Evolusi Produk Halal Thailand dan Signifikansinya di AS

this formate

Oleh Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Pasar Halal global sedang mengalami peningkatan yang luar biasa, dan diperkirakan akan melampaui US$2 triliun pada akhir tahun 2024 seperti dilansir dari halaltimes.com

Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan produk-produk yang mematuhi hukum diet Islam dan standar etika, sehingga menjadikan produk Halal sebagai komponen penting dari produk halal.  sektor makanan dan minuman di seluruh dunia.

Dalam lanskap yang beragam ini, produk Halal Thailand menonjol karena kualitasnya yang luar biasa, pendekatan inovatif, dan kepatuhan terhadap protokol sertifikasi yang ketat.  

Artikel ini mengkaji akar sejarah produk Halal Thailand, yang berakar pada kekayaan tradisi budaya dan agama Thailand.  

Laporan ini mengeksplorasi semakin menonjolnya produk halal di Amerika Serikat, dimana pasar barang halal telah berkembang pesat selama dua dekade terakhir.

Kami bertujuan untuk menawarkan gambaran menyeluruh mengenai produk-produk Halal Thailand, menelusuri perjalanan mereka mulai dari warisan budaya Thailand hingga pengaruh mereka yang semakin besar di pasar Amerika. 

Kami mengkaji proses sertifikasi yang cermat dan beragam penawaran yang telah mendorong produk-produk ini menjadi yang terdepan. 

 Narasi ini mengungkap mengapa produk Halal Thailand telah menjadi pilihan terpercaya bagi konsumen Muslim Amerika yang mencari pilihan Halal kelas atas.

Sertifikasi halal sangat penting bagi konsumen Muslim, dan Thailand memiliki proses ketat yang diawasi oleh Central Islamic Committee of Thailand (CICOT).  

Langkah-langkahnya meliputi aplikasi, tinjauan dokumentasi, inspeksi pabrik, pengujian produk, dan penerbitan sertifikasi.  CICOT berkolaborasi dengan badan-badan lain untuk mempertahankan standar tinggi bagi penerimaan global produk Halal Thailand.

Jenis Produk Halal Thailand

Thailand menawarkan berbagai produk bersertifikat Halal yang memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda.  Beberapa kategori yang menonjol meliputi:

Makanan dan Minuman: Masakan Thailand terkenal dengan rasanya, dan produk makanan Thailand yang bersertifikat halal, seperti saus, makanan siap saji, dan makanan ringan, telah mendapatkan popularitas internasional.

Kosmetik: Industri kecantikan di Thailand telah menerapkan sertifikasi Halal, menawarkan rangkaian produk perawatan kulit dan kosmetik bersertifikat Halal yang bebas dari bahan kimia berbahaya dan bahan-bahan yang berasal dari hewan.

Obat-obatan: Obat-obatan dan suplemen kesehatan bersertifikat halal dari Thailand memastikan bahwa konsumen Muslim memiliki akses terhadap obat-obatan yang mematuhi undang-undang diet mereka.

Latar Belakang Sejarah Produk Halal Thailand

Islam sudah lama hadir di Thailand, sejak abad ke-13 ketika pedagang Muslim dari Persia, India, dan Arab membangun jalur perdagangan dan menetap di wilayah selatan negara tersebut.  

Seiring berjalannya waktu, komunitas – komunitas ini berkembang, membawa serta praktik keagamaan mereka, termasuk peraturan mengenai pola makan yang mewajibkan makanan halal.  Pengaruh Islam sangat kuat di provinsi selatan Pattani, Yala, dan Narathiwat, tempat mayoritas penduduk Muslim Thailand tinggal.

Perkembangan produk halal di Thailand dapat ditelusuri kembali ke komunitas Muslim awal yang perlu memastikan makanan dan barang konsumsi lainnya mematuhi hukum Islam.  Awalnya, produksi produk Halal hanya terbatas pada usaha kecil-kecilan yang berbasis komunitas.

Seiring berjalannya waktu, seiring dengan bertambahnya populasi Muslim dan kebutuhan mereka yang semakin beragam, produksi produk Halal mulai meluas.  

Munculnya teknik pengolahan makanan modern dan globalisasi perdagangan semakin mendorong pengembangan dan kecanggihan produk Halal Thailand di masa lalu.

Beberapa tonggak penting yang menandai evolusi industri halal di Thailand:

Langkah Pertama: Pada tahun 1948, pemerintah Thailand mengusulkan strategi untuk mendirikan Pusat Makanan Halal di wilayah Selatan.

Dukungan Pemerintah (1980an-1990an): Menyadari potensi pasar Halal, pemerintah Thailand mulai mendukung industri ini dengan mempromosikan sertifikasi Halal dan mendorong bisnis lokal untuk mengejar sertifikasi Halal.  Periode ini menyaksikan terciptanya kebijakan dan infrastruktur untuk mendukung produksi halal.

Pengakuan Internasional (2000an): Permintaan global terhadap produk Halal melonjak pada awal abad ke-21, dan produk Halal Thailand mulai mendapatkan pengakuan internasional. Badan sertifikasi Halal Thailand menjalin kemitraan dengan mitra internasional untuk memastikan bahwa produk Thailand memenuhi standar global.

Integrasi Ekonomi (2010-an-Sekarang): Thailand mengintegrasikan sertifikasi Halal ke dalam rencana pembangunan ekonominya, mempromosikan pariwisata Halal dan berinvestasi di kawasan industri Halal.  

Periode ini juga menyaksikan peningkatan ekspor Halal ke pasar-pasar utama, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Australia, dan pasar mayoritas Muslim lainnya.

