Sawahlunto Menuju Kota Warisan Budaya Dunia UNESCO

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Sawahlunto pada tahun 2018 ini sedang dalam proses penilaian kota industri batu bara masa lalu sebagai warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Terkait hal ini, ada tiga area di dalamnya sebagai pendukung dalam kota industri batu bara masa lampau,k0ata Wakil Wali Kota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, hari ini.

Berbicara pada Seminar dan Pameran Sawahlunto Menuju Kota Wisata Tambang Berbudaya di Universitas Indonesia, Zohirin Sayuti menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto terus menjaga kelestarian warisan sejarah dan budaya yang ada di wilayahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan  Fakultas Ilmu Penegetahuan dan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Bekerjasama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseum (Dit.PCBM) Kemendikbud RI dan Komunitas LUAR KOTAK.

Menurut Zohirin Sayuti, beberapa warisan yang direvitalisasi antara lain adalah Komplek Dapur Umum atau Rumah Ransum (Museum Goedang Ransoem) dan Lubang Tambang Mbah Soero.

Pendukung dalam kota tersebut adalah tambang batu bara, sarana prasarana yang ada di Sawahlunto, serta transportasi perjalanan rel kereta api untuk pengangkutan batu bara.

Selain itu, daerah di sekitar Sawahlunto yang menjadi daerah pendukung industri seperti Kabupaten Tanah Datar, kota Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman termasuk daerah distribusi batu bara hingga Teluk Bayur juga menjadi pendukung industri batu bara masa lampau.

Sementara itu, Kepala Seksi Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games menjelaskan visi dan rencana pengelolaan warisan budaya tersebut.

Dia mengatakan, warisan budaya akan dilindungi dan dilestarikan sebagai pernyataan luar biasa yang mendunia.
Di dukung tiga himpunan teknologi sistem industri yang saling terhubung berupa lokasi pertambangan, perkeretaapian dan fasilitas pelabuhan untuk penambangan dan distribusi batu bara sumber energi paling penting pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Rahmat mengatakan, atribut yang merepresentasikan tiga himpunan teknologi itu diintepretasikan dan dapat dijangkau oleh generasi masa kini dan masa depan. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat memahami kejeniusan melalui bukti sejarah yang unik di wilayah Sumatera Barat dan signifikansinya bagi perkembangan teknologi tambang dunia.

Sawahlunto adalah daerah di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar. “Di tahun 1858, ditemukan deposit batu bara dalam jumlah besar oleh De Groot dan dilanjutkan WH De Greve di Cekungan Ombilin, Sawahlunto, Sumatra Barat,” kata Zohirin.

Penemuan ini menarik minat Pemerintah Belanda karena mereka melihat potensi dan nilai yang sangat besar dari sumber batu bara tersebut. Pemerintah Belanda merancang proyek terintegrasi yang disebut ‘Tiga Serangkai’, yaitu kota tambang, jalur transportasi, dan pelabuhan.

Zohirin menggambarkan sebelum penambangan, daerah Sawahlunto merupakan hamparan persawahan di tengah lembah dan mengalir Sungai Lunto. Pada 1894 penambangan dilakukan seiring dengan pembangunan infrastruktur kota.

“Pembangunan infrastruktur kota sebagai penunjang proses tambang sejak tahun 1894 hingga lengkap sebagai sebuah kota pertambangan pada 1930,” kata Zohirin.


Hingga saat ini, tercatat 119 cagar budaya di Kota Sawahlunto. Sebanyak 68 cagar budaya ditetapkan pada tahun 2007, enam cagar budaya ditetapkan tahun 2014, dan 45 cagar budaya ditetapkan tahun 2017.

Acara yang dibuka oleh Dekan Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu di Auditorium Gedung I Fakultas Ilmu Penegetahuan dan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Adrianus optimistis dengan Latar belakang Kota Sawahlunto sebagai salah satu kota wisata.

Kota yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang ini, di kelilingi oleh tiga kabupaten, yaitu kabupaten Tanah Datar, kebupaten Solok dan kabupaten Sijunjung yang telah mengangkat keragaman etnis, adat, seni dan budaya sehingga menjanjikan pertumbuhan destinasi wisata menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia.

Ketua Departemen Arkeologi, Dr.Ninie Susanti mengatakan melalui perjalanan panjang dan berat kota Sawahlunto dalam sejarah industri batu bara menjadi perhatian besar.

“ Apalagi Sawahlunto tahun 2018 ini sedang dalam proses penilaian kota industri batu bara masa lampau sebagai warisan budaya dunia yang di akui UNESCO jadi berbagai pihak patut mendukung termasuk kalangan akademisi,”.

Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km2 yang terdiri dari empat kecamatan dengan jumblah penduduk lebih dari 54.000 jiwa. Namanya sendiri diambil dari kata “sawah” dan sungai “lunto”. Dahulunya daerah ini adalah daerah persawahan yang subur.

Sofia Boutique Residence, Hotel Unik Gaya Eropa di Tengah Desa

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Hotel unik di tengah desa Ngaglik, Sleman, menawarkan suasana Eropa yang mewah, termasuk interior dan sajian kulinernya. Berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, Sofia Boutique Residence bisa menjadi alternatif tempat menginap yang baru bagi wisatawan yang mendambakan liburan yang berkesan.

Apalagi lokasinya tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 7 kilometer dari Malioboro dan 12 kilometer dari Bandara Internasional Adi Sutjipto. Saat sampai di kawasan hotel, bangunan berantai lima yang didominasi warna hitam ini sudah terlihat mencolok dari jarak 50 meter. Megah dan seperti benteng tetapi jauh dari kesan angker.

“Konsepnya memberikan ketenangan, kenyamanan, dan privasi kepada tamu yang menginap,” ujar Yuliawati, Human Resources Manager Sofia Boutique Residence seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (05/12/2018).

Hotel unik ini hanya menyediakan 20 kamar mewah. Namun kamar yang disediakan tidak tanggung-tanggung karena kenyamanan dan pengalaman untuk tamu menjadi prioritas. Kamar yang tersedia terbagi menjadi tiga kategori, yakni 16 kamar Premier King dan Twin seluas 40 meter persegi, tiga kamar Executive Suite seluas 70 meter persegi, dan Penthouse seluas 200 meter persegi.

Setiap kamar hotel dilengkapi balkon bisa dimanfaatkan tamu untuk menikmati suasana pedesaan. Bahkan, kamar Penthouse di lantai lima dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga, serta teras yang langsung menghadap ke arah gunung Merapi. Perlengkapan toillet hotel unik ini pun melengkapi kemewahan Sofia Boutique karena memakai produk dari Bulgari.

Sofia Boutique juga menawarkan suguhan mocktail, kopi, sampai jus sehat yang melengkapi relaksasi tamu selama berada di bar. Red Tomato Cherry dan The Green Healthy Cucumber menjadi signature beverage.

Minuman itu memiliki sejumlah manfaat, seperti, detoksifikasi, menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, dan memperkuat sistem imun tubuh. Chef Sofia Boutique juga siap menghadirkan beragam hidangan nusantara sampai western yang bisa dinikmati sesuai selera tamu.

Selain lounge dan restoran, kolam renang untuk keluarga juga bisa dicoba. Kedalaman kolam berkisar 1,5 meter sehingga pas digunakan oleh anak-anak sampai orang dewasa. Lokasi kolam renang yang dekat dengan bar juga memberi suasana berbeda yang layak dicoba.

Sofia Boutique bisa pula dimanfaatkan untuk pasangan yang ingin mewujudkan pernikahan idaman. Pemandangan dan lokasi yang indah bisa menjadi alternatif tempat untuk pemotretan pre wedding, pesta pernikahan, perayaan ulang tahun, dan sebagainya. Momentum Natal juga bisa dirayakan di tempat ini. Hidangan makan malam komplit dengan kehadiran Santa Claus ikut menyemarakkan suasana.

Kehadiran Sofia Boutique diperuntukkan bagi seluruh segmen masyarakat. Hotel bintang empat dengan fasilitas bintang lima ini berusaha membuat tamu nyaman seperti di rumah sendiri. “Kami menerapkan kepada seluruh karyawan hotel untuk hafal nama tamu sehingga ada kedekatan secara personal,” tutur Yuliawati.

Yogyakarta menjadi destinasi berlibur wisatawan, Sofia Boutique berusaha menghadirkan suasana berbeda di penginapan. Kepuasan lewat foto yang bisa diunggah ke media sosial juga menjadi prioritas. Ia berusaha mewujudkan setiap sudut hotel menarik. “Kalau tamu yang datang para sosialita, biasanya suka swafoto dan interior hotel sangat mendukung,” ucapnya.

Yuliawati juga tidak memandang hotel lain sebagai kompetitor, sebab fokus utamanya adalah melayani tamu sebaik mungkin. Sejumlah fasilitas tambahan diberikan kepada tamu, seperti pelayanan khusus untuk tamu yang berbulan madu tanpa dikenakan biaya tambahan. (EP)

2018, Kunjungan Wisatawan ke Yerusalem Menggembirakan

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id – Perusahaan riset pasar internasional terkemuka, Euromonitor International merilis laporan Top 100 City Destinations pada Selasa (4/12/2018). Laporan ini menunjukkan kunjungan ke Yerusalem sangat menggembirakan bahkan memimpin pertumbuhan kedatangan pengunjung pada tahun ini, disusul oleh India yang mengalami pertumbuhan kedatangan yang tinggi. Kota Delhi dan Mumbai memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan lebih dari 20%.

“Di seluruh dunia, kedatangan masuk (inbound arrivals) mungkin akan meningkat 5% hingga mencapai 1,4 miliar perjalanan pada 2018,” tulisnya, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (05/12/2018).

Kota suci ini tercatat mendorong ekspansi dengan percepatan pertumbuhan hingga 38% menjadi 4,8 juta kedatangan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2017 sebesar 32%. Yerusalem disebut memperoleh manfaat dari stabilitas relatif dan dorongan pemasaran yang kuat.

“Kedatangan ke 100 kota tujuan teratas ini siap untuk meningkat sebesar 7,5% secara keseluruhan, dengan pusat kota memperluas kepentingan mereka untuk industri perjalanan global,” ujar Wouter Geerts, konsultan riset perjalanan di Euromonitor.

Sementara, lanjut dia, kunjungan wisatawan di Asia terus meningkat dalam peringkat, menyumbang sebanyak 41 kota dari 100 kota teratas sepanjang 2018. Sedangkan kawasan Timur Tengah dan Afrika justru tidak mengalami pertumbuhan yang positif.

Kota-kota seperti Jerba dan Sousse di Tunisia dan Sharm el Sheikh di Mesir telah keluar dari peringkat. “Penyebabnya akibat serangan teroris dan permintaan yang merosot, kecuali Kairo yang justru melawan tren dengan kebangkitan kedatangan,” jelasnya.

Dalam hasil riset yang sama, Hong Kong memimpin daftar kota-kota dengan kedatangan terbanyak. Kota ini diperkirakan akan menerima 29,8 juta pengunjung pada tahun ini, 7% lebih tinggi daripada tahun 2017.

Sementara destinasi wisata Bangkok, London, Singapura, Makau, Paris, Dubai, New York, Kuala Lumpur, Shenzhen, dan China masuk dalam 10 destinasi paling populer selama tahun 2018. Indonesia? (EP)

Liburan Akhir Tahun, Payakumbuh Tawarkan Wisata Menarik

this formate

PAYAKUMBUH, bisniswisata.co.id: Tak punya acara di liburan akhir tahun, cobalah menjelajah berbagasi destinasi wisata di Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Sajian objek wisata menarik ditawarkan. Mulai wisata alam, air terjun, wisata sejarah hingga kuliner perlu dicoba. Pastinya tak akan kecewa.

Payakumbuh terletak di daerah dataran tinggi bagian dari Bukit Barisan. Berada pada hamparan kaki Gunung Sago, bentang alam kota ini memiliki ketinggian yang bervariasi. Topografi daerah kota ini terdiri dari perbukitan dengan rata-rata ketinggian memiliki ketinggian 514 meter di atas permukaan laut. Suhu udaranya rata-rata berkisar antara 26 °C dengan kelembapan udara antara 45–50%.

Setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, bisa lanjutkan dengan perjalanan darat Kabupaten Lima Puluh Kota. Ibukota kabupaten Payakumbuh, bisa dicapai rata-rata dalam 3 jam dengan jarak sekitar 102 kilometer.

Meski bukan kota terbesar di Sumbar, namun Payakumbuh bisa jadi merupakan salah satu kota yang indah di Ranah Minang. Banyak potensi wisata di Payakumbuh, tercatat lebih dari 27 obyek wisata di daerah ini. Dari jumlah itu ada wisata unggulan, instagramable yang kerap dikunjungi wisatawan, antara lain:

#. Jembatan Kelok Sembilan

Sebuah ruas jalan penghubung provinsi Riau dengan Sumbar yang berkelok, terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Jalan kelok 9 ini memiliki tikungan cukup tajam dengan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Pemandangan di kawasan ini sangat indah dan mempesona. Berjarak sekitar 30 kilometer dari ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota itu. Tikungan yang tajam dengan kelokan yang tajam terlihat lebih menarik di malam hari, karena yang tertangkap adalah cahaya lampu.

#. Lembah Harau

Sebuah lembah diapit dua bukit yang terjal dan indah dengan ketinggian tebing mencapai hingga 150 meter. Lembah Harau, dilingkungi oleh batu pasir yang terjal berwarna-warni ke orengean, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Lembah harau terletak di ketinggian dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, Berjalan menuju Lembah Harau sangat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, bersih dan Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya yang memiliki pemandangan yang ciamik dan menakjubkan. Selain tebing, ada 3 air terjun yang berbeda ukuran dan berbagai fasilitas permainan. Dari pusat kota Payakumbuh bisa dicapai dalam 25 menit dengan jarak sekitar 15 kilometer.

#. Rumah Gadang di Sungai Beringin

Sebuah rumah khas masyarakat Payakumbuh. Rumah ini salah satu bukti kemegahan rumah adat, yang dimiliki masyarakat minang sejak jaman dahulu. Rumah gadang ini diresmikan keberadaannya oleh Menteri Pariwisata yang saat itu di pimpin oleh bapak Joop Ave pada tanggal 9 Januari 1994. Bangunan ini dipersembahkan untuk Bundo Kanduang dan Anak Cucu masayarakat Minangkabau, yang hingga kini rumah gadang ini diperuntukkan sebagai objek wisata untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya minangkabau kepada masayarakat luar. Rumah gadang sungai beringin saat ini di kelola oleh PT.Pusako Rumah Gadang yang sangat terawat sangat baik.

#. Bukik Bulek Taram

Objek wisata yang terletak di Kenagarian Taram Kabupaten Lima Puluah Kota, Sumatera barat. Bukik Bulek ini merupakan sebuah batu yang berbentuk bundar, puncaknya menonjol dan sangat terjal. Di kaki bukit ini terdapat hamparan tanah dengan rerumputan yang datar. Lokasi ini belum terkelola dengan baik seutuhnya, belum memiliki fasilitas wisata yang ada di objek wisata ini, sehingga masih merupakan potensi wisata alam yang bisa dikembangkan sebagai asset wisata daerah sekitar. Bukit Bulek Taram dikelilingi oleh rawa-rawa yang banyak ikannya dan pada hari libur sering dijadikan tempat memancing. Bukik Bulek berjarak 11,5 km dari kota Payakumbuh.

#. Rumah Tan Malaka

Tahukah kamu kalau sosok Tan Malaka yang mempunyai peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia berasal dari Sumatera Barat? Dan terdapat Rumah Tan Malaka yang kini jadi daya tarik wisatawan di kota Payakumbuh. Dibangun pada tahun 1936, Rumah Tan Malaka ini pun banyak dikunjungi wisatawan.

#. Kapalo Banda Taram

Objek wisata alam dengan pemandangan indah, banyak pohon hijau serta segarnya air yang ada di objek wisata ini. Apalagi dipadu dengan bentangan sawah yang luas serta lokasinya tak jauh dari hutan, menjadikan suasana di sekitar Kapalo Banda Taram terasa sangat nyaman dan menyegarkan serta membuat pengunjung betah untuk bersantai berlama-lama disini. Dulu kawasan ini hanya saluran irigasi, kini menjadi objek wisata yang mampu menyedot wisatawan dengan tampilan panorama alam menakjubkan.

#. Air terjun lubuak bulan

Air Terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 50 meter. Para penjelelajah tidak bisa menghabiskan waktunya untuk berendam air ataupun berenang. kebanyakan yang datang ke sini hanya bisa menggunakan air dari air terjun untuk membasuh muka ataupun sekadar menampung sedikit air untuk minum. Air Terjun di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak, Kanagarian Simpang Kapuak, kec. Mungka, lokasi air terjun ini berjarak sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan dari kota Payakumbuh. Perjalanan menuju ke air terjun ini hanya bisa dilakukan menggunakan sepeda motor.

#. Panorama Ampangan

Objek wisata Ampangan merupakan tempat favorit bagi masyarakat sekitar kota Payakumbuh. Tidaklah heran jika tempat ini menjadi tempat yang favorit, karena memang lokasinya yang berada di perbukitan menghadirkan pemandangan yang sangat indah dan lebih luas. Lokasi Panorama Ampangan ini berada di kaki gunung Sago, perbukitan Kenagaraian Aur Kuning, Kelurahan Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Ditempuh sekitar 6 Km dari pusat kota Payakumbuh.

#. Panorama Padang Mengatas

Sebuah Padang rumput hijau yang luas dan indah ini terletak di pinggang Gunung Sago dan membentang luas dari Padang Mengatas hingga ke Tapak Gajah kurang lebih 1,5 Km. Akses menuju ke sana cukup bagus. Pastikan Anda membawa kamera memasukkan Padang Mengatas sebagai destinasi liburan terbaik. Padang Mengatas terletak di Jl. Padang Mangatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia

#. Paralayang di Taeh Bukik

Setelah diresmikannya Kejuaraan Nasional Paralayang di Taeh Bukik Kabupaten Limapuluh Kota pada 9 – 14 Juni 2015 yang lalu banyak atlet olahraga nasional menampilkan kebolehan di ajang bergengsi ini. Tempat ini menjadi favorit untuk menyaksikan paralayang sedang berlatih. Diatas Merupakan 10 Tempat Wisata di Payakumbuh. Kota yang berdekatan dengan Kota Payakumbuh adalah Kota Bukittinggi, Maka dari itu kami memasukan 13 Tempat wisata di Bukit tinggi.

#. Pacu Itiak

Ingin menyaksikan atraksi unik selama di Payakumbuh, coba cek daerah-daerah yang kerap menggelar pacu itiak, atau lomba itik terbang. Tradisi ini memang lekat dengan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota ini. Bahkan sudah dilakukan para petani di daerah ini sejak 1028. Mulanya para petani menghalau itik yang memakan padi di sawah, ternyata hewan ini terbang. Jadilah pacu itiak pun menjadi hiburan. Biasanya bisa ditemukan di Aur Kuning dan Sicincin.

#. Kampung Adat Balai Kaliki

Kampung adat Balai Kaliki berada di Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh. Rumah-rumah gadang di sini dirawat dengan baik dan beberapa dimanfaatkan sebagai homestay untuk wisatawan yang ingin menjajal menginap di rumah gadang. Kampung adat ini berada di Kecamatan Payakumbuh Utara. Lokasinya tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 10 menit bisa dicapai dengan kendaraan roda empat.

#. Ngalau Indah
Ngalau dalam bahasa lokal berarti gua, dan Ngalau Indah lokasinya di lereng Bukit Simarajo, Payakumbuh. Bila datang dari arah Bukittinggi, berada sebelum memasuki pusat kota Payakumbuh. Dari tepi jalan papan nama sudah terlihat , terlebih dulu harus menanjak hingga di puncak bukit bertemu dengan area parkir, lengkap dengan area makan. Kemudian turis masih menaiki tangga menuju mulut gua. Gua memiliki pintu masuk dan ke luar yang berbeda. Stalagtit dan stalagmit di gua ini diberi nama unik. Berada di ketinggian, wisatawan bisa melihat persawahan yang ada di dekat Payakumbuh dari lokasi ini. (EP)

Fesyen Muslim Indonesia Unjuk Gaya di Paris

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri fesyen Indonesia ambil bagian dalam pertunjukan fesyen skala internasional, “La Mode” Sur La Seine à Paris. Di dalam pameran fesyen yang diikuti 400 peserta dari mancanegara, termasuk Indonesia yang akan fokus mempromosikan fesyen muslim tanah air.

Pameran fesyen muslim ini akan dilaksanakan pada 2019. Guna memperluas akses pasar fesyen lokal di luar negeri, Indonesia meluncurkan International Muslim Fashion Festival di gelaran “La Mode” Sur La Seine à Paris.

Sejumlah 400 peserta dari mancanegara ikut serta dalam gelaran ini, antara lain Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia.

“Jadi, target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara OKI,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (04/12/2018).

Dilanjutkan, “La Mode” Sur La Seine à Paris diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC). Ini merupakan organisasi desainer dan pelaku usaha fesyen dengan jumlah anggota terbesar dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mewadahi desainer yang telah siap merambah pasar global.

“Melalui event tersebut, anggota IFC diberi kesempatan untuk memperkenalkan karyanya di tingkat internasional sekaligus menjalin bisnis dengan mitra potensial dan meningkatkan ekspor,” paparnya.

Menjadi menarik, fashion show digelar di kapal pesiar yang berlayar mulai dari Menara Eiffel dengan menyusuri Sungai Seine dan mengelilingi sejumlah lokasi ikonik di pusat mode dunia, Kota Paris.

Sebanyak 16 desainer Indonesia yang terlibat, antara lain Lisa Fitria, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Sofie, Ali Charisma, Shanty Couture, IDENTIX by Irma Susanti, Lia Mustafa, Lia Soraya, Rosie Rahmadi, #Markamarie, Istituto Di Moda Burgo Indonesia, ZELMIRA by SMK NU Banat, dan PemerintahProvinsi Aceh melalui Dinas Pariwisata Aceh menampilkan koleksi REBORN29 by Sukriyah Rusdy.

“Mereka menampilkan karya yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi kategori busana konvensional hingga busana muslim,” ungkapnya. ZELMIRA misalnya, akan menampilkan 24 koleksi terbaru yang terdiri dari 12 modest fashion dan 12 busana konvensional.

“Karya dari SMK NU Banat Kudus itu sukses di pasar Asia melalui pameran dagang internasional Hong Kong Fashion Week sejak tahun 2016, kini mereka ingin melebarkan pangsa pasar ke Eropa melalui ajang di Paris tersebut,” terangnya. Sementara itu, Lisa Fitria dan Lia Mustafa menampilkan karya busana muslim terbaiknya.

National Chairman IFC Ali Charisma menyampaikan, pergelaran busana di Paris itu ditujukan untuk memperlihatkan keunggulan karya desainer fesyen Indonesia dengan keragaman dan kekuatan etnik lokal di tingkat global.

“Event ini sangat membuka peluang kerja sama bagi yang hadir,” ucapnya. Dalam rangkaian kegiatan ini, rombongan desainerIndonesia akan melakukan kunjungan ke pabrik lace yang ternama di Paris, “Cité de la Dentelle et de la Mode”. sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

PHRI: Target 17 Juta Kunjungan Wisman Sulit Tercapai

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pesimis target 17 juta kunjungan wisman sepanjang 2018 sulit tercapai. Kendati banyak agenda internasional seperti Asian Games, Asian Para Games hingga pertemuan IMF-World Bank, namun terdapat sentimen lain yang lebih kuat memukul minat kunjungan wisman datang ke Indonesia.

“Letusan Gunung Agung, gempa di Palu dan Lombok sangat memengaruhi minat kunjungan wisman. Sehingga, mereka yang datang ke Indonesia sepanjang tahun ini hanya mereka yang benar-benar butuh untuk datang ke sini saja, seperti delegasi Asian Games dan IMF World Bank. Selebihnya, para wisman cenderung menunda untuk berkunjung ke Indonesia karena alasan keamanan,” lontar Wakil Ketua Umum PHRI Rainier Daulay di Jakarta, Selasa (04/12/2018).

Dilanjutkan dengan realisasi kunjungan wisman sepanjang Januari—Oktober yang baru mencapai 13,24 juta kunjungan, pemerintah akan sulit mengejar sisa sekitar 4 juta kunjungan pada akhir tahun. Pasalnya, secara tren, jarang terjadi lonjakan kunjungan pada akhir tahun.

Untuk itu dia meminta agar pemerintah tidak berharap banyak taregt kunjungan 17 juta wisman pada tahun ini bisa tercapai. Dia pun berharap, tahun depan pemerintah lebih banyak berbenah untuk menyiapkan sekaligus mempercepat pembetukan destinasi wisata baru.

Hal itu dinilainya perlu untuk menjaga minat kunjungan wisman, ketika sejumlah destinasi wisata utama seperti Bali dan Lombok yang terkendala oleh bencana alam pada tahun ini, paparnya seoerti diunduh Bisnis.com.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia Elly Hutabarat tidak dapat berharap banyak pada momentum liburan akhir tahun untuk menggenjot kunjungan wisman agar dapat mencapai target yang ditentukan pemerintah. Pasalnya, minat wisman untuk berlibur ke Indonesia pada akhir tahun relatif rendah.

“Kalau mau, kita siapkan untuk tahun depan, target 20 juta wisman dengan memperkuat keterhubungan antardestinasi wisata. Supaya wisman dapat mencari lokasi alternatif berwisata ketika ada satu lokasi yang mengalami kendala gangguan alam misalnya,” katanya.

Dia mengatakan, para pelaku di sektor agen perjalanan siap untuk mengakomodasi upaya pemerintah untuk menarik kunjungan wisman. Terlebih saat ini banyak pengelola perjalanan wisata yang menyediakan paket murah sehingga dapat menarik minat para wisatawan asing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman pada Oktober 2018 hanya mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka itu naik 11,24% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 1,29 juta kunjungan. Capaian pada Oktober tersebut turun 5,74% dari September. Alhasil, total kunjungan wisman pada sepanjang Januari—Oktober 2018 baru mencapai 13,24 juta kunjungan.

“Pada Oktober, kunjungan wisman terbantu oleh momentum pertemuan IMF-World Bank, yang terbukti dari lonjakan wisman masuk melalui Bandara Ngurah Rai yang naik 11,01% pada Oktober secara year on year [yoy],” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Namun demikian, menurutnya, lonjakan kunjungan wisman akibat pertemuan IMF-World Bank yang digelar di Bali tersebut, tidak cukup untuk membalikkan tren tahunan di mana pada Agustus—Oktober menjadi periode kunjungan wisman yang selalu mengalami penurunan. Untuk itu, dia berharap kunjungan wisman dapat terdorong kembali pada Desember, ketika musim liburan akhir tahun, sambungnya. (EP)

Ratu Wushu Lindswell Kwok Gemar Berwisata Kuliner

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, kembali menjadi bahan perbincangan. Setelah meraih prestasi mengesankan di Asian Games 2018, wanita kelahiran 24 September 1991, jadi sorotan gara-gara penampilannya yang jauh berbeda.

Dalam sebuah video di Instagram, seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (04/12/2018), paras cantik Lindswell Kwok kini sudah berbalut hijab berwarna merah muda. Ternyata, perempuan berusia 27 tahun ini, sudah memutuskan untuk menjadi mualaf.

Sontak saja penampilan “baru” Lindswell ini, mengundang perhatian warganet. “Ma sudah mualaf Lindswell Kwok ma, malah lebih cantik dia pake hijab ma,” tulis akun @rizkiadhitiazuardi dalam unggahan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Sukses Lindswell meraih emas cabang wushu Asian Games 2018 membuatnya mendapatkan julukan baru, yaitu Ratu Wushu Asia. Bahkan, keberhasilannya itu membuat namanya menjadi trending topic nomor 1 di Indonesia dan mampu menembus 10 besar trending topic worldwide atau menjadi perbincangan di dunia.

Popularitas Lindswell Kwok memang bukan hanya soal prestasinya di arena pertandingan. Penampilannya kerap menarik perhatian juri dan penonton, karena parasnya yang cantik. Keanggunannya sebanding dengan skill bela dirinya, Wushu.

Prestasi Lindswell memang sudah terbilang banyak. Di tingkat Kejurnas Junior, Lindswell pernah meraih medali medali emas. Di ajang nasional, Lindswell meraih medali perak di ajang PON XVII di Kalimantan Timur, 2008.

Di ajang World Junior Wushu Championships II [WJWC] di Bali, 2008, Lindswell juga berhasil meraih medali emas. Pada tahun 2009, Lindswell kembali mewakili Indonesia di ajang World Wushu Championships (WWC) di Ontario, Kanada. Di ajang regional, SEA Games Laos 2009 dan Asian Games 2010 China, Lindswell meraih medali perak di nomor Taijiquan.

Rupanya masih banyak yang belum tahu jika perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, ini sangat suka berwisata kuliner. Dia senang mencicipi beragam makanan, baik khas nusantara, maupun dari negeri tetangga. Tak jarang melalui akun Instagram miliknya, Lindswell lebih sering mengunggah foto makanan dibanding wajahnya yang cantik.

Bukan hanya itu, dii tengah kesibukannya berlatih wushu, ia juga kerap menyempatkan waktu untuk travelling. Tempat-tempat indah seperti Pantai Tikus, Hutan Pinus Mangunan, hingga Rusia pernah dikunjunginya. (EP)

Cina Jadikan Turis Sebagai Alat Politik Internasional

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Meningkatnya jumlah turis Cina yang melakukan perjalanan internasional memberi pengaruh bagaimana transaksi pembayaran, yang dilakukan dan penjualan paket wisata. Namun beberapa pengamat juga mengkhawatirkan perjalanan turis Tiongkok digunakan sebagai alat politik.

Menurut Institut Outbound Tourism Cina, pada 2017, ada 145 juta turis Cina traveling ke luar negeri, menghabiskan pengeluaran sebesar 1,1 triliun dolar AS (atau setara Rp 21 kuadriliun) secara global. Jumlah tahunan wisatawan Cina diperkirakan terus tumbuh dengan perjalanan ke luar negeri diperkirakan hampir tiga kali lipat hingga 400 juta pada 2030.

Organisasi Pariwisata Dunia PBB menyebutkan turis Cina mencapai 21 persen dari pengeluaran perjalanan global 2018 sejauh ini. Angka-angka ini bisa sangat menguntungkan ekonomi lokal, tetapi para analis berpendapat itu juga bisa digunakan oleh pemerintah Cina sebagai “pengaruh global”.

Pakar hubungan luar negeri Cina dari University of Melbourne, Sow Keat Tok, mengatakan kekuatan ini telah digunakan oleh Beijing untuk secara cepat menghasilkan “situasi penyanderaan” dengan negara-negara yang memiliki perbedaan politik atau diplomatik.

Cina mulai menggunakan kekuatan pariwisata ini untuk kepentingan mereka. “Beijing mampu memobilisasi penduduknya demi kepentingan mereka dan dengan cepat mematikan arus wisatawan yang keluar … [menghancurkan] industri pariwisata dari destinasi yang tidak disenanginya.” kata Dr Tok seperti dilansir www.abc.net.au, Selasa (04/12/2018). Negara-negara seperti Palau, Taiwan, dan Korea Selatan sudah merasakan kemarahan Cina dari hal ini.

Alat untuk menghukum lawan

Cina melarang sejumlah paket wisata yang dikelola negara untuk mengunjungi Palau tahun lalu karena adanya hubungan diplomatik Palau dengan Taiwan. Karenanya banyak hotel di Palau kosong dan maskapai penerbangannya hampir bangkrut.

Pada Maret 2017, Beijing menerapkan larangan tak resmi terhadap kunjungan turis Cina ke Korea Selatan hanya beberapa bulan sebelum Olimpiade musim dingin karena ketegangan diplomatik atas pengerahan sistem anti-rudal yang didukung AS. Akibatnya, jumlah kedatangan orang Cina ke negara itu merosot dengan kerugian yang diperkirakan mencapai 9,6 miliar dolar AS (atau setara Rp 96 triliun) tahun lalu.

“[Beijing] mungkin menyadari sekarang bahwa ini adalah alat yang semakin berguna untuk menghukum para pengkritik China dan memperluas pengaruh China ke luar negeri,” kata Dr Tok.

Bentuk boikot ini tak terbatas pada urusan diplomatik dengan negara lain, tetapi juga meluas ke perusahaan internasional seperti raksasa ritel Zara, jaringan hotel Marriott, dan maskapai penerbangan Qantas serta Delta. Semuanya harus meminta maaf secara terbuka untuk mencantumkan Hong Kong dan Taiwan sebagai negara terpisah di situs mereka.

Banyak negara mencoba untuk memanfaatkan pasar yang menguntungkan dengan menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan turis Cina. Dari para pengamen di Australia hingga mesin penjual otomatis di Jepang dan Kanada, platform pembayaran seluler populer termasuk Alipay dan WeChat telah bergerak melampaui batas nasional Cina. Jika digabungkan, aplikasi ini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna bulanan.

Menurut perusahaan riset pasar global Nielsen, bank dan perusahaan internasional semakin menyediakan platform pembayaran ponsel Cina untuk mengakomodasi 65 persen turis Cina yang menggunakan mereka di luar negeri tahun lalu. “Dengan demikian kami melihat lebih banyak penanda, layanan, dan produk Cina yang melayani turis China di Bandara Melbourne dan Sydney, misalnya,” kata Dr Tok.

Dicurigai kejahatan kartel

Meskipun pariwisata Cina bisa menghasilkan keuntungan ekonomi yang besar, beberapa praktik yang dipertanyakan telah sangat berdampak pada ekonomi lokal. Thailand dan Indonesia menindak wisata “nol dolar” – paket perjalanan inklusif yang dijual dengan harga murah – yang diduga memanfaatkan longgarnya peraturan lokal.

Belanja wajib di toko-toko dan pabrik-pabrik dimasukkan ke dalam rencana perjalanan, dan wisatawan diimbau – dan kadang-kadang ditekan – untuk melakukan pembelian dengan harga yang tinggi. Banyak dari toko-toko memiliki tempat parkir besar yang penuh dengan bus, tetapi warga lokal tidak boleh masuk.

Menurut Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), paket perjalanan dari Cina ke Bali bisa dibeli seharga 60 dolar AS (atau setara Rp 600 ribu), yang mencakup semua yang Anda butuhkan untuk menginap selama lima malam.

“Toko-toko itu [secara ilegal] dimiliki oleh warga negara Cina; menjual barang-barang yang diproduksi Cina yang biasanya dibayar dengan Alipay atau WeChat,” kata kepala ASITA Bali, I Ketut Ardana.

Dilanjutkan, operator bisa menjual paket perjalanan murah karena mereka bekerja dengan operator Cina di Bali yang membawa mereka ke toko-toko milik Cina dan tempat-tempat wisata yang tidak dikenakan biaya masuk. Praktik ini mengambil pendapatan dari ