Menbud Diskusi Bersama Sapta Nirwandar, Dorong Kemajuan Kebudayaan Melalui Parekraf dan Olahraga.

this formate

Menteri Kebudayaan menerima kunjungan Sapta Niwandar ( kanan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Kebudayaan terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam pemajuan kebudayaan, terutama dari hulu hilir.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengatakan pentingnya komunikasi bersama dengan berbagai pihak karena adanya kegiatan yang saling beririsan antara kebudayan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Berbicara saat menerima kunjungan Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, Menbud berdiskusi berbagai upaya pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga yang berbasis kebudayaan.

Berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada kesempatan tersebut Sapta Nirwandar mempresentasikan secara langsung berbagai kegiatan berbasis budaya yang pernah diusung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam diskusi yang berlangsung, disepakati bahwa pengembangan sektor budaya tidak hanya berfokus pada seni dan pariwisata, tetapi juga dapat diperluas ke konsep sport tourism hingga kolaborasi internasional.

Pengembangan pariwisata budaya merupakan salah satu fokus utama yang terus diperkuat, termasuk pengelolaan kawasan bersejarah seperti keraton dan istana yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir. Seharusnya pariwisata yang melewati kita. Karena itu, kita ingin membenahi berbagai potensi budaya, termasuk keraton dan istana di seluruh Indonesia,” jelas Menbud Fazli Zon.

Menbud Fadli kembali mengingatkan akan pentingnya Intellectual Property (IP). Menurutnya pemanfaatan IP dalam pengelolaan dan komersialisasi warisan budaya juga merupakan langkah strategis yang dapat diterapkan di Indonesia, namun dengan tetap menjaga nilai autentisitas dan etika pelestarian.

Kekayaan budaya Indonesia membuka peluang besar dalam pengembangan produk turunan seperti cenderamata berkualitas tinggi dan memiliki nilai artistik dan ekonomi yang kuat.

“Kalau kita bisa mengembangkan produk-produk turunan budaya dengan kualitas tinggi, ini bukan sekadar souvenir biasa, tetapi direproduksi secara profesional dengan melibatkan perajin lokal, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses publik terhadap warisan budaya,” lanjut Menbud.

Sapta Nirwandar menyampaikan gagasan berkolaborasi dengan berbagai negara untuk menyelenggarakan kegiatan kebudayaan internasional, yang mengedepankan kesamaan budaya, seperti kerajinan berbasis bambu.

“Selain sebagai bagian dari pelestarian (preservasi) alam dan budaya, bambu juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kreatif. Berbagai produk inovatif telah dihasilkan di berbagai negara, mulai dari alat musik, furnitur, hingga produk fungsional seperti sepeda dan instrumen lainnya berbasis bambu,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut turut dibahas pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis agama dan budaya, seperti pemanfaatan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu diskusi juga membahas pemanfaatan ruang budaya sebagai pariwisata berbasis olahraga, misalnya Tour de Singkarak dan Borobudur Marathon.

Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; dan Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, I Made Dharma Suteja.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan diskusi dan koordinasi secara intensif, guna mendapatkan formula yang tepat dalam pngembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Diharapkan kedepannya pengembangan industri tersebut dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi RI ( Dok. Kemenbud/ Vidhy Fellizano Sfinoza).

Menjelajah Bhutan: Laksana Sebuah Perjalanan Melintasi Waktu, Budaya dan Alam

this formate

THIMPU, bisniswisata.co.id: Di tengah tekanan dan kesibukan hidup, tren slow travel dan perjalanan untuk healing kian diminati wisatawan. Banyak orang kini mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, ketentraman jiwa dan interaksi bermakna dengan budaya dan alam untuk melepas penat.

Bagi para pencari ketenangan, Bhutan dapat menjadi jawaban yang manghadirkan harmoni antara budaya, alam, dan spiritualitas. Dikenal dengan negeri Naga Guntur, Kerajaan Bhutan menawarkan beragam pengalaman unik di setiap musim yang menjadikannya destinasi menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.

Dari puncak bersalju di musim dingin hingga mekarnya rhododendron yang subur di musim semi, lembah-lembah hijau yang subur di musim panas, serta festival musim gugur yang penuh warna, Bhutan menghadirkan perjalanan tiada tara dalam hal pendalaman budaya, keindahan alam, dan penemuan spiritual.

Setiap musim di Bhutan menawarkan daya tarik yang berbeda. Musim dingin (Desember–Februari) menghadirkan pegunungan bersalju dan suasana tenang di lembah terpencil, sementara musim semi (Maret–Mei) dipenuhi bunga-bunga bermekaran seperti rhododendron dan anggrek, serta berbagai festival yang merayakan alam dan budaya lokal. Pada periode ini, aktivitas seperti hiking dan eksplorasi alam menjadi sangat menarik dengan lanskap yang memukau.

Memasuki musim panas (Juni–Agustus), Bhutan berubah menjadi hamparan lembah nan hijau dengan sungai yang mengalir jernih dan lanskap pertanian yang melimpah, menjadikannya waktu yang tepat untuk trekking, arung jeram, serta memancing dengan teknik fly-fishing.

Sementara itu, musim gugur (September–November) menjadi waktu perayaan budaya dan spiritual, ditandai dengan festival besar yang menampilkan tarian topeng sakral dan ritual Buddha, serta langit cerah yang sempurna untuk menikmati pemandangan pegunungan.

“Bhutan bukan sekadar destinasi. Ini adalah perjalanan melintasi waktu, budaya, dan alam,” ujar Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata.

Mulai dari ketenangan lembah di musim dingin, mekarnya bunga di musim semi, semarak festival musim panas, hingga perayaan di musim gugur, Bhutan menawarkan pengalaman yang menyentuh indra dan menginspirasi jiwa, tambah Damcho

Pihaknya mengundang para wisatawan untuk menjelajahi Bhutan sepanjang tahun, merasakan budaya, berinteraksi dengan masyarakat, dan menikmati lanskap yang menakjubkan.

Bhutan tidak hanya memukau dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan rangkaian festivalnya yang sarat tradisi dan makna. Departemen Pariwisata Bhutan, di bawah Kementerian Industri dan Ketenagakerjaan, merilis beberapa festival yang wajib dikunjungi selama enam bulan ke depan meliputi:

*Rhododendron Week (3–9 April 2026, Sheytemi, Trashigang). Festival untuk merayakan keanekaragaman hayati yang menampilkan keindahan mekarnya bunga rhododendron dari lebih 40 spesies yang tumbuh di negeri ini.

