Singapura Targetkan Permintaan Mice, Pelancong Rekreasi dalam Peta Jalan Pariwisata 2040

this formate

Salah satu pilar peta jalan Pariwisata 2040 STB mencakup peningkatan daya tarik Singapura bagi pelancong rekreasi, bukan hanya sebagai pusat transit atau tujuan bisnis.( foto : AFP)

SINGAPURA bisniswisata.co.id: Mencetak rekor untuk acara bisnis dan menarik wisatawan rekreasi adalah dua pilar peta jalan Singapore Tourism Board (STB) untuk industri ini hingga tahun 2040, dengan penerimaan pariwisata mencapai rekor tertinggi sebesar S$29,8 miliar pada tahun 2024.

Dilansir dari businesstimes.com.sg, penerimaan pariwisata diperkirakan akan tumbuh lebih cepat daripada kedatangan pengunjung internasional, mencapai S$47 miliar hingga S$50 miliar pada tahun 2040, kata Menteri yang bertanggung jawab atas Hubungan Perdagangan Grace Fu pada Konferensi pers, pekan lalu.

Pada tahun 2024, rekor penerimaan melampaui perkiraan STB sebesar S$27,5 miliar hingga S$29 miliar, sementara kedatangan pengunjung berada pada batas atas perkiraan 16,5 juta.

Lingkungan global diperkirakan akan lebih menantang setelah tarif AS, Fu memperingatkan, dengan kepercayaan konsumen yang terpengaruh secara negatif.

Dia menambahkan bahkan saat kita menantikan serangkaian acara yang akan menyegarkan lanskap pariwisata kita, kita harus bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek hingga menengah yang akan menguji kemampuan adaptasi kita.”

Namun, perkiraan STB untuk tahun 2025 tetap sebesar S$29 miliar hingga S$30,5 miliar untuk penerimaan pariwisata, dan 17 juta hingga 18,5 juta untuk kedatangan wisatawan.

Akomodasi di Sipalay, Filipina, 90% dipesan untuk Liburan Paskah

this formate

TUJUAN LIBURAN. Pemandangan dari sebuah resor di Barangay 4 Poblacion Kota Sipalay, tujuan wisata pantai teratas di Negros Occidental.( Foto : PNA Bacolod)

KOTA BACOLOD, Filipina, bisniswisata.co.id: Tempat penginapan di Kota Sipalay, tujuan wisata pantai teratas di Negros Occidental penuh untuk liburan Pekan Suci Paskah lalu menurut kantor pariwisata pada hari Rabu.

“Saya dapat mengatakan bahwa akomodasi kami sudah dipesan 85 persen hingga 90 persen,” kata petugas pengawas pariwisata Jerick Lacson.

Sipalay, yang terletak sekitar 175 km. selatan Bacolod, dijuluki “Permata Pulau Gula” karena pantainya yang berpasir putih dan airnya yang sebening kristal yang menarik wisatawan asing dan domestik.

Berdasarkan direktori pariwisatanya, Sipalay memiliki lebih dari seratus resor, hotel, rumah pensiun, losmen, dan rumah penginapan yang terletak di Barangay 1, 2, 3, 4, dan 5 di kota itu sendiri serta di Cabadiangan, Camindangan, Cartagena, Cayhagan, Mambaroto, Maricalum, dan Nauhang.

Dalam persiapan untuk Paskahi, Kantor Pengembangan dan Promosi Pariwisata Kota melakukan pemantauan lokasi dan mendistribusikan rambu-rambu dan direktori darurat di berbagai objek wisata.

Kunjungan lokasi pada tanggal 15 April meliputi Teluk Campomanes di Barangay Maricalum; Zambales Spring Resort dan Malinab Lagoon di Sitio Malinab, Barangay Cabadiangan; Sugar Beach di Barangay Nauhang; dan Patio-Patio Spring and Underwater Cave System dan Cansibit Pit di Barangay San Jose.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen teguh unit pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan bantuan wisatawan melalui tindakan tanggap darurat yang efisien,” kata kantor pariwisata tersebut.

Pada tanggal 12 April, Sipalay mulai memungut biaya pengguna lingkungan di bilik pemungutan yang telah ditentukan di Barangay Nauhang dan Barangay 4 sebagaimana ditetapkan dalam peraturan daerah yang disetujui pada bulan Oktober 2022.

Wisatawan lokal diharuskan membayar PHP50 sementara wisatawan asing dikenakan biaya PHP100 saat mengunjungi objek wisata utama yang telah ditetapkan di kota tersebut dan/atau area kritis lingkungan.

“Biaya ini berkontribusi pada pelestarian dan pemeliharaan sumber daya alam kami. Kami menghargai kerja sama dan dukungan Anda dalam menjaga lingkungan kami tetap bersih dan berkelanjutan,” kata pemerintah kota dalam pengumumannya yang diunggah di Facebook.

Pembayaran tersebut akan mendukung program berkelanjutan untuk pariwisata dan pelestarian, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan serta program serupa yang diperlukan untuk kesejahteraan umum Sipalaynon, demikian bunyi peraturan daerah tersebut.

