IBTM Asia Pacific 2027 Mulai Debutnya di Bangkok, Pertemukan Pemasok Global dan Pembeli Regional Asia-Pasifik.

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id: IBTM telah mengumumkan peluncuran IBTM Asia Pacific 2027, pasar acara bisnis baru yang akan berlangsung pada 9–10 Juni 2027 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) di Thailand.

Acara ini dirancang untuk membangun platform strategis bagi industri pertemuan dan acara di salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Pameran baru ini akan mempertemukan pembeli korporat, asosiasi, dan agensi dari seluruh Asia-Pasifik dengan destinasi global, tempat, hotel, dan pemasok, dengan tujuan untuk memfasilitasi koneksi bisnis dan kemitraan jangka panjang.

Menargetkan pasar regional yang berkembang pesat

Peluncuran IBTM Asia Pacific 2027 bertepatan dengan penguatan posisi kawasan Asia-Pasifik sebagai pasar acara bisnis terbesar ketiga di dunia.

Sektor ini diperkirakan akan mencapai nilai US$231,49 miliar pada tahun 2026 dan diproyeksikan tumbuh dengan laju tahunan sebesar 12,6% hingga tahun 2029.

Penyelenggara memposisikan acara ini sebagai pasar tingkat tinggi, memanfaatkan model Hosted Buyer IBTM yang sudah mapan bersama dengan alat pencocokan berbasis AI untuk menghasilkan hasil bisnis yang terukur dan pengembalian investasi bagi para peserta.

Menurut riset IBTM, permintaan akan platform regional khusus sangat kuat, dengan minat awal yang telah diungkapkan oleh merek dan kelompok pembeli yang mencari akses ke pertemuan bisnis terstruktur dan berkualitas tinggi.

Lanskap Kompetitif dan Posisi Pasar

IBTMIBTM Asia Pacific 2027 Mulai Debutnya di Bangkok, Pertemukan pemasok global dan pembeli regional Asia-Pasifik. Asia Pacific 2027 akan memasuki lingkungan pameran dagang MICE yang kompetitif di Asia, di mana acara-acara mapan seperti IT&CMA di Bangkok dan MICE Show Asia di Singapura telah menarik peserta regional dan internasional.

Acara baru ini juga akan tumpang tindih dalam cakupannya dengan pertemuan industri yang lebih luas seperti Pacific Asia Travel Association Travel Mart.

Terlepas dari lanskap ini, penyelenggara melihat peluncuran ini sebagai cerminan pengaruh Asia-Pasifik yang semakin besar di sektor pertemuan global, bukan sekadar pameran dagang tambahan.

Acara ini juga mewakili upaya baru IBTM untuk membangun kehadiran di Asia, setelah rencana sebelumnya untuk diluncurkan di Singapura pada tahun 2020 dan Hong Kong pada tahun 2025, yang pada akhirnya tidak terwujud karena gangguan terkait pandemi dan penyesuaian strategis.

Bangkok dipilih sebagai kota tuan rumah

Bangkok telah dipilih untuk menjadi tuan rumah IBTM Asia Pacific 2027 karena posisinya yang mapan sebagai pusat regional untuk acara internasional.

Kota ini menawarkan kapasitas hotel yang luas, harga yang kompetitif, infrastruktur modern, dan konektivitas udara global yang kuat.

Kebijakan visa Thailand, termasuk e-visa dan pembebasan visa untuk pasar utama seperti Tiongkok, India, Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Serikat, semakin mendukung aksesibilitas bagi peserta internasional.

Acara ini didukung oleh Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB), yang memperkuat dukungan institusional dan keselarasan dengan strategi pengembangan MICE negara tersebut.

Supawan Teerarat, Presiden TCEB, mengatakan:

“IBTM Asia Pacific 2027 Mulai Debutnya di Bangkok, Pertemukan pemasok global dan pembeli regional Asia-Pasifik. merasa terhormat menyambut IBTM Asia Pacific 2027 dan mitra MICE global ke Bangkok.

Acara penting ini lebih dari sekadar pertemuan regional. Ini adalah pernyataan berani tentang meningkatnya pengaruh Asia dalam industri acara bisnis global.

Biro Konvensi dan Pameran Thailand berharap dapat bekerja sama erat dengan RX BITEC untuk menciptakan platform dinamis yang menghubungkan komunitas acara bisnis internasional sekaligus menampilkan kemampuan kelas dunia Thailand dan pengalaman yang menginspirasi.

Program dan Keterlibatan Industri

IBTM Asia Pacific 2027 akan menampilkan program konten interaktif, termasuk lokakarya, sesi kolaboratif, dan pengalaman yang berfokus pada kesehatan, sejalan dengan pendekatan portofolio IBTM terhadap berbagi pengetahuan dan keterlibatan industri.

Acara ini juga akan mencakup kesempatan untuk berjejaring seperti Pesta Selamat Datang pada hari pembukaan, yang dirancang untuk memfasilitasi koneksi antar peserta dan menyoroti budaya lokal.

Claudia Hall, Direktur Pameran IBTM World dan IBTM Asia Pacific, mengatakan pihaknya senang meluncurkan acara baru untuk kawasan ini.

Membuka pintu ke pasar dengan potensi yang sangat besar dan memperkenalkan model kami yang telah terbukti ke kawasan yang dinamis dengan keinginan kuat untuk tumbuh.

Visi kami adalah membangun acara paling berpengaruh di kawasan ini, menawarkan platform premium yang menyatukan para pemimpin industri melalui pertemuan berkualitas tinggi, program konferensi yang inspiratif, dan dampak komersial yang terukur bagi peserta pameran dan pembeli.”

Dengan debutnya yang dijadwalkan pada tahun 2027, IBTM Asia Pacific 2027 bertujuan untuk membangun kehadiran jangka panjang di Asia-Pasifik, sejalan dengan ekspansi berkelanjutan kawasan ini sebagai pusat global utama untuk acara bisnis dan pertemuan internasional.

EagleTree Buat Gebrakan dengan Akuisisi Opus, Agensi acara asal Inggris

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Opus Agency berekspansi di Inggris. Akuisisi Wave Marketing Communications menggandakan ukuran tim regional mereka.

Spesialis pemasaran acara internasional Opus Agency telah mengumumkan akuisisi Wave Marketing Communications, sebuah agensi acara kreatif layanan lengkap yang berbasis di Inggris.