Lereng pegunungan dipenuhi warna-warni bunga, memberikan pemandangan menakjubkan bagi wisatawan yang mengikuti nature walk, belajar tentang flora unik Bhutan, dan menjelajahi jalur pegunungan yang menawan.

*Haa Spring Festival (7-9 April, Haa Valley)
Festival ini merayakan tradisi nomaden, pertanian, dan kuliner lokal dengan pertunjukan budaya, olahraga tradisional, pameran produk yang dihasilkan dari yak (sejenis sapi) dan kerajinan tangan. Wisatawan bisa mencicipi masakan autentik Bhutan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

*Rhododendron Festival (22–23 April 2026, Royal Botanical Park, Lamperi)
Festival ini memadukan alam dan budaya melalui pameran, pertunjukan seni, kuliner lokal, dan aktivitas alam berpemandu, sekaligus menyoroti pentingnya melestarikan ekosistem Bhutan yang kaya dan unik.

*Great Yeti Quest (8-9 Mei 2026, Sakteng, Trashigang). Terinspirasi dari legenda lokal Yeti, festival unik ini memadukan petualangan, budaya dan eksplorasi alam dengan mengajak wisatawan trekking, menikmati pertunjukan budaya Brokpa, dan merasakan kehidupan masyarakat semi-nomaden.

*Matsutake Festival, 15-16 Agustus 2026, Ganekha,  Salah satu perayaan musim panas untuk merayakan tradisi kuliner yang menonjolkan jamur Matsutake liar yang sangat dihargai di pasar internasional ;

Wisatawan dapat mengikuti kegiatan memetik jamur berpemandu, menyaksikan demo masak tradisional, dan mencicipi hidangan segar berbahan Matsutake.

Pada 23-24 Agustus 2026, Ura
Melanjutkan perayaan di Genekha, festival di Ura Valley, Bumthang ini mengajak wisatawan memahami peran penting panen Matsutake bagi ekonomi lokal sekaligus belajar praktik pemanenan yang berkelanjutan.

Selain itu, pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam Bumthang dan merasakan keramahan tradisional masyarakat Bhutan.

*Thimpu Drubchen (17 September 2026, Thimpu)
Diadakan di halaman benteng dan biara Budha, Tashichho Dzong, festival kuno ini didedikasikan untuk Palden Lhamo, dewi pelindung Bhutan, yang menampilkan tarian topeng sakral (Cham) dan ritual yang dipercaya dapat menjaga dzong, ibu kota, dan negeri dari bahaya.

*Thimphu Tshechu (21–23 September 2026, Thimphu).
Setelah Thimphu Drubchen, perayaan berlanjut dengan Thimphu Tshechu, salah satu festival terbesar di Bhutan. Festival ini menampilkan tarian topeng sakral, ritual keagamaan, dan pertunjukan budaya yang meriah, dihadiri ribuan warga yang mengenakan busana tradisional untuk merayakan dan menerima berkah.

*Bathing Carnival (22–24 September 2026, Pemagatshel):
Menutup musim festival yang semarak, Bathing Carnival menghadirkan perayaan unik yang mengangkat tradisi wellness khas Bhutan, seperti pemandian herbal dan hot-stone. Dipadukan dengan pertunjukan budaya dan suasana komunitas yang hangat, festival ini menawarkan pengalaman relaksasi sekaligus kesempatan terhubung dengan tradisi lokal di tengah lanskap pedesaan yang indah.

Festival-festival ini secara keseluruhan menawarkan kepada para pengunjung kesempatan langka untuk merasakan langsung kekayaan warisan budaya Bhutan, tradisi spiritual, dan lingkungan alamnya yang masih murni.

Dari tarian sakral dan pertunjukan ulang peristiwa bersejarah hingga perayaan musiman keanekaragaman hayati dan kuliner lokal, kalender festival Bhutan mencerminkan tradisi yang terus lestari serta kehangatan masyarakatnya.

Melalui pendekatan pariwisata “high-value, low-volume”, yaitu prinsip pariwisata bernilai tinggi dengan jumlah kunjungan yang terbatas, Bhutan memastikan setiap perjalanan memberikan pengalaman yang bermakna sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.

Para pengunjung dianjurkan untuk merencanakan perjalanan mereka melalui operator tur Bhutan berlisensi, guna memastikan pengalaman yang lancar dan bermakna yang menonjolkan keindahan alam, warisan budaya, serta keterlibatan masyarakat setempat

Era Baru Vietnam: Mewujudkan Resolusi, Promosi Investasi Hanoi, Pariwisata dan Fokus pada Kota Ho Chi Minh

this formate

Altar Surga di Provinsi Ninh Bình, tempat Raja Đinh Tiên Hoàng mempersembahkan korban ke surga dan bumi.( Fotothegioitiepthi.danviet.vn).

HO CHI MINH CITY, bisniswisata.co.id: Ninh Bình membentuk kembali masa depannya dengan memanfaatkan masa lalu yang berusia seribu tahun. Berlandaskan nilai-nilai budaya yang telah lama ada, lanskap alam yang tak tertandingi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dilansir dari Vietnam News, provinsi ini mengejar strategi yang berani untuk tahun 2025-2030 untuk menjadi Kota Warisan Milenium yang dikelola secara terpusat. Ninh Bình menulis ulang masa depannya dengan bersandar pada masa lalu yang membentang seribu tahun.

Hal ini membuktikan bahwa terkadang akar tertua menghasilkan pertumbuhan yang paling berani. Berlandaskan nilai-nilai budaya berusia ribuan tahun, lanskap alam yang tak tertandingi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar hiasan nostalgia, tetapi peta jalan praktis yang dirancang dengan cermat yang bertujuan untuk hubungkan Ninh Bình ke dalam jaringan global kota-kota warisan sambil mempercepat perannya dalam pembangunan nasional Vietnam.

Ibu kota yang dibentuk oleh geografi dan sejarah

Selama berabad-abad, Ninh Bình telah menempati posisi strategis di peta Vietnam, secara geografis sangat penting, secara militer signifikan, dan secara budaya membentuknya.

Seperti yang telah ditunjukkan oleh para sarjana, Hoa Lư, ibu kota kuno yang terletak di lanskap karst provinsi, telah memiliki karakteristik kota abad pertengahan pada akhir abad ke-10: populasi non-pertanian yang padat, perdagangan yang dinamis, dan sistem transportasi sungai dan darat yang berkembang.

Kapal-kapal dagang dari Tiongkok dan Asia Tenggara pernah berlayar di jalur perairan mereka, menjadikan Hoa Lư sebagai pusat perdagangan sub-regional awal serta pusat politik.

