanan
bisnis karyawan dengan lebih terstruktur dan efisien, di mana pun lokasi operasional
mereka berada,” ujar Hendro.

Gaung, Manager Club Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Pasuruan sampaikan apresiasinya atas dukungan PRISM for Business dalam mendukung kebutuhan akomodasi tim sepak bola yang Ia kelola.

“Sejak November 2025, kami menggunakan layanan PRISM for Business untuk mendukung keperluan klub sepak bola dalam rangkaian agenda pertandingan dan kegiatan tim,”.

Prosesnya terasa mudah dan efisien, mulai dari pencarian hingga pemesanan akomodasi. Pelayanan yang diberikan juga sangat optimal, sehingga dia bisa lebih fokus menjalankan tugas tim lebih terkontrol dari sisi operasional dan kebijakan perusahaan.

“Hal ini mendorong kebutuhan akan platform khusus yang mampu menyederhanakan
proses tersebut,” tambah Gaung

Selain jangkauan lokasi yang luas, PRISM for Business juga menawarkan pendekatan
pengelolaan perjalanan bisnis yang lebih terintegrasi. Perusahaan yang bergabung
akan mendapatkan dukungan dari account manager khusus.

Selain juga ada opsi pembayaran yang lebih fleksibel termasuk fasilitas invoicing sesuai kebijakan, serta proses pemesanan yang dirancang untuk memudahkan tim HR, procurement, maupun operasional dalam mengelola kebutuhan perjalanan bisnis secara berkelanjutan.

Untuk menjadi pelanggan PRISM for Business, perusahaan dapat melakukan
pendaftaran melalui tim demand manager PRISM. Setelah pendaftaran, tim PRISM for
Business akan menghubungi perusahaan untuk memahami kebutuhan perjalanan
bisnis, cakupan wilayah operasional, serta skema layanan yang paling sesuai.

Proses administrasi disesuaikan dengan kebijakan perusahaan, baik untuk skema
pembayaran langsung maupun fasilitas penagihan, sehingga perusahaan dapat
segera memanfaatkan jaringan akomodasi PRISM for Business di berbagai kota.

Dengan semakin luasnya jangkauan operasional perusahaan di Indonesia, kehadiran solusi akomodasi bisnis yang mudah diakses di berbagai wilayah menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas dan produktivitas karyawan.