Dilansir dari www.c-mw.net, tim dan bisnis Wave akan sepenuhnya terintegrasi ke dalam Opus Agency, memperkuat kehadirannya yang sudah mapan di EMEA.

Grup Opus, yang mencakup Opus Agency, MAS, dan Verve, sendiri diakuisisi awal bulan ini oleh dana investasi yang dikelola oleh EagleTree Capital.

Menambah tim Opus Agency yang berkembang pesat di Inggris, yang telah tumbuh 100% dari tahun ke tahun, Wave menambahkan kemampuan produksi yang lebih dalam.

Skala yang lebih luas di wilayah tersebut, dan kemampuan yang lebih besar untuk memberikan layanan di seluruh Amerika dan APAC. Akuisisi ini juga membawa divisi teknis khusus dan inventaris peralatan yang signifikan.

Dena Lowery, presiden Opus Agency, mengatakan akuisisi Wave memperkuat bisnis global kami pada saat klien membutuhkan lebih banyak dari mitra acara mereka di berbagai pasar.

Ini menambah kemampuan produksi premium, kedalaman teknis, dan tim kepemimpinan yang memiliki standar dan dorongan yang sama dengan kami untuk melampaui hal-hal biasa.”

Tony Barton, salah satu pendiri Wave, menekankan peluang untuk berkembang: “Wave dibangun di atas standar sederhana: ide-ide berani, disampaikan dengan presisi kreatif dan keunggulan teknis.

Bergabung dengan Opus Agency memberi tim kami platform untuk meningkatkan standar tersebut di lebih banyak pasar, menangani program global yang lebih kompleks, dan menciptakan nilai lebih bagi merek-merek yang mempercayai kami.”

Wave akan beralih ke merek Opus Agency dalam beberapa bulan mendatang, bergabung dengan tim yang sudah ada di London.

Sebagai anggota The Opus Group, Opus Agency beroperasi dari kantor-kantor di seluruh Amerika Serikat dan di jantung kota London, Sydney, dan Singapura. Wave telah menyelenggarakan acara-acara unggulan di lebih dari 33 kota dalam 12 bulan terakhir.

Turki Bergabung sebagai Kekuatan Global di Bidang MICE dan Destinasi Pernikahan pada Tahun 2026

this formate

MUMBAI, bisniswisata.co.id: Dalam pergeseran signifikan yang membentuk kembali perjalanan mewah global, Turki telah muncul bersama India, Mesir, Vietnam, dan Qatar sebagai pusat terkemuka untuk MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran) dan pernikahan tujuan wisata.

Dilansir dari www.miceshowcase.com, lonjakan di berbagai benua ini cerminkan meningkatnya permintaan akan acara berskala besar yang menggabungkan bisnis, perayaan, dan pariwisata mewah.

Kebangkitan negara-negara ini didorong oleh kemampuan mereka untuk menawarkan latar belakang budaya yang beragam, infrastruktur kelas dunia, dan harga yang kompetitif, menjadikannya sangat menarik bagi perencana acara internasional.

Turki, khususnya, memanfaatkan posisi geografis strategisnya yang menghubungkan Eropa dan Asia, bersama dengan ekosistem perhotelan yang kuat dan tempat acara modern, untuk memposisikan dirinya sebagai tujuan MICE global pilihan.

Faktor kunci di balik pertumbuhan ini adalah meningkatnya skala dan kemewahan pernikahan tujuan wisata dan acara perusahaan.

Individu dengan kekayaan bersih tinggi dan perusahaan global mencari lokasi yang unik dan imersif, mendorong permintaan melampaui tujuan tradisional Barat ke pasar berkembang di seluruh Asia dan Timur Tengah.

Negara-negara seperti India dan Qatar memanfaatkan pusat konvensi besar dan penawaran perhotelan mewah, sementara Vietnam dan Mesir menyediakan latar yang indah dan kaya budaya yang meningkatkan pengalaman acara.

Daya tarik Turki semakin diperkuat oleh meningkatnya jumlah wisatawan internasional, konektivitas udara yang kuat, dan meningkatnya minat dari pasar utama seperti India.

Negara ini telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam jumlah wisatawan India, didukung oleh peningkatan konektivitas dan lonjakan permintaan untuk wisata pernikahan dan perjalanan MICE.

Selain itu, pemerintah dan badan pariwisata di seluruh negara ini secara aktif berinvestasi dalam infrastruktur, pemasaran destinasi, dan kemitraan untuk merebut pangsa pasar acara global yang lebih besar.

Ini termasuk perluasan fasilitas konvensi, penyederhanaan proses visa, dan promosi pengalaman perjalanan mewah yang disesuaikan dengan audiens internasional.

Seiring berjalannya tahun 2026, peningkatan kolektif ini menandakan transformasi yang lebih luas dalam lanskap MICE global.

Dominasi destinasi tradisional ditantang oleh liga baru lokasi dinamis yang berfokus pada pengalaman, yang mendefinisikan kembali bagaimana dan di mana dunia berkumpul untuk acara bisnis dan perayaan besar.

Ketika yang Lebih Kecil Lebih Baik: Pertemuan Mikro Meninggalkan Jejaknya

this formate

Mengapa pertemuan kecil adalah jawaban untuk kebutuhan pertemuan saat ini.
Acara mikro memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dan manajemen risiko yang lebih menyeluruh. (Foto: iStock/Sunan Wongsa-nga)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Anggaran yang terbatas terus menjadi tantangan bagi industri acara, dan menemukan cara untuk melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit adalah permintaan yang berulang dalam arahan perencana.

Pertemuan mikro – pertemuan pusat satelit di berbagai kota utama alih-alih satu acara regional besar di satu lokasi – mungkin menjadi salah satu jawabannya.

Konsep pertemuan yang lebih kecil dapat membantu meningkatkan tingkat keterlibatan sekaligus mengurangi waktu dan biaya perjalanan, kata para pelaku industri.

Terlibat secara strategis

“Ada peningkatan minat pada acara kecil dan mikro yang memungkinkan keterlibatan strategis dan memberikan kendali yang lebih besar,” kata Manpreet Bindra, pemimpin regional, Asia, FCM Meetings & Events.

“Tren ini sebagian besar didorong oleh perusahaan global dengan kehadiran regional [yang menginginkan] kesadaran, kualitas keterlibatan, dan cara untuk berkelanjutan.”

Ia percaya bahwa keberhasilan acara semacam itu terletak pada personalisasi, memadukan kecerdasan buatan dan kecerdasan emosional, serta menghadirkan ide-ide segar yang selaras dengan etos dan nilai-nilai inti perusahaan.