Baik pemerintah Thailand maupun sektor swasta telah memainkan peran penting dalam mempromosikan sertifikasi dan produk Halal di Amerika Serikat dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Pasar domestik untuk produk Halal di Thailand telah mengalami pertumbuhan yang signifikan selama bertahun-tahun.  Dengan populasi Muslim yang besar yang terkonsentrasi terutama di provinsi-provinsi selatan, terdapat permintaan yang konsisten terhadap makanan halal dan produk lainnya. 

Perkembangan industri makanan halal dan peningkatan restoran dan gerai makanan bersertifikat halal telah berkontribusi terhadap perluasan pasar domestik. 

 Pertumbuhan ini didukung lebih lanjut oleh inisiatif pemerintah Thailand untuk mempromosikan makanan halal sebagai bagian standar masakan nasional, sehingga pilihan makanan halal tersedia secara luas di seluruh negeri.

Produk Halal Thailand berhasil menembus pasar internasional, didorong oleh tingginya standar sertifikasi Halal Thailand dan permintaan global terhadap produk Halal berkualitas.  

Tujuan ekspor utama mencakup negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan seperti Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah.  Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) juga telah memfasilitasi akses yang lebih mudah ke pasar regional untuk produk Halal Thailand. 

Selain itu, kebangkitan pasar online telah memungkinkan perusahaan-perusahaan Thailand menjangkau khalayak global yang lebih luas, sehingga semakin meningkatkan ekspor ke berbagai negara termasuk Amerika Serikat.

Merek Halal Utama Thailand

Beberapa merek Thailand telah mendapatkan pengakuan global di pasar Halal karena komitmen mereka terhadap kualitas dan inovasi.  

CP Foods, konglomerat agroindustri besar, mengekspor beragam produk Halal ke lebih dari 40 negara, mempertahankan standar sertifikasi yang tinggi dan menerima banyak penghargaan atas keunggulannya.  

Mae Ploy berspesialisasi dalam saus asli Thailand dan santan, yang terkenal dengan bahan-bahan alami dan ketersediaannya yang luas di AS, Eropa, dan Asia.  Aroy-D, terkenal dengan santan dan pasta kari, mengekspor ke lebih dari 70 negara, menekankan bahan-bahan premium dan kontrol kualitas yang ketat.  

Mistine, merek kosmetik terkemuka, menawarkan beragam produk kecantikan bersertifikat Halal, memenuhi permintaan kosmetik etis yang terus meningkat secara global.

Pentingnya Produk Halal Thailand di AS

Permintaan produk halal di AS terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan populasi Muslim dan meningkatnya kesadaran akan standar makanan halal di kalangan konsumen non-Muslim.  

Amerika Serikat adalah rumah bagi sekitar 3,45 juta umat Islam, dan kebutuhan mereka akan produk bersertifikat Halal telah menciptakan peluang pasar yang signifikan.  

Selain itu, daya tarik produk Halal melampaui persyaratan agama, menarik konsumen yang sadar kesehatan yang mengasosiasikan sertifikasi Halal dengan standar kualitas dan kebersihan yang ketat.

Produk Halal Thailand telah mendapatkan tempat di pasar Amerika karena kualitasnya yang tinggi, penawaran yang beragam, dan proses sertifikasi yang dapat diandalkan.  Relevansi produk ini di AS dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

Jaminan Kualitas: Sertifikasi Halal Thailand dikenal dengan standar ketatnya, yang menjamin konsumen AS akan kualitas dan keamanan produk.

Daya Tarik Kuliner: Masakan Thailand sangat populer di AS, dan ketersediaan produk makanan Thailand bersertifikat Halal memungkinkan konsumen Muslim untuk menikmati cita rasa asli Thailand tanpa mengorbankan peraturan diet mereka.

Beragam Produk: Dari makanan dan minuman hingga kosmetik dan obat-obatan, beragam produk Halal Thailand memenuhi beragam kebutuhan konsumen Amerika.

Integrasi Budaya: Produk Halal Thailand berkontribusi pada lanskap multikultural di AS, mendorong pertukaran dan pemahaman budaya melalui makanan dan barang konsumsi lainnya.

Beberapa produk Halal Thailand telah mendapatkan popularitas di AS karena keaslian dan kualitasnya.  Contohnya meliputi:

Kari Thailand Halal: Kari Thailand yang siap disantap dan mudah disiapkan yang menghadirkan cita rasa Thailand ke dapur Amerika.

Mie Beras: Makanan pokok di banyak masakan Thailand, mie bersertifikat Halal ini menjadi favorit konsumen Amerika.

Saus dan Bumbu Thailand: Saus bersertifikat halal seperti pasta cabai Thailand, saus kacang, dan kecap ikan banyak digunakan baik dalam masakan rumahan maupun dapur profesional di seluruh AS.

Kosmetik Halal: Produk perawatan kulit dan kecantikan bersertifikat Halal dari Thailand telah menemukan pasar khusus di kalangan Muslim Amerika yang mencari pilihan yang beretika dan bersertifikat Halal.

Suplemen Kesehatan: Vitamin dan suplemen bersertifikat halal dari Thailand melayani segmen pasar AS yang sadar kesehatan.

Studi Kasus Bisnis Halal Thailand di AS

Merek Makanan Halal Thailand: Beberapa merek makanan Thailand berhasil menembus pasar AS.  Misalnya, merek seperti Mae Ploy dan Aroy-D, yang terkenal dengan pasta kari dan santannya yang bersertifikat Halal, sangat populer di kalangan konsumen Muslim dan non-Muslim di AS.  

Produk-produk ini tersedia di jaringan supermarket besar dan platform online, sehingga hal ini menunjukkan penerimaan yang luas terhadap produk-produk tersebut.

