1 Maret 2018, Tarif Airport Tax Bandara Soetta Naik Hingga 40%

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menaikkan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau airport tax di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta). Kenaikan ditetapkan dari 15 persen hingga 40 persen dan berlaku mulai berlaku 1 Maret 2018.

Surat Menteri Perhubungan Nomor PR 303/1/1/PHB Tahun 2018 tentang Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara menyebut, tarif airport tax untuk Terminal 1 naik 30 persen dari Rp50 per penumpang menjadi Rp65 ribu. Airport tax Terminal 2 melesat 40 persen dari Rp60 ribu menjadi Rp85 ribu per penumpang, dan airport tax Terminal 3 naik 15 persen dari Rp200 ribu menjadi Rp230 ribu per penumpang.

“Kenaikan tarif PJP2U masih dalam batas wajar. Pasalnya, selama enam tahun terakhir, tarif airport tax tak pernah naik. Sehingga, biaya operasional dan layanan yang bertambah dari tahun ke tahun ditanggung oleh manajemen bandara,” lontar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Padahal, sambung dia, inflasi saja satu tahun sudah berapa. “Jadi, kami cuma memberikan supaya cost (biaya operasional dan layanan) mereka tercover (tercukupi),” tandasnya sambil menambahkan kenaikan airport tax tidak akan memberatkan para penumpang pesawat udara. Toh, tarif yang diterapkan masih jauh di bawah batas tarif yang seharusnya dibayarkan penumpang.

“Sebenarnya, kalau dihitung, akumulasi lebih dari 50 persen (porsi kenaikan tarif). Tapi saya cuma kasih secukupnya. Karena dari tahun ke tahun (seharusnya kenaikan) rata-rata naik 13 persen. Kalau lima tahun berarti harusnya hampir 75 persen,” sambungnya.

Diharapkan, penumpang pesawat udara bisa menerima kenaikan tarif airport tax di Bandara Soetta ini. Ke depannya, langkah kenaikan tarif ini akan dievaluasi dan dipantau terus oleh kementeriannya.

Sekadar mengingatkan, sejak 2015 lalu, airport tax tidak dibayarkan penumpang di bandara, melainkan menjadi satu kesatuan biaya bersama tiket yang dibayarkan. Karena menyatu dengan tiket, sehingga kewajiban membayarkan airport tax kepada pengelola bandara menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan.

Ini berarti, bisa saja maskapai penerbangan akan menaikkan harga tiket penumpang pesawat untuk menutup kenaikan tarif airport tax yang diberlakukan pemerintah. (CNN)

The Bale Restaurant Tawarkan Kuliner Sehat sambil Nikmati Alam

this formate

LEMBANG BANDUNG, bisniswisata.co.id: Konsep makanan sehat kini jadi ngetren bahkan digandrungi para pecinta kuliner yang giat menjalani hidup sehat. Konsep makan sehat juga diusung Mulberry Hill By The Lodge, dalam produk unggulannya The Bale Restaurant. Unik dan menyehatkan itulah Tagline restauran yang bertempat di Mulberry Hill By The Lodge jalan Maribaya Timur no 1 desa Cibodas Lembang, Bandung Jawa Barat.

Heni Smith, pemilik The Lodge Maribaya menjelaskan restaurant ini sengaja mengedepankan potensi-potensi lokal, mulai dari budaya dan keahlian sehingga mempunyai value yang sangat tinggi untuk penduduk lokal.

Apalagi, daerah Cibodas terkenal dengan para petani organik yang handal, potensi itulah yang dicermati sang owner Heni, sehingga tanah di Mulberry Hill yang luasnya 11 hektar dijadikan lahan untuk para petani organik untuk bekerja disini.

The Bale Restaurant hadir dengan menggandeng petani yang handal, menyuguhkan sebuah konsep yang unik untuk para pengunjung, dimana para pengunjung bebas memilih tanaman organik yang disukai dikebun Mullbery, kemudian dimasak dengan bimbingan Chef yang profesional,

“Tamu yang datang akan mendapatkan tiga point apabila berkunjung ke The Bale restaurant, Unik dengan pengalaman, sehat dengan makanannya dan enak dengan rasa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (01/03/2018).

Mullbery Hill diatas ketinggian 360 derajat, sangat sejuk dan indah, tamu-tamu di The Bale restaurant bisa melihat pemandangan 5 gunung salah satunya Tangkuban Perahu dan keindahan Kota Lembang terkenal dengan kota wisata, alamnya yang sejuk, berbagai gemerlap lampu dari setiap pancaran rumah-rumah, hotel dan tempat wisata, menambah pemandangan di atas The Bale restaurant semakin indah.

Uniknya untuk menuju Tha Bale Restaurnat disediakan angkutan karena lokasi Restaurant ini terletak di atas bukit dengan jalanan terjal dan menanjak serta pemandangan perkebunan yang luas. Rupanya, perkebunan ini merupakan lahan kebun organik milik Muberry Hill By The Lodge, dimana sayuran dan buah hasil panen dipakai sebagai bahan baku di The Bale Restaurant.

Konsep memberikan peluang pekerjaan bagi para petani lokal, potensi keindahan alam, dan mengusung gaya hidup sehat menjadi ide awal berdirinya The Bale Restaurant. “Ini adalah impian saya untuk mengusung gaya hidup sehat dengan menyajikan makanan organik, dengan pemandangan 360 derajat yang indah dan membantu masyarakat di tiap bisnis yang saya jalani,” ujar pemilik Mulberry Hill by The Lodge, Heni Smith seperti dilansir Liputan6.com.

Sebenarnya Heni Smith lebih dulu sukses membuka destinasi primadona di Lembang, The Lodge Maribaya. Sempat ragu, karena daerah Cibodas yang terletak cukup jauh dari jalan raya utama Lembang, namun ia berhasil membuat The Lodge dikunjungi lebih dari 3.000 orang saat weekday dan 10.000 orang di akhir pekan.