Kota tersebut juga telah mendirikan Toko Pasalubong Kota Hiyas Sipalay, yang terletak di Pusat Serbaguna Kota Sipalay, untuk menyediakan berbagai suvenir lokal asli bagi para pengunjung, seperti kerajinan tangan dan makanan yang dibuat oleh Asosiasi Produsen Sipalay. (PNA)

Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Pengembangan Pariwisata Maju di KTT Pariwisata Afrika & Amerika PBB ke-2

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: UN Tourism telah memajukan kerja sama Selatan-Selatan dalam pengembangan pariwisata, dengan mewujudkan tujuan Deklarasi Punta Cana yang ditandatangani oleh Negara-negara Anggota dari Afrika dan Amerika.

Berdasarkan keberhasilan acara perdana, KTT Pariwisata Afrika & Amerika PBB ke-2 menguraikan rencana konkret untuk mencapai tujuan bersama, yang berfokus pada inovasi, Kerja Sama Teknis, peningkatan konektivitas, investasi pariwisata, dan kepercayaan wisatawan melalui keamanan.

Menurut data UN Tourism, kedua kawasan telah bangkit dari dampak pandemi: pada tahun 2024, Afrika menyambut 74 juta kedatangan internasional, 7% lebih banyak dari tahun 2019, dan 12% lebih banyak dari tahun 2023.

Sementara itu, Amerika menyambut 213 juta, atau sekitar 97% dari kedatangan sebelum pandemi. KTT tersebut memperjelas hubungan yang kuat antara kedua kawasan, baik dalam hal pengunjung antar dan di dalam kawasan, maupun pasar sumber investasi dan penerima.

Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili mengatakan: “KTT ini adalah bukti komitmen abadi Afrika dan Amerika untuk bekerja sama lintas batas dan samudra.

Peta jalan kami akan memajukan pertumbuhan inklusif dan memastikan bahwa pariwisata tetap menjadi pendorong kesejahteraan bersama.

“Di atas segalanya, dengan berfokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan, kami memberi orang-orang, terutama kaum muda, sarana untuk berhasil di dunia yang kompetitif saat ini.”

Wakil Presiden Republik Zambia, Mutale Nalumango, menekankan pentingnya “konektivitas bersama” dan kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata Rodney Sikumba, ia mengatakan bahwa keragaman pengalaman dan perspektif kini merupakan harta karun pengetahuan yang, jika dimanfaatkan secara kolektif, akan meningkatkan kapasitas kita untuk memajukan sektor pariwisata tangguh yang kita impikan.”

Pembangunan Selatan-Selatan melalui Investasi

Menumbuhkan dan mengarahkan investasi ke pariwisata adalah salah satu pilar utama Deklarasi Punta Cana. Di Zambia, Pariwisata PBB berbagi pencapaiannya di bidang prioritas ini.

Hingga saat ini, 18 edisi “Pedoman Berbisnis Pariwisata” untuk investasi telah diterbitkan untuk destinasi di seluruh Afrika dan Amerika. Sebanyak 10 edisi lagi sedang dalam tahap pengembangan.

Pedoman tersebut menyoroti potensi besar investasi pariwisata di dalam dan antar kawasan. Antara tahun 2019 dan 2024, Afrika menginvestasikan sekitar US$ 3,9 dalam 36 proyek di Amerika, sementara Amerika Latin dan Karibia menginvestasikan jumlah yang sama dalam 34 proyek di Afrika.

Dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tersebut, UN Tourism mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan Konferensi Investasi Pariwisata Afrika-Amerika Dua Tahunan.

Konferensi tersebut akan mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, pelaku sektor swasta, dan mitra pembangunan dengan tujuan untuk meningkatkan arus investasi lintas benua dan menargetkan investasi di seputar prioritas bersama.

Masa depan bersama: Pertumbuhan melalui pendidikan

Dengan lebih dari 50% tenaga kerja pariwisata berusia di bawah 25 tahun, sektor ini menawarkan banyak peluang bagi kaum muda, khususnya di Afrika – benua termuda di dunia – dan Amerika.

Untuk mewujudkan tujuan Deklarasi Punta Cana yang berfokus pada pendidikan, UN Tourism memajukan pelatihan di kedua wilayah tersebut.

Di Zambia, para delegasi mendapatkan informasi terkini tentang pekerjaan di Republik Dominika, tempat kerja sama dengan MIREX akan memberikan pelatihan tentang diplomasi dan pariwisata, yang akan diluncurkan tahun ini.

Di KTT tersebut, para delegasi juga diberi informasi terkini tentang status Akademi yang direncanakan bekerja sama dengan UN Tourism di Livingstone. Akademi tersebut akan berfungsi sebagai pusat pendidikan spesialis dan bergabung dengan jaringan pusat pendidikan UN Tourism yang terus berkembang.

Ini termasuk Akademi Seni Kuliner Internasional di Zimbabwe dan pusat yang direncanakan di Republik Dominika, bekerja sama dengan INFOTEP.

Ke depannya, UN Tourism juga akan berupaya menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat di Afrika dan Amerika melalui kursus WhatsApp barunya untuk pengembangan profesional.

Inovasi untuk membentuk masa depan pariwisata Afrika-Amerika

Bersamaan dengan pendidikan, Deklarasi Punta Cana menempatkan inovasi di pusat kerja sama Selatan-Selatan untuk pengembangan pariwisata.

Di Livingstone, UN Tourism umumkan peluncuran Kompetisi Start-Up pertama untuk kawasan tersebut. Tantangan “Bridges of Innovation” akan mencari perusahaan yang siap mengatasi tantangan di bidang keberlanjutan, inklusivitas, dan transformasi digital, dengan fokus pada masyarakat lokal.