Restoran Halal Thailand: Munculnya restoran Halal Thailand di AS merupakan bukti lain dampak budaya dan ekonomi dari produk Halal Thailand.  Tempat-tempat ini menawarkan masakan asli Thailand yang mematuhi standar Halal, menarik beragam pelanggan dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal.

Kosmetik dan Farmasi Halal: Perusahaan seperti Mistine dan Thann telah memperluas jangkauan mereka ke pasar Amerika dengan kosmetik dan produk kesehatan bersertifikat Halal.  

Merek-merek ini telah berhasil memanfaatkan meningkatnya permintaan akan produk perawatan pribadi yang beretika dan bersertifikat Halal, menunjukkan keserbagunaan dan daya tarik produk Halal Thailand.

Prospek Masa Depan dan Peluang Pertumbuhan

Masa depan produk Halal Thailand di AS tampak menjanjikan, didorong oleh beberapa faktor utama dan tren yang sedang berkembang.

Meningkatnya Permintaan Produk Halal: Populasi Muslim di AS diperkirakan akan meningkat, sehingga meningkatkan permintaan akan produk bersertifikat Halal.  

Selain itu, daya tarik produk halal tidak hanya menjangkau komunitas Muslim, tetapi juga menarik konsumen yang sadar kesehatan dan berpikiran etis.  Basis konsumen yang semakin luas ini memberikan peluang pertumbuhan yang signifikan bagi produk Halal Thailand.

Pengembangan Produk Inovatif: Perusahaan-perusahaan Thailand mempunyai potensi untuk memperluas lini produk Halal mereka dengan memperkenalkan penawaran yang inovatif dan beragam.  

Hal ini dapat mencakup makanan siap saji, produk organik Halal, dan produk khusus yang memenuhi kebutuhan dan preferensi diet tertentu.  Inovasi dalam pengembangan produk dapat membantu bisnis Thailand meraih pangsa pasar yang lebih besar.

Ekspansi E-commerce: Munculnya platform e-commerce memberikan saluran langsung bagi bisnis Halal Thailand untuk menjangkau konsumen Amerika.  

Pasar online seperti Amazon, Walmart, dan toko khusus Halal dapat memfasilitasi distribusi produk Halal Thailand di seluruh AS.  Berinvestasi dalam pemasaran digital dan strategi e-commerce akan sangat penting untuk pertumbuhan di masa depan.

Kemitraan dan Kolaborasi: Membentuk kemitraan strategis dengan pengecer, distributor, dan penyedia layanan makanan Amerika dapat meningkatkan visibilitas dan ketersediaan produk Halal Thailand.  

Kolaborasi dengan bisnis lokal juga dapat membantu perusahaan-perusahaan Thailand menavigasi lanskap peraturan dan preferensi konsumen dengan lebih efektif.

Tren masa depan

Beberapa tren yang mungkin akan membentuk masa depan produk Halal Thailand di AS: Kesehatan dan Kesejahteraan: Meningkatnya fokus pada kesehatan dan kesejahteraan di kalangan konsumen akan mendorong permintaan akan produk halal yang organik, alami, dan bebas dari bahan tambahan berbahaya.  

Perusahaan-perusahaan Thailand dapat memanfaatkan tren ini dengan menawarkan produk-produk Halal yang berorientasi pada kesehatan.

Konsumsi Berkelanjutan dan Etis: Konsumen menjadi lebih sadar akan keberlanjutan dan praktik etis dalam produksi pangan.  Produk Halal Thailand yang menekankan pada sumber yang etis, praktik berkelanjutan, dan kemasan ramah lingkungan akan menarik bagi segmen yang sedang berkembang ini.

Keanekaragaman Kuliner: Popularitas masakan yang beragam dan eksotik akan terus meningkat.  Produk Halal Thailand yang menghadirkan cita rasa asli Thailand ke dapur Amerika akan menarik para penggemar makanan dan pecinta petualangan.

Integrasi Teknologi: Penerapan teknologi dalam produksi, pemasaran, dan distribusi akan meningkatkan efisiensi dan keterlibatan konsumen.  Inovasi seperti sistem penelusuran, aplikasi seluler, dan platform belanja online akan memainkan peran penting dalam pertumbuhan produk Halal Thailand

 Kami telah menjelajahi perjalanan menarik dan pentingnya produk Halal Thailand, menelusuri akarnya di Thailand dan menyoroti semakin pentingnya produk tersebut di AS.  

Kami memulai dengan memahami proses sertifikasi Halal yang ketat di Thailand, yang diawasi oleh badan-badan penting seperti Dewan Islam Pusat Thailand (CICOT).  

Kami kemudian menggali latar belakang sejarah, mulai dari awal masuknya Islam di Thailand hingga perkembangan dan perluasan produk Halal di dalam negeri dan internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Di AS, produk Halal Thailand telah memberikan dampak signifikan karena kualitasnya yang tinggi, beragam penawaran, dan sertifikasi yang dapat diandalkan.  Meningkatnya permintaan produk halal di kalangan konsumen Muslim dan non-Muslim telah memberikan pasar yang menguntungkan bagi eksportir Thailand.  

Kami mengkaji dampak ekonomi dan budaya, menunjukkan bagaimana produk Halal Thailand berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peluang perdagangan, dan pertukaran budaya antara Thailand dan Amerika.

 Masa depan produk Halal Thailand di AS tampak menjanjikan, dengan banyaknya peluang pertumbuhan dan tren baru yang siap mendorong kesuksesan lebih lanjut.  

