SEPANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata Malaysia Sabtu menyambut penerbangan perdana AeroDili (8G) dari Dili, Timor-Leste, yang tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pukul 11.15 pagi.
Kedatangan bersejarah ini menandai layanan langsung pertama AeroDili yang menghubungkan Timor-Leste dan Malaysia. Penerbangan tersebut disambut oleh perwakilan dari Pariwisata Malaysia, AeroDili, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB), dan petugas penanganan darat Pos Aviation.
Pengenalan rute baru ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat konektivitas udara antara Timor-Leste dan Malaysia, sekaligus memberikan peluang baru untuk meningkatkan pariwisata dan pertukaran ekonomi antara kedua negara.
Layanan baru ini juga mendukung upaya Pariwisata Malaysia untuk memperluas konektivitas dari pasar negara berkembang sejalan dengan Kempen Melawat Malaysia 2026 (VM2026).
Penerbangan perdana dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A319-100 yang membawa 93 penumpang. Layanan ini akan beroperasi dua kali seminggu pada hari Selasa dan Sabtu, menyediakan pilihan perjalanan yang nyaman bagi wisatawan dan pelaku bisnis antara Dili dan Kuala Lumpur.
Penerbangan 8G921 dan 8G922 dijadwalkan tiba di Terminal 2 KLIA pukul 11.15 dan berangkat pukul 12.00. Penerbangan tersebut disambut hangat oleh Yang Terhormat Datuk Surendren Sathasiven, Wakil Sekretaris Jenderal (Manajemen), Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia.
Turut menyambut Lee Thai Hung, Wakil Direktur Jenderal (Promosi II), Pariwisata Malaysia, Baizuri Baharum, Direktur Divisi Promosi Internasional (Asia Tenggara) dan perwakilan dari Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) dan AeroDili Airlines.
Lourenço de Oliveira, Presiden Aero Dili, menyatakan antusiasmenya mengenai ekspansi internasional terbaru maskapai tersebut.
“Kami bangga meluncurkan layanan perdana ini yang menghubungkan Dili dan Kuala Lumpur, menandai tonggak penting bagi AeroDili seiring perluasan jaringan internasional kami,”
Kuala Lumpur adalah pusat regional yang vital, dan rute ini akan memberikan peluang perjalanan yang lebih baik bagi penumpang dari Timor-Leste, sekaligus memperkuat pariwisata, bisnis, dan hubungan antar masyarakat antara kedua negara.
“Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan Tourism Malaysia dan mitra kami untuk mengembangkan rute ini dan berkontribusi pada momentum menuju VM2026,” katanya.
Peluncuran layanan baru ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pada Malaysia sebagai destinasi wisata dan pusat penerbangan pilihan di Asia Tenggara.
Tourism Malaysia terus bekerja sama erat dengan mitra maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan pemangku kepentinga pariwisata untuk memperkuat konektivitas internasional dan mendukung keberhasilan Kampanye Melawat ke Malaysia 2026 (VM2026).
Inisiatif ini bertujuan untuk menarik semakin banyak pengunjung global sekaligus menampilkan kekayaan budaya, alam, dan pengalaman perjalanan unik Malaysia.