Ciri-ciri tersebut bukanlah kebetulan. Geopolitik unik dan koridor alam di wilayah tersebut menjadikannya lokasi ideal untuk monarki terpusat. Raja Đinh Tiên Hoàng menyadari dan menggunakan keunggulan ini untuk membangun ibu kota yang mudah dipertahankan dan terhubung.

Saat ini, reruntuhan Hoa Lư berada di jantung Kompleks Lanskap Indah Tràng An – situs Warisan Dunia ganda UNESCO (budaya dan alam) sejak 2014, yang pertama dan satu-satunya di Vietnam dan Asia Tenggara.

Tràng An merupakan contoh lanskap warisan milenium: permadani sungai, pegunungan, ruang kota kuno, pemukiman tradisional, infrastruktur warisan, dan praktik budaya hidup yang menjadi landasan identitas komunitas.

Para ahli menekankan bahwa visi kota masa depan Ninh Bình berakar pada keberlanjutan praktis daripada perubahan drastis.

Profesor Nguyễn Quang Ngọc dan lainnya mencatat bahwa ketika masyarakat dan pembuat kebijakan secara bertanggung jawab memanfaatkan jalur air, hutan, dan rute perdagangan, mereka dapat mengubah keunggulan historis menjadi sumber daya modern.

Provinsi ini telah melakukan hal itu – memanfaatkan nilai-nilai ibu kota kekaisaran pertamanya untuk menciptakan momentum bagi pembangunan ekonomi dan perkotaan.

Fondasi perkotaan bersejarah ini memberi Ninh Bình klaim yang kredibel untuk berkembang sebagai Kota Warisan Milenium, kota yang melestarikan masa lalunya sambil menyalurkannya ke dalam pertumbuhan kontemporer.

Hal yang membuat Ninh Bình istimewa adalah koeksistensi warisan alam dan budaya dalam ruang pembangunan yang sama. Di luar Tràng An, provinsi ini sedang menyiapkan berkas untuk UNESCO guna menominasikan kompleks Tam Chúc – Vân Long, lanskap karst di tepi selatan Delta Sungai Merah.

Jika diakui, keberlanjutan lanskap warisan ini akan memperkuat identitas koridor hijau Ninh Bình, yang kaya secara ekologis dan terhubung secara regional, memperkuat tiga pilar pembangunan perkotaan yang saling terkait: perencanaan kota warisan, ekonomi berbasis warisan, dan industri kreatif yang berakar pada budaya.

Standar internasional, manfaat lokal

Para pemimpin lokal secara sadar menyelaraskan lintasan ini dengan kerangka kerja global. Departemen Pariwisata provinsi menekankan bahwa model Kota Warisan Milenium tidak mengorbankan pelestarian; sebaliknya, model ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB dan standar perlindungan UNESCO.

Ini menandakan langkah yang disengaja untuk menginternasionalisasi ambisi provinsi, untuk memenuhi norma global sambil memaksimalkan nilai lokal.

Angka-angka mendukung ambisi tersebut. Ninh Bình memiliki lebih dari 5.000 situs bersejarah yang terinventarisasi, lebih dari 1.100 situs yang diklasifikasikan secara resmi, ribuan benda budaya tak benda (40 di antaranya termasuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda Nasional) dan 17 artefak yang ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional.

Aset-aset ini membentuk kekayaan budaya yang padat yang dapat digunakan untuk membangun ekonomi warisan yang kuat: pariwisata berkualitas tinggi, industri budaya, pendidikan, dan layanan kreatif yang menarik bakat dan investasi.

Perencana kota dan arsitek berpendapat bahwa warisan itu sendiri dapat menjadi alat perencanaan. Profesor Madya Nguyễn Hồng Thục dari Universitas Nasional Việt Nam, Hà Nội, melihat lanskap warisan Ninh Bình sebagai landasan yang cukup untuk strategi kota bersejarah yang memadukan konservasi warisan dengan pembaruan kota.

Menempatkan warisan di pusat perencanaan mendorong model yang seimbang, melindungi situs sambil menggunakannya sebagai jangkar untuk pariwisata, produksi budaya, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Keberlanjutan juga merupakan kebutuhan pragmatis. Nguyễn Quốc Tuân, kepala Arsitektur di Universitas Phương Đông, menyoroti tekanan global yang dihadapi kota-kota, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan urbanisasi yang tak terkendali.

Oleh karena itu, model Kota Warisan Milenium Ninh Bình dipilih bukan hanya karena kesesuaian budayanya tetapi juga sebagai strategi pembangunan berkelanjutan yang tangguh, yang melestarikan ekosistem dan praktik budaya sekaligus mendorong stabilitas ekonomi jangka panjang.

Lintasan ekonomi dan demografi Ninh Bình mendukung visi ini. Setelah ekspansi spasial, provinsi ini sekarang memiliki salah satu populasi terbesar di negara ini dan termasuk di antara sepuluh ekonomi teratas secara nasional.

Pada tahun 2025, pertumbuhan PDB-nya diproyeksikan sebesar 10,65 persen, menempatkannya di peringkat teratas pertumbuhan regional dan di antara penerima investasi asing langsung terkemuka.

Terpenting adalah pemerintah provinsi sedang mengubah pertumbuhan menjadi infrastruktur: rencana pembangunan yang diperbarui, peningkatan konektivitas teknis dan antar kota, studi kelayakan untuk bandara dan pelabuhan laut dalam, restorasi sungai, dan proyek taman warisan budaya.

Investasi ini bukan sembarangan; ini adalah langkah strategis untuk menata ulang sistem perkotaan, mengalokasikan kembali sumber daya, dan menciptakan pusat pertumbuhan baru yang terkait dengan warisan dan layanan bernilai tinggi.

Pilihan strategis Ninh Bình sangat jelas: memperlakukan warisan sebagai sumber daya jangka panjang dan terbarukan yang mendukung pembangunan, bukan sebagai penghalang.

Provinsi ini menekankan harmoni, melindungi keanekaragaman hayati dan integritas budaya sambil mengejar kemajuan sosial-ekonomi.

Dengan menggabungkan aspirasi Kota Warisan Milenium dengan pendekatan Kota Kreatif, Ninh Bình bertujuan untuk meningkatkan daya saingnya, memperdalam integrasi internasional, dan mengklaim peran kepemimpinan di antara pusat-pusat kota warisan di Vietnam.

Ninh Bình tidak mencoba membekukan masa lalunya. Ini adalah upaya untuk menjalin sejarah ke dalam masa depan yang berkelanjutan, membangun kota di mana lanskap berusia ribuan tahun dan tradisi yang hidup mendorong pertumbuhan kontemporer, menarik perhatian global.