Investasi juga akan menjadi tujuan utama Kantor Tematik PBB Tourism pertama di Maroko. Kantor tersebut akan berfungsi sebagai pusat inovasi, dengan program akselerasi untuk perusahaan rintisan regional, penelitian dan pengembangan, serta untuk merayakan bakat baru melalui Petualangan Teknologi Pariwisata.

Peningkatan konektivitas dan keselamatan wisatawan

Deklarasi Punta Cana bertujuan untuk mengatasi tantangan yang menghambat pertumbuhan pariwisata melalui konektivitas udara yang terbatas. Di Guatemala, UN Tourism telah bermitra dengan INGUAT untuk memulai Rencana Kerja bersama yang bertujuan untuk menghubungkan para pelaku industri guna meningkatkan hubungan.

Bersamaan dengan ini, Konferensi Tingkat Menteri ke-2 tentang Pariwisata dan Transportasi Udara di Afrika akan diadakan di Angola pada bulan Juli, dengan fokus pada AI dan inovasi untuk konektivitas.

KTT Afrika & Amerika juga menjadi platform untuk kemajuan UN Tourism dalam meningkatkan standar keselamatan bagi wisatawan dan dengan demikian meningkatkan kepercayaan dalam perjalanan ke kedua wilayah tersebut.

Di Livingstone, para delegasi diberi informasi terkini tentang kemajuan dalam Prakarsa Keselamatan Destinasi (SAFE-D), yang dirancang untuk meningkatkan kolaborasi publik-swasta dan mempromosikan kesiapsiagaan krisis.

ITB China akan Tanggapi Permintaan yang Meningkat untuk MICE & Perjalanan bisnis

this formate

ITB China akan Tanggapi Permintaan yang Meningkat untuk MICE & Perjalanan bisnis

SHANGHAI, bisniswisata.co.id: ITB China, pameran dagang eksklusif B2B yang berfokus pada pasar perjalanan Tiongkok, kembali digelar pada 27 hingga 29 Mei 2025, di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center.

Dilansir dari ttnworldwide.com, acara ini akan menampilkan spektrum penuh industri perjalanan, dengan MICE dan perjalanan bisnis menjadi salah satu sorotan utama. Survei terbaru pembeli ITB China mengungkapkan bahwa hingga 70% memiliki permintaan untuk pengadaan produk MICE dan perjalanan bisnis.

Tahun ini, ITB China menawarkan peluang yang tak tertandingi bagi para profesional perjalanan untuk terhubung dengan industri MICE Tiongkok yang berkembang pesat, dengan menampilkan hampir 400 peserta pameran yang memamerkan produk dan layanan terkait MICE.

Peserta terkemuka termasuk Dewan Pariwisata Hong Kong, Organisasi Pariwisata Korea, Biro Konvensi dan Pameran Malaysia, Biro Konvensi dan Pameran Abu Dhabi, Acara Bisnis Sarawak, dan pemasok papan atas dari sektor transportasi dan perhotelan.

Mubarak Al Shamisi, Direktur Biro Konvensi & Pameran Abu Dhabi, Departemen Kebudayaan & Pariwisata Abu Dhabi, mengatakan Tiongkok adalah pasar utama bagi strategi acara bisnis Abu Dhabi.

“Kami akan kembali ke ITB Tiongkok pada tahun 2025 ini untuk memamerkan penawaran MICE yang terus berkembang di Emirat tersebut,)” kata Mubarak Al Shamisi.

Dengan infrastruktur kelas dunia, konektivitas yang lancar, dan kalender acara internasional yang dinamis, Abu Dhabi semakin menjadi tujuan pilihan bagi para perencana yang mencari kedalaman budaya, inovasi, dan keunggulan perhotelan.

ITB Tiongkok adalah platform penting bagi kami, untuk terhubung dengan para pemangku kepentingan industri, memperkuat kemitraan, dan menyoroti kepada para penyelenggara acara dan delegasi tentang bagaimana Abu Dhabi terus meningkatkan pengalaman acara bisnis.

Konferensi ITB Tiongkok akan menyajikan program diskusi yang dipandu oleh para ahli dan sesi forum yang disesuaikan, yang menawarkan wawasan tentang tren yang membentuk masa depan MICE dan perjalanan bisnis.

Kemitraan utama dengan organisasi dan media terkemuka seperti Society for Incentive Travel Excellence (SITE China), HuiZhanBEN, China Business Event Industry Committee (CBEIC), dan Digital Procurement Professional Committee di bawah CECC (DPPC) akan dipresentasikan.

Sorotan utama ITB China 2025 meliputi Corporate Buyers Tour, kesempatan eksklusif bagi perusahaan-perusahaan China untuk menjelajahi destinasi, infrastruktur, dan penawaran MICE teratas secara langsung.

Pesta MICE Afterparty ITB China akan menyediakan suasana santai bagi para profesional industri untuk membangun koneksi dan terlibat dalam pertukaran yang konstruktif.

Bekerja sama dengan SITE China, ITB China, Cabang MICE & TMC dari Shanghai Tourism Industry Association, dan Exhibition Education & Training Committee of CCEES, SITE China Young Talent Challenge ke-1 akan menyoroti generasi pemimpin MICE yang bercita-cita tinggi.

Pemenang keseluruhan akan diumumkan di lokasi pada ITB China 2025 setelah kompetisi final untuk memperebutkan hadiah utama.