Namun, tantangan seperti kepatuhan terhadap peraturan, perbedaan budaya, dan persaingan harus diatasi dengan hati-hati.  Rekomendasi strategis, termasuk memperkuat jaminan kualitas, berinvestasi dalam pemasaran, dan memperluas saluran distribusi, dapat membantu eksportir Thailand meningkatkan kehadiran dan penerimaan mereka di pasar AS.

Kami mendorong pembaca untuk mengeksplorasi dan mendukung produk Halal Thailand, menghargai kekayaan rasa, kualitas tinggi, dan standar etika yang diwakilinya.  

Baik Anda seorang konsumen yang mencari masakan asli Thailand, pengecer yang mencari beragam penawaran produk, atau penggemar tradisi kuliner global, produk Halal Thailand menawarkan sesuatu yang unik dan berharga.

Kami mengundang Anda untuk berbagi pemikiran dan pengalaman Anda dengan produk Halal Thailand di bagian komentar di bawah.  Sudahkah Anda mencoba makanan atau kosmetik Halal Thailand?  Apa produk favorit Anda?  Masukan dan cerita Anda membantu kami memahami dan merayakan peningkatan dampak produk Halal Thailand di seluruh dunia.

Penulis adalah : Hafiz Maqsood Ahmed adalah Pemimpin Redaksi The Halal Times, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang jurnalisme.  Mengkhususkan diri dalam ekonomi Islam, analisisnya yang mendalam membentuk wacana ekonomi Halal global.

Kazan Forum 2024: Platform Terbaik untuk Menjelajahi Industri Halal Rusia – HDC

this formate

KAZAN, bisniswisata.co.id:  Halal Development Corporation Berhad (HDC) Malaysia baru-baru ini berpartisipasi dalam Kazan Forum 2024 yang diadakan di Kazan, Rusia.  

Dilansir dari halalfocus.net, forum bergengsi ini berfungsi sebagai platform internasional untuk membahas pembangunan ekonomi, perdagangan, dan kerja sama antar negara Islam.

Khairul Azwan Harun, Ketua HDC, diundang secara khusus oleh penyelenggara sebagai panelis internasional, berpartisipasi dalam berbagai sesi diskusi dan panel untuk mempromosikan kemampuan Malaysia dalam ekonomi halal global.  

Delegasi HDC, yang dipimpin oleh Ketua, menunjukkan komitmen Malaysia sebagai pemimpin dalam industri halal global, sejalan dengan strategi diplomasi halal negara tersebut.

Dalam sesi panel, Khairul Azwan Harun menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital untuk membantu perusahaan bergabung dalam rantai pasokan halal dan, pada saat yang sama, meningkatkan proposisi nilai sertifikasi Halal kepada konsumen sasaran.

Keikutsertaan HDC dalam Kazan Forum 2024 juga membuka peluang kerjasama strategis dengan lembaga sertifikasi dari Rusia dan Timur Tengah seperti Gulftic, International Center of Halal Standardization and Certification of Religious Board ofMuslims of Russian Federation, dan LLC BelHalal.

Selain itu, HDC sedang menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan lokal Rusia seperti M2 Farm LLC, Miratorg Holding, Sweet Factory “Volshebnitsa”, Uniconf, dan produsen minyak nabati terkemuka Rusia, Nefis Group, untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi produsen bahan halal lokal.

Hal yang lebih penting lagi, HDC bertujuan untuk menjalin kemitraan yang kuat dengan Azerbaijan dan UEA dalam proyek digitalisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan halal ke tingkat yang lebih tinggi dan memperkuat pembangunan industri di antara negara-negara peserta.

 HDC percaya bahwa upaya ini juga menciptakan peluang signifikan bagi para pelaku industri halal Malaysia untuk menembus pasar halal di Rusia dan negara-negara Asia Tengah.

 Kazan Forum 2024 menarik lebih dari 1.000 peserta dari lebih dari 50 negara, termasuk perwakilan pemerintah, pengusaha, dan pakar industri.

 HDC akan terus berperan aktif dalam memberdayakan industri halal Malaysia, memperluas pasarnya, dan memperkuat posisi internasionalnya.  

Partisipasi dalam forum seperti Kazan Forum 2024 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan HDC untuk memperkuat diplomasi halal dan mempromosikan Malaysia sebagai pusat halal global.

 

BPJPH Percepat Asesmen Tiga Lembaga di Belanda

this formate

AMSTERDAM, bisniswisata.co.id: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama terus melaksanakan percepatan asesmen atau penilaian Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) di berbagai negara mitra. 

Terbaru, asesmen dilaksanakan kepada tiga LHLN di Belanda, yakni Total Quality Halal Correct Certification (TQHCC), Halal Feed and Food Inspection Authority, dan Halal Quality Control Group (HQC) The Netherlands Headquarters.

Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham, mengatakan penilaian tersebut dilakukan atas pengajuan akreditasi dan permohonan saling keberterimaan yang telah diajukan oleh ketiga lembaga halal tersebut kepada BPJPH.

“Sejak tanggal 15 Mei lalu, kami melakukan penilaian terhadap tiga Lembaga Sertifikasi Halal di Belanda, yang dilakukan berdasarkan permohonan kerja sama kepada BPJPH yang telah diajukan sebelumnya kepada BPJPH.” kata Aqil Irham di Amsterdam, Selasa lalu.

Selain Aqil Irham, nampak hadir dalam delegasi asesmen LHLN Indonesia tersebut Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal BPJPH Abd Syakur, 3 orang asesor dan 3 orang sekretariat. 

Setiba di Belanda, tim langsung melaksanakan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag. Hadir dalam pertemuan Dubes RI di Den Haag Mayerfas, Direktur Halal Quality Control Netherlands Abdul Munim Al Chaman, DIrektur Total Quality Halal Correct Certification Ali Salah, dan Direktur Halal Feed and Food Inspection Authority Abdul Qayyum.