Dalam kelompok yang lebih kecil, fokusnya lebih pada interaksi, di mana peserta memiliki waktu untuk bertukar ide dan berkontribusi secara efektif.

“Untuk menyelenggarakan acara semacam itu, Anda harus membangun rencana yang bernuansa, karena setiap wilayah memiliki tantangannya sendiri — terutama di Asia, karena beragamnya persyaratan.” katanya.

Fleksibilitas sebagai mata uang

Dalam lingkungan geopolitik yang tidak stabil saat ini, pertemuan mikro juga dapat sangat menarik. “Pertemuan mikro memungkinkan perencanaan yang lebih fleksibel di seluruh kelompok atau divisi yang lebih kecil, memungkinkan perencana dan perusahaan untuk melakukan manajemen risiko yang lebih menyeluruh

“Memprioritaskan pertimbangan keselamatan dan kepatuhan, terutama seputar masalah lingkungan dan politik,” kata Xinling Yap, CMP, direktur akun regional, Asia Pasifik, di BCD Meetings & Events.

Ia menambahkan bahwa pertemuan kelompok yang lebih kecil juga dapat mempertimbangkan persyaratan budaya dengan lebih mudah. ​​“Di Jepang, misalnya, gaya keterlibatan jauh lebih formal dibandingkan dengan pasar seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam.”

Cara Merencanakan Rapat Mikro

Saat merencanakan rapat mikro, pemilihan tempat merupakan pertimbangan penting. Ruang yang lebih santai dan tidak terlalu impersonal dapat menumbuhkan hubungan yang lebih dalam antar karyawan, sementara ruang dengan terlalu banyak pihak eksternal atau gangguan dapat mengurangi fokus.

Agar rapat mikro yang lebih intim berhasil, Yap merekomendasikan untuk menetapkan tujuan yang jelas sehingga peserta memahami tujuan diskusi dan seperti apa hasil yang sukses.

“Cantumkan dengan jelas peran dan persyaratan kontribusi untuk setiap peserta, pastikan rapat tersebut mencakup kelompok yang beragam untuk masukan yang menyeluruh, dan berikan kesempatan untuk umpan balik guna peningkatan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perencanaan harus memperhatikan bahwa biaya per peserta mungkin lebih tinggi, terutama di pasar di mana pengalaman premium diharapkan.

HCN Merilis Whitepaper: ‘Membuka Potensi Iklan Berbasis Tablet di Hotel’

this formate

CHICAGO, bisniswisata.co.id:  Hotel Communication Network (HCN), pemimpin global dalam tablet di kamar tamu untuk hotel, menawarkan whitepaper baru berjudul Membuka Potensi Iklan Tablet di Kamar Hotel.

Ditulis oleh tiga pakar industri: Terry Donnelly, Chief Revenue Officer, HCN; Hector Gonzalez, Pendiri & CEO, OOH Connect; dan Seif Khemaissia, Co-Founder, Akru.ai; laporan ini menjelaskan bagaimana HCN telah mengubah tablet kamar tamu menjadi saluran media pemasaran dan perdagangan yang ampuh.

HCN telah berada di garis depan dalam menyediakan tablet untuk kamar tamu di hotel selama bertahun-tahun sebagai antarmuka yang ditingkatkan untuk mengotomatiskan kamar tamu.

Menggunakannya hanya untuk tujuan ini mengabaikan potensi dan kekuatan yang dapat dibawa perangkat ini untuk memasarkan layanan hotel dan memberikan akses kepada tamu hotel saat ini terhadap pengalaman dan informasi yang mereka harapkan.

Platform periklanan terprogram canggih baru HCN dirancang untuk memaksimalkan potensi teknologi ini, menyediakan pengiklan dan pengelola hotel dengan media yang canggih dan sangat dapat disesuaikan untuk melibatkan konsumen secara langsung.

Dimana secara radikal mengubah cara pembeli media dapat menargetkan audiens yang sangat diinginkan, di tempat di mana 85% keputusan pembelian wisatawan dibuat, dan ketika konsumen sangat reseptif terhadap pesan merek.

Platform berbasis tablet HCN memiliki fungsi ganda: memenuhi kebutuhan nyata tamu hotel (hiburan, informasi lokal, tiket, konten, dan layanan streaming) dan secara mulus mengintegrasikan pesan merek yang sangat tertarget.

Ini menciptakan pengalaman perjalanan yang sangat terkurasi. Tamu menerima informasi yang dipersonalisasi dan selaras dengan status loyalitas mereka, sementara tablet menawarkan konten bermakna yang menambah nilai pada masa inap mereka.

Sebagai AI Concierge di dalam kamar, tablet memberi pengiklan mesin pemasaran yang ampuh untuk menjangkau konsumen kelas atas yang merupakan tamu di hotel-hotel terkemuka, menghubungkan mereka dengan produk dan layanan yang sesuai dengan minat pribadi mereka.

“Dengan implementasi di 25 negara, HCN adalah otoritas global dalam monetisasi tablet di dalam kamar,” kata Hector Gonzales, Presiden OOH Connect, dan seorang veteran industri media dan periklanan digital luar ruangan.

Mereka mempelopori kategori ini hampir 20 tahun yang lalu dan sekarang mentransfor-masinya lagi. Makalah ini merinci bagaimana pengiklan dapat terhubung secara mendalam dengan konsumen dengan memanfaatkan fitur unik tablet, menjembatani Direct Out of Home (DOOH), display, dan e-commerce.

“HCN telah mengubah perangkat otomatisasi kamar menjadi mesin e-commerce omnichannel. Mereka menyediakan hotel dengan saluran media milik sendiri yang baru di mana mereka dapat memasarkan langsung kepada tamu di hotel mereka,” kata Hector Gonzales.

Ini sekaligus memberi pengiklan kemampuan untuk melibatkan konsumen dengan informasi yang ditargetkan secara sangat tersegmentasi dan relevan. Majalah kamar hotel cetak lama telah diubah menjadi platform media digital yang ampuh.

Para tamu hotel menghabiskan rata-rata tiga setengah jam sehari di kamar mereka. Tidak heran jika kamar menjadi ruang yang paling dipercaya dalam perjalanan wisatawan.

Platform HCN mendukung kepercayaan dengan memberikan kendali atas hampir setiap aspek masa inap mereka kepada tamu dan sediakan konten yang sangat menarik dan relevan, serta mengubah keterlibatan yang mendalam tersebut.