Dengan serangkaian peluang jaringan yang menarik, acara eksklusif, dan sesi konferensi yang mendalam, ITB China 2025 adalah acara yang wajib dihadiri oleh semua profesional perjalanan yang ingin mengikuti tren industri dan memanfaatkan peluang bisnis baru.

Tips Berwisata ke IKN dengan Transportasi Aman dan Nyaman

this formate

Istana Ibukota Nusantara  ( Foto: nusakaltim) 

BALIKPAPAN, bisniswisata.co.id: Kiriman chat WA dari Yati Abubakar, seorang penggemar ekowisata dari Brunei Darussalam isinya membangun rasa penasarannya membaca jejak digital begitu banyak warga Indonesia yang tertarik wisata Lebaran yang baru lalu dengan berkunjung ke Ibukota Negara ( IKN) di Kalimantan Timur.

Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terpilih menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Ibu Kota Negara baru yang diberi nama “Nusantara” ini diproyeksikan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

Lokasi baru IKN Nusantara memiliki banyak daya tarik pariwisata yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tak heran tetangga jiran seperti Yati Abubakar ingin sekali datang menggunakan jasa rental terbaik di Balikpapan bersama teman-teman atau dengan keluarganya.

Sayang belum ada jalan tembus yang menghubungkan kota-kota di Kalimantan (Borneo) dengan negara tetangga Brunei Darussalam atau sampai ke wilayah Malaysia misalnya. Namun keinginan kuat dari warga serumpum ini patut menjadi perhatian pemerintah masing-masing.

Kalau ingin menjelajahi lebih dalam, calon Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara ini dikelilingi berbagai destinasi wisata yang kaya akan keindahan alam yang menawan, serta adat istiadat yang masih dipegang teguh hingga sekarang.

Sebagai awal perkenalan dengan calon Ibu Kota Negara baru itu, tak ada salahnya mendapati dulu alat transportasi yang nyaman menuju ke sana dan dengan cepat menemukan website Sheva Rent Car berikut info tentang hotel dan resto di Balikpapan.

Jasa sewa kendaraan dari CV Sumber Prima Lestari, perusahaaan transportasi ini melayani sewa mobil harian, mingguan dan bulanan bisa lepas kunci ataupun plus supir dalri berbagai jenis kalangan baik untuk keperluan wisata, bisnis, kebutuhan konser Artis, maupun untuk perjalanan dinas.

Seketika auto rasa aman dan nyamanlah dengan info ini dan bagi kita yang tinggal di Jakarta maupun negri jiran, berkunjung ke IKN tentunya menarik dengan tempat-tempat wisata di sekitarnya dengan rata-rata waktu tempuh satu-dua jam perjalanan dari calon ibukota baru itu.

Desa Budaya Pampang

Destinasi wisata di Kalimantan Timur yang bisa kunjungi pertama kali adalah Desa Budaya Pampang yang berlokasi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, ini menjadi rumah bagi penduduk Suku Dayak Apo Kayan dan Dayak Kenyah.

Meskipun harus memakan waktu tempuh hingga dua am dari IKN Nusantara, namun perjalanan panjang ke Desa Budaya Pampang tidak akan mengecewakan. Pasalnya kita bisa melihat berbagai pertunjukan tarian adat Suku Dayak seperti Tari Bangen Tawai, Huqoq, maupun Kancet Punan Lettu.

Kebun Raya Balikpapan

Kebun Raya Balikpapan menjadi salah satu destinasi wisata di sekitar IKN Nusantara yang wajib dikunjungi. Terletak di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain. Selain menjadi tempat wisata, konservasi alam, sekaligus pelestarian flora asli Kalimantan yang hampir punah.

Berjarak sekitar 1 jam dari IKN, pengunjung bisa menemukan ribuan spesies tanaman, melihat berbagai koleksi anggrek langka, serta berbagai jenis binatang liar, seperti rusa, orangutan, dan berbagai burung-burung asli Kalimantan.

Bukit Bangkirai

Hanya berjarak sekitar satu jam dari Kebun Raya Balikpapan atau 30 menit dari IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara. Bukit Bangkirai menawarkan pemandangan hutan tropis yang rindang dan masih sangat asri.

Daya tarik utama dari destinasi wisata yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini adalah Canopy Bridge, yaitu jembatan kayu yang panjangnya lebih dari 50 meter dan menghubungkan lima pohon bangkirai.

Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan

Ada juga lokasi pantai dengan menempuh satu jam perjalanan dari IKN yaitu bisa berkunjung ke Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan. Menjadi salah satu pantai eksotis di Kalimantan Timur, Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan memiliki pasir putih bersih dan dikelilingi deretan pohon cemara yang rindang.

Selain cocok untuk bersantai sambil menikmati suara ombak yang tenang, Sobat Parekraf juga bisa melihat langsung pemandangan matahari terbenam yang sangat memukau di pantai ini.

Tari Jepen

Bagi yang suka aktivitas budaya, selain destinasi wisata, Kalimantan Timur juga memiliki beragam budaya khas yang menarik untuk disaksikan. Salah satunya adalah Tari Jepen. Tarian tradisional masyarakat Kutai ini dipengaruhi budaya Melayu dan Islam.