Mewariskan kepada generasi mendatang. Hasilnya bisa menjadi model baru kesuksesan perkotaan: berakar pada ingatan, dirancang untuk ketahanan, dan terbuka bagi dunia. (VNS

VITM 2026 di Puncaknya: pameran Dinamis Pasar Pariwisata yang Bertransformasi

this formate

Sebuah pelayaran mewah di Teluk Hạ Long menarik minat yang besar dari pengunjung internasional di VITM. (Foto VNS/Lê Hương)

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam International Travel Mart (VITM) 2026 berlangsung meriah di pusat kota Hanoi, menarik ribuan pengunjung setiap hari untuk konsultasi, pertukaran informasi, dan pemesanan langsung di tempat.

Acara tahunan ke-15 ini telah mempertemu- kan perwakilan dari 31 provinsi dan kota, bersama dengan delegasi dari 20 negara dan wilayah.

Hampir 400 stan yang diselenggarakan oleh lebih dari 600 organisasi dan bisnis dipamerkan, termasuk 15 persen dari peserta pameran internasional, yang mencerminkan skala dan keterlibatan global yang semakin meningkat dari sektor pariwisata Vietnam.

Diselenggarakan dengan tema “Transformasi Digital dan Pertumbuhan Hijau – Meningkatkan Pariwisata Vietnam”, pameran ini bertujuan untuk mendorong daerah dan bisnis untuk mengembangkan destinasi hijau, produk pariwisata berkelanjutan.

Begitu pula tenaga kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan tentang praktik ramah lingkungan, berkontribusi pada pemosisian pariwisata sebagai sektor ekonomi hijau.

Memperkuat hubungan internasional

Partisipasi internasional tetap menjadi sorotan acara tahun ini. Amirah Nadiah Mazlan, perwakilan dari Badan Promosi Pariwisata Malaysia di Kota Hồ Chí Minh, mengatakan kepada Việt Nam News ( VNS) bahwa pameran ini menyediakan platform penting untuk memperdalam hubungan pariwisata bilateral.

“Kami hadir di VITM 2026 untuk promosikan Visit Malaysia 2026 dan untuk menyambut lebih banyak wisatawan Vietnam ke Malaysia. Kami telah melihat pertumbuhan yang kuat dalam perjalanan dua arah, yang cerminkan hubungan erat antara Malaysia dan Vietnam,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Malaysia akan terus memperluas kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan di Vietnam, sambil menyelenggarakan roadshow di kota-kota besar seperti Hanoi, Kota Hồ Chí Minh, dan Đà Nẵng untuk lebih mempromosikan destinasi tersebut.

Pengunjung mencari nilai dan keandalan

Bagi pengunjung domestik, VITM tetap menjadi tempat terpercaya untuk menjelajahi pilihan perjalanan dan membandingkan penawaran menjelang musim panas.

Phạm Thị Vân Yến, seorang pengunjung tetap, mengatakan bahwa ia mengunjungi pameran setiap tahun untuk merencanakan perjalanan mendatang.

“Pameran ini ramai dan menawarkan gambaran lengkap tentang tren perjalanan. Kami sering memilih destinasi pantai seperti Nha Trang, Đà Lạt, Vũng Tàu, Quy Nhơn, dan Hạ Long, dan biasanya bepergian dengan Vietnam Airlines,” katanya.

Sementara itu, Nguyễn Thị Kim Thanh mencatat bahwa meskipun keluarganya berencana melakukan perjalanan ke luar negeri tahun ini, kenaikan harga tiket pesawat telah mendorong kenaikan harga paket wisata.

“Dibandingkan bulan lalu, harga telah meningkat beberapa juta đồng. Namun, datang ke pameran ini memberi kami kepercayaan pada penyedia layanan, jadi kami tetap memutuskan untuk memesan tour yang kami sukai,” katanya.

Vũ Đào Hùng, pengunjung lain, mengatakan pameran ini memungkinkan pelanggan untuk membuat keputusan yang tepat. “Harga telah berfluktuasi, tetapi tetap dapat diterima. Di sini, kami dapat membandingkan berbagai perusahaan, menemukan tur yang sesuai, dan merasa lebih aman dengan pilihan kami,” katanya.

Perspektif ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen, dengan para pelancong lebih menekankan kredibilitas, pengalaman, dan transparansi daripada hanya harga.

Bisnis beralih ke produk yang berfokus pada pengalaman

Sejalan dengan tema acara, banyak perusahaan perjalanan memamerkan produk baru yang menekankan fleksibilitas, personalisasi, dan keberlanjutan.

Phạm Văn Bảy, perwakilan dari Vietravel, mengatakan perusahaan menawarkan promosi hingga 30 persen untuk tour domestik dan penghematan hingga VNĐ10 juta (US$380) untuk paket internasional.

“Selain insentif harga, kami fokus pada diversifikasi lini produk kami, termasuk penawaran premium, perjalanan yang berorientasi pada kaum muda, dan produk berbasis ESG yang mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dengan pengalaman pelanggan,” katanya.

Perusahaan juga memperluas format perjalanan fleksibel seperti paket kombo dan pilihan bebas, memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Nikaragua menampilkan potensi pariwisatanya di area pameran yang ringkas.
Demikian pula, perusahaan lain promosikan tour “tanpa belanja” dan wisata kesehatan sambil menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Menurut perwakilan industri, pasar secara bertahap bergeser dari tur kelompok standar ke pengalaman perjalanan yang dipersonali- sasi didukung oleh data dan teknologi.

Daerah-daerah Mempromosikan Identitas yang Berbeda

Pameran ini juga berfungsi sebagai platform bagi daerah-daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata mereka dan mencari kemitraan.

Nguyễn Kim Chung, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Gia Lai, mengatakan provinsi ini menjadi tuan rumah Tahun Pariwisata Nasional 2026 dengan serangkaian 244 acara.

“Kami mempromosikan nilai-nilai budaya dan lanskap alam Gia Lai, sambil menjalin hubungan dengan bisnis pariwisata untuk mengembangkan rute wisata yang menggabungkan pengalaman dataran tinggi dan pesisir,” katanya.

Upaya tersebut mencerminkan tren yang lebih luas di antara destinasi untuk mendiversifikasi produk dan meningkatkan daya saing di pasar yang berkembang pesat.

Penawaran Baru Menyoroti Pariwisata Berbasis Pengalaman

Produk pariwisata baru yang diluncurkan di pameran ini semakin menggambarkan pergeseran sektor ini menuju pariwisata berbasis pengalaman. LuxGroup memperkenalkan Amiral Cruises for Presidents, produk kapal pesiar premium di Sungai Saigon yang dijadwalkan diluncurkan pada Juni 2026.

Menurut CEO Phạm Hà, proyek ini menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, dan hiburan, mengikuti pendekatan “perjalanan lambat” dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi malam hari.

Menuju pertumbuhan berkelanjutan

Di seluruh pameran, penekanan pada pertumbuhan hijau dan transformasi digital terlihat jelas. Dari produk berorientasi ESG hingga strategi pengembangan destinasi berkelanjutan, VITM 2026 mencerminkan transisi industri menuju pariwisata yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab.

Saat musim liburan musim panas mendekat, suasana ramai di Istana Kebudayaan Persahabatan menggarisbawahi kepercayaan yang diperbarui di pasar.

Lebih penting lagi, ini menandakan pergeseran yang lebih luas di sektor pariwisata Vietnam menuju keberlanjutan, inovasi, dan peningkatan pengalaman pengunjung.

Temukan keseruan, keterjangkauan, dan keunikan di Calatrava, Filipina

this formate

CALATRAVA, Romblon, bisniswisata.co.id:  Wisatawan yang mencari liburan musim panas yang unik dan menyegarkan tanpa menguras kantong dapat mengalihkan perhatian mereka ke Calatrava, permata yang sedang berkembang di provinsi Romblon, Filipina

Terletak di sepanjang pantai utara Pulau Tablas, Calatrava menawarkan perpaduan langka antara pantai yang masih alami, warisan budaya, dan pengalaman pulau yang otentik.

“Di tengah kenaikan biaya bahan bakar, menikmati liburan musim panas telah menjadi kemewahan bagi banyak wisatawan. Kami mendorong warga negara kami dan juga pengunjung asing untuk mencoba keindahan Romblon,” kata Walikota Calatrava Robert “Bong” Fabella.

“Calatrava adalah destinasi ramah anggaran di mana wisatawan masih dapat menikmati pesona Romblon yang santai tanpa harus menguras keuangan mereka,” tambah Fabella.

Wisata antar pulau dan berenang di perairan jernih adalah beberapa aktivitas terkenal di provinsi ini. Pengunjung dapat menjelajahi pantai-pantai Cove Aurelio Resort, Pantai Lapus-Lapus, Pulau Guindawahan, Tinagong Dagat, yang semuanya berada di Barangay Talisay.

Ada juga Pantai Ngak-Ngak di Bgy. Linao dan Balai Azinan di Bgy. Balogo, serta Bulawan Farm Resort di Bgy. Pagsangahan. Misalnya, tarif wisata pulau di Lapus-Lapus atau Tinagong Dagat bisa serendah PHP3.000 untuk 10 orang.

Kelompok penyelaman pribadi yang diakreditasi oleh pemerintah daerah juga menawarkan paket wisata pulau untuk wisatawan petualang yang ingin melihat sisi Romblon yang belum tersentuh.

Dewan Pariwisata Calatrava mengenakan biaya minimal PHP20 per pengunjung sebagai biaya lingkungan untuk membantu menjaga kebersihan area tersebut.

Pengunjung juga dapat menikmati liburan yang sejuk dan indah dengan delapan air terjun Calatrava: Air Terjun Salingpaca di Bgy. Pangulo; Air Terjun Oray, Air Terjun Humbak-Humbak, dan Air Terjun Kalipay di Bgy. Balogo; Air Terjun Cawa, Air Terjun Secret Lagoon, Air Terjun Tagpuan, dan Air Terjun El Telon di Bgy. Pagsangahan.

Banyak restoran dan pusat kuliner di kota ini menawarkan cita rasa masakan Romblon, termasuk makanan laut bakar, kinilaw, dan sup makanan laut.

Calatrava juga menawarkan berbagai hotel dan akomodasi yang sesuai dengan berbagai anggaran. Dari penginapan sederhana hingga penginapan tepi pantai yang nyaman, pengunjung dapat menikmati masa inap yang nyaman dan keramahan lokal yang ramah.

“Selain keindahan sumber daya alam kami, yang dapat kami tawarkan adalah layanan hangat dan ramah kami kepada para tamu untuk membuat mereka merasa seperti di rumah dan memberi mereka pengalaman menginap yang tak terlupakan,” kata Fabella.

“Kami ingin memastikan bahwa di Calatrava, setiap peso berharga dan kenangan abadi,” tambahnya.

Walikota menyarankan pengunjung untuk menghubungi Dewan Pariwisata Calatrava, melalui halaman media sosialnya, untuk pertanyaan dan informasi perjalanan. (PR)

Kamboja Undang 500 Agen Perjalanan Dunia untuk Nikmati Beragam Penawaran Pariwisata Kerajaan Ini

this formate

PNOMH PENH, bisniswisata.co.id: Badan Pariwisata Kamboja (CTB) telah mengumumkan peluncuran program “500 Agents FAM Trip 2026”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengundang 500 agen perjalanan internasional dari seluruh dunia untuk merasakan langsung Kamboja selama musim hijau negara tersebut, antara Mei dan Oktober 2026.

Inisiatif ini menargetkan beberapa tujuan utama, termasuk meningkatkan kesadaran destinasi Kamboja di pasar internasional, mengubah pengalaman langsung menjadi pengembangan produk dan konversi penjualan yang lebih kuat, dan membangun kemitraan perdagangan jangka panjang antara agen perjalanan global dan mitra pariwisata Kamboja.

Program tahun ini berfokus pada mendatangkan 500 agen perjalanan dari pasar global utama, termasuk ASEAN, Tiongkok, India, Jepang dan Korea Selatan, Rusia, Eropa, Amerika, dan Oseania, dengan kuota yang dialokasikan berdasarkan masing-masing pasar utama.

Kim Minea, CEO Dewan Pariwisata Kamboja, mengatakan mempromosikan Kamboja secara internasional adalah misi inti Dewan Pariwisata Kamboja.

“Kami berinvestasi dalam kesadaran destinasi melalui jangkauan media, kampanye digital, majalah, video, dan paparan televisi. Sama pentingnya adalah mendukung agen perjalanan di seluruh dunia untuk ‘memikirkan Kamboja’ ketika merancang pengalaman perjalanan untuk klien mereka.” ujarnya.

Inisiatif ini akan memungkinkan mereka untuk merasakan langsung bahwa Kamboja menawarkan beragam produk pariwisata di luar kuil Angkor Wat yang ikonik, mulai dari tempat peristirahatan di tepi pantai dan warisan budaya hingga pariwisata kota, alam, petualangan, kuliner, dan berbasis komunitas.”