Lebih dari 90% tamu menggunakan perangkat kami — menjadi hasil yang terukur bagi hotel dan merek. Makalah ini menunjukkan data di balik model kami dan mengapa media baru ini meningkatkan pengalaman tamu dan memenuhi harapan tamu akan teknologi dan layanan modern selama masa inap mereka.

Laporan WTTC “Cruising for Impact” Menyoroti Dampak Positif Pariwisata Kapal Pesiar bagi Komunitas di Seluruh Dunia

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia (WTTC) hari ini meluncurkan laporan terbarunya, Cruising for Impact, yang menyoroti dampak positif yang diberikan pariwisata kapal pesiar bagi komunitas dan destinasi di seluruh dunia.

Laporan ini menunjukkan bagaimana pariwisata kapal pesiar bertindak sebagai penggerak peluang yang kuat, mendukung mata pencaharian lokal, memperkuat komunitas, dan menciptakan nilai jangka panjang di destinasi pesisir dan pelabuhan.

Di samping dampak positif ini, industri ini menyumbang US$98,5 miliar terhadap PDB global dan menghasilkan US$199 miliar dalam total output ekonomi, mendukung 1,8 juta lapangan kerja, dan memberikan US$60,1 miliar dalam upah pada tahun 2024, yang menggarisbawahi skala dan jangkauan globalnya.

Temuan utama, berdasarkan data dari Cruise Lines International Association (CLIA), menyoroti bahwa lebih dari 60% penumpang kapal pesiar kembali ke destinasi yang pertama kali mereka temukan melalui kapal pesiar.

Temuan menunjukkan bagaimana sektor ini tidak hanya menghubungkan wisatawan ke tempat-tempat baru, tetapi juga membantu mempertahankan permintaan pariwisata jangka panjang dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Laporan ini juga menyoroti kedalaman integrasi pariwisata kapal pesiar dengan ekonomi lokal, dengan lebih dari 1,4 juta pekerjaan yang didukung di darat.

Lebih lanjut, laporan ini menunjukkan bahwa untuk setiap 20 penumpang kapal pesiar, satu pekerjaan penuh waktu didukung secara global, secara langsung menghubungkan permintaan pengunjung dengan mata pencaharian di berbagai destinasi.

Penelitian WTTC mengungkapkan pengeluaran langsung terkait kapal pesiar sebesar US$93 miliar, yang sebagian besar mengalir ke bisnis lokal, mendukung pengusaha, usaha kecil, dan ekonomi mikro pariwisata di destinasi pelabuhan dan pesisir di seluruh dunia.

Melalui tujuh pilar inti, laporan ini menguraikan bagaimana pariwisata kapal pesiar berkontribusi pada hasil sosial yang positif, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan keterampilan, keragaman dan inklusi, pengayaan komunitas, pelestarian budaya, pengembangan infrastruktur, inovasi lingkungan, serta kesehatan dan respons krisis.

Laporan ini juga menyoroti bagaimana pariwisata kapal pesiar menciptakan hasil positif melalui kolaborasi yang kuat antara destinasi, komunitas, dan mitra industri, membantu memastikan bahwa pertumbuhan bersifat inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai jangka panjang bagi tempat-tempat yang disinggahinya.

Dengan proyeksi pertumbuhan kapasitas penumpang kapal pesiar sebesar 19% antara tahun 2022 dan 2028, sektor ini diharapkan memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung komunitas dan destinasi di seluruh dunia.

Gloria Guevara, Presiden & CEO, WTTC, mengatakan: “Pariwisata kapal pesiar membawa manfaat positif yang nyata dan berkelanjutan bagi komunitas di seluruh dunia.

“Ketika wisatawan menemukan suatu destinasi melalui pelayaran dan memilih untuk kembali, mereka menciptakan peluang berkelanjutan bagi bisnis lokal, mendukung lapangan kerja, dan berkontribusi pada vitalitas jangka panjang komunitas tersebut.

“Laporan ini menyoroti dampak positif yang kuat dari pariwisata kapal pesiar, menunjukkan bagaimana hal itu menghubungkan orang, mendukung mata pencaharian, dan menciptakan nilai bersama bagi destinasi di seluruh dunia.”

WTTC mendukung pemerintah, destinasi, dan pemimpin industri dalam memastikan pariwisata kapal pesiar terintegrasi sepenuhnya ke dalam strategi pembangunan nasional, dengan fokus pada pengadaan lokal, pengembangan keterampilan, dan kemitraan komunitas.

Dengan menyelaraskan pertumbuhan dengan nilai sosial jangka panjang, laporan ini menyimpulkan bahwa pariwisata kapal pesiar dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung komunitas yang inklusif, tangguh, dan sejahtera di seluruh dunia.

Menbud Diskusi Bersama Sapta Nirwandar, Dorong Kemajuan Kebudayaan Melalui Parekraf dan Olahraga.

this formate

Menteri Kebudayaan menerima kunjungan Sapta Niwandar ( kanan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Kebudayaan terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam pemajuan kebudayaan, terutama dari hulu hilir.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengatakan pentingnya komunikasi bersama dengan berbagai pihak karena adanya kegiatan yang saling beririsan antara kebudayan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Berbicara saat menerima kunjungan Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, Menbud berdiskusi berbagai upaya pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga yang berbasis kebudayaan.

Berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada kesempatan tersebut Sapta Nirwandar mempresentasikan secara langsung berbagai kegiatan berbasis budaya yang pernah diusung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam diskusi yang berlangsung, disepakati bahwa pengembangan sektor budaya tidak hanya berfokus pada seni dan pariwisata, tetapi juga dapat diperluas ke konsep sport tourism hingga kolaborasi internasional.

Pengembangan pariwisata budaya merupakan salah satu fokus utama yang terus diperkuat, termasuk pengelolaan kawasan bersejarah seperti keraton dan istana yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir. Seharusnya pariwisata yang melewati kita. Karena itu, kita ingin membenahi berbagai potensi budaya, termasuk keraton dan istana di seluruh Indonesia,” jelas Menbud Fazli Zon.

Menbud Fadli kembali mengingatkan akan pentingnya Intellectual Property (IP). Menurutnya pemanfaatan IP dalam pengelolaan dan komersialisasi warisan budaya juga merupakan langkah strategis yang dapat diterapkan di Indonesia, namun dengan tetap menjaga nilai autentisitas dan etika pelestarian.