“Rangkaian kegiatan asesmen kami laksanakan mulai dari office assessment pada Halal Quality Control Netherlands pada tanggal 15 hingga 16 Mei lalu, dilanjutkan dengan Field Assessment di Cargill sehari kemudian.” tambah Aqil Irham.

Selanjutnya, kegiatan asesmen dilanjutkan dengan office assesment pada Halal Feed and Food Inspection Authority pada tanggal 18 dan 19 Mei 2024, dan Senin lalu (21/5) dilanjutkan dengan field assessment di Campina.

“Kami akan melanjutkan aktivitas dengan office assessment pada Total Quality Halal Correct Certification, dan dilanjutkan dengan field assessment pada tanggal 24 Mei mendatang.” sambungnya.

Selain melaksanakan asesmen ketiga LHLN, Aqil Irham juga mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan wajib sertifikasi halal yang akan mulai diberlakukan mulai Oktober 2024 mendatang.

“Kami juga sosialisasikan Wajib Halal Oktober 2024 yang diberlakukan bagi produk luar negeri.” kata Aqil Irham

Asesmen, ujarnya, sangat penting untuk dilakukan mengingat diperlukan oleh kedua negara dalam melangsungkan sekaligus meningkatkan hubungan kerja sama khususnya dalam bidang industri dan perdagangan produk halal.

Ia juga mengapresiasi inisiatif dan antusiasme ketiga LHLN untuk menjalin kerja sama dengan BPJPH. Menurutnya, sinergi Jaminan Produk Halal secara timbal balik perlu dipercepat agar kebermanfaatannya dapat segera dirasakan oleh kedua negara.

“Kerja sama juga harus dilaksanakan atas prinsip saling menguntungkan dan dilakukan berdasarkan atas regulasi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Aqil Irham mengatakan bahwa penguatan kerja sama produk halal internasional sejalan dengan potensi ekonomi industri dan perdagangan produk halal semakin bertumbuh dan menjanjikan untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Terlebih saat ini industri halal terus membuktikan diri sebagai pilar penting perekonomian dan menjadi mesin pertumbuhan baru, baik di tingkat global maupun domestik. 

Laporan Dinar Standard menyebutkan, umat muslim dunia akan membeli produk halal dengan nilai mencapai US$2,8 trilliun di tahun 2025.

“Oleh karenanya, di samping berbagai upaya yang lain, penguatan kerja sama internasional ini juga sangat strategis, utamanya dalam rangka memperluas akses pasar produk halal kita. Sekaligus membuka lebih banyak akses bahan baku untuk memajukan industri produk halal kita” kata Aqil Irham.

“Ini tentu saja juga menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk menyiapkan Indonesia sebagai Halal Hub terbesar di dunia,” tambahnya.

 

Arab Saudi: Forum Islam untuk Badan Akreditasi Halal Mengadakan Pertemuan di Riyadh

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Forum Islam untuk Badan Akreditasi Halal (IFHAB) mengadakan pertemuan komite eksekutif perdananya di Riyadh, mempertemukan anggota komite yang mewakili badan akreditasi dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

 Sesi pembukaan yang dipimpin oleh Deputi Gubernur Organisasi Standar, Metrologi, dan Kualitas Saudi (SASO) Saud bin Rashed Al Askar, dimulai dengan pemilihan komite eksekutif untuk masa jabatan perdananya.

 Adel bin Abdulrahman Alkeaid, mewakili Pusat Akreditasi Saudi, terpilih sebagai ketua komite.  bahasa Inggris  Moteb Al-Mezani, mewakili Pusat Akreditasi GCC (GAC), terpilih sebagai wakil ketua, dan Badr bin Ibrahim Abdullatif ditunjuk sebagai sekretaris forum.

Alkeaid memimpin rapat komite, membahas berbagai topik yang diuraikan dalam agenda dan meninjau pencapaian signifikan.  Pembahasan juga membahas peraturan IFHAB, pembentukan komite forum, dan hal-hal terkait lainnya.  -SPA

 Arab Saudi: Infrastruktur Kualitas Halal Global (OHAQ) OKI untuk Forum Islam untuk Badan Akreditasi Halal

 IFHAB akan berupaya memastikan keterwakilan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk badan akreditasi, badan penilaian kesesuaian, legislator, konsumen, dan lainnya. 

Hal ini juga bertujuan untuk membuka peluang ekonomi baru yang meningkatkan perdagangan internasional, serta menciptakan peluang kerja global baru di bidang-bidang khusus yang mana unsur-unsur inovasi dan pengembangan pengetahuan dilibatkan.

 

Pemerintah Tunda Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Halal UMKM hingga 2026

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Pemerintah memutuskan menunda pemberlakuan wajib sertifikasi halal bagi produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari jadwal sebelumnya Oktober 2024 menjadi 2026. Hal ini karena masih rendahnya capaian target sertifikasi halal.

“Presiden (Jokowi) memutuskan bahwa untuk UMKM makanan minuman dan yang lain itu pemberlakuannya diundur tidak 2024, tapi 2026,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat,

Airlangga mengatakan, kewajiban sertifikasi halal tahun 2026 juga ditetapkan untuk kategori obat tradisional, herbal hingga berbagai alat kesehatan.

“Itu disamakan dengan obat tradisional herbal dan yang lain. Kemudian juga produk kimia kosmetik juga 2026. Kemudian aksesoris kemudian barang gunaan rumah tangga, kemudian berbagai alat kesehatan dan juga terkait hal yang lain itu berlaku 2026,” kata Airlangga.