“Dengan memahami kedalaman penawaran pariwisata Kamboja, agen perjalanan dapat membuat rencana perjalanan yang memposisikan Kamboja sebagai destinasi utama, mendorong pengunjung untuk memperpanjang masa tinggal mereka dan menjelajahi lebih banyak hal yang ditawarkan Kamboja,” kata Kim Minea

Program ini akan diimplementasikan bekerja sama dengan industri pariwisata Kamboja. Penyelenggara yang memenuhi syarat termasuk Perusahaan Manajemen Destinasi (DMC), hotel, maskapai penerbangan, operator tur, agen perjalanan, dan bisnis pariwisata terdaftar lainnya yang mampu menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah perjalanan pengenalan.

Untuk memastikan keterlibatan yang bermakna dan pengalaman berkualitas, kelompok kunjungan akan tetap kecil, idealnya hingga sepuluh peserta per kelompok. Agen perjalanan internasional dapat berpartisipasi dengan menghubungi mitra pariwisata Kamboja secara langsung atau dengan dinominasikan oleh mitra lokal di Kamboja.

Untuk mendukung tuan rumah yang berpartisipasi, Dewan Pariwisata Kamboja akan memberikan bantuan finansial dan non-finansial, termasuk subsidi tunai hingga US$ 500 per agen untuk mendukung biaya tiket pesawat internasional dan pengaturan di darat.

Melalui Program FAM Trip 500 Agen 2026, Kamboja akan memperdalam kemitraan dengan agen perjalanan internasional, memperluas jaringan distribusi global, dan menginspirasi para profesional perjalanan untuk  percaya diri.

Mempromosikan beragam pengalaman pariwisata Kerajaan, mulai dari kuil-kuil ikonik Angkor hingga destinasi pariwisata pesisir, budaya, kuliner, dan ekowisata yang sedang berkembang di negara tersebut.

Tourism Malaysia Luncurkan Kemitraan Strategis di Pameran Travel Malaysia Dukung Kampanye Visit Malaysia 2026.

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pameran Travel Malaysia 2026 ke 38  berlangsung di Singapore Expo Hall 6A. Diselenggarakan oleh Express & Excursion Bus Association (EEBA) bekerja sama dengan Tourism Malaysia Singapore, acara tiga hari menampilkan yang terbaik dari penawaran pariwisata Malaysia.

diresmikan oleh  Dato’ Indera Dr Azfar Mohamad Mustafar, Komisaris Tinggi Malaysia untuk Singapura, di Paviliun Pariwisata Malaysia (Booth C10). Pameran ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 April 2026,

Dengan sekitar 22 booth, pengunjung dapat menikmati penawaran menarik untuk tiket bus, penginapan hotel, dan paket wisata. Pameran ini menghadirkan beragam pengalaman pilihan yang dirancang khusus untuk liburan sekolah bulan Juni mendatang di Singapura.

Selama pameran wisata, Tourism Malaysia secara resmi meluncurkan Paket Jejak Kerajinan, sebuah program wisata budaya pilihan yang dikembangkan bekerja sama dengan Perusahaan Pengembangan Kerajinan Malaysia (Kraftangan Malaysia).

Paket-paket ini menampilkan keragaman dan keaslian kerajinan tradisional Malaysia melalui perjalanan yang mendalam dan penuh pengalaman.

Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim, Direktur Jenderal Tourism Malaysia menyatakan, “Baik Anda seorang pelancong yang mencari oleh-oleh yang bermakna atau penggemar budaya yang ingin mengungkap kisah di balik harta karun buatan tangan Malaysia, paket ini mengajak Anda untuk menemukan beberapa pengrajin paling ikonik di negara ini dan menyaksikan karya seni mereka yang diwujudkan.”

Pengunjung pameran dapat menjelajahi beberapa jalur baru, termasuk:

*Jalur Seni dan Kerajinan KL – Seremban: Perjalanan dua hari satu malam yang menghubungkan para tamu dengan pengrajin lokal, menawarkan pengalaman langsung dalam melukis batik dan membuat patung.

*Jemari Halus @ Kuala Lumpur: Tur sehari yang unik yang menggabungkan kerajinan tradisional dengan kunjungan ke Jembatan Layang Menara Kembar Petronas yang ikonik.

*Pameran Warisan dan Kerajinan Tangan: Eksplorasi beberapa hari melalui Selangor dan Negeri Sembilan, menampilkan sesi praktik langsung dalam pembuatan tembikar, tenun songket, dan ukiran kayu.

Paviliun Pariwisata Malaysia berfungsi sebagai pameran utama keramahan Malaysia yang menampilkan 10 peserta pameran terkemuka.

Ini termasuk atraksi unik seperti Camp5 Climbing Gym di Kuala Lumpur, Evolt Karting di Shah Alam, Desaru Fruit Farm di Johor, dan Monkeys Canopy Resort di Cheras.

Paviliun ini juga menyoroti mitra akomodasi terkemuka termasuk Meritz Hotel Miri di Sarawak, 1969 Business Suites Hotel di Ipoh, Lotus Desaru Beach Resort & Spa, dan ibis KLCC di Kuala Lumpur.

Pengunjung yang membeli paket wisata dari mitra yang berpartisipasi juga berhak untuk menukarkan hadiah eksklusif dari Tourism Malaysia.

Sektor pariwisata Malaysia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada tahun 2025, Malaysia mencatat 21,1 juta kedatangan wisatawan dari Singapura, yang mewakili peningkatan 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini menggarisbawahi pentingnya Singapura sebagai pasar sumber utama.

Dengan menggabungkan warisan budaya yang kaya dengan penawaran pariwisata berkelanjutan yang terus berkembang, Malaysia terus menghadirkan proposisi nilai yang menarik di mana pengalaman yang sudah dikenal ditata ulang melalui lensa penemuan yang segar.

Pariwisata Indonesia 2026: Momentum Emas dalam Bejana Geopolitik Dunia

Pariwisata Indonesia 2026: Momentum Emas dalam Bejana Geopolitik Dunia

this formate

“Pariwisata bukan sekadar perjalanan. Ia adalah cara dunia membaca nilai suatu bangsa.”

Dunia Bergejolak, Indonesia yang Diuji

My Travel My AdventureMASUK triwulan kedua dan menjalani sisa-sisa hari tahun 2026 bukanlah tahun yang tenang bagi industri pariwisata global. Dunia sedang berada dalam fase ketidakpastian geopolitikeskalasi konflik di Timur Tengah, gangguan jalur udara internasional, hingga kenaikan harga energi global— berdampak langsung pada biaya perjalanan lintas negara.

Penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah, bahkan telah menyebabkan ratusan pembatalan penerbangan menuju Indonesia, dengan estimasi puluhan ribu potensi wisatawan hilang dalam waktu singkat .