Tarian yang diiringi dengan alat musik tingkilan ini menggambarkan kebudayaan melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja. Biasanya Tari Jepen dibawakan di berbagai acara kebudayaan, seperti pernikahan maupun penyambutan tamu.

Budaya Belian Paser Nondoi

Berkunjung ke Kalimantan Timur menjadi momen yang tepat untuk melihat langsung Festival Adat Budaya Belian Paser Nondoi. Dipimpin oleh mulung (dukun adat), Belian Paser Nondoi menjadi ritual adat bersih-bersih kampung dari hal yang tidak diinginkan.

Ritual adat ini sangat memiliki arti kehidupan bagi masyarakat Paser, yakni menghormati leluhur agar mendapat hasil melimpah saat bekerja. Biasanya ritual adat ini berlangsung semalam suntuk, dan ditutup dengan acara makan bersama dengan semua orang yang hadir.

Banyaknya minat berwisata ke IKN ini tak lepas dari menonton tayangan upacara peringatan HUT RI ke-79 yang menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain akan jadi pusat pemerintahan negara, kawasan sekitar IKN ternyata juga menyimpan keindahan banyak hidden gem yang bisa menjadi tujuan wisata di IKN. Nah tertarik berkunjung ? yuk rencanakan pada liburan berikutnya.

Tanpa Strategi Berkelanjutan, Hemat yang Memiskinkan

Tanpa Strategi Berkelanjutan, Hemat yang “Memiskinkan”

this formate

namakubrandku MEMASUKI pertengahan bulan April 2025, industri pariwisata dan perhotelan Indonesia berdiri di “persimpangan” antara optimisme pemulihan pascapandemi dan pesimisme mendalam akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Dengan target ambisius 14,6 hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), serta 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), pemerintah memosisikan sektor ini sebagai tulang punggung devisa non-migas.

Namun, pemotongan drastis anggaran Kementerian Pariwisata  (klausul lama KemenParekraf) —menyusut hampir 41% dari pagu sebelumnya— memunculkan keraguan di kalangan pelaku industri.

Dilain pihak kebijakan sertifikasi halal, promosi pariwisata berkelanjutan, penguatan praktik green tourism dan sustainable tourism, tetap digadang-gadang sebagai pilar utama. Bagaimana hal tersebut terealisasi maksimal tanpa dukungan fiskal yang memadai?

Industri menuntut bukan sekadar wacana, narasi puitis, melainkan konsistensi implementasi, insentif nyata, dan keberpihakan politik pemerintah yang utuh. Artikel ini menyajikan potret menyeluruh kondisi terkini, proyeksi, analisis SWOT, serta solusi strategis demi menjaga momentum pertumbuhan sektor kepariwisataan hingga Desember 2025.

  1. Proyeksi Pariwisata Indonesia Mei–Desember 2025

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2025, kunjungan wisman per kuartal pertama naik 32% dibanding periode sama tahun lalu. Tiongkok, India, Malaysia, dan Australia masih menjadi empat besar kontributor. Di sisi lain, pergerakan wisnus menurun 7% akibat pemangkasan besar-besaran perjalanan dinas dan rapat-rapat kementerian/lembaga yang biasanya menyumbang signifikan pada okupansi hotel domestik.

Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditargetkan menyentuh angka 4,6%, menyumbang devisa hingga US$22,1 miliar. Namun, angka-angka ini akan sulit tercapai tanpa intervensi kebijakan yang tepat.

  1. Realitas Fiskal: Antara Harapan dan Pemangkasan

Kebijakan Presiden dalam mengelola anggaran nasional membawa dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Kemenpar harus rela melihat pagu anggarannya turun dari Rp1,49 triliun menjadi Rp 884,9 miliar. Selain untuk “belanja rutin”, anggaran tersebut menjadi sumber utama promosi pariwisata, fasilitasi pelatihan SDM, dan pengembangan desa wisata.

Dari sudut pandang industri perhotelan, efeknya sangat terasa. Asosiasi Perhotelan Nasional melaporkan penurunan okupansi rata-rata hingga 85% pada awal 2025, terutama di kota-kota sekunder seperti Jember, Makassar, dan Palangkaraya. Hotel-hotel yang selama ini mengandalkan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dari sektor pemerintah kini “terseok”.

Narasi penghematan anggaran pemerintah pusat memang logis dalam konteks fiskal, tetapi selayaknya tidak memutus ekosistem ekonomi kreatif yang sedang bangkit. Efisiensi tanpa strategi pemulihan berkelanjutan hanya akan menjadi “hemat yang memiskinkan.”

  1. Kebijakan Sertifikasi Halal, Pariwisata Berkelanjutan, dan Green Tourism

Peraturan Pemerintah No. 39/2021 yang diturunkan dari UU JPH (Jaminan Produk Halal) mewajibkan semua produk makanan dan minuman yang dipasarkan ke publik mengantongi sertifikasi halal paling lambat Oktober 2024 untuk usaha besar dan Oktober 2026 untuk UMKM.

Kemenpar —KemenParekraft pada klausul lama— mengklaim telah meluncurkan program pendampingan halal untuk lebih dari 3.000 desa wisata. Namun, tanpa dana memadai, program ini rentan menjadi jargon kosong.

Promosi green tourism kini menjadi agenda nasional, termasuk pembatasan pembangunan hotel di Bali, pajak turis internasional sebesar US$9, serta moratorium vila tak berizin. Namun demikian, sebagian pelaku usaha lokal melihat kebijakan ini ambigu: membatasi tapi tidak membina.