Sedangkan, untuk usaha kategori menengah dan besar kewajiban sertifikasi halal tetap Oktober 2024. “Nah tentu umkm tersebut adalah yang mikro yang penjualannya 1-2 miliar. Kemudian kecil penjualannya sampai dengan 15 miliar. Sedangkan yang besar dan menengah tetap diberlakukan per 17 Oktober,” jelasnya.

Airlangga mengungkapkan bahwa salah satu pertimbangan diundurnya kewajiban sertifikasi halal bagi UMKM yakni karena capaian target sertifikasi halal per tahun baru mencapai 4 juta lebih. Padahal ditargetkan 10 juta sertifikasi halal.

Airlangga juga mengatakan bahwa produk dari negara lain akan diberlakukan kewajiban sertifikasi halal setelah ditandanganinya Mutual Recognation Arrangement (MRA).

“Tadi dilaporkan menag sekarang ada 16 negara sudah melakukan MRA. Maka negara yang sudah melakukan MRA itu diberlakukan karena halalnya disertifkasi di negara asal sehingga barangnya bisa masuk. Tetapi bagi negara yang blum tandatangan MRA ini belum diberlakukan,” kata Airlangga.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Muhammad Aqil Irham mengatakan, seiring adanya penundaan kewajiban sertifikasi halal bagi produk UMK hingga Oktober 2026.

Pihaknya akan segera membahas hal teknisnya dengan Kementerian terkait, di antaranya: Kemenko Perekonomian, Sekretariat Kabinet, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lainnya.“Kita akan bahas dan siapkan bersama payung hukumnya,” sebut Aqil Irham.

Penundaan kewajiban sertifikasi halal ini juga memberikan waktu bagi pemerintah untuk mengintensifkan sinergi dan kolaborasi antar Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah (Pemda) serta para stakeholder terkait untuk fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal, pendataan, layanan yang terintegrasi, dan pembinaan serta edukasi sertifikasi halal, sambungnya.

 

Tanggal Pembukaan Klub Kreator Terungkap untuk Disney’s Pixar Place Hotel

this formate

Pixar Place Hotel Creators Club Concierge Lounge di Disneyland (Foto: Disneyland)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Pixar Place Hotel yang baru di Disneyland Resort akan segera membuka ruang pramutamu untuk tamu tingkat klub.

Dilansir dari travelpulse.com, lounge pramutamu Creators Club yang baru dijadwalkan mulai menyambut para tamu pada 24 Mei. Ruang eksklusif ini akan menawarkan sarapan kontinental setiap pagi dan anggur, makanan hangat, dan makanan penutup di malam hari.

Juga akan ada petugas khusus dan dekorasi klub akan mencakup seni konsep, maquette, dan kendaraan naik ular dari Jesse’s Critter Carousel.

Ruang tersebut dibuat untuk merayakan “kolaborasi antara Walt Disney Imagineering dan Pixar Animation Studios,” kata Disney dalam sebuah pernyataan.

Untuk merasakan ruang baru, pengunjung harus memesan kamar tingkat pramutamu di Pixar Place Hotel, yang mencakup akses ke Klub Pembuat Konten mulai 24 Mei 2024. Untuk melakukannya, pilih kamar “Tingkat Klub” selama proses pemesanan.

Jika Anda sudah melakukan reservasi Pixar Place Hotel dan tidak memilih Level Klub, belum terlambat. Tamu yang sudah memiliki reservasi kamar Pixar Place Hotel dan ingin meningkatkan ke kamar tingkat pramutamu dapat menghubungi Disney untuk mendapatkan bantuan.

Perlu juga dicatat bahwa Pixar Place Hotel adalah bagian dari Pixar Fest yang kini berlangsung di Disneyland hingga tanggal 4 Agustus 2024. Partisipasi hotel ini termasuk menawarkan rangkaian pembicara dengan waktu terbatas.

Hal ini memungkinkan para tamu hotel untuk mendengarkan beberapa talenta terbaik Pixar, termasuk :

  • Peter Sohn, sutradara “Elemental” (Sabtu, 25 Mei)
  • Maurissa Horwitz, editor utama untuk “Inside Out 2” (Kamis, 20 Juni)
  • Roger Gould, direktur kreatif, Taman Hiburan, Pixar Animation Studios (Sabtu, 13 Juli) 

Untuk menghadiri rangkaian pembicara, tamu yang menginap di Hotel Disneyland Resort dapat memesan penawaran gratis ini dengan pemeran di meja depan.

 

Eropa Akan Buka Lebih Dari 325 Hotel Baru Tahun 2024 Ini.

this formate

CHESHIRE, UK, bisniswisata.co.id : Menurut Laporan Tren Proyek Konstruksi Hotel Eropa oleh Lodging Econometrics (LE), waralaba hotel global terkemuka mengalami kemajuan dalam proyek konstruksi besar di Eropa meskipun terjadi perlambatan ekonomi.

Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, khususnya di hotel-hotel kelas atas, dengan 326 hotel baru dan hampir 45.100 kamar diperkirakan akan dibuka di seluruh Eropa tahun ini.

Dilansir dari tourism-review.com, pipeline proyek pembangunan hotel di Eropa sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut laporan tren yang disiapkan musim semi ini, total pembangunan hotel di Eropa mencapai 1.705 proyek dan 253.777 kamar pada akhir kuartal pertama.

45% proyek hotel sedang dalam tahap konstruksi, mencakup 762 proyek dan 117,815 kamar. Selain itu, 411 proyek dengan 60,356 kamar akan mulai dibangun dalam 12 bulan ke depan, sementara 532 proyek dengan 75,606 kamar sedang dalam tahap perencanaan awal, sedikit di bawah rekor yang dilaporkan pada kuartal pertama tahun 2023.