“Meski sepertinya lokasi The Lodge dan Mulberry Hill tempat The Bale Restaurant itu in the middle of nowhere, saya yakin akan terus berkembang. Saya sudah riset, belum ada di Bandung resto organik dengan view sangat cantik dan meski terletak di tempat yang cukup effort dijangkau, tidak seperti di Kampung karena bentuknya yang smart Sundanese, lanjut istri dari Adrian Smith ini bersemangat.

Selain menyajikan makanan organik dan pemandangan dari titik tertinggi di Cibodas, Lembang, The Bale Restaurant memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung. Di mana para pengunjung bisa melihat, memilih, dan memetik langsung sayuran di Organic Farm sebelum dimasak oleh para chef terbaik.

“Nah, ini juga pengalaman yang kami berikan di The Bale Restaurant sebagai pembeda dari tempat lain. Kami punya 2000 m lahan organic farm yang bisa dieksplorasi oleh para pengunjung untuk bahan menu makanan yang sudah dipilih,” lanjut Heni.

Ya, semenjak kepulangannya ke Indonesia dari Inggris 6 tahun lalu, Heni sudah menerapkan gaya hidup sehat. Ia menyadari jika berbagai varian sayuran dan buah bisa dikembangkan bukan hanya menjadi lalapan atau salad standar dan diwujudkan di restoran organiknya tersebut.

“Sejauh ini semua sayuran dan ayam sudah organik. Hanya daging saja yang belum, karena memang harganya masih mahal yang akan mempengaruhi harga makanan,” lanjutnya.

Jangan khawatir juga soal harga, meski bahan baku yang disajikan serba organik, Heni memastikan tidak mematok harga mahal. Namun, untuk kenyamanan pengunjung, ia akan menerapkan reservasi dan biaya minimun di The Bale Restaurant.

“Kapasitas resto sekitar 85 orang (indoor) dan mencapai 100 orang (outdoor) perlu pengaturan agar tidak menumpuk. Dengan harga mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 125.000 Anda bisa menikmati pengalaman bersantap yang unik dan sehat,” paparnya lagi.

Salah satu menu specialty, yang ditawarkan Nasi Goreng Kecombrang dengan topping petai dan ikan teri. Sensasi rasa kecombrang sangat kentara di lidah saat kali pertama dikunyah, namun tak meninggalkan rasa nasi goreng umumnya. Jika umumnya nasi goreng berwarna cokelat muda, nasi yang ini berwarna kuning dan lebih cerah. Rasa petai dan ikan teri kian menambah gairah makan.

Untuk minuman, The Bale menyajikan jus buah segar seperti buah naga dengan cereal. Menu penutup yang bisa dipilih salah satunya yogurt dengan campuran granola. Sayuran organik yang dijual oleh para petani di Mulberry Hill by The Lodge, Desa Cibodas.

Memang Makanan sehat harus berasal dari bahan-bahan yang terjamin kesehatannya. Begitu juga The Bale yang sebagian besar bahannya adalah organik. Lebih menarik lagi, para peminat kuliner serta para traveler, The Bale Restaurant kedepannya akan selalu menyuguhkan acara-acara yang menarik, diantaranya musik kaulinan urang sunda, Mulberry Hill Jazz Festival, dan lain-lain. Tertarik? (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kadin Babel: 5 Investor Asing Investasi Industri Pariwisata Rp5 T

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus berbenah memajukan industri pariwisata dalam rangka mewujudkan wilayah itu sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” Indonesia. Untuk mempercepat mewujudkannya, maka diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Babel ikut mendukung gerakan percepatan mewujudkan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Dukungan itu, misalnya, dengan menyambut baik rencana lima investor asing yang siap berinvestasi di Pulau Belitung senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun.

“Saya bersyukur Gubernur Erzaldi Rosman Djohan adalah sosok yang punya visi baik tentang pariwisata sehingga dengan adanya investasi itu Babel sebagai Maldives Island atau Maladewa-nya Indonesia bisa segera terwujud,” kata Ketua Kadin Provinsi Babel, Thomas Jusman di Jakarta.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi pada Senin (26/2) lalu menerima kunjungan lima investor asing yang berencana berinvestasi di Pulau Belitung. Erzaldi menyambut baik rencana kelima pengusaha yang terdiri atas Greaves dari Kanada, Ameenulahu Bin Abu Hameed dari Malaysia, Nazarisham Bin Muhamed Isa dari Singapura, Sinpraseuth Robert dari Australia dan Subramani dari India. Kehadiran mereka juga ditemani Edi Kodri, salah seorang tokoh masyarakat dan pengusaha asal Belitung

Dilanjutkan, Kadin Babel sejak awal berharap munculnya gubernur yang memiliki visi mengembangkan potensi Babel di luar pertambangan timah. Kendati industri pertambangan tetap menjanjikan meski kini menurun. “Namun di Babel, industri pariwisata akan muncul sebagai sunrise industry atau industri yang menjanjikan di masa mendatang,” tutur dia.

Karena Babel memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, menurut Thomas, sudah waktunya para kepala daerah di wilayah itu mendorong kemajuan industri pariwisata. Itu boleh jadi sebagai salah satu alternatif dan menjadi solusi untuk mengangkat sektor-sektor industri lainnya yang meliputi pertanian, perkebunan serta kelautan dan perikanan.

“Selain Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang, Belitung yang telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan wisata yang baru, maka Bangka juga mengharapkan hal yang sama, berharap mendapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Adapun lokasi KEK yang diusulkan adalah KEK Pantai Timur Sungailiat. Sebagai putra daerah, kami mengajak teman-teman untuk bersama-sama mewujudkan KEK tersebut,” terang dia.