Program pengembangan destinasi prioritas (Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika) tetap digencarkan, namun progresnya tidak seragam. Beberapa terkendala pembebasan lahan, konflik sosial, hingga masalah logistik.

  1. Analisis SWOT

Strengths:

– Kekayaan alam dan budaya luar biasa (17.000 pulau, 1.340 suku, 700 bahasa).

– Posisi strategis Indonesia di jalur maritim dunia.

– Dukungan kebijakan sertifikasi halal memperkuat brand halal tourism global.

Weaknesses:

– Kualitas infrastruktur dan pelayanan belum merata.

– Ketergantungan pada beberapa destinasi besar (Bali, Jakarta, Yogyakarta).

– Pemotongan anggaran berdampak langsung pada efektivitas promosi.

Opportunities:

– Potensi pariwisata muslim global (US$300 miliar pada 2026).

Trend wellness tourism, eco-luxury, dan pariwisata spiritual.

– Kemajuan teknologi AI dan big data dalam pemasaran pariwisata.

Threats:

– Persaingan regional (Thailand, Vietnam, Malaysia) yang makin agresif.

Overtourism yang mengancam daya dukung ekosistem.

– Kebijakan fiskal yang tidak konsisten, dapat “mematahkan” kepercayaan investor.

      5.Rekomendasi Strategis.

1.Realokasi anggaran berbasis dampak

2.Kemitraan public-private (PPP)

3.Desentralisasi branding

4.Digitalisasi promosi dan transaksi

5.Peningkatan layanan di entry points wisatawan

      6.Membaca Arah, Menjaga Harapan

Indonesia tidak kekurangan destinasi, kekayaan budaya, atau keramahan penduduk. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan, keberanian fiskal, dan keberpihakan nyata terhadap pelaku industri.

Pesimisme wajar muncul ketika efisiensi mengikis peluang, namun harapan tetap hidup jika publik, swasta, dan komunitas bersatu dalam visi yang sama: menjadikan pariwisata Indonesia bukan sekadar “alat ekonomi”, tetapi narasi “peradaban”.

Jember, 18 April 2025

Jeffrey Wibisono V.

Praktisi Industri Hospitality dan Konsultan

Wamenekraf Hadiri Panen Raya di AEWO Bogor, Wujud Nyata Dorong Ekraf Daerah

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menghadiri panen raya di Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja, Bogor.

Irene menyebut kehadirannya sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor dalam wujudkan ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, kegiatan bersama lintas kementerian dan lembaga merupakan bentuk penguatan solidaritas. Kita ingin menunjukkan bahwa budaya hanya dapat hidup jika didukung oleh pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Wamenekraf Irene dalam acara yang digelar pada Kamis, 17 April 2025.

AEWO Mulyaharja yang berjuluki ‘Surga yang Tersisa di Kota Bogor’ merupakan kawasan agrowisata yang tidak hanya mengedepankan konsep pertanian organik namun juga menjadi ruang edukatif dan rekreatif bagi masyarakat.

Panen raya yang digelar di kawasan seluas 23 hektare ini menghasilkan hingga 3 ton beras per hektare serta mencerminkan komitmen kuat masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.

Selain sektor pertanian, AEWO menjadi panggung bagi munculnya potensi ekonomi kreatif lokal yang salah satunya disorot Wamenekraf Irene yaitu Bogor Sneakers, produk sepatu custom lokal.

Wamenekraf Irene menyebut Bogor Sneakers mampu mempersonalisasi produk dan menciptakan nilai ekonomi tersendiri yang juga menjadi contoh nyata program Treasure Hunt yang diinisiasi Kemenekraf untuk menemukan harta karun ekonomi kreatif yang tersembunyi di berbagai daerah.

“Bogor Sneakers adalah harta karun. Personalitas dalam produk ini menjadi pondasi penting untuk menggerakkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Ini langkah yang sangat tepat,” kata Wamenekraf Irene.

Di tempat yang sama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut kegiatan ini menjadi cerminan potensi lokal bersinergi dengan dukungan pemerintah pusat.

Sedangkan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim selaku tuan rumah mengatakan pemanfaatan AEWO sebagai ruang kolaborasi berbagai sektor.“Kami ingin membuktikan bahwa bukan hanya sektor sneaker yang bisa berkembang. Potensi kreatif lain di Kota Bogor juga bisa memberikan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,” imbuh Dedie A Rachim.

Wamendagri Bima Arya tegaskan acara ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga bagaimana budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi satu kesatuan pembangunan daerah.

Kegiatan Panen Raya AEWO menjadi contoh konkret dari integrasi ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi kreatif. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi pembangunan di daerah lain di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Direktur Utama Bulog Marga Taufiq, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman.

Solusi Keamanan Berbasis AI Berikan Ketenangan Pikiran bagi Penyelenggara Acara dan Peserta.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co. id: Pengambilan keputusan berbasis data untuk kesuksesan acara. Dulu, perencanaan acara sangat bergantung pada intuisi dan pengalaman masa lalu.

Kini, AI mengubah data menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti, yang memungkinkan keputusan yang lebih cerdas.

Pelacakan Keterlibatan Peserta: AI menganalisis kehadiran sesi, kunjungan stan, dan umpan balik untuk mengidentifikasi topik dan pembicara populer.