Proyek hotel mewah menunjukkan pertumbuhan tertinggi pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan mewah kelas atas kini memiliki rekor 271 proyek dan 45,122 kamar, sementara jaringan mewah saat ini memiliki 358 proyek dan 57,153 kamar yang sedang dalam proses.

Terdapat 305 proyek hotel kelas menengah-atas, dengan 46.020 kamar diperkirakan akan dibuka di segmen ini. Ketiga skala ini mewakili 55% proyek di total portofolio konstruksi kawasan Eropa.

Pada kuartal pertama tahun 2024, 45 hotel baru dengan 5,961 kamar dibuka di seluruh Eropa. Tambahan 281 hotel baru dengan 39.129 kamar diharapkan akan dibuka pada kuartal berikutnya.

Secara keseluruhan, para ahli memperkirakan pembukaan 326 hotel baru dengan 45.090 kamar pada akhir tahun 2024. Tahun depan, pembukaan hotel di Eropa akan meningkat menjadi 367 hotel baru dengan 52.605 kamar pada tahun 2025.

Lima Negara Menyumbang Setengah dari Pembukaan Hotel di Eropa.Inggris memiliki jumlah proyek tertinggi di Eropa untuk kuartal pertama tahun 2024, dengan 321 proyek dan 45,257 kamar. Jerman menyusul dengan 180 proyek dan 28,816 ruangan, Perancis dengan 130 proyek dan 14,268 ruangan, Portugal dengan 120 proyek dan 15,020 ruangan, dan Turki dengan 116 proyek dan rekor 18,277 ruangan.

Kelima negara ini mewakili 51% proyek dan 48% total proyek yang direncanakan di kawasan ini selama kuartal pertama tahun ini.

Kota-kota Eropa dengan jaringan pipa terbesar saat ini adalah London, dengan 80 proyek dan 14,987 kamar; Istanbul, dengan 51 proyek dan 8,814 kamar; Lisbon, dengan 37 proyek dan 4.349 kamar; Dublin, dengan 27 proyek dan 5,254 kamar; dan Dusseldorf, dengan 26 proyek dan 4.798 kamar.

 

Beaches Resorts Perkenalkan Program Yoga Anak Bersama Sesame Street 

this formate

Yoga Matahari Terbit Sesame Street di Resor Pantai.  (Foto: Beach Resor )

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Beaches Resorts , yang terkenal dengan liburan Karibia yang berpusat pada keluarga, memperluas kemitraan jangka panjangnya dengan organisasi nirlaba berdampak global, Sesame Workshop, untuk memperkenalkan program resor yoga terbaru untuk anak-anak dan orang tua mereka. 

Dilansir dari travelpulse.com, Program Yoga Sesame Street Sunrise yang baru dirancang untuk menawarkan peluang segar untuk memperkaya liburan dan hubungan keluarga dan melalui aktivitas gerakan penuh perhatian yang dilakukan bersama. 

Diluncurkan bersamaan dengan Bulan Kesadaran Kesehatan Mental pada bulan Mei, inisiatif ini mengundang anak-anak dan orang tua untuk memulai pagi hari mereka dengan bangun, bersinar, meregangkan tubuh, dan menguatkan diri di bawah sinar matahari Karibia yang penuh kebahagiaan.

Sesame Street Sunrise Yoga, kini ditawarkan secara eksklusif di ketiga properti Beaches Resorts, yang berlokasi di Jamaika , dan Turks dan Caicos . Ini membiasakan anak-anak kecil dengan latihan yoga yang sangat bermanfaat dengan bantuan karakter Sesame Street tercinta, seperti Elmo, Cookie Monster, Bert dan Abby Cadabby, yang secara bergiliran memimpin sesi latihan. 

“Sesame Workshop berkomitmen terhadap kesejahteraan emosional anak-anak dan keluarga, membangun sejarah panjang dukungan di bidang penting ini,” kata Jennifer Ahearn, SVP, Global Strategic Partnerships and Themed Entertainment, Sesame Workshop. 

“Yoga adalah cara yang menyenangkan untuk membantu anak-anak melatih kesadaran, dan kami bangga menawarkan pengalaman baru ini di Beaches Resorts, tempat kami memulai kemitraan selama 20 tahun.”

Sesi yoga berdurasi 40 menit dirancang untuk menyenangkan dan menarik, menggabungkan gerakan, perhatian, dan kesenangan untuk seluruh keluarga. Selama kelas, baik orang tua maupun calon yogi mengikuti karakter Sesame Street saat mereka melakukan berbagai peregangan, pose, dan latihan pernapasan. 

Peserta juga diberikan matras yoga Sesame Street berukuran anak-anak untuk melanjutkan latihan mindfulness di rumah, serta foto berukuran 5×7 sebagai kenang-kenangan pengalaman mereka. 

Kelas diadakan dua kali seminggu, dengan jadwal berbeda-beda di tiga lokasi Resor Pantai: Pantai Turks dan Caicos, Pantai Negril, dan Pantai Ocho Rios. Sesi dapat dipesan secara online sebagai tambahan atau di tempat di Sesame Street Kids Camps resor. 

“Liburan keluarga adalah waktu yang berharga untuk menciptakan kenangan, sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari untuk memprioritaskan kebersamaan, penemuan, budaya baru, dan pengalaman.

“Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bagaimana liburan mengarah pada hubungan keluarga yang lebih dekat,” kata Heather Effs , Manajer Korporat Operasi Hiburan untuk Sandals Resorts International, perusahaan induk dari Beaches Resorts.

 “Bersama dengan Sesame Workshop, kami bangga memperkenalkan pengalaman yang menyenangkan dan membina secara emosional untuk ditemukan bersama oleh anak-anak dan orang tua, menginspirasi kenangan dan perhatian.”