Namun, dalam setiap krisis selalu ada celah peluang.

Dan di sinilah Indonesia berdiri —bukan sebagai korban—, sebagai kandidat pemenang.

Lemah bagi Ekonomi, Kuat bagi Pariwisata

Di tengah tekanan global, tumbuh paradoks Rupiah —nilai tukar Rupiah terhadap USD mengalami pelemahan— dan dibanyak sektor menjadi tekanan.

Namun dalam pariwisata, ini adalah senjata kompetitif yang tidak boleh diabaikan.

Indonesia menjadi:

  • lebih affordable dibanding Thailand, Jepang, bahkan sebagian Eropa
  • menawarkan value for money tinggi
  • dan dalam banyak kasus, bahkan bisa disebut “murah”—dalam perspektif wisatawan asing—

Inilah realita yang harus dibaca secara jujur: dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai destinasi indah, tetapi sebagai destinasi “worth every dollar”.

Jika dikelola dengan cerdas, —bukan sekadar keuntungan sementara— ini bisa menjadi momentum positioning global.

Perubahan Preferensi Wisatawan Global 2026

Wisatawan dunia tidak lagi mencari “tempat”. Mereka mencari:

  • pengalaman (experience-based tourism)
  • ketenangan (wellness & slow travel)
  • keaslian (authentic culture)
  • alam (nature & sustainability)

Dan menariknya! Indonesia memiliki semuanya secara alami, bukan buatan.

Mesin Ekonomi yang Terbukti Tangguh

Kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional telah mencapai ratusan triliun rupiah dan tetap menjadi mesin pertumbuhan strategis .

Target pemerintah 16 – 17,6 juta wisatawan mancanegara di 2026, didukung tren kenaikan kunjungan sejak 2025–2026. Artinya, kinerja saat ini bukan lagi fase recovery, tetapi fase akselerasi.

Kampanye Pariwisata

Pemerintah tidak tinggal diam, ada 5 Program Flagship Kemenpar tahun 2026 yang diarahkan pada pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi langsung. Mari kita elaborasi secara strategis:

  1. Wonderful Indonesia Gastronomy

Bukan sekadar makanan, tetapi:

  • storytelling budaya,
  • identitas daerah
  • pengalaman sensorik

Insight strategisnya, Indonesia belum menjual kuliner sebagai “experience premium global”. Sementara Jepang menjual sushi, Korea menjual kimchi, Indonesia masih menjual “nasi goreng”.

  1. Wonderful Indonesia Wellness

Wellness bukan “lagi” tren, wellness adalah kebutuhan pasca-pandemi. Dan Indonesia punya:

  •  Bali (spiritual & retreat),
  •  Jawa (heritage & filosofi hidup),
  •  Nusantara (healing nature).

Namun, belum ada positioning global yang konsisten.

  1. Event by Indonesia

Event adalah:

  • magnet kunjungan
  • multiplier effect ekonomi
  • media branding

Namun, banyak event masih “lokal rasa global”, bukan “global rasa Indonesia”.

  1. Tourism 5.0 (Digital & Smart Tourism)

Digitalisasi bukan pilihan, dia adalah:

  • distribusi utama
  • branding utama
  • revenue engine utama

Namun realitanya:

  • Banyak destinasi belum siap digital
  • Banyak pelaku belum adaptif
  1. Pengembangan Desa Wisata (lebih dari 6.200 desa)

Ini adalah program paling revolusioner, karena:

  • menciptakan ekonomi berbasis komunitas
  • mendistribusikan manfaat pariwisata
  • menjaga keaslian budaya

Namun risikonya, tanpa kurasi, desa wisata kehilangan “jiwa lokalnya” dan berubah menjadi “produk turistik tanpa makna”.

Masalah Klasik

Indonesia kaya, namun belum terkurasi, Indonesia tidak kekurangan:

  • destinasi
  • budaya
  • cerita

Kekurangan kita adalah:

  • kurasi
  • narasi
  • standarisasi pengalaman

Di era global 2026, wisata bukan tentang “apa yang ada”, tetapi tentang “bagaimana itu dirasakan”.

Strategi Kunci: Dari Destinasi ke Experience Economy

Jika kita harus merumuskan arah besar destinasi menjadi experience economy, selayaknya melakukan :

  1. Repositioning Indonesia

Dari “cheap destination”, menjad “high value destination”

  1. Segmentasi Pasar yang Lebih Tajam

Fokus pada :

  • Asia Timur & ASEAN (resilience market)
  • niche market (wellness, gastronomy, eco)
  1. Storytelling sebagai Senjata Utama

Pariwisata tanpa cerita = hanya foto.

Pariwisata dengan cerita = pengalaman.

  1. Integrasi Hospitality + Ekonomi Kreatif

Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus:

  • terhubung dengan UMKM
  • membawa budaya lokal
  • menciptakan ecosystem experience
  1. Human Capital Upgrade

Karena pada akhirnya, orang/wisatawan tidak kembali ke “tempat”, mereka kembali ke “pengalaman manusia”.

Tidak Datang Dua Kali

Dunia sedang tidak stabil, di tengah ketidakstabilan itulah, Indonesia menjadi relevan:

  • Relatif aman
  • Kaya pengalaman
  • Harga kompetitif
  • Budaya otentik

Pertanyaannya bukan “apakah Indonesia siap?” Tetapi “apakah kita cukup cepat membaca momentum?”

“The future of tourism belongs not to the richest destination, but to the most meaningful one.”

Dan Indonesia, tidak kekurangan makna. Kita hanya perlu mengemasnya dengan benar.

Malang, 13 April 2026

Jeffrey Wibisono V.

Konsultan Perhotelan dan Pariwisata

Menikmati Paket Wisata Sehari Menjadi Seorang Nelayan

this formate

Kapal pesiar mengangkut wisatawan ke rumah rakit dari kaum nelayan (Foto : Halong pearlysea.co)

QUANG NINH, bisniswisata.co.id:
Datang ke Teluk Ha Long, Vietnam berarti datang ke salah satu diantara keajaiban-keajaiban alam dunia yang terkenal. Di sini, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan-pemandangan alam yang indah, menikmati suasana yang sejuk, melainkan juga bisa berpartisipasi pada satu paket wisata khusus.

Kapal pesiar berangkat dari pelabuhan kapal pesiar Bai Chay pada pagi – pagi benar ke Teluk Bai Tu Long. Di atas perjalanan ke desa nelayan, kapal ini melewati banyak pulau batu dengan seribu satu bentuk di permukaan air laut yang berkilau-kilau.