Peramalan Tren: AI memprediksi tren pemesanan di masa mendatang berdasarkan data historis, membantu tempat acara merencanakan ke depan.

Optimalisasi Pemasaran: AI mengidentifikasi saluran promosi dan pesan yang paling efektif untuk menarik audiens target.

Contoh Dunia Nyata:

Sebuah pusat konvensi menggunakan AI untuk menganalisis survei pasca-acara dan penyebutan media sosial. Wawasan tersebut mengungkapkan bahwa peserta lebih menghargai peluang jaringan daripada pidato utama, yang mendorong pusat tersebut untuk mendesain ulang format acaranya, yang menghasilkan peningkatan pendaftaran sebesar 20% untuk edisi berikutnya.

Manfaat untuk Hotel & Pusat Konvensi:

ROI yang Lebih Tinggi: Keputusan yang didukung data menghasilkan alokasi sumber daya yang lebih baik dan peningkatan profitabilitas.

Perencanaan yang Lebih Baik: Analisis prediktif membantu tempat penyelenggaraan mengantisipasi kebutuhan dan preferensi peserta.

Keunggulan Kompetitif: AI memberdayakan tempat penyelenggaraan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam tren industri.

Dengan memanfaatkan analisis yang digerakkan oleh AI, hotel dan pusat konvensi dapat meningkatkan acara mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Kesimpulan: Masa Depan AI dalam Industri MICE

Industri MICE berada di ambang transformasi teknologi yang akan mendefinisikan ulang cara hotel dan pusat konvensi beroperasi, bersaing, dan memberikan nilai. Kecerdasan Buatan bukan lagi konsep futuristik—ini adalah solusi masa kini yang mendorong hasil nyata di setiap aspek manajemen acara.

Bagi tempat penyelenggaraan yang berpikiran maju, pertanyaannya bukanlah apakah akan mengadopsi AI, tetapi seberapa cepat AI dapat diimplementasikan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

Apakah tempat Anda siap memanfaatkan kekuatan AI dalam industri MICE? Masa depan acara sudah ada di sini, dan itu cerdas

Koleksi Hijau Global Hotel Alliance Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat, Refleksikan Komitmen Merek Hotel terhadap Perhotelan Berkelanjutan

this formate

Koleksi Hijau Global Hotel Alliance Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat, Merefleksikan Komitmen Merek Hotel terhadap Perhotelan Berkelanjutan

DUBAI, UAE, bisniswisata.co.id: Global Hotel Alliance (GHA), aliansi merek hotel independen terbesar di dunia, telah mengumumkan pertumbuhan signifikan dari Koleksi Hijaunya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2023, koleksinya telah berkembang sebesar 150%, tumbuh dari 189 hotel, resor, dan istana menjadi 472. Perluasan yang pesat ini menggarisbawahi semakin pentingnya keberlanjutan dalam industri perhotelan.

Setiap properti Green Collection telah memperoleh setidaknya satu sertifikasi dari organisasi lingkungan yang diakui secara global, dengan EarthCheck, Green Growth 2050, Green Key, dan Green Globe di antara 20 badan sertifikasi terkemuka yang terwakili.

Masing-masing mengharuskan hotel untuk memenuhi standar internasional tertinggi untuk inisiatif dan kinerja keberlanjutan, dengan audit pihak ketiga yang dilakukan secara berkala untuk mempertahankan sertifikasi.

Meraih sertifikasi menunjukkan komitmen jangka panjang hotel untuk menegakkan standar ini, dengan setiap properti Green Collection menjadi pelopor praktik yang melestarikan lingkungan alam dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal di destinasi tempat mereka beroperasi.

Pertumbuhan Green Collection yang terus-menerus merupakan bukti kuat atas komitmen bersama di antara merek-merek kami terhadap perjalanan yang bertanggung jawab.

Hanya dalam waktu dua tahun, Koleksi ini telah berkembang hingga mewakili lebih dari setengah portofolio global kami, membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya prioritas tetapi juga pilar yang menentukan perhotelan saat ini.

Sementara Green Collection diciptakan untuk membantu konsumen yang sadar membuat pilihan yang lebih tepat, ia juga mendukung hotel-hotel kami dalam perjalanan keberlanjutan mereka – dengan bekerja sama, berbagi praktik terbaik dan kisah sukses, dan saling membimbing dalam inisiatif yang bermakna yang memperluas dampak kolektif kami.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat yang tulus kepada merek-merek hotel kami karena telah menjadi juara sejati keberlanjutan dan mendorong dampak positif dalam komunitas yang mereka layani,” kata Jelena Kezika, Direktur Senior Strategi di GHA.

Dari liburan di kota hingga liburan di tepi laut dan penginapan bisnis hingga liburan santai, koleksi ini beragam secara geografis dan hadir di 60 negara dan 260 destinasi, yang mencakup setiap wilayah.

Di Eropa, properti Green Collection mencakup 81% dari portofolio GHA, diikuti oleh Timur Tengah dengan 58% dan Afrika sebesar 46%. Spanyol memimpin, menawarkan jumlah hotel Green Collection tertinggi (74), diikuti oleh Italia (57), Jerman (54), dan Belanda (35).

Penyebaran geografis ini menyoroti komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan di seluruh pasar utama Eropa.

Untuk semakin memperkuat dampak Green Collection, tiga merek bergengsi – Paramount Hotels, The Leela Palaces, Hotels and Resorts, dan Lore Group – bergabung pada tahun 2024, memperkenalkan hotel pertama mereka ke dalam koleksi tersebut.