Kekayaan budaya Indonesia membuka peluang besar dalam pengembangan produk turunan seperti cenderamata berkualitas tinggi dan memiliki nilai artistik dan ekonomi yang kuat.

“Kalau kita bisa mengembangkan produk-produk turunan budaya dengan kualitas tinggi, ini bukan sekadar souvenir biasa, tetapi direproduksi secara profesional dengan melibatkan perajin lokal, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses publik terhadap warisan budaya,” lanjut Menbud.

Sapta Nirwandar menyampaikan gagasan berkolaborasi dengan berbagai negara untuk menyelenggarakan kegiatan kebudayaan internasional, yang mengedepankan kesamaan budaya, seperti kerajinan berbasis bambu.

“Selain sebagai bagian dari pelestarian (preservasi) alam dan budaya, bambu juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kreatif. Berbagai produk inovatif telah dihasilkan di berbagai negara, mulai dari alat musik, furnitur, hingga produk fungsional seperti sepeda dan instrumen lainnya berbasis bambu,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut turut dibahas pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis agama dan budaya, seperti pemanfaatan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu diskusi juga membahas pemanfaatan ruang budaya sebagai pariwisata berbasis olahraga, misalnya Tour de Singkarak dan Borobudur Marathon.

Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; dan Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, I Made Dharma Suteja.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan diskusi dan koordinasi secara intensif, guna mendapatkan formula yang tepat dalam pngembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Diharapkan kedepannya pengembangan industri tersebut dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi RI ( Dok. Kemenbud/ Vidhy Fellizano Sfinoza).

Menjelajah Bhutan: Laksana Sebuah Perjalanan Melintasi Waktu, Budaya dan Alam

this formate

THIMPU, bisniswisata.co.id: Di tengah tekanan dan kesibukan hidup, tren slow travel dan perjalanan untuk healing kian diminati wisatawan. Banyak orang kini mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, ketentraman jiwa dan interaksi bermakna dengan budaya dan alam untuk melepas penat.

Bagi para pencari ketenangan, Bhutan dapat menjadi jawaban yang manghadirkan harmoni antara budaya, alam, dan spiritualitas. Dikenal dengan negeri Naga Guntur, Kerajaan Bhutan menawarkan beragam pengalaman unik di setiap musim yang menjadikannya destinasi menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.

Dari puncak bersalju di musim dingin hingga mekarnya rhododendron yang subur di musim semi, lembah-lembah hijau yang subur di musim panas, serta festival musim gugur yang penuh warna, Bhutan menghadirkan perjalanan tiada tara dalam hal pendalaman budaya, keindahan alam, dan penemuan spiritual.

Setiap musim di Bhutan menawarkan daya tarik yang berbeda. Musim dingin (Desember–Februari) menghadirkan pegunungan bersalju dan suasana tenang di lembah terpencil, sementara musim semi (Maret–Mei) dipenuhi bunga-bunga bermekaran seperti rhododendron dan anggrek, serta berbagai festival yang merayakan alam dan budaya lokal. Pada periode ini, aktivitas seperti hiking dan eksplorasi alam menjadi sangat menarik dengan lanskap yang memukau.

Memasuki musim panas (Juni–Agustus), Bhutan berubah menjadi hamparan lembah nan hijau dengan sungai yang mengalir jernih dan lanskap pertanian yang melimpah, menjadikannya waktu yang tepat untuk trekking, arung jeram, serta memancing dengan teknik fly-fishing.

Sementara itu, musim gugur (September–November) menjadi waktu perayaan budaya dan spiritual, ditandai dengan festival besar yang menampilkan tarian topeng sakral dan ritual Buddha, serta langit cerah yang sempurna untuk menikmati pemandangan pegunungan.

“Bhutan bukan sekadar destinasi. Ini adalah perjalanan melintasi waktu, budaya, dan alam,” ujar Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata.

Mulai dari ketenangan lembah di musim dingin, mekarnya bunga di musim semi, semarak festival musim panas, hingga perayaan di musim gugur, Bhutan menawarkan pengalaman yang menyentuh indra dan menginspirasi jiwa, tambah Damcho

Pihaknya mengundang para wisatawan untuk menjelajahi Bhutan sepanjang tahun, merasakan budaya, berinteraksi dengan masyarakat, dan menikmati lanskap yang menakjubkan.

Bhutan tidak hanya memukau dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan rangkaian festivalnya yang sarat tradisi dan makna. Departemen Pariwisata Bhutan, di bawah Kementerian Industri dan Ketenagakerjaan, merilis beberapa festival yang wajib dikunjungi selama enam bulan ke depan meliputi:

*Rhododendron Week (3–9 April 2026, Sheytemi, Trashigang). Festival untuk merayakan keanekaragaman hayati yang menampilkan keindahan mekarnya bunga rhododendron dari lebih 40 spesies yang tumbuh di negeri ini.

Lereng pegunungan dipenuhi warna-warni bunga, memberikan pemandangan menakjubkan bagi wisatawan yang mengikuti nature walk, belajar tentang flora unik Bhutan, dan menjelajahi jalur pegunungan yang menawan.

*Haa Spring Festival (7-9 April, Haa Valley)
Festival ini merayakan tradisi nomaden, pertanian, dan kuliner lokal dengan pertunjukan budaya, olahraga tradisional, pameran produk yang dihasilkan dari yak (sejenis sapi) dan kerajinan tangan. Wisatawan bisa mencicipi masakan autentik Bhutan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

*Rhododendron Festival (22–23 April 2026, Royal Botanical Park, Lamperi)
Festival ini memadukan alam dan budaya melalui pameran, pertunjukan seni, kuliner lokal, dan aktivitas alam berpemandu, sekaligus menyoroti pentingnya melestarikan ekosistem Bhutan yang kaya dan unik.

*Great Yeti Quest (8-9 Mei 2026, Sakteng, Trashigang). Terinspirasi dari legenda lokal Yeti, festival unik ini memadukan petualangan, budaya dan eksplorasi alam dengan mengajak wisatawan trekking, menikmati pertunjukan budaya Brokpa, dan merasakan kehidupan masyarakat semi-nomaden.

*Matsutake Festival, 15-16 Agustus 2026, Ganekha,  Salah satu perayaan musim panas untuk merayakan tradisi kuliner yang menonjolkan jamur Matsutake liar yang sangat dihargai di pasar internasional ;

Wisatawan dapat mengikuti kegiatan memetik jamur berpemandu, menyaksikan demo masak tradisional, dan mencicipi hidangan segar berbahan Matsutake.