Karena Gubernur Erzaldi punya visi yang sama dalam mengembangkan potensi pariwisata di Babel, kata dia, maka percepatan KEK itu menjadi keniscayaan. Bahkan tidak hanya satu melainkan ditambah dengan KEK Tanjung Gunung.

Dalam berbagai kesempatan baik pemerintah provinsi maupun Kadin acap mempromosikan Babel sebagai daerah tujuan wisata. Investor silakan mengunjungi wilayah itu dan lihat keindahannya. “Umumnya, mereka mengunjungi Babel terkesan dengan keindahan alamnya sehingga tanggapannya positif. Mereka berpendapat bahwa potensi pariwisata tersebut sudah seharusnya digarap secara serius,” ungkap dia.

Selain dikenal karena keindahan alamnya, Babel juga dikenal karena keharmonisan kehidupan masyarakatnya terutama antar-umat beragama. Nyaris tidak ada sekat-sekat dalam kehidupan masyarakat antar-golongan maupun antar-umat beragama. “Lantas apa saja potensi pariwisata yang ada di Babel? Selain keindahan pantainya, para pengunjung juga bisa merasakan wisata religi dan wisata sejarah di wilayah itu,” tutur dia.

Untuk wisata religi, setidaknya ada tujuh lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan yang antara lain Goa Maria Pelindung Segala Bangka, Belinyu, Keuskupan Yong Fo dan Goa Maria, Puri Tri Agung, Kelenteng Kwan Tie Miaw, Masjid Kayu dan lain sebagainya. Sedangkan untuk wisata sejarah, pengunjung bisa melihat-lihat tempat pengasingan para pendiri bangsa seperti pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Bukit Menumbing, Muntok, Bangka.

Selain itu, Thomas bersama teman-temannya berencana membangun wisata religi ikonis seluas sekitar 5 hektare di daerah Sungailiat. Gagasan ini muncul dari rasa keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Babel. Konsepnya kelak 70% untuk publik dan 30% untuk religinya. Bangunannya pun diupayakan tetap tidak merusak lingkungan dengan kata lain mempertahankan keaslian alamnya.

“Sebagai wujud cinta pada Tuhan adalah mencintai lingkungan dan alamnya. Juga mencintai sesama umat manusia. Kami menamainya ‘Taman Bintang Samudera’. Proyeknya sekitar Rp 200 miliar,” kata Thomas seperti dilansir laman Beritasatu.com, Kamis (01/03/2018)

Thomas juga berupaya mempromosikan pariwisata Babel lewat perhelatan akbar pada hari ulang tahun organisasi pengusaha pengembang yaitu REI. Sebagai Ketua DPD REI Babel dan tuan rumah peringatannya, Thomas melihat acara dan kegiatan REI bisa menjadi ajang mempromosikan pariwisata Babel.

“Kendati kami adalah ‘pendatang baru’, teman-teman REI pusat mendukung kami. Ini adalah langkah konkret yang bisa kami lakukan. Babel ini boleh dibilang ‘paradise’ Indonesia dan itu given,” kata Thomas.

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat saban tahun. Pada 2017, misalnya, mencapai 367.084 atau naik sekitar 21,72% dibandingkan 2016 yang mencapai 359.901. Pemprov Babel juga optimistis target wisatawan asing sekitar 500.000 orang akan tercapai pada 2019. Selama ini, jumlah turis asing yang berkunjung ke Babel mencapai 6.000 hingga 7.000 orang per tahun. (BS)

2 – 4 Maret 2018, Java Jazz Festival 2018

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Java Jazz Festival kembali digelar. Tahun 2018, festival musik jazz diselenggarakann di Jakarta International Expo Kemayoran, pada 2-4 Maret 2018. Target penonton perhelatan musik kali ini adalah kalangan anak muda atau yang kerap disebut millennials. Akan ada banyak turunan genre jazz yang disuguhkan. Mulai rasa klasik ala smooth jazz, fusion, acid hingga swing dan bebop.

Musik merupakan bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan. Termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara. Mengingat Java Jazz Festival sudah mendunia. Sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Akan ada banyak musisi top yang tampil di Java Jazz 2018. Kurang lebih 120 performer. Lebih dari 100 performer per hari. Komposisinya, artis internasional yang belum pernah tampil di sini ada 80%. Dari banyak komposisi yang ditawarkan, Java Jazz kembali menyuguhkan special show.

Special show itu akan menampilkan Daniel Caesar dan Lauv. Daniel Caesar merupakan nominator Best R&B Performance Grammy Awards 2018. Satu slot lainnya diberikan bagi Goo Goo Dolls. Grup band asal Amerika Serikat itu melejit melalui single Iris.

Sebanyak 14 musisi lokal juga siap unjuk gigi. Sebut saja Kunto Aji, Andien, Dira Sugandhi, Java Jive x Fariz RM, hingga Maliq & D’essentials. Kemudian Yura Yunita, Nonaria, Jordy Waelauruw, Tashoora, The Daunas, Adhitia Sofyan, Mondo Gascaro, juga Tomorrow People Ensemble. Untuk musisi mancanegara, sudah ada 22 nama yang masuk list. Di antaranya Matthew Whitaker Trio, JP Cooper, Avery*Sunshine, Jhene Aiko dan New York Voices.

Memang, kolaborasi antar grup atau solo dalam satu panggung musik bukan hal baru bagi Java Jazz Festival. Dalam gelaran ke-14 pada tahun ini, JJF kembali menyuguhkan sejumlah kolaborasi, terutama antara musisi lokal dan internasional.

Hingga kini, tim program JJF memastikan sudah ada sedikitnya 12 penampilan kolaborasi dalam tiga hari festival pada 2-4 Maret mendatang. Salah satunya adalah Elek Yo Band, grup musik dadakan sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK yang akan tampil bersama duo Endah N Rhesa.

Inilah daftar jadwal musisi nasional dan internasional yang meramaikan JJF 2018:

1. Mateus Asato – Rafi Muhammad Trio

Mateus Asato adalah gitaris muda keturunan Jepang-Brazil yang dikenal oleh khalayak lintas negara lewat video viral media sosial. Saat usia 16, Asato menang dalam Double Vision Brazil 2010, kontes gitar nasional pertama dan satu-satunya yang dia ikuti. Kemenangan ini punya pengaruh besar bagi karier Asato berikutnya. Asato akan tampil bersama Rafi Muhammad Trio di panggung Java Jazz Stage pada hari pertama selama satu jam mulai pukul 20.00 WIB.

2. The Danish Radio Big Band – New York Voices & Ivan Lins

The DR Big Band adalah grup 19 musisi Belanda sejak 1964 yang memainkan ragam jazz, dari klasik, big band swing, soft ballad, dan komposisi baru serta eksperimen jazz. Mereka akan tampil bersama kwintet vokal jazz New York Voices dan musisi solo pop Brazil Ivan Lins dalam dua sesi petang pada Jumat dan Sabtu.

3. The Danish Radio Big Band – Curtis Stigers

Kolaborasi The DR Big Band berikutnya adalah bersama Curtis Stigers, vokalis, gitaris, dan saksofonis Amerika kelahiran 1965. Mereka akan tampil dalam dua sesi petang pada Sabtu dan Minggu.

4. JavaJive – Fariz RM

Grup musik Bandung JavaJive baru saja merilis singel baru berjudul Dansa Yo Dansa ciptaan asli Titiek Puspa. Singel versi cover ini dibuat sebagai penghormatan bagi Titiek, The Rollies yang mempopulerkan lagunya, serta Fariz Rustam Munaf musisi idola mereka semasa SMA. JavaJive mengajak Fariz RM untuk tampil dalam satu sesi malam pada hari kedua.

5. Yura Yunita – Ron King Horn Sections

Ron King Horn Sections kembali lagi ke JFF dan kali ini akan berkolaborasi dengan penyanyi solo Yura Yunita. Mereka akan tampil dalam satu sesi petang pada hari kedua.

6. Tony Monaco – Gugun Blues Shelter

Pemain organ AS Tony Monaco akan tampil bersama grup Jakarta Gugun Blues Shelter pada satu sesi malam hari terakhir.

7. Tony Monaco – Oele Pattiselanno & Cendi Luntungan

Pada hari kedua, Tony akan berkolaborasi terlebih dulu dengan dua musisi jazz senior yang pernah membesarkan The Jazz Riders pada era 1980-an, yaitu Oele Pattiselanno & Cendi Luntungan. Mereka tampil dalam satu sesi petang.

8. Dira Sugandi – Harvey Mason
Penyanyi solo Bandung Dira Sugandi akan berkolaborasi dengan drummer Afrika-Amerika Harvey Mason, didukung oleh gitaris Paul Jackson Jr, saksofonis Elan Trotman, Chris Walker, dan Kevin Randolph. Mereka akan membuka panggung Kopi Kapal Api Hall dalam satu sesi petang pada hari pertama.

9. The Soulful – Amelia Ong & Imela Kei

Grup vokal kwartet Jakarta The Soulful akan berkolaborasi dengan dua penyanyi solo Amelia Ong dan Imela Kei. Mereka akan tampil dalam satu sesi penutup di panggung Java Jazz Stage pada hari pertama.

10. Candra Darusman – Monita Tahalea, Teddy Adhitya, Adikara Fardy, Nina Tamam – Chaseiro & Karimata Trio

Musisi kelahiran Bogor Candra Darusman sedang menyiapkan proyek album Detik Waktu: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman bersama beberapa penyanyi antara lain Monita Tahalea, Teddy Adhitya, Adikara Fardy, Nina Tamam. Mereka akan tampil dalam satu sesi penutup panggung BNI Hall pada hari kedua. Rekan dari dua grup musik terdahulu, Chaseiro dan Karimata Trio, juga akan ikut tampil.

11. Incognito – Java All Star

Incognito kembali lagi ke Java Jazz, tetapi dengan proyek kolaborasi berbeda, yaitu Java All Star. Kolaborasi ini diklaim belum pernah dimainkan di manapun sebelumnya. Java All Star adalah Tompi, Rega Dauna, Petra Sihombing, dan Dira Sugandi. Mereka akan tampil dalam satu sesi petang pembuka panggung BNI Hall pada hari terakhir.

12. Elek Yo Band – Endah N Rhesa

Apa yang unik adalah bahwa Elek Yo Band merupakan grup musik dadakan dari sejumlah menteri saat hendak menghadiri pesta pernikahan dari keluarga rekan menteri lain. Budi Karya Sumadi, Basuki Hadimulyono, Triawan Munaf, beserta Agus Marsudi akan tampil bersama vokalis Retno Marsudi, Sri Mulyani, dan Teten Masduki. Mereka akan berkolaborasi dengan Endah N Rhesa dalam satu sesi malam pada hari pertama. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Alumni Training ESQ Turki Siap Menebar Kebaikan

this formate

Teuku Muammar Rizki Taqwa ( tengah)  saat memberikan kesaksian atas manfaat training.

ISTANBUL, Turki, bisniswisata.co.id: Training ESQ Character Building 1 selama dua hari akhir pekan lalu di ruang serbaguna Konjen RI di Istanbul memberikan pengalaman spiritual dan kesan mendalam bagi pesertanya.

Teuku Muammar Rizki Taqwa yang tengah kuliah  jurusan Bahasa Inggris di Universitas Uludag, Bursa menyatakan rasa syukurnya bisa mengikuti training ESQ  angkatan pertama di Turki ini terutama bagaimana menggunakan kecerdasan yang ada sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.

“ESQ merupakan sebuah training yang sangat patut dan layak diikuti oleh seluruh kalangan baik itu pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum lainnya,” kata Muammar hari ini.

Dalam training tersebut peserta diajak untuk berfikir bagaimana menggabungkan tiga kecerdasan yaitu emosional ( EQ), intelektual (IQ)  dan spiritual ( SQ)  agar semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik baik .

“Alhamdulilah kini kami menjadi alumni ESQ Angkatan pertama di Turki. Saya ingin menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan  berterimakasih pada pak William Satriaputra  serta seluruh panitia yang telah sukses mengadakan training perdana di negara dua benua ini  pada tanggal 24-26 Februari 2018 yang lalu di kota Istanbul,” jelasnya.

Pengalamannya dalam dua hari training membuka wawasannya lebih luas. Muammar merasa untuk melihat dunia yang begitu besar ini tidak cukup hanya dengan kedua mata yang kita miliki tapi juga dengan mata hati.

“Kita harus melihat dan mempelajari dunia dan alam semesta ini melalui mata hati agar kita selalu bersyukur kepada Sang Khaliq yang selalu memberikan kita kesempatan untuk mempelajari dan mengenal seluruh ciptaan-Nya,” kata Teuku Muammar Rizki Taqwa.

Dia berharap training ESQ ini dapat kembali terlaksana di bumi Al-Fatih ini dalam waktu dekat ini agar kami bisa berpartisipasi kembali. Juga, bagi teman-teman yang belum hadir di training perdana bisa  hadir pada acara ESQ selanjutnya.

Mardalena menceritakan pengalaman spiritual mengikuti training.

Dasyatnya dampak training juga dirasakan oleh Nyakti Mardalena. Mahasiswi jurusan sosiologi di University of Istanbul ini mengaku sangat merasa bersyukur pada  Allah SWT karena telah diberikan kesempatan mengikuti ESQ Character Building training ini.

“ Ini merupakan pengalaman pertama saya dimana selama 2 hari  merasa hati  bergetar dan terharu tentang seperti apa makna hidup ini sebenarnya,” ungkapnya.

Dia merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini karena menjadi tahu bagaimana arti dan makna kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya juga sangat berterimakasih kepada ESQ team yang telah mengadakan pelatihan di Turki dan terbukti sangat bermanfaat ini. Kini sebagai alumni pertama sebanyak 54 orang di bumi Al-Fatih ini marilah kita menjadi keluarga besar yang selalu menyebarkan kebaikan kepada orang banyak.

Nyakti Mardalena berpesan agar semua alumni ESQ dimanapun berada tidak pernah berhenti melakukan hal-hal yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara.

“Jadilah orang-orang sukses dimana orang sukses itu adalah orang yang akan selalu bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

 

Diaspora Dan Mahasiswa Indonesia Di Turki Ikuti Training ESQ Character Building

this formate

William Satriaputra menyematkan pin dan menyerahkan sertifikat untuk Konjen RI di Istanbul, Herry Sudrajat ( Kanan) 

ISTANBUL, bisniswisata.co.id:Untuk pertama kalinya  training ESQ dilaksanakan di Istanbul, Turki diikuti masyarakat Indonesia terutama para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah menimba ilmu di negri itu, kata William Satriaputra, Ketua FKA ESQ 165 wilayah Europe,  Middle East and Africa ( EMEA), hari ini.

“Training pertama di Turki ini yaitu ESQ Character Building 1 berlangsung akhir pekan lalu ( 24-25 Febuari 2018) di ruang serbaguna KJRI di Istanbul dengan diikuti 54 peserta di pimpin dua trainer dari ESQ Leadearship Center masing-masing Agus Wiyono dan Trie Setiatmoko,” tambahnya.

Pembukaan training dilakukan oleh Herry Sudrajat, Konjen RI di Istanbul yang memfasilitasi training. Konsulat Jendral RI di Istanbul yang membawahi 9 wilayah kerja termasuk mengayomi organisasi Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI). Para peserta training 85% mahasiswa dan mahasiswi selebihnya masyarakat Indonesia yang tinggal di Turki.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika,  William sebelumnya telah menyelenggarakan training angkatan 14 di Madrid,  Spanyol dan angkatan  15 di Rabat,  Maroko tiga tahun lalu. Untuk wilayah EMEA maka training kali ini adalah angkatan ke 16.

              Suasana training dengan yel-yel penyemangat
Para Assistant Training Support ( ATS) yang datang dari Jerman, Belanda dan Indonesia foto bersama usai dua hari training ESQ Turki

“Training-training yang dilaksanakan di Spanyol   juga terinspirasi oleh Thoriq bin Ziyad, seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M,” jelas William Satriaputra.

Pihaknya berharap para peserta dapat  mengisi dan mengasah kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ)  dan kecerdasan spiritual ( SQ) karena pelatihan ini sangat dibutuhkan agar manusia tidak kehilangan makna hidup dan jati dirinya.

Khusus untuk  Diaspora Indonesia yang berada jauh dari tanah air dan keluarga dengan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, maka training ini sangat membantu dalam membangun karakter diri.

“Pelatihan ESQ  membangun karakter yang tangguh, menghindari krisis moral dan meningkatkan potensi diri sehingga bisa melalui berbagai tantangan dan masalah dengan sabar dan sholat,” tambahnya.

Persiapan training sudah dilakukan sejak dua tahun silam karena harus mencocokan waktu para mahasiswa  dari 15 universitas di Turki yang berbeda-beda jadwal kuliahnya. Di samping itu juga jarak tempat tinggal dengan kegiatan training yang mencapai  800 km sehingga harus menginap di Istanbul.

“Seharus jumlah peserta mencapai  89 orang namun karena ujian mendadak yang  bisa terjadi di Turki sehingga banyak yang tidak bisa hadir “  kata William sambil menambahkan pihaknya sebelum training di dukung Assistant Training Support ( ATS) 2 orang dari Indonesia yaitu Rinnu Hidayat dan Dr Dewi Amalyah.

Saat training berlangsung sedikitnya 11 ATS datang ke Istanbul untuk membantu yaitu bunda Lina Neudecker dari Korda FKA ESQ Munchen,  Jerman. Diperkuat Rina mahasiswi ESQ Bussiness School ( EBS) dari Jakarta yang tengah mengikuti  AISEC di Turki serta 9 ATS dari Belanda yang mendukung penuh training ini.

Ary Ginanjar Agustian pendiri ESQ Leadership Center dan penemu metode latihan ini pada hari kedua training  melalui video call menyemangati para peserta dengan keteladanan  Sultan Muhammad Al Fatih atau dikenal sebagai Sultan Mehmed II , seorang Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Ilmu agamanya Al Fatih menjadikannya pemimpin dengan pasukan terbaik. Dia mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa dan baru berusia 19 tahun ketika menaklukan Konstantinople pada 29 Mei 1453.

Training ESQ selalu menampilkan kisah-kisah inspiratif untuk memotivasi peserta. William mengatakan peserta di Turki ini bisa merasakan bagaimana para pejuang Islam di masa lalu melakukan  syiar dan jihad di jalan Allah.

“Alhamdulillah training telah kami selesaikan dan inshaa Allah dalam  waktu dekat training angkatan ke 17 akan dilaksanakan di Bursa Ibu kota Ottoman pertama,” tandasnya.

Semangat Muda Lestarikan Tenun Tanimbar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kain Nusantara bukan hanya indah karena kombinasi warna-warnanya. Motif-motifnya yang menceritakan filosofi kehidupan masyarakat setempat juga menawarkan pesona tersendiri. Seperti itulah tenun tanimbar memancarkan kecantikannya. Tenun tanimbar berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.

Sepintas motifnya tampak sederhana namun di baliknya sarat akan makna hidup. Juga untuk memahami keindahannya, harus paham dulu motif-motifnya. Meski setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing, motif tenun tanimbar pada umumnya memiliki motif dengan filosofi yang sama di baliknya.

Dan untuk melestarikan salah satu produk budaya Tenun Tanimbar, mendorong Hiyasinta Klise mendirikan sebuah Yayasan Lamerenan. Ia merintis yayasan ini sejak tahun 2014 dan mulai berbadan usaha pada tahun 2017.

“Ini merupakan gerakan pelestarian tenun Tanimbar dan turut memberdayakan perempuan Tanimbar, menanamkan kearifan lokal kepada generasa muda, dan tentunya menjaga keseimbangan alam Tanimbar,” ujar Hiyasinta seperti dikutip laman marketeers.com, Rabu (28/02/2018).

Hiyasinta menggandeng para penenun muda Tanimbar. Awalnya, upaya ini mungkin belum memberikan dampak pada peningkatan ekonomi yang signifikan. Namun, Hiyasinta bisa menggugah semangat lagi para penenun yang telah berhenti menenun lantaran kurang pesanan. Termasuk, mengedukasi mereka tentang filosofi motif-motif tenun.

“Kami terus memperbaiki kualitas bahan dengan mencari pemasok benang yang berkualitas di Jawa. Kami menggunakan media sosial sebagai media berpromosi yang follower-nya justru banyak dari Tanimbar dan Maluku sendiri. Dengan ini, mereka lebih tahu tentang budaya Tanimbar, khususnya tenunnya dan merasa bangga,” ujar Hiyasinta.

Pegiat tenun Tanimbar selalu mencari sumber inspirasi motif tenun tanimbar yang datang dari lingkungan sekitar, bahkan hingga hal terkecil. “Para leluhur mencoba melihat keindahan dari alam, sekecil apapun bentuknya. Mulai dari jentik nyamuk, ulat, hingga hati jagung,” ujar Shinta, begitu sapaan akrbanya.

Salah satu daerah penghasil tenun di Kepulauan Tanimbar adalah Yamdena yang memiliki empat jenis kain, yakni Tais Matan, Tais Anday, Tais Maran, dan Ule Rati. Tais Matan identik dengan motif utama di ujung kain saja, sementara sisanya didominasi garis, lalu Tais Anday dengan ujungnya yang dihiasi garis hitam-putih dan motif utama di tengah.

Sementara Tais Maran menampilkan garis di bagian tengah dan motif utama di ujung, Ule Rati hadir dengan motif berbentuk ulat yang tersebar di seluruh kain. Motif Lelemuke atau bunga anggrek merupakan salah satu motif utamanya. Bagi masyarakat Tanimbar, bunga anggrek melambangkan kecantikan, keagungan, dan keuletan.

Ada pula motif Sair yang menyimbolkan semangat masyarakat Tanimbar dalam berkarya dan menekuni kehidupan, mempertahankan identitas, membela dan melindungi wanita. “Emansipasi wanita memang sudah lama diakui sejak zaman leluhur Tanimbar,” kata Shinta.

Tenun Tanimbar juga dikenal dengan motif Tunis atau anak panah. Motif ini merefleksikan kesigapan masyarakat Tanimbar terhadap ancaman. Bagi wanita Tanimbar, motif ini bisa pula bermakna kekuatan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan hidup.

Yang unik, tidak seperti batik dan beberapa jenis wastra lainnya, tenun Tanimbar bisa dipakai oleh siapa saja tanpa memandang posisi di masyarakat, entah itu raja atau rakyat jelata.

Hal ini karena masyarakat Tanimbar menganut sistem kekerabatan ‘Lebit Lokat’ atau ’emas untuk semua’ yang bermakna setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang setara.

Namun pantang bagi masyarakat Tanimbar untuk menenun ketika ada kerabat yang meninggal. Pasalnya, suara yang dihasilkan dari alat tenun diyakini dapat membangkitkan arwah dari liang kubur. (BBS)

2017, Qantas Raup Laba AUD 876 Juta

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Qantas Group mengumumkan laba dasar sebelum pajak tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yaitu sebesar AUD 976 juta, untuk periode enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2017.

Angka tersebut melampaui rekor paruh pertama tahun keuangan tahun 2016 yang berjumlah AUD921 juta, dan berhasil dicapai kendati adanya peningkatan harga bahan bakar dan pertumbuhan kapasitas internasional. Selain itu, jika dibandingkan dengan paruh pertama tahun keuangan 2017, tercatat peningkatan 15% laba dasar sebelum pajak dan 20% laba berdasarkan undang-undang sebelum pajak.

”Kami berhasil mencatatkan hasil ini berkat investasi pada area yang berkontribusi pada pertumbuhan margin, serta implementasi strategi terkait jaringan yang memastikan bahwa kami menyediakan pesawat yang pas untuk rute yang tepat,” kata Group CEO Alan Joyce seperti dilansir laman marketeers.com, Rabu (28/02/2018).

Alan menambahkan, Qantas berhasil mencapai seluruh target keuangan Grup, sehingga memungkinkan Qantas untuk terus menghadirkan hasil positif bagi para pemegang saham, berinvestasi lebih untuk kepuasan konsumen, dan memposisikan diri untuk masa depan.

Tingkat utang bersih terus menurun dan berada pada kisaran bawah, yaitu pada AUD 5,1 miliar. Ini berarti 60% dari armada Qantas, termasuk dua pesawat 787-9 yang dibeli secara tunai, tidak terbebani oleh utang. Periode jatuh tempo pelunasan utang juga membaik hingga delapan tahun, dengan program utang perusahaan di angka AUD 350 juta dan likuiditas jangka pendek terjaga kuat di angka AUD2.8 miliar.

Penghasilan dari perputaran modal investasi 12 bulan mencapai 20,9%, di mana semua segmen operasional mampu memberikan hasil yang melebihi rata-rata biaya modal. Panduan pengeluaran untuk belanja modal tahun keuangan 2018 dan 2019 tetap berada di angka AUD3,0 miliar, di luar penjualan aset bersih.

Arus kas operasi juga mengalami peningkatan sebesar 48% dan memecahkan rekor dengan angka AUD1,7 miliar. Ini berkontribusi pada tersedianya modal lebih untuk diinvestasikan kembali dan dibagikan pada para pemegang saham.

”Hasil ini mencakup pula keuntungan senilai AUD 181 juta yang didapat dari transformasi yang sedang berjalan, dan merupakan bagian dari target tahunan rata-rata sebesar AUD 400 juta. Pada akhirnya, disiplin adalah kunci di balik keberhasilan kami untuk terus memberikan hasil terbaik bagi para konsumen, pemegang saham, dan masyarakat di sekitar kami,” kata Joyce.

Qantas terus berupaya menjaga momentumnya setelah berhasil mempertahankan konsistensi performa selama beberapa tahun terakhir. Qantas juga akan terus melakukan investasi untuk masa depan, termasuk dengan menerima pesawat A320 baru untuk Jetstar, mendirikan akademi pelatihan pilot baru, dan berinvestasi lebih untuk meningkatkan kepuasan konsumen. (NDHYK)

1 – 4 Maret 2018, Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menghadirkan pameran khusus kendaraan komersial, berthema Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, akan berlangsung pada 1 – 4 Maret 2018, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat perkembangan industri manufaktur dan pembangunan infrastruktur yang cukup tinggi. Berkembangnya aktivitas pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan mobilitas yang tinggi, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat potensial bagi industri kendaraan komersial.

Tak kurang dari puluhan merek kendaraan komersial ada di pasar Indonesia. Indonesia tetap jadi pasar potensial bagi kendaraan komersial bahkan Indonesia memiliki potensi pasar komersial yang besar dengan kebutuhan tinggi untuk kendaraan komersial yang efisien dan tahan lama untuk dapat mendukung produktivitas para pelaku usaha logistik, distribusi, dan perdagangan.

Sepanjang 2017 menunjukkan peningkatan performa penjualan pada semua tipe di kendaraan komersial, terutama pada jenis truk dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 5-10 ton. Peningkatan penjualan tipe tersebut terlihat cukup signifikan.

Juga optimisme akan pasar komersial di Indonesia meyakinkan beberapa pemain kendaraan komersial baru siap bersaing di Tanah Air. Melihat performa penjualan yang membaik ini, para agen pemegang merek kendaraan komersial akan tetap optimistis dan percaya diri menghadirkan produk terbaiknya untuk pasar Indonesia melalui kegiatan rutin pameran yang digelar setiap tahun.

Penyelenggaraan pameran business to business (B to B) GIICOMVEC 2018 akan menjadi ajang yang paling tepat untuk industri kendaraan komersial Indonesia yang menunjukkan perkembangan terkininya, dan membuka peluang bisnis baru.

Puluhan merek kendaraan komersial ternama di Indonesia akan ambil bagian dalam pelaksanaan perdana GIICOMVEC. Mulai dari Daihatsu, DFSK, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, UD Truck, United Tractors, Volvo serta brand besar lainya Iveco dan Maxvel Electric Bus telah memberikan komitmennya untuk menghadirkan produk unggulannya di GIICMOVEC 2018.

Memang, GIICOMVEC menjadi ajang yang ditunggu para agen pemegang merek (APM) kendaran komersial Indonesia. GIICOMVEC 2018 menjadi ajang dan kesempatan yang sangat baik bagi para APM kendaran komersial Indonesia untuk menunjukkan produk terbaru dan terbaiknnya untuk menjaring peluang bisnis baru.

Komitmen panitia untuk fokus menghadirkan pengujung potensial dari berbagai lini industri menjadi alasan para peserta untuk memperkenalkan dan hadirkan produk terbaru mereka.

Sebagai pameran B to B, GIICOMVEC 2018 akan terbuka untuk para potential buyers. Dan untuk memudahkan para pengunjung yang berencana untuk hadir, GIICOMVEC 2018 membuka visitors pre-registration hingga tanggal 26 Februari 2018 melalui website resmi GIICOMVEC 2018.

Dengan melakukan pre-registration para potential buyers akan menerima informasi update tentang GIICOMVEC 2018 melalui e-newsletter, serta akan memudahkan dan menghemat waktu pada potential buyers agar dapat langsung menjajaki peluang bisnis di GIICOMVEC 2018 tanpa harus mengantri dan mendaftar pada saat kedatangannya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bali Tolak Legalisasi Narkoba Khusus buat Turis

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba anggota DPR melontarkan dua isu tak masuk akal, yakni legalisasi narkoba khusus buat wisatawan asing serta wacana usulan pembangunan kasino di Pulau Bali. Pemikiran-pemikiran liar yang berkembang di luar itu seolah-olah bersumber dari publik.

“Saya sengaja mengcounter pemikiran liar yang berkembang. Jika di Bali saja tidak diterima, apalagi di tempat lain?” papar Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond Junaidi Mahesa saat mengadakan kunjungan reses Komisi III DPR RI masa persidangan ke Provinsi Bali di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (28/02/2018).

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga memaparkan 80 persen pengunjung kasino di Singapura adalah orang Indonesia. Sejumlah pihak memanfaatkan data ini untuk merencanakan kemungkinan pengembangan bisnis kasino di kota-kota pariwisata, khususnya Bali.

“Ada yang bilang, mengapa tidak dibuatkan tempat khusus, misalnya di Bali? Sekarang kita bisa menjawab bahwa secara kultur itu tidak cocok. Di Bali saja tidak cocok, apalagi di temat lain,” kata Desmond.

Anggota Komisi III dari Fraksi PKB DPR RI, Bahrodin Nasori mengatakan pemerintah tidak boleh memberi ruang sedikit pun untuk narkoba. Para bandar dan sindikat narkoba harus diancam dengan hukuman maksimal di Indonesia. “Indonesia ini sudah darurat narkoba. Jika dilihat dari kejadiannya, penyelundupan narkoba sekarang itu bukan hitungan kilogram lagi, tapi ton,” katanya.

Pemerintah dan seluruh pihak yang berkepentingan di Indonesia, kata Bahrodin tidak boleh hanya melihat narkoba dari sisi kapital. Hal ini harus dilihat dari sisi ancamannya terhadap generasi muda.

Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan siapa saja boleh mengemukakan pendapat tentang legalisasi narkoba jenis dan dosis tertentu di Indonesia. Namun, tidak ada satu pun payung hukum yang membolehkan hal tersebut. “Rehabilitasi saya setuju. Namun melegalkan jenis dan dosis (narkoba) tertentu, apalagi untuk turis, kami tidak setuju,” ujar Golose.

Kapolda melanjutkan jika kepolisian membuka sedikit saja peluang untuk wacana ini, akan berdampak pada tindak pidana lain. Dan pidana yang mengarah ke transnational organized crime (TOC) dan kejahatan lintas negara.

“Belanda dan tiga negara bagian di Amerika Serikat sebelumnya melegalkan pemakaian ganja. Problem yang terjadi saat ini banyak orang tua mengeluh karena anak-anak mereka menjadi pecandu,” lontar Mantan Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri.

Kapolda Golose memaparkan sepanjang 2017 aparat menangkap dan menetapkan 925 tersangka penyalahgunaan narkoba di Bali. Sebanyak 63,5 persen atau 588 orang di antaranya orang Bali. “Belum kita legalkan saja, sudah ada 63,5 persen orang Bali terlibat narkoba. Apalagi jika ini dilegalkan? Saya atas nama penegakan hukum di Pulau Bali menyatakan tidak setuju wacana tersebut,” tegasnya serius.

Polda Bali mendukung fokus rehabilitasi bagi pemakai narkoba terlepas dari besar kecil dosis yang dikonsumsi. Provinsi Bali saat ini sudah memiliki pusat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Bangli.

Terkait wacana tempat judi di Bali, Kapolda Bali menolak rencana itu. Dikarenakan tidak ada payung hukum yang melegalkan bisnis perjudian di Indonesia. “Kami hanya akan mengikuti jika ada di dalam undang-undang. Jika tidak ada aturan dan legal standingnya, maka saya sebagai Kapolda Bali menolak wacana tersebut,” kata Kapolda Bali.

Masyarakat Bali, sambung dia, memang mengenal tabuh rah atau tajen yang sering diasosiasikan sebagai salah satu bentuk perjudian yang dilegalkan di Bali. “Namun, tabuh rah pada dasarnya adalah sebuah upacara suci yang dilangsungkan sebagai bagian dari kelengkapan upacara Macaru atau Bhuta Yadnya dalam kepercayaan Hindu Bali,” paparnya seperti dikutip laman Republika.co.id

Penelusuran Republika.co.id, wacana pengembangan bisnis kasino di Bali bukan pertama kalinya. Tahun 2015, seorang pengusaha nasional Adam Budiharto saat bersaksi di sidang kasus dugaan gratifikasi mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra pernah mengungkapkan dirinya sudah menghabiskan Rp 8,5 miliar untuk rencana pembangunan hotel dan pusat perjudian kasino di Nusa Penida. Niatnya gagal terealisasi meski telah mengucurkan sejumlah uang dan membeli tanah petani di pulau Dewata. (NDHYQ)