Secara total, 25 dari 45 merek GHA kini menawarkan properti yang merupakan bagian dari Green Collection. Keberlanjutan terbukti menjadi faktor penting dalam preferensi tamu, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan yang signifikan dalam indikator kinerja utama.

Pada tahun 2024, rata-rata lama menginap di hotel Green Collection 9% lebih lama dibandingkan dengan hotel lain dalam aliansi, sementara rata-rata pengeluaran per menginap 26% lebih tinggi.

Selain itu, total menginap di properti Green Collection meningkat sebesar 16% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, yang semakin menunjukkan daya tarik akomodasi yang sadar lingkungan.

Hotel-hotel di Green Collection terus menjadi landasan kesuksesan GHA, menyumbang 71% dari total pendapatan yang dihasilkan dan 68% dari total malam menginap di seluruh portofolio hotel GHA pada tahun 2024.

Seiring dengan meningkatnya harapan wisatawan untuk melihat pilihan ramah lingkungan dari merek perhotelan dan perjalanan favorit mereka, Green Collection tetap menjadi yang terdepan dalam perhotelan berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa kemewahan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan, pungkas Kezika.

Pada bulan September 2023, GHA memulai kemitraannya dengan EarthCheck, kelompok pembanding dan sertifikasi ilmiah terkemuka untuk perjalanan dan pariwisata berkelanjutan.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen GHA untuk mencapai status EarthCheck Certified untuk kantor pusatnya di Dubai. Untuk mendukung tujuan ini, GHA membentuk Tim Hijau khusus, yang terdiri dari para juara departemen, yang perannya adalah untuk mendorong proses sertifikasi dan menanamkan inisiatif keberlanjutan di seluruh perusahaan.

GHA dengan bangga mengumumkan bahwa kantornya di Dubai telah disertifikasi EarthCheck, yang menandai tonggak penting dalam perjalanannya menuju tanggung jawab lingkungan dan sosial yang lebih besar.

Tonggak sejarah ini juga hadir di saat yang tepat, bertepatan dengan ulang tahun kedua inisiatif Green Collection dan Donate D$.

Tentang GHA dan GHA DISCOVERY

Global Hotel Alliance (GHA) adalah aliansi merek hotel independen terbesar di dunia dengan 45 merek dan 850 hotel di 100 negara.

Program loyalitasnya yang telah memenangkan penghargaan—GHA DISCOVERY—memberikan pengakuan kepada 30 juta anggota, hadiah D$, dan pengalaman eksklusif di seluruh hotel dan mitranya, baik dengan maupun tanpa menginap. GHA DISCOVERY menghasilkan pendapatan sebesar US$2,7 miliar dan 11 juta malam kamar pada tahun 2024.

Melalui keanggotaan di GHA, merek memperluas jangkauan global mereka, mendorong pendapatan tambahan, dan mengurangi ketergantungan pada saluran pihak ketiga, sekaligus mempertahankan independensi manajemen dan posisi individu.

IHG Memperluas Kehadiran di Arab Saudi dengan Holiday Inn Jeddah Al Naseem

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: IHG Hotels & Resorts telah menandatangani perjanjian manajemen untuk meluncurkan Holiday Inn Jeddah Al Naseem. Hotel baru dengan 222 kamar ini akan dibuka pada bulan Juni 2026.

Dilansir dari hotelnewsresource.com, Hotel baru ini sejalan dengan tujuan Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Kerajaan dan mengembangkan sektor publiknya.

Perjanjian ini memperkuat dedikasi IHG terhadap industri perhotelan Kerajaan yang sedang berkembang pesat. IHG telah mengoperasikan 45 hotel di enam merek di negara tersebut.

Holiday Inn Jeddah Al Naseem akan menampilkan konsep Lobi Terbuka merek tersebut, yang dirancang untuk menyediakan ruang serbaguna tempat para tamu dapat bekerja, bersantap, atau bersantai.

Lokasi hotel di Al Naseem, distrik yang ramai di Jeddah, melayani pelancong bisnis dan rekreasi dengan baik. Distrik ini memiliki berbagai macam bangunan komersial, ritel, dan perumahan, termasuk pusat perbelanjaan populer dan fasilitas kesehatan terkemuka.

Mengomentari pembangunan tersebut, Haitham Mattar, Managing Director, India, Timur Tengah & Afrika, IHG Hotels & Resorts, menyoroti Arab Saudi sebagai pasar pertumbuhan utama bagi IHG.

Dia juga menekankan peran bangunan baru tersebut dalam mendukung pertumbuhan sektor perhotelan dan pariwisata sejalan dengan Visi Kerajaan 2030.

Hotel ini akan menyediakan empat pilihan tempat makan, pusat bisnis khusus, dan ruang pertemuan untuk tamu perusahaan.

Fasilitas rekreasi meliputi pusat kebugaran, spa, dan kolam renang luar ruangan.
Pemilik Holiday Inn Jeddah Al Naseem, Hassan Salem Al Zahrani, menyatakan optimismenya tentang kemitraan dengan IHG Hotels & Resorts.

Dia menyatakan keyakinannya terhadap kontribusi hotel terhadap sektor perhotelan Jeddah yang terus berkembang, dan tawarannya terhadap pengalaman tamu yang luar biasa.