Pada 23-24 Agustus 2026, Ura
Melanjutkan perayaan di Genekha, festival di Ura Valley, Bumthang ini mengajak wisatawan memahami peran penting panen Matsutake bagi ekonomi lokal sekaligus belajar praktik pemanenan yang berkelanjutan.

Selain itu, pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam Bumthang dan merasakan keramahan tradisional masyarakat Bhutan.

*Thimpu Drubchen (17 September 2026, Thimpu)
Diadakan di halaman benteng dan biara Budha, Tashichho Dzong, festival kuno ini didedikasikan untuk Palden Lhamo, dewi pelindung Bhutan, yang menampilkan tarian topeng sakral (Cham) dan ritual yang dipercaya dapat menjaga dzong, ibu kota, dan negeri dari bahaya.

*Thimphu Tshechu (21–23 September 2026, Thimphu).
Setelah Thimphu Drubchen, perayaan berlanjut dengan Thimphu Tshechu, salah satu festival terbesar di Bhutan. Festival ini menampilkan tarian topeng sakral, ritual keagamaan, dan pertunjukan budaya yang meriah, dihadiri ribuan warga yang mengenakan busana tradisional untuk merayakan dan menerima berkah.

*Bathing Carnival (22–24 September 2026, Pemagatshel):
Menutup musim festival yang semarak, Bathing Carnival menghadirkan perayaan unik yang mengangkat tradisi wellness khas Bhutan, seperti pemandian herbal dan hot-stone. Dipadukan dengan pertunjukan budaya dan suasana komunitas yang hangat, festival ini menawarkan pengalaman relaksasi sekaligus kesempatan terhubung dengan tradisi lokal di tengah lanskap pedesaan yang indah.

Festival-festival ini secara keseluruhan menawarkan kepada para pengunjung kesempatan langka untuk merasakan langsung kekayaan warisan budaya Bhutan, tradisi spiritual, dan lingkungan alamnya yang masih murni.

Dari tarian sakral dan pertunjukan ulang peristiwa bersejarah hingga perayaan musiman keanekaragaman hayati dan kuliner lokal, kalender festival Bhutan mencerminkan tradisi yang terus lestari serta kehangatan masyarakatnya.

Melalui pendekatan pariwisata “high-value, low-volume”, yaitu prinsip pariwisata bernilai tinggi dengan jumlah kunjungan yang terbatas, Bhutan memastikan setiap perjalanan memberikan pengalaman yang bermakna sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.

Para pengunjung dianjurkan untuk merencanakan perjalanan mereka melalui operator tur Bhutan berlisensi, guna memastikan pengalaman yang lancar dan bermakna yang menonjolkan keindahan alam, warisan budaya, serta keterlibatan masyarakat setempat

Era Baru Vietnam: Mewujudkan Resolusi, Promosi Investasi Hanoi, Pariwisata dan Fokus pada Kota Ho Chi Minh

this formate

Altar Surga di Provinsi Ninh Bình, tempat Raja Đinh Tiên Hoàng mempersembahkan korban ke surga dan bumi.( Fotothegioitiepthi.danviet.vn).

HO CHI MINH CITY, bisniswisata.co.id: Ninh Bình membentuk kembali masa depannya dengan memanfaatkan masa lalu yang berusia seribu tahun. Berlandaskan nilai-nilai budaya yang telah lama ada, lanskap alam yang tak tertandingi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dilansir dari Vietnam News, provinsi ini mengejar strategi yang berani untuk tahun 2025-2030 untuk menjadi Kota Warisan Milenium yang dikelola secara terpusat. Ninh Bình menulis ulang masa depannya dengan bersandar pada masa lalu yang membentang seribu tahun.

Hal ini membuktikan bahwa terkadang akar tertua menghasilkan pertumbuhan yang paling berani. Berlandaskan nilai-nilai budaya berusia ribuan tahun, lanskap alam yang tak tertandingi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar hiasan nostalgia, tetapi peta jalan praktis yang dirancang dengan cermat yang bertujuan untuk hubungkan Ninh Bình ke dalam jaringan global kota-kota warisan sambil mempercepat perannya dalam pembangunan nasional Vietnam.

Ibu kota yang dibentuk oleh geografi dan sejarah

Selama berabad-abad, Ninh Bình telah menempati posisi strategis di peta Vietnam, secara geografis sangat penting, secara militer signifikan, dan secara budaya membentuknya.

Seperti yang telah ditunjukkan oleh para sarjana, Hoa Lư, ibu kota kuno yang terletak di lanskap karst provinsi, telah memiliki karakteristik kota abad pertengahan pada akhir abad ke-10: populasi non-pertanian yang padat, perdagangan yang dinamis, dan sistem transportasi sungai dan darat yang berkembang.

Kapal-kapal dagang dari Tiongkok dan Asia Tenggara pernah berlayar di jalur perairan mereka, menjadikan Hoa Lư sebagai pusat perdagangan sub-regional awal serta pusat politik.

Ciri-ciri tersebut bukanlah kebetulan. Geopolitik unik dan koridor alam di wilayah tersebut menjadikannya lokasi ideal untuk monarki terpusat. Raja Đinh Tiên Hoàng menyadari dan menggunakan keunggulan ini untuk membangun ibu kota yang mudah dipertahankan dan terhubung.

Saat ini, reruntuhan Hoa Lư berada di jantung Kompleks Lanskap Indah Tràng An – situs Warisan Dunia ganda UNESCO (budaya dan alam) sejak 2014, yang pertama dan satu-satunya di Vietnam dan Asia Tenggara.

Tràng An merupakan contoh lanskap warisan milenium: permadani sungai, pegunungan, ruang kota kuno, pemukiman tradisional, infrastruktur warisan, dan praktik budaya hidup yang menjadi landasan identitas komunitas.

Para ahli menekankan bahwa visi kota masa depan Ninh Bình berakar pada keberlanjutan praktis daripada perubahan drastis.

Profesor Nguyễn Quang Ngọc dan lainnya mencatat bahwa ketika masyarakat dan pembuat kebijakan secara bertanggung jawab memanfaatkan jalur air, hutan, dan rute perdagangan, mereka dapat mengubah keunggulan historis menjadi sumber daya modern.

