Tips Berwisata ke IKN dengan Transportasi Aman dan Nyaman

this formate

Istana Ibukota Nusantara  ( Foto: nusakaltim) 

BALIKPAPAN, bisniswisata.co.id: Kiriman chat WA dari Yati Abubakar, seorang penggemar ekowisata dari Brunei Darussalam isinya membangun rasa penasarannya membaca jejak digital begitu banyak warga Indonesia yang tertarik wisata Lebaran yang baru lalu dengan berkunjung ke Ibukota Negara ( IKN) di Kalimantan Timur.

Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terpilih menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Ibu Kota Negara baru yang diberi nama “Nusantara” ini diproyeksikan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

Lokasi baru IKN Nusantara memiliki banyak daya tarik pariwisata yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tak heran tetangga jiran seperti Yati Abubakar ingin sekali datang menggunakan jasa rental terbaik di Balikpapan bersama teman-teman atau dengan keluarganya.

Sayang belum ada jalan tembus yang menghubungkan kota-kota di Kalimantan (Borneo) dengan negara tetangga Brunei Darussalam atau sampai ke wilayah Malaysia misalnya. Namun keinginan kuat dari warga serumpum ini patut menjadi perhatian pemerintah masing-masing.

Kalau ingin menjelajahi lebih dalam, calon Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara ini dikelilingi berbagai destinasi wisata yang kaya akan keindahan alam yang menawan, serta adat istiadat yang masih dipegang teguh hingga sekarang.

Sebagai awal perkenalan dengan calon Ibu Kota Negara baru itu, tak ada salahnya mendapati dulu alat transportasi yang nyaman menuju ke sana dan dengan cepat menemukan website Sheva Rent Car berikut info tentang hotel dan resto di Balikpapan.

Jasa sewa kendaraan dari CV Sumber Prima Lestari, perusahaaan transportasi ini melayani sewa mobil harian, mingguan dan bulanan bisa lepas kunci ataupun plus supir dalri berbagai jenis kalangan baik untuk keperluan wisata, bisnis, kebutuhan konser Artis, maupun untuk perjalanan dinas.

Seketika auto rasa aman dan nyamanlah dengan info ini dan bagi kita yang tinggal di Jakarta maupun negri jiran, berkunjung ke IKN tentunya menarik dengan tempat-tempat wisata di sekitarnya dengan rata-rata waktu tempuh satu-dua jam perjalanan dari calon ibukota baru itu.

Desa Budaya Pampang

Destinasi wisata di Kalimantan Timur yang bisa kunjungi pertama kali adalah Desa Budaya Pampang yang berlokasi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, ini menjadi rumah bagi penduduk Suku Dayak Apo Kayan dan Dayak Kenyah.

Meskipun harus memakan waktu tempuh hingga dua am dari IKN Nusantara, namun perjalanan panjang ke Desa Budaya Pampang tidak akan mengecewakan. Pasalnya kita bisa melihat berbagai pertunjukan tarian adat Suku Dayak seperti Tari Bangen Tawai, Huqoq, maupun Kancet Punan Lettu.

Kebun Raya Balikpapan

Kebun Raya Balikpapan menjadi salah satu destinasi wisata di sekitar IKN Nusantara yang wajib dikunjungi. Terletak di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain. Selain menjadi tempat wisata, konservasi alam, sekaligus pelestarian flora asli Kalimantan yang hampir punah.

Berjarak sekitar 1 jam dari IKN, pengunjung bisa menemukan ribuan spesies tanaman, melihat berbagai koleksi anggrek langka, serta berbagai jenis binatang liar, seperti rusa, orangutan, dan berbagai burung-burung asli Kalimantan.

Bukit Bangkirai

Hanya berjarak sekitar satu jam dari Kebun Raya Balikpapan atau 30 menit dari IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara. Bukit Bangkirai menawarkan pemandangan hutan tropis yang rindang dan masih sangat asri.

Daya tarik utama dari destinasi wisata yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini adalah Canopy Bridge, yaitu jembatan kayu yang panjangnya lebih dari 50 meter dan menghubungkan lima pohon bangkirai.

Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan

Ada juga lokasi pantai dengan menempuh satu jam perjalanan dari IKN yaitu bisa berkunjung ke Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan. Menjadi salah satu pantai eksotis di Kalimantan Timur, Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan memiliki pasir putih bersih dan dikelilingi deretan pohon cemara yang rindang.

Selain cocok untuk bersantai sambil menikmati suara ombak yang tenang, Sobat Parekraf juga bisa melihat langsung pemandangan matahari terbenam yang sangat memukau di pantai ini.

Tari Jepen

Bagi yang suka aktivitas budaya, selain destinasi wisata, Kalimantan Timur juga memiliki beragam budaya khas yang menarik untuk disaksikan. Salah satunya adalah Tari Jepen. Tarian tradisional masyarakat Kutai ini dipengaruhi budaya Melayu dan Islam.

Tarian yang diiringi dengan alat musik tingkilan ini menggambarkan kebudayaan melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja. Biasanya Tari Jepen dibawakan di berbagai acara kebudayaan, seperti pernikahan maupun penyambutan tamu.

Budaya Belian Paser Nondoi

Berkunjung ke Kalimantan Timur menjadi momen yang tepat untuk melihat langsung Festival Adat Budaya Belian Paser Nondoi. Dipimpin oleh mulung (dukun adat), Belian Paser Nondoi menjadi ritual adat bersih-bersih kampung dari hal yang tidak diinginkan.

Ritual adat ini sangat memiliki arti kehidupan bagi masyarakat Paser, yakni menghormati leluhur agar mendapat hasil melimpah saat bekerja. Biasanya ritual adat ini berlangsung semalam suntuk, dan ditutup dengan acara makan bersama dengan semua orang yang hadir.

Banyaknya minat berwisata ke IKN ini tak lepas dari menonton tayangan upacara peringatan HUT RI ke-79 yang menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain akan jadi pusat pemerintahan negara, kawasan sekitar IKN ternyata juga menyimpan keindahan banyak hidden gem yang bisa menjadi tujuan wisata di IKN. Nah tertarik berkunjung ? yuk rencanakan pada liburan berikutnya.

Tanpa Strategi Berkelanjutan, Hemat yang Memiskinkan

Tanpa Strategi Berkelanjutan, Hemat yang “Memiskinkan”

this formate

namakubrandku MEMASUKI pertengahan bulan April 2025, industri pariwisata dan perhotelan Indonesia berdiri di “persimpangan” antara optimisme pemulihan pascapandemi dan pesimisme mendalam akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Dengan target ambisius 14,6 hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), serta 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), pemerintah memosisikan sektor ini sebagai tulang punggung devisa non-migas.

Namun, pemotongan drastis anggaran Kementerian Pariwisata  (klausul lama KemenParekraf) —menyusut hampir 41% dari pagu sebelumnya— memunculkan keraguan di kalangan pelaku industri.

Dilain pihak kebijakan sertifikasi halal, promosi pariwisata berkelanjutan, penguatan praktik green tourism dan sustainable tourism, tetap digadang-gadang sebagai pilar utama. Bagaimana hal tersebut terealisasi maksimal tanpa dukungan fiskal yang memadai?

Industri menuntut bukan sekadar wacana, narasi puitis, melainkan konsistensi implementasi, insentif nyata, dan keberpihakan politik pemerintah yang utuh. Artikel ini menyajikan potret menyeluruh kondisi terkini, proyeksi, analisis SWOT, serta solusi strategis demi menjaga momentum pertumbuhan sektor kepariwisataan hingga Desember 2025.

  1. Proyeksi Pariwisata Indonesia Mei–Desember 2025

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2025, kunjungan wisman per kuartal pertama naik 32% dibanding periode sama tahun lalu. Tiongkok, India, Malaysia, dan Australia masih menjadi empat besar kontributor. Di sisi lain, pergerakan wisnus menurun 7% akibat pemangkasan besar-besaran perjalanan dinas dan rapat-rapat kementerian/lembaga yang biasanya menyumbang signifikan pada okupansi hotel domestik.

Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditargetkan menyentuh angka 4,6%, menyumbang devisa hingga US$22,1 miliar. Namun, angka-angka ini akan sulit tercapai tanpa intervensi kebijakan yang tepat.

  1. Realitas Fiskal: Antara Harapan dan Pemangkasan

Kebijakan Presiden dalam mengelola anggaran nasional membawa dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Kemenpar harus rela melihat pagu anggarannya turun dari Rp1,49 triliun menjadi Rp 884,9 miliar. Selain untuk “belanja rutin”, anggaran tersebut menjadi sumber utama promosi pariwisata, fasilitasi pelatihan SDM, dan pengembangan desa wisata.

Dari sudut pandang industri perhotelan, efeknya sangat terasa. Asosiasi Perhotelan Nasional melaporkan penurunan okupansi rata-rata hingga 85% pada awal 2025, terutama di kota-kota sekunder seperti Jember, Makassar, dan Palangkaraya. Hotel-hotel yang selama ini mengandalkan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dari sektor pemerintah kini “terseok”.

Narasi penghematan anggaran pemerintah pusat memang logis dalam konteks fiskal, tetapi selayaknya tidak memutus ekosistem ekonomi kreatif yang sedang bangkit. Efisiensi tanpa strategi pemulihan berkelanjutan hanya akan menjadi “hemat yang memiskinkan.”

  1. Kebijakan Sertifikasi Halal, Pariwisata Berkelanjutan, dan Green Tourism

Peraturan Pemerintah No. 39/2021 yang diturunkan dari UU JPH (Jaminan Produk Halal) mewajibkan semua produk makanan dan minuman yang dipasarkan ke publik mengantongi sertifikasi halal paling lambat Oktober 2024 untuk usaha besar dan Oktober 2026 untuk UMKM.

Kemenpar —KemenParekraft pada klausul lama— mengklaim telah meluncurkan program pendampingan halal untuk lebih dari 3.000 desa wisata. Namun, tanpa dana memadai, program ini rentan menjadi jargon kosong.

Promosi green tourism kini menjadi agenda nasional, termasuk pembatasan pembangunan hotel di Bali, pajak turis internasional sebesar US$9, serta moratorium vila tak berizin. Namun demikian, sebagian pelaku usaha lokal melihat kebijakan ini ambigu: membatasi tapi tidak membina.

Program pengembangan destinasi prioritas (Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika) tetap digencarkan, namun progresnya tidak seragam. Beberapa terkendala pembebasan lahan, konflik sosial, hingga masalah logistik.

  1. Analisis SWOT

Strengths:

– Kekayaan alam dan budaya luar biasa (17.000 pulau, 1.340 suku, 700 bahasa).

– Posisi strategis Indonesia di jalur maritim dunia.

– Dukungan kebijakan sertifikasi halal memperkuat brand halal tourism global.

Weaknesses:

– Kualitas infrastruktur dan pelayanan belum merata.

– Ketergantungan pada beberapa destinasi besar (Bali, Jakarta, Yogyakarta).

– Pemotongan anggaran berdampak langsung pada efektivitas promosi.

Opportunities:

– Potensi pariwisata muslim global (US$300 miliar pada 2026).

Trend wellness tourism, eco-luxury, dan pariwisata spiritual.

– Kemajuan teknologi AI dan big data dalam pemasaran pariwisata.

Threats:

– Persaingan regional (Thailand, Vietnam, Malaysia) yang makin agresif.

Overtourism yang mengancam daya dukung ekosistem.

– Kebijakan fiskal yang tidak konsisten, dapat “mematahkan” kepercayaan investor.

      5.Rekomendasi Strategis.

1.Realokasi anggaran berbasis dampak

2.Kemitraan public-private (PPP)

3.Desentralisasi branding

4.Digitalisasi promosi dan transaksi

5.Peningkatan layanan di entry points wisatawan

      6.Membaca Arah, Menjaga Harapan

Indonesia tidak kekurangan destinasi, kekayaan budaya, atau keramahan penduduk. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan, keberanian fiskal, dan keberpihakan nyata terhadap pelaku industri.

Pesimisme wajar muncul ketika efisiensi mengikis peluang, namun harapan tetap hidup jika publik, swasta, dan komunitas bersatu dalam visi yang sama: menjadikan pariwisata Indonesia bukan sekadar “alat ekonomi”, tetapi narasi “peradaban”.

Jember, 18 April 2025

Jeffrey Wibisono V.

Praktisi Industri Hospitality dan Konsultan

Wamenekraf Hadiri Panen Raya di AEWO Bogor, Wujud Nyata Dorong Ekraf Daerah

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menghadiri panen raya di Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja, Bogor.

Irene menyebut kehadirannya sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor dalam wujudkan ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, kegiatan bersama lintas kementerian dan lembaga merupakan bentuk penguatan solidaritas. Kita ingin menunjukkan bahwa budaya hanya dapat hidup jika didukung oleh pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Wamenekraf Irene dalam acara yang digelar pada Kamis, 17 April 2025.

AEWO Mulyaharja yang berjuluki ‘Surga yang Tersisa di Kota Bogor’ merupakan kawasan agrowisata yang tidak hanya mengedepankan konsep pertanian organik namun juga menjadi ruang edukatif dan rekreatif bagi masyarakat.

Panen raya yang digelar di kawasan seluas 23 hektare ini menghasilkan hingga 3 ton beras per hektare serta mencerminkan komitmen kuat masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.

Selain sektor pertanian, AEWO menjadi panggung bagi munculnya potensi ekonomi kreatif lokal yang salah satunya disorot Wamenekraf Irene yaitu Bogor Sneakers, produk sepatu custom lokal.

Wamenekraf Irene menyebut Bogor Sneakers mampu mempersonalisasi produk dan menciptakan nilai ekonomi tersendiri yang juga menjadi contoh nyata program Treasure Hunt yang diinisiasi Kemenekraf untuk menemukan harta karun ekonomi kreatif yang tersembunyi di berbagai daerah.

“Bogor Sneakers adalah harta karun. Personalitas dalam produk ini menjadi pondasi penting untuk menggerakkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Ini langkah yang sangat tepat,” kata Wamenekraf Irene.

Di tempat yang sama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut kegiatan ini menjadi cerminan potensi lokal bersinergi dengan dukungan pemerintah pusat.

Sedangkan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim selaku tuan rumah mengatakan pemanfaatan AEWO sebagai ruang kolaborasi berbagai sektor.“Kami ingin membuktikan bahwa bukan hanya sektor sneaker yang bisa berkembang. Potensi kreatif lain di Kota Bogor juga bisa memberikan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,” imbuh Dedie A Rachim.

Wamendagri Bima Arya tegaskan acara ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga bagaimana budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi satu kesatuan pembangunan daerah.

Kegiatan Panen Raya AEWO menjadi contoh konkret dari integrasi ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi kreatif. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi pembangunan di daerah lain di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Direktur Utama Bulog Marga Taufiq, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman.

Solusi Keamanan Berbasis AI Berikan Ketenangan Pikiran bagi Penyelenggara Acara dan Peserta.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co. id: Pengambilan keputusan berbasis data untuk kesuksesan acara. Dulu, perencanaan acara sangat bergantung pada intuisi dan pengalaman masa lalu.

Kini, AI mengubah data menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti, yang memungkinkan keputusan yang lebih cerdas.

Pelacakan Keterlibatan Peserta: AI menganalisis kehadiran sesi, kunjungan stan, dan umpan balik untuk mengidentifikasi topik dan pembicara populer.

Peramalan Tren: AI memprediksi tren pemesanan di masa mendatang berdasarkan data historis, membantu tempat acara merencanakan ke depan.

Optimalisasi Pemasaran: AI mengidentifikasi saluran promosi dan pesan yang paling efektif untuk menarik audiens target.

Contoh Dunia Nyata:

Sebuah pusat konvensi menggunakan AI untuk menganalisis survei pasca-acara dan penyebutan media sosial. Wawasan tersebut mengungkapkan bahwa peserta lebih menghargai peluang jaringan daripada pidato utama, yang mendorong pusat tersebut untuk mendesain ulang format acaranya, yang menghasilkan peningkatan pendaftaran sebesar 20% untuk edisi berikutnya.

Manfaat untuk Hotel & Pusat Konvensi:

ROI yang Lebih Tinggi: Keputusan yang didukung data menghasilkan alokasi sumber daya yang lebih baik dan peningkatan profitabilitas.

Perencanaan yang Lebih Baik: Analisis prediktif membantu tempat penyelenggaraan mengantisipasi kebutuhan dan preferensi peserta.

Keunggulan Kompetitif: AI memberdayakan tempat penyelenggaraan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam tren industri.

Dengan memanfaatkan analisis yang digerakkan oleh AI, hotel dan pusat konvensi dapat meningkatkan acara mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Kesimpulan: Masa Depan AI dalam Industri MICE

Industri MICE berada di ambang transformasi teknologi yang akan mendefinisikan ulang cara hotel dan pusat konvensi beroperasi, bersaing, dan memberikan nilai. Kecerdasan Buatan bukan lagi konsep futuristik—ini adalah solusi masa kini yang mendorong hasil nyata di setiap aspek manajemen acara.

Bagi tempat penyelenggaraan yang berpikiran maju, pertanyaannya bukanlah apakah akan mengadopsi AI, tetapi seberapa cepat AI dapat diimplementasikan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

Apakah tempat Anda siap memanfaatkan kekuatan AI dalam industri MICE? Masa depan acara sudah ada di sini, dan itu cerdas

Koleksi Hijau Global Hotel Alliance Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat, Refleksikan Komitmen Merek Hotel terhadap Perhotelan Berkelanjutan

this formate

Koleksi Hijau Global Hotel Alliance Bertambah Lebih dari Dua Kali Lipat, Merefleksikan Komitmen Merek Hotel terhadap Perhotelan Berkelanjutan

DUBAI, UAE, bisniswisata.co.id: Global Hotel Alliance (GHA), aliansi merek hotel independen terbesar di dunia, telah mengumumkan pertumbuhan signifikan dari Koleksi Hijaunya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2023, koleksinya telah berkembang sebesar 150%, tumbuh dari 189 hotel, resor, dan istana menjadi 472. Perluasan yang pesat ini menggarisbawahi semakin pentingnya keberlanjutan dalam industri perhotelan.

Setiap properti Green Collection telah memperoleh setidaknya satu sertifikasi dari organisasi lingkungan yang diakui secara global, dengan EarthCheck, Green Growth 2050, Green Key, dan Green Globe di antara 20 badan sertifikasi terkemuka yang terwakili.

Masing-masing mengharuskan hotel untuk memenuhi standar internasional tertinggi untuk inisiatif dan kinerja keberlanjutan, dengan audit pihak ketiga yang dilakukan secara berkala untuk mempertahankan sertifikasi.

Meraih sertifikasi menunjukkan komitmen jangka panjang hotel untuk menegakkan standar ini, dengan setiap properti Green Collection menjadi pelopor praktik yang melestarikan lingkungan alam dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal di destinasi tempat mereka beroperasi.

Pertumbuhan Green Collection yang terus-menerus merupakan bukti kuat atas komitmen bersama di antara merek-merek kami terhadap perjalanan yang bertanggung jawab.

Hanya dalam waktu dua tahun, Koleksi ini telah berkembang hingga mewakili lebih dari setengah portofolio global kami, membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya prioritas tetapi juga pilar yang menentukan perhotelan saat ini.

Sementara Green Collection diciptakan untuk membantu konsumen yang sadar membuat pilihan yang lebih tepat, ia juga mendukung hotel-hotel kami dalam perjalanan keberlanjutan mereka – dengan bekerja sama, berbagi praktik terbaik dan kisah sukses, dan saling membimbing dalam inisiatif yang bermakna yang memperluas dampak kolektif kami.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat yang tulus kepada merek-merek hotel kami karena telah menjadi juara sejati keberlanjutan dan mendorong dampak positif dalam komunitas yang mereka layani,” kata Jelena Kezika, Direktur Senior Strategi di GHA.

Dari liburan di kota hingga liburan di tepi laut dan penginapan bisnis hingga liburan santai, koleksi ini beragam secara geografis dan hadir di 60 negara dan 260 destinasi, yang mencakup setiap wilayah.

Di Eropa, properti Green Collection mencakup 81% dari portofolio GHA, diikuti oleh Timur Tengah dengan 58% dan Afrika sebesar 46%. Spanyol memimpin, menawarkan jumlah hotel Green Collection tertinggi (74), diikuti oleh Italia (57), Jerman (54), dan Belanda (35).

Penyebaran geografis ini menyoroti komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan di seluruh pasar utama Eropa.

Untuk semakin memperkuat dampak Green Collection, tiga merek bergengsi – Paramount Hotels, The Leela Palaces, Hotels and Resorts, dan Lore Group – bergabung pada tahun 2024, memperkenalkan hotel pertama mereka ke dalam koleksi tersebut.

Secara total, 25 dari 45 merek GHA kini menawarkan properti yang merupakan bagian dari Green Collection. Keberlanjutan terbukti menjadi faktor penting dalam preferensi tamu, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan yang signifikan dalam indikator kinerja utama.

Pada tahun 2024, rata-rata lama menginap di hotel Green Collection 9% lebih lama dibandingkan dengan hotel lain dalam aliansi, sementara rata-rata pengeluaran per menginap 26% lebih tinggi.

Selain itu, total menginap di properti Green Collection meningkat sebesar 16% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, yang semakin menunjukkan daya tarik akomodasi yang sadar lingkungan.

Hotel-hotel di Green Collection terus menjadi landasan kesuksesan GHA, menyumbang 71% dari total pendapatan yang dihasilkan dan 68% dari total malam menginap di seluruh portofolio hotel GHA pada tahun 2024.

Seiring dengan meningkatnya harapan wisatawan untuk melihat pilihan ramah lingkungan dari merek perhotelan dan perjalanan favorit mereka, Green Collection tetap menjadi yang terdepan dalam perhotelan berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa kemewahan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan, pungkas Kezika.

Pada bulan September 2023, GHA memulai kemitraannya dengan EarthCheck, kelompok pembanding dan sertifikasi ilmiah terkemuka untuk perjalanan dan pariwisata berkelanjutan.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen GHA untuk mencapai status EarthCheck Certified untuk kantor pusatnya di Dubai. Untuk mendukung tujuan ini, GHA membentuk Tim Hijau khusus, yang terdiri dari para juara departemen, yang perannya adalah untuk mendorong proses sertifikasi dan menanamkan inisiatif keberlanjutan di seluruh perusahaan.

GHA dengan bangga mengumumkan bahwa kantornya di Dubai telah disertifikasi EarthCheck, yang menandai tonggak penting dalam perjalanannya menuju tanggung jawab lingkungan dan sosial yang lebih besar.

Tonggak sejarah ini juga hadir di saat yang tepat, bertepatan dengan ulang tahun kedua inisiatif Green Collection dan Donate D$.

Tentang GHA dan GHA DISCOVERY

Global Hotel Alliance (GHA) adalah aliansi merek hotel independen terbesar di dunia dengan 45 merek dan 850 hotel di 100 negara.

Program loyalitasnya yang telah memenangkan penghargaan—GHA DISCOVERY—memberikan pengakuan kepada 30 juta anggota, hadiah D$, dan pengalaman eksklusif di seluruh hotel dan mitranya, baik dengan maupun tanpa menginap. GHA DISCOVERY menghasilkan pendapatan sebesar US$2,7 miliar dan 11 juta malam kamar pada tahun 2024.

Melalui keanggotaan di GHA, merek memperluas jangkauan global mereka, mendorong pendapatan tambahan, dan mengurangi ketergantungan pada saluran pihak ketiga, sekaligus mempertahankan independensi manajemen dan posisi individu.

IHG Memperluas Kehadiran di Arab Saudi dengan Holiday Inn Jeddah Al Naseem

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: IHG Hotels & Resorts telah menandatangani perjanjian manajemen untuk meluncurkan Holiday Inn Jeddah Al Naseem. Hotel baru dengan 222 kamar ini akan dibuka pada bulan Juni 2026.

Dilansir dari hotelnewsresource.com, Hotel baru ini sejalan dengan tujuan Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Kerajaan dan mengembangkan sektor publiknya.

Perjanjian ini memperkuat dedikasi IHG terhadap industri perhotelan Kerajaan yang sedang berkembang pesat. IHG telah mengoperasikan 45 hotel di enam merek di negara tersebut.

Holiday Inn Jeddah Al Naseem akan menampilkan konsep Lobi Terbuka merek tersebut, yang dirancang untuk menyediakan ruang serbaguna tempat para tamu dapat bekerja, bersantap, atau bersantai.

Lokasi hotel di Al Naseem, distrik yang ramai di Jeddah, melayani pelancong bisnis dan rekreasi dengan baik. Distrik ini memiliki berbagai macam bangunan komersial, ritel, dan perumahan, termasuk pusat perbelanjaan populer dan fasilitas kesehatan terkemuka.

Mengomentari pembangunan tersebut, Haitham Mattar, Managing Director, India, Timur Tengah & Afrika, IHG Hotels & Resorts, menyoroti Arab Saudi sebagai pasar pertumbuhan utama bagi IHG.

Dia juga menekankan peran bangunan baru tersebut dalam mendukung pertumbuhan sektor perhotelan dan pariwisata sejalan dengan Visi Kerajaan 2030.

Hotel ini akan menyediakan empat pilihan tempat makan, pusat bisnis khusus, dan ruang pertemuan untuk tamu perusahaan.

Fasilitas rekreasi meliputi pusat kebugaran, spa, dan kolam renang luar ruangan.
Pemilik Holiday Inn Jeddah Al Naseem, Hassan Salem Al Zahrani, menyatakan optimismenya tentang kemitraan dengan IHG Hotels & Resorts.

Dia menyatakan keyakinannya terhadap kontribusi hotel terhadap sektor perhotelan Jeddah yang terus berkembang, dan tawarannya terhadap pengalaman tamu yang luar biasa.

Singapura targetkan $50 miliar dari penerimaan pariwisata pada tahun 2040

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapura targetkan $50 miliar dari penerimaan pariwisata pada tahun 2040; pandang sektor pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan

Belanja pariwisata di Singapura diproyeksikan mencapai antara $47 miliar dan $50 miliar pada tahun 2040 – sekitar 1,7 kali lipat dari angka tahun 2024, ungkap Menteri yang bertanggung jawab atas Hubungan Perdagangan Grace Fu.

Dilansir dari www.straitstimes.com, pada tahun 2024, negara ini mencatat rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $29,8 miliar dari penerimaan pariwisata, yang sebagian besar didorong oleh pengunjung dari pasar dengan pengeluaran teratas seperti Tiongkok, Indonesia, dan Australia.

Kedatangan pengunjung internasional mencapai 16,5 juta, menggarisbawahi pemulihan pascapandemi yang kuat.
Ke depannya, tingkat belanja pariwisata diperkirakan akan melampaui pertumbuhan kedatangan pengunjung, karena Singapura mengalihkan fokusnya dari volume ke nilai, kata kepala eksekutif Singapore Tourism Board (STB) Melissa Ow.

Visi ini dirangkum dalam peta jalan Pariwisata 2040 STB, yang berpusat pada tiga pilar utama: menumbuhkan permintaan di masa depan, meningkatkan daya tarik Singapura sebagai destinasi, dan mengembangkan sektor pariwisata yang siap menghadapi masa depan.

Salah satu mesin pertumbuhan utama terletak pada segmen MICE (pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran), yang diidentifikasi oleh Fu sebagai “segmen pengunjung berkualitas dan bertumbuh pesat”.

Grace Fu dan Melissa Ow berbicara di Konferensi Industri Pariwisata pada tanggal 11 April lalu. Acara tahunan tersebut, yang diadakan di Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre, diperuntukkan bagi STB dan industri pariwisata serta perdagangan perjalanan untuk mengkaji tren pariwisata dan wawasan pasar.

STB ingin melipatgandakan penerimaan pariwisata MICE pada tahun 2040. Menurut sebuah studi tahun 2019 oleh STB, wisatawan MICE menyumbang sekitar $1,4 miliar – atau sekitar 4 persen – terhadap penerimaan pariwisata Singapura.

Ow memperkirakan angka ini akan meningkat hingga 10 persen pada tahun 2040. Pelancong MICE cenderung menghabiskan uang dua kali lipat lebih banyak daripada pelancong rekreasi, kata Fu dan dengan sektor MICE global yang diproyeksikan akan berlipat ganda nilainya selama dekade berikutnya, Asia-Pasifik muncul sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat.

STB juga tengah pelajari pengembangan MICE Hub di distrik pusat kota Singapura. Fasilitas baru ini diharapkan dapat melengkapi dan mendukung penawaran MICE di area tersebut, dan akan memanfaatkan tempat dan atraksi MICE yang sudah ada di kota tersebut dengan tujuan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.

Secara paralel, upaya untuk meremajakan kawasan pariwisata utama seperti Orchard Road dan Sentosa sedang berlangsung, dengan fokus pada penawaran pengalaman yang lebih beragam dan mendalam.

Misalnya, Minion Land dibuka di Universal Studios Singapura pada 14 Februari, sementara Singapore Oceanarium yang akan datang – yang menggantikan S.E.A. Aquarium – akan dibuka pada paruh kedua tahun 2025.

Untuk memperkuat daya tarik global Singapura, STB juga telah meluncurkan kemitraan dengan merek-merek trendi seperti raksasa koleksi mainan Pop Mart dan label gaya hidup Korea Selatan Wiggle Wiggle, dengan tujuan menghadirkan pengalaman segar yang digerakkan oleh budaya pop ke kota tersebut.

Meskipun optimis, Ow tetap berhati-hati di tengah ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung. Dia berkata bahwa Tahun 2025 ini, prospek ekonomi global tampak lebih tidak pasti. “Untuk saat ini, masih terlalu dini bagi kami untuk menentukan dampaknya terhadap perjalanan dan pariwisata, dan kami akan memantau perkembangan ini dengan sangat cermat.”

Grace Fu menambahkan setelah pengenaan tarif Amerika Serikat, kami memperkirakan lingkungan global yang lebih menantang. Karena negara-negara merevisi tingkat pertumbuhan mereka ke bawah, kami memperkirakan kepercayaan konsumen akan terpengaruh secara negatif.

“Bahkan saat kita menantikan serangkaian acara yang akan menyegarkan lanskap pariwisata kita, kita harus bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek hingga menengah yang akan menguji kemampuan beradaptasi kita.”

STB memproyeksikan penerimaan pariwisata mencapai antara $29 miliar dan $30,5 miliar dan kedatangan pengunjung internasional mencapai 17 juta hingga 18,5 juta pada tahun 2025.

Dr Ye Guangzhi, asisten profesor ekonomi di NTU, percaya bahwa ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dapat memengaruhi pariwisata.

“Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, permintaan pariwisata secara keseluruhan cenderung menurun. Ini karena pengeluaran pariwisata umumnya dianggap ‘elastis’. “Hal ini lebih mungkin dikurangi atau ditunda dibandingkan dengan jenis pengeluaran yang lebih ‘tidak elastis’, seperti untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

“Akibatnya, industri pariwisata sangat rentan terhadap penurunan kepercayaan ekonomi dan pergeseran nilai mata uang, yang keduanya dapat secara signifikan memengaruhi keputusan perjalanan dan preferensi destinasi.”

Untuk tahun mendatang, STB memiliki banyak produk dan pengalaman pariwisata baru, kemitraan, serta perbaikan yang direncanakan.

Penawaran pelayaran baru termasuk pelayaran Asia pertama Disney Cruise Line – Disney Adventure – dan pengenalan Luminara dari Ritz-Carlton Yacht Collection untuk segmen mewah.

Marina Bay Cruise Centre Singapura juga akan melihat investasi $40 juta untuk meningkatkan kapasitas terminalnya dari 7.000 menjadi 12.000 penumpang.

Untuk acara MICE, Singapura akan menjadi tuan rumah konferensi teknologi medis LSI Asia 2025 – edisi pertama di Asia – dan Herbalife Extravaganza 2026, yang diharapkan akan mendapatkan 25.000 pengunjung.

Michael Wilton, kepala eksekutif dan direktur pelaksana penyelenggara pameran MMI Asia, mengatakan pelancong bisnis kini lebih mementingkan nilai – melihat lebih jauh dari sekadar acara ke destinasi penyelenggara dan penawarannya sebagai alasan untuk bepergian untuk urusan pekerjaan.

“Mereka mungkin bersenang-senang di acara tersebut, tetapi jika perjalanan mereka buruk dan hotel mereka buruk, maka akan sangat sulit untuk membuat mereka kembali lagi. Di situlah keunggulan Singapura, dalam hal infrastruktur dan aksesibilitas MICE, membuatnya menarik bagi penyelenggara acara,” katanya.

Leck Chet Lam, direktur pelaksana Experia Events, setuju, tetapi mengatakan kenaikan biaya di Singapura perlu dipantau secara ketat.

Dia menilai memang benar bahwa pihaknya lebih mahal (daripada beberapa pesaing regional) tetapi perlu melihatnya dari keseimbangan antara harga dan efisiensi, dan memastikan bahwa pihaknya i selalu memberikan nilai kepada pelancong korporat sebagai destinasi.

Leck menyarankan agar acara MICE di masa mendatang memanfaatkan tren dan teknologi yang sedang berkembang seperti kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Hotel tujuan wisata – yang menjadikan hotel sebagai tujuan wisata tersendiri karena faktor-faktor unik seperti pengalaman, atraksi, dan arsitektur – telah diidentifikasi sebagai tren.

Contohnya adalah Mandai Rainforest Resort by Banyan Tree, yang dibuka pada bulan April. Pengunjung juga dapat menantikan lebih banyak acara olahraga dan musik, serta penawaran gaya hidup dengan fokus yang lebih besar pada kesehatan.

Wee Teng Wen, mitra pengelola di perusahaan perhotelan The Lo and Behold Group, mengatakan bahwa meskipun atraksi dan acara menarik wisatawan untuk datang ke Singapura, penawaran gaya hidup “memberi mereka alasan untuk tinggal”.

“Semakin banyak wisatawan mencari merek lokal dan mendambakan pengalaman yang unik di kota ini. Saya selalu percaya bahwa cara terbaik untuk merasakan kota adalah melalui keramahtamahannya,” kata Tn. Wee, yang memimpin tim di balik pengembangan gaya hidup New Bahru.

Melissa Ow mengatakan bahwa pada tahun 2024, perusahaan pariwisata berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari $3,2 miliar untuk produk dan pengalaman baru, tetapi menambahkan bahwa “masih banyak yang harus dilakukan”.

“Pekerjaan telah dimulai, dan kami tengah membangun fondasi yang akan menjadi landasan masa depan kami sebagai destinasi kelas dunia, sebagai pusat global, dan rumah yang kami dukung dengan bangga,” katanya.

Bandara Terbaik Dunia Tahun 2025: Singapura Kembali ke Posisi Teratas, Hong Kong di Posisi Keenam

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Bandara Changi Singapura sekali lagi mengukuhkan statusnya sebagai pusat penerbangan global, dengan kembali meraih gelar Bandara Terbaik Dunia tahun 2025.

Penghaprgaan ini merupakan kali ke-13 Changi menerima penghargaan bergengsi ini di ajang penghargaan yang dipersembahkan oleh Skytrax di Passenger Terminal EXPO di Madrid pada tanggal 9 April 2025.

Dominasi Changi tidak hanya terbatas pada penghargaan tertinggi; bandara ini juga memenangkan penghargaan untuk Restoran Bandara Terbaik Dunia, Kamar Mandi Bandara Terbaik Dunia, dan Bandara Terbaik di Asia.

Dilansir dari travelandleisureasia.com, sektor penerbangan Asia menunjukkan kekuatannya, dengan Bandara Internasional Hamad di Doha memenangkan posisi kedua, bersama dengan penghargaan untuk Bandara Belanja Terbaik di Dunia dan Bandara Terbaik di Timur Tengah.

Bandara Haneda di Tokyo menempati posisi ketiga, mendapatkan pengakuan sebagai Bandara Terbersih di Dunia. Bandara Incheon di Seoul menyusul di posisi keempat, yang terkenal dengan Staf Bandara Terbaik di Dunia.

Bandara Internasional Narita di Tokyo berada di peringkat kelima, sementara Bandara Internasional Hong Kong berada di posisi keenam, dan juga memenangkan penghargaan untuk Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia.

Panduan kami tentang hal-hal yang dapat dilakukan di Bandara Singapura akan membantu Anda merencanakan persinggahan yang sempurna.

Sebelum kita membahas detailnya, berikut ini sekilas 10 Bandara Terbaik Dunia:
1. Bandara Internasional Changi
2. Bandara Internasional Hamad di Doha
3. Bandara Haneda di Tokyo
4. Bandara Internasional Incheon di Seoul
5. Bandara Internasional Narita di Tokyo
6. Bandara Internasional Hong Kong
7. Bandara Charles de Gaulle di Paris
8. Bandara Internasional Leonardo da Vinci di Fiumicino di Roma
9. Bandara Internasional Munich
10. Bandara Zurich

Bandara paling ramah keluarga, bandara regional terbaik, dan masih banyak lagi
20 bandara teratas dalam daftar Bandara Terbaik Dunia mencakup beberapa bandara dari Eropa, termasuk Charles de Gaulle di Paris, yang berada di peringkat ketujuh untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Bandara Internasional Leonardo da Vinci di Roma berada di peringkat kedelapan, dan Bandara Internasional Munich berada di peringkat kesembilan, diikuti oleh Zurich, yang berada di peringkat kesepuluh.

Bandara Internasional Dubai berada di posisi ke-11, diikuti oleh Bandara Internasional Helsinki-Vantaa di posisi ke-12, Bandara Internasional Vancouver di posisi ke-13, dan Bandara Internasional Istanbul di posisi ke-14 (yang juga meraih gelar Bandara Paling Ramah Keluarga di Dunia).

Bandara Internasional Wina berada di posisi ke-15, diikuti Bandara Internasional Melbourne di posisi ke-16, Bandara Internasional Chubu Centrair di Jepang di posisi ke-17 (juga meraih gelar Bandara Regional Terbaik Dunia), dan Bandara Internasional Kopenhagen di posisi ke-18 (juga meraih gelar Pemrosesan Keamanan Bandara Terbaik Dunia).

Bandara Internasional Schiphol Amsterdam di posisi ke-19 dan Bandara Internasional Bahrain di posisi ke-20.

Bandara yang tidak berhasil masuk dalam 20 besar tetapi meraih penghargaan lain termasuk Bandara Internasional Taiwan Taoyuan, yang memenangkan penghargaan untuk Pengiriman Bagasi Bandara Terbaik Dunia.

Bandara Internasional Cape Town dinobatkan sebagai Bandara Terbaik di Afrika dan juga memenangkan penghargaan untuk Layanan Staf Bandara Terbaik di Afrika.

Singapore Tourism Board Perluas Jangkauan Global dengan Kemitraan Baru

this formate

Kemitraan baru STB memposisikan Singapura sebagai tujuan utama untuk pariwisata, hiburan, dan pengalaman gaya hidup

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapore Tourism Board (STB) telah menandatangani tujuh Nota Kesepahaman dan satu perjanjian kerja sama dengan mitra lokal dan internasional untuk memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi wisata dan gaya hidup terkemuka.

Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pemasaran, menarik acara dan merek baru, meningkatkan pengalaman pengunjung, dan mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.

Dilansir dari ttgasia.com, kolaborasi utama meliputi kemitraan dengan CapitaLand, Fever Labs, Pop Mart, Klook, dan Singapore Business Federation, yang menargetkan area seperti gaya hidup, hiburan, acara bisnis, dan pencitraan merek destinasi.

Kemitraan dengan CapitaLand Investment telah diperbarui dengan perjanjian kerja sama selama tiga tahun, yang berlaku mulai Juni 2025 hingga Mei 2028.

Kerja sama ini akan difokuskan pada upaya menarik merek dan acara internasional ke Singapura, mendukung pengembangan konsep lokal dengan potensi pariwisata, dan perbarui properti CapitaLand yang sudah ada – seperti CQ @ Clarke Quay, Funan, dan Raffles City Singapore – untuk menawarkan pengalaman baru.

Kemitraan baru, Dempsey Precinct Partnership, telah dibentuk oleh perwakilan dari Dempsey, HSBC Bank (Singapura), dan STB untuk mempromosikan area Dempsey.

Kemitraan ini akan berfokus pada peningkatan kesadaran dan mendorong kunjungan melalui kampanye pemasaran bersama, serta menyoroti perpaduan unik arsitektur warisan, ritel, tempat makan, dan ruang hijau di area tersebut.

Kemitraan dengan Fever Labs akan semakin mendukung upaya untuk memposisikan Singapura sebagai pusat atraksi dan hiburan di Asia.

Selama tiga tahun ke depan, kolaborasi ini akan bertujuan untuk mengamankan acara pertama di dunia atau pertama di Asia, membina kemitraan dengan para pemangku kepentingan industri, dan berbagi wawasan untuk lebih memahami preferensi pengunjung internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pengunjung dan pengeluaran pariwisata.

Kemitraan STB yang diperluas dengan Klook, yang diformalkan melalui Nota Kesepahaman tiga tahun yang baru, akan mendukung tujuan Pariwisata 2040 STB.

Kemitraan ini akan berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, mengidentifikasi permintaan di masa mendatang, mengembangkan produk pariwisata baru, dan memperkuat ketahanan jangka panjang sektor ini.

Inisiatif utama mencakup kampanye pemasaran global, pengembangan bersama penawaran pariwisata, dukungan terhadap acara-acara besar, promosi perjalanan terkait pelayaran, dan pengujian teknologi baru seperti AI.

Bermitra dengan Pop Mart International, kolaborasi selama tiga tahun ini akan menghadirkan pengalaman dan acara eksklusif di Singapura, termasuk Pop Toy Show, yang akan menjadi satu-satunya pameran merek tersebut di luar Tiongkok pada tahun 2025 dan 2026.

Selain itu, Pop Mart berkolaborasi dengan Mandai Wildlife Group dan STB untuk meluncurkan pengalaman bertema di taman margasatwa terpilih pada tahun 2026.

Sementara itu, Singapore Business Federation (SBF) dan STB telah menandatangani nota kesepahaman selama dua tahun untuk mendukung ekosistem acara bisnis lokal dan meningkatkan jumlah tuan rumah lokal untuk konferensi asosiasi.

Kemitraan ini akan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan asosiasi perdagangan lokal, menyediakan peluang jaringan, dan membantu mereka dalam mengajukan penawaran dan menjadi tuan rumah acara bisnis internasional di Singapura.

Terakhir, Singapore Flyer dan STB berkolaborasi dengan merek gaya hidup Korea Selatan Wiggle Wiggle untuk mengubah salah satu landmark paling ikonik di Singapura mulai dari kuartal kedua tahun 2025.

Kemitraan selama empat bulan ini – yang pertama bagi merek ini di Asia Tenggara – akan menampilkan lima kapsul bertema dan wahana tiup raksasa di Singapore Flyer. Pengunjung juga dapat menikmati zona pengalaman seluas 111,5 m² dan toko pop-up yang memamerkan produk-produk populer Wiggle Wiggle.

Perjalanan Jepang dan Vietnam Meningkat Berkat Peluncuran Ulang Penerbangan Langsung HK Express ke Ishigaki dan Nha Trang

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Pilihan perjalanan Jepang dan Vietnam telah ditingkatkan dengan peluncuran ulang penerbangan langsung HK Express yang menghubungkan Hong Kong ke Ishigaki, Jepang, dan Nha Trang, Vietnam.

Dilansir dari travelandtourworld.com,
maskapai ini kini menawarkan penerbangan harian ke Bandara Ishigaki (ISG) dan empat penerbangan mingguan ke Bandara Internasional Cam Ranh (CXR), sehingga memudahkan wisatawan untuk menjelajahi destinasi-destinasi indah ini.

Dengan fleksibilitas tambahan dari perjalanan “Open-Jaw”, penumpang juga dapat menjelajahi banyak lokasi di Jepang dan Vietnam, memastikan perjalanan yang penuh petualangan, pengalaman budaya, dan keindahan alam.

HK Express Airways telah resmi membuka kembali penerbangan langsungnya yang menghubungkan Hong Kong dengan dua destinasi menarik: Ishigaki di Jepang dan Nha Trang di Vietnam!

Maskapai ini kini mengoperasikan penerbangan harian ke Bandara Ishigaki (ISG) dan empat penerbangan mingguan ke Bandara Internasional Cam Ranh (CXR). Wisatawan juga dapat memanfaatkan perjalanan “Open-Jaw”, yang memberi mereka kebebasan untuk menjelajahi 13 destinasi di Jepang dan 4 destinasi di Vietnam, memastikan setiap perjalanan dipenuhi dengan petualangan dan penemuan baru.

Ishigaki, yang terletak di barat daya Okinawa, menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dan warisan budaya yang kaya bagi para pengunjung.

Pemandangan laut yang spektakuler dari dek observasi, ditambah dengan matahari terbenam yang menakjubkan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Baik Anda bersnorkel, menyelam, atau menjelajahi koloni karang biru terbesar di Belahan Bumi Utara dengan perahu berlantai kaca, Ishigaki menyediakan koneksi yang tak tertandingi dengan alam.

Nha Trang, yang dikenal sebagai harta karun pesisir Vietnam, terkenal dengan airnya yang jernih, perbukitan yang indah, dan resor mewah yang terjangkau.

Selain kehidupan malamnya yang meriah, Nha Trang adalah tujuan menyelam papan atas. Dengan perpaduan berbagai bangunan bersejarah, seperti Menara Cham kuno, dan pantai-pantai indah berbentuk bulan sabit, Nha Trang menjanjikan perpaduan yang tak terlupakan antara relaksasi dan petualangan.