“Program-program ini tidak hanya membangun nilai-nilai inti dan komitmen bersama kita terhadap keluarga di seluruh dunia; hal ini juga mengarah pada momen kebersamaan yang menumbuhkan tradisi. 

Sungguh luar biasa menciptakan peluang bagi keluarga untuk terhubung melalui pengalaman baru di Karibia dengan pengalaman berharga untuk dinikmati setelahnya,” tambah Effs.

 

Pariwisata Israel Dalam Serangan keras

this formate

CHESHIRE, UK, bisniswisata.co.id : Di Israel, pariwisata inbound, khususnya ziarah Kristen, terhenti karena perang yang sedang berlangsung. Para ahli tidak yakin apakah pariwisata Israel akan kembali ke tingkat sebelumnya.

Selama lebih dari 2.000 tahun, Israel telah menjadi tujuan utama para peziarah. Belakangan ini, hal ini telah menjadi landasan bagi industri pariwisata yang berkembang pesat, menghasilkan US$8,46 miliar untuk Israel dan US$1 miliar untuk Palestina pada tahun 2019.

Dilansir dari tourism-review.com, menurut Kementerian Pariwisata, sektor ini secara historis menyumbang sekitar 3 persen terhadap perekonomian Israel dan secara langsung mempekerjakan 200.000 orang Israel. Namun, kedatangan internasional telah menurun sejak bulan Oktober karena adanya peringatan perjalanan.

Operator tour di Palestina dan Israel terbiasa menghadapi tingkat kekerasan yang berfluktuasi, yang seringkali menyebabkan pendapatan tidak menentu karena pembatalan perjalanan.

Mereka biasanya memiliki cadangan keuangan untuk membantu mereka bertahan di masa-masa sulit ini. Namun, pandemi ini telah menghabiskan cadangan tersebut. Akibatnya, banyak dunia usaha kini berada dalam posisi yang sangat genting dan pariwisata terhenti.

Para ahli memperkirakan dampak jangka panjang konflik tersebut terhadap pariwisata Israel. Saat ini, sekutu paling setia Israel mulai melemah dalam mendukung pemboman Gaza.

Di seluruh dunia, terjadi demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa di universitas-universitas bergengsi yang menyerukan gencatan senjata dan bahkan menganjurkan boikot dan sanksi.

Konflik ini bisa berdampak jangka panjang pada jamaah religi sehingga memperburuk prospek industri pariwisata Israel. Hal ini tidak hanya berdampak pada perolehan pendapatan tetapi juga alat politiknya (soft power) dalam membenarkan perluasan tanah Israel.

Menurut media Israel, Yossi Fattal, direktur Asosiasi Penyelenggara Pariwisata Inbound di Israel, menyatakan keprihatinannya mengenai dampak konflik terhadap industri pariwisata.

Dia menyatakan, ada 250 maskapai penerbangan yang beroperasi di Israel sebelum konflik, namun jumlah tersebut kini berkurang menjadi 45. Banyak maskapai penerbangan yang menghentikan penerbangan mereka ke Israel, termasuk Turkish Airlines pada Maret 2024 dan EasyJet pada Oktober 2024.

 

Jepang Perkenalkan Sistem Tiket Gunung Fuji

this formate

KOFU,Shizuoka,bisniswisata.co.id: Pihak berwenang di wilayah Yamanashi di Jepang secara proaktif mengatasi masalah kepadatan penduduk yang disebabkan oleh lonjakan pariwisata.  Salah satu langkah efektifnya adalah dengan menerapkan sistem tiket pendakian Gunung Fuji.

 Sistem tiket Gunung Fuji, yang diterapkan tahun ini, akan memastikan pengalaman pendakian yang lebih terkendali dan menyenangkan bagi semua orang seperti dilansir dari japannews.yomiuri.co.jp

Menurut pernyataan administrasi wilayah Yamanashi, hanya 4000 pendaki per hari yang diizinkan mendaki Gunung Fuji melalui Jalur Yoshida, rute paling populer.  

Tiket Gunung Fuji untuk pendakian ini berharga sekitar dua belas euro, harga yang murah untuk petualangan yang dikelola dengan baik dan berkesan.

 Mulai 20 Mei 2024, tiket musim ini, yang berlangsung dari Juli hingga September, dapat dipesan dengan mudah secara online.  Sistem baru ini memungkinkan pengunjung untuk mengamankan tempat mereka terlebih dahulu, memastikan mereka menikmati pengalaman luar biasa ini.  

Setidaknya 1000 tiket per hari akan dipesan untuk pemesanan harian, sehingga mereka dapat merencanakan pendakian sesuai jadwal mereka.

 Puncak Gunung Fuji setinggi 3.776 meter dan tertutup salju hampir sepanjang tahun.  Di musim panas, lebih dari 220.000 pendaki mendaki lereng curam dan berbatu setiap tahunnya.  Banyak orang melakukan pendakian pada malam hari untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak.

Kawasan sekitar Gunung Fuji juga terpengaruh oleh popularitas simbol nasional Jepang dan masuknya wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut untuk mengambil foto puncaknya.  

Di tempat yang trendi untuk mengambil foto, di mana Gunung Fuji tampak menjulang di belakang supermarket, pihak berwenang berencana mengambil tindakan untuk melindungi penduduknya.  

Nantinya akan dipasang layar privasi besar berwarna hitam untuk menutupi pemandangan gunung.  Penduduk mengeluh bahwa wisatawan masuk tanpa izin ke properti mereka untuk mencari kesempatan berfoto yang sempurna, tanpa berpikir panjang berlari ke jalan, dan membuang sampah sembarangan.