Dilansir dari m.vovworld.vn, warga setempat memberikan nama menurut bentuk mereka seperti Pulau Am (Pulau Teko Air) pulau Mat Qui (Pulau Muka Setan). Ketika berpatisipasi pada “paket wisata sehari menjadi seorang nelayan” ini intinya wisatawan mau menguak tabir kehidupan kaum nelayan.

Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan-penjelasan tentang paket wisata: sehari menjadi seorang nelayan yang disampaikan oleh Do Thi Thu Hien, Direktor Perusahaan Datmo Travel – satuan yang menyelenggarakan paket wisata ini.

Paket ini adalah satu paket wisata berbaur dengan komunitas. Ketika wisatawan berpartisipasi pada paket wisata ini tidak hanya bisa menguak tabir pemandangan alam yang indah di Teluk Ha Long, melainkan juga bisa hidup dengan kaum nelayan, bisa berpartisipasi pada aktivitas-aktivitas kehidupan sehari-hari di desa nelayan Teluk Ha Long, misalnya menangkap ikan, naik perahu dari bambu, hidup di rumah rakit dll…”.

Rombongan wisatawan yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil diperlengkapi dengan satu baju pelampung dan dibawa ke perahu-perahu dari bambu. Perahu-perahu ini tiba di tempat-tempat yang dianggap oleh kaum nelayan sebagai sumber lapangan ikan.

Wisatawan bisa berperahu dan menangkap ikan seperti kaum nelayan sejati. Yang pertama, kaum nelayan mengajarkan wisatawan cara melemparkan jaring. Pekerjaan ini kalau dilihat secara sepintas kilas tampaknya sederhana, tapi sangat memerlukan kelihaian kalau tidak hati-hati, jaring akan rusak.

 

Sampai hampir waktu dhuhur saat dimana semua orang dalam rombongan sudah merasa lelah dan lapar, kaum nelayan mengeluarkan sinyal untuk menarik jaring. Ini adalah proses yang paling menarik bagi semua orang.

Jaring yang ditarik terasa berat dengan ikan-ikan yang bersisik putih ditimpa sinar mata hari di laut. Oleh para nelayan kami di ajari cara mengambil ikan supaya jaring tidak rusak. Semua orang merasa puas dan gembira ketika menarik jaring dengan ikan-ikan yang segar.

Saudara Tran Minh Ha memberitahukan: “Dalam menjaring ikan baru-baru ini, saya mendapatkan banyak ikan dan saya mengerti bahwa bagi kaum nelayan, menangkap ikan tidak begitu mudah, tidak selalu mendapat kemudahan”.

Masakan – masakan disiang hari terdiri dari masakan yang dibuat dari ikan-ikan segar dengan cepat disajikan di meja. Itulah masakan-masakan yang simpel dan tidak rumit karena dimasak oleh para wanita desa nelayan Vung Vieng di tengah-tengah ruang laut yang luas, sehingga memberikan kesan yang sulit dilukiskan bagi semua orang.

Di atas kapal yang kembali ke pelabuhan, para wisatawan semuanya punya suasana hati bersama yaitu kegembiraan diselingi dengan penyesalan mengapa baru sekarang mencoba pengalaman baru ini.

Satu hari bisa menjadi nelayan-nelayan sejati telah memberikan pengalaman pengalaman yang asing sekaligus interesan kepada para wisatawan. Melalui pengalaman ini membantu wisatawan lebih mengerti tentang hal-hal dalam kehidupan kaum nelayan

Rute dengan Volume Penumpang Rendah, Rentan Dihentikan

Rute dengan Volume Penumpang Rendah, Rentan Dihentikan

this formate

BALI, Bisniswisata.co.id: Dikutip dari IATA Sustainability and Economics pekan ini, secara global, 6.500 rute yang beroperasi pada tahun 2024 dihentikan pada tahun 2025. Secara total, rute yang menawarkan kurang dari 20.000 kursi mencakup 41,8% dari jaringan global tetapi 91,8% dari semua pembatalan. Dari total jumlah rute yang dibatalkan, 76,4% menawarkan kurang dari 10.000 kursi per tahun, meskipun hanya mencakup 27,3% dari seluruh jaringan rute.

Hal ini menyoroti kerentanan rute dengan volume penumpang rendah – dan penumpang yang bergantung padanya – terhadap perubahan keadaan. Sebaliknya, rute dengan volume penumpang sangat tinggi dengan lebih dari 250.000 kursi per tahun mencakup 9,2% dari jaringan tetapi hanya 0,1% dari semua pembatalan rute.

Untuk memberikan gambaran: 20.000 kursi per tahun setara dengan penerbangan ATR-72 lima kali seminggu, penerbangan pesawat berbadan sempit dua kali seminggu, atau satu penerbangan pesawat berbadan lebar setiap minggu. Memang, 53,3% dari rute bervolume rendah yang dibatalkan adalah penerbangan jarak pendek, 39,9% jarak menengah, dan hanya 6,9% jarak jauh.

Mewakili 87 Persen Pembatalan

Yang penting, semua wilayah mengalami nasib yang sama. Asia-Pasifik memiliki proporsi rute di bawah 20.000 kursi terendah, yaitu 33% dari keseluruhan jaringan, tetapi rute ini mewakili 87% dari rute yang dibatalkan di wilayah tersebut.

Amerika Utara memiliki pangsa rute bervolume rendah tertinggi yaitu 47% dari jaringan, dan 97% dari koneksi yang dihentikan termasuk dalam kategori ini. Pangsa rute bervolume rendah dan pangsa rute yang dihentikan di wilayah-wilayah yang tersisa adalah: Amerika Latin 44% (90%), Afrika 46% (96%), Eropa 45% (92%), dan Timur Tengah 35% (91%).

Rute bervolume rendah memiliki permintaan yang rendah dan rapuh, serta frekuensi penerbangan yang lebih rendah. Karena kurangnya skala ekonomi, maskapai penerbangan kesulitan untuk mempertahankan koneksi tersebut secara menguntungkan.

Namun, di saat yang sama, rute bervolume rendah seringkali menjadi jalur kehidupan bagi komunitas terpencil, dengan bisnis lokal dan warga bergantung pada transportasi udara untuk mempertahankan akses ke layanan penting.

Pergeseran permintaan, biaya operasional, dan beban administratif atau regulasi dapat berdampak tidak proporsional pada rute bervolume rendah, yang seringkali melayani komunitas yang lebih terpencil.

Kebijakan dan regulasi dalam transportasi udara harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan operasional regional dan lokal serta memastikan bahwa kebijakan dan regulasi tersebut tidak mengorbankan konektivitas regional dan semakin menghambat pembangunan ekonomi komunitas tersebut.