Provinsi ini telah melakukan hal itu – memanfaatkan nilai-nilai ibu kota kekaisaran pertamanya untuk menciptakan momentum bagi pembangunan ekonomi dan perkotaan.

Fondasi perkotaan bersejarah ini memberi Ninh Bình klaim yang kredibel untuk berkembang sebagai Kota Warisan Milenium, kota yang melestarikan masa lalunya sambil menyalurkannya ke dalam pertumbuhan kontemporer.

Hal yang membuat Ninh Bình istimewa adalah koeksistensi warisan alam dan budaya dalam ruang pembangunan yang sama. Di luar Tràng An, provinsi ini sedang menyiapkan berkas untuk UNESCO guna menominasikan kompleks Tam Chúc – Vân Long, lanskap karst di tepi selatan Delta Sungai Merah.

Jika diakui, keberlanjutan lanskap warisan ini akan memperkuat identitas koridor hijau Ninh Bình, yang kaya secara ekologis dan terhubung secara regional, memperkuat tiga pilar pembangunan perkotaan yang saling terkait: perencanaan kota warisan, ekonomi berbasis warisan, dan industri kreatif yang berakar pada budaya.

Standar internasional, manfaat lokal

Para pemimpin lokal secara sadar menyelaraskan lintasan ini dengan kerangka kerja global. Departemen Pariwisata provinsi menekankan bahwa model Kota Warisan Milenium tidak mengorbankan pelestarian; sebaliknya, model ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB dan standar perlindungan UNESCO.

Ini menandakan langkah yang disengaja untuk menginternasionalisasi ambisi provinsi, untuk memenuhi norma global sambil memaksimalkan nilai lokal.

Angka-angka mendukung ambisi tersebut. Ninh Bình memiliki lebih dari 5.000 situs bersejarah yang terinventarisasi, lebih dari 1.100 situs yang diklasifikasikan secara resmi, ribuan benda budaya tak benda (40 di antaranya termasuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda Nasional) dan 17 artefak yang ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional.

Aset-aset ini membentuk kekayaan budaya yang padat yang dapat digunakan untuk membangun ekonomi warisan yang kuat: pariwisata berkualitas tinggi, industri budaya, pendidikan, dan layanan kreatif yang menarik bakat dan investasi.

Perencana kota dan arsitek berpendapat bahwa warisan itu sendiri dapat menjadi alat perencanaan. Profesor Madya Nguyễn Hồng Thục dari Universitas Nasional Việt Nam, Hà Nội, melihat lanskap warisan Ninh Bình sebagai landasan yang cukup untuk strategi kota bersejarah yang memadukan konservasi warisan dengan pembaruan kota.

Menempatkan warisan di pusat perencanaan mendorong model yang seimbang, melindungi situs sambil menggunakannya sebagai jangkar untuk pariwisata, produksi budaya, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Keberlanjutan juga merupakan kebutuhan pragmatis. Nguyễn Quốc Tuân, kepala Arsitektur di Universitas Phương Đông, menyoroti tekanan global yang dihadapi kota-kota, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan urbanisasi yang tak terkendali.

Oleh karena itu, model Kota Warisan Milenium Ninh Bình dipilih bukan hanya karena kesesuaian budayanya tetapi juga sebagai strategi pembangunan berkelanjutan yang tangguh, yang melestarikan ekosistem dan praktik budaya sekaligus mendorong stabilitas ekonomi jangka panjang.

Lintasan ekonomi dan demografi Ninh Bình mendukung visi ini. Setelah ekspansi spasial, provinsi ini sekarang memiliki salah satu populasi terbesar di negara ini dan termasuk di antara sepuluh ekonomi teratas secara nasional.

Pada tahun 2025, pertumbuhan PDB-nya diproyeksikan sebesar 10,65 persen, menempatkannya di peringkat teratas pertumbuhan regional dan di antara penerima investasi asing langsung terkemuka.

Terpenting adalah pemerintah provinsi sedang mengubah pertumbuhan menjadi infrastruktur: rencana pembangunan yang diperbarui, peningkatan konektivitas teknis dan antar kota, studi kelayakan untuk bandara dan pelabuhan laut dalam, restorasi sungai, dan proyek taman warisan budaya.

Investasi ini bukan sembarangan; ini adalah langkah strategis untuk menata ulang sistem perkotaan, mengalokasikan kembali sumber daya, dan menciptakan pusat pertumbuhan baru yang terkait dengan warisan dan layanan bernilai tinggi.

Pilihan strategis Ninh Bình sangat jelas: memperlakukan warisan sebagai sumber daya jangka panjang dan terbarukan yang mendukung pembangunan, bukan sebagai penghalang.

Provinsi ini menekankan harmoni, melindungi keanekaragaman hayati dan integritas budaya sambil mengejar kemajuan sosial-ekonomi.

Dengan menggabungkan aspirasi Kota Warisan Milenium dengan pendekatan Kota Kreatif, Ninh Bình bertujuan untuk meningkatkan daya saingnya, memperdalam integrasi internasional, dan mengklaim peran kepemimpinan di antara pusat-pusat kota warisan di Vietnam.

Ninh Bình tidak mencoba membekukan masa lalunya. Ini adalah upaya untuk menjalin sejarah ke dalam masa depan yang berkelanjutan, membangun kota di mana lanskap berusia ribuan tahun dan tradisi yang hidup mendorong pertumbuhan kontemporer, menarik perhatian global.

Mewariskan kepada generasi mendatang. Hasilnya bisa menjadi model baru kesuksesan perkotaan: berakar pada ingatan, dirancang untuk ketahanan, dan terbuka bagi dunia. (VNS

VITM 2026 di Puncaknya: pameran Dinamis Pasar Pariwisata yang Bertransformasi

this formate

Sebuah pelayaran mewah di Teluk Hạ Long menarik minat yang besar dari pengunjung internasional di VITM. (Foto VNS/Lê Hương)

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam International Travel Mart (VITM) 2026 berlangsung meriah di pusat kota Hanoi, menarik ribuan pengunjung setiap hari untuk konsultasi, pertukaran informasi, dan pemesanan langsung di tempat.

Acara tahunan ke-15 ini telah mempertemu- kan perwakilan dari 31 provinsi dan kota, bersama dengan delegasi dari 20 negara dan wilayah.

Hampir 400 stan yang diselenggarakan oleh lebih dari 600 organisasi dan bisnis dipamerkan, termasuk 15 persen dari peserta pameran internasional, yang mencerminkan skala dan keterlibatan global yang semakin meningkat dari sektor pariwisata Vietnam.

Diselenggarakan dengan tema “Transformasi Digital dan Pertumbuhan Hijau – Meningkatkan Pariwisata Vietnam”, pameran ini bertujuan untuk mendorong daerah dan bisnis untuk mengembangkan destinasi hijau, produk pariwisata berkelanjutan.

Begitu pula tenaga kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan tentang praktik ramah lingkungan, berkontribusi pada pemosisian pariwisata sebagai sektor ekonomi hijau.

Memperkuat hubungan internasional

Partisipasi internasional tetap menjadi sorotan acara tahun ini. Amirah Nadiah Mazlan, perwakilan dari Badan Promosi Pariwisata Malaysia di Kota Hồ Chí Minh, mengatakan kepada Việt Nam News ( VNS) bahwa pameran ini menyediakan platform penting untuk memperdalam hubungan pariwisata bilateral.

“Kami hadir di VITM 2026 untuk promosikan Visit Malaysia 2026 dan untuk menyambut lebih banyak wisatawan Vietnam ke Malaysia. Kami telah melihat pertumbuhan yang kuat dalam perjalanan dua arah, yang cerminkan hubungan erat antara Malaysia dan Vietnam,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Malaysia akan terus memperluas kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan di Vietnam, sambil menyelenggarakan roadshow di kota-kota besar seperti Hanoi, Kota Hồ Chí Minh, dan Đà Nẵng untuk lebih mempromosikan destinasi tersebut.

Pengunjung mencari nilai dan keandalan

Bagi pengunjung domestik, VITM tetap menjadi tempat terpercaya untuk menjelajahi pilihan perjalanan dan membandingkan penawaran menjelang musim panas.

Phạm Thị Vân Yến, seorang pengunjung tetap, mengatakan bahwa ia mengunjungi pameran setiap tahun untuk merencanakan perjalanan mendatang.

“Pameran ini ramai dan menawarkan gambaran lengkap tentang tren perjalanan. Kami sering memilih destinasi pantai seperti Nha Trang, Đà Lạt, Vũng Tàu, Quy Nhơn, dan Hạ Long, dan biasanya bepergian dengan Vietnam Airlines,” katanya.

Sementara itu, Nguyễn Thị Kim Thanh mencatat bahwa meskipun keluarganya berencana melakukan perjalanan ke luar negeri tahun ini, kenaikan harga tiket pesawat telah mendorong kenaikan harga paket wisata.

“Dibandingkan bulan lalu, harga telah meningkat beberapa juta đồng. Namun, datang ke pameran ini memberi kami kepercayaan pada penyedia layanan, jadi kami tetap memutuskan untuk memesan tour yang kami sukai,” katanya.

Vũ Đào Hùng, pengunjung lain, mengatakan pameran ini memungkinkan pelanggan untuk membuat keputusan yang tepat. “Harga telah berfluktuasi, tetapi tetap dapat diterima. Di sini, kami dapat membandingkan berbagai perusahaan, menemukan tur yang sesuai, dan merasa lebih aman dengan pilihan kami,” katanya.

Perspektif ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen, dengan para pelancong lebih menekankan kredibilitas, pengalaman, dan transparansi daripada hanya harga.

Bisnis beralih ke produk yang berfokus pada pengalaman

Sejalan dengan tema acara, banyak perusahaan perjalanan memamerkan produk baru yang menekankan fleksibilitas, personalisasi, dan keberlanjutan.

Phạm Văn Bảy, perwakilan dari Vietravel, mengatakan perusahaan menawarkan promosi hingga 30 persen untuk tour domestik dan penghematan hingga VNĐ10 juta (US$380) untuk paket internasional.

“Selain insentif harga, kami fokus pada diversifikasi lini produk kami, termasuk penawaran premium, perjalanan yang berorientasi pada kaum muda, dan produk berbasis ESG yang mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dengan pengalaman pelanggan,” katanya.

Perusahaan juga memperluas format perjalanan fleksibel seperti paket kombo dan pilihan bebas, memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Nikaragua menampilkan potensi pariwisatanya di area pameran yang ringkas.
Demikian pula, perusahaan lain promosikan tour “tanpa belanja” dan wisata kesehatan sambil menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Menurut perwakilan industri, pasar secara bertahap bergeser dari tur kelompok standar ke pengalaman perjalanan yang dipersonali- sasi didukung oleh data dan teknologi.

Daerah-daerah Mempromosikan Identitas yang Berbeda

Pameran ini juga berfungsi sebagai platform bagi daerah-daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata mereka dan mencari kemitraan.

Nguyễn Kim Chung, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Gia Lai, mengatakan provinsi ini menjadi tuan rumah Tahun Pariwisata Nasional 2026 dengan serangkaian 244 acara.

“Kami mempromosikan nilai-nilai budaya dan lanskap alam Gia Lai, sambil menjalin hubungan dengan bisnis pariwisata untuk mengembangkan rute wisata yang menggabungkan pengalaman dataran tinggi dan pesisir,” katanya.

Upaya tersebut mencerminkan tren yang lebih luas di antara destinasi untuk mendiversifikasi produk dan meningkatkan daya saing di pasar yang berkembang pesat.

Penawaran Baru Menyoroti Pariwisata Berbasis Pengalaman

Produk pariwisata baru yang diluncurkan di pameran ini semakin menggambarkan pergeseran sektor ini menuju pariwisata berbasis pengalaman. LuxGroup memperkenalkan Amiral Cruises for Presidents, produk kapal pesiar premium di Sungai Saigon yang dijadwalkan diluncurkan pada Juni 2026.

Menurut CEO Phạm Hà, proyek ini menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, dan hiburan, mengikuti pendekatan “perjalanan lambat” dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi malam hari.

Menuju pertumbuhan berkelanjutan

Di seluruh pameran, penekanan pada pertumbuhan hijau dan transformasi digital terlihat jelas. Dari produk berorientasi ESG hingga strategi pengembangan destinasi berkelanjutan, VITM 2026 mencerminkan transisi industri menuju pariwisata yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab.

Saat musim liburan musim panas mendekat, suasana ramai di Istana Kebudayaan Persahabatan menggarisbawahi kepercayaan yang diperbarui di pasar.

Lebih penting lagi, ini menandakan pergeseran yang lebih luas di sektor pariwisata Vietnam menuju keberlanjutan, inovasi, dan peningkatan pengalaman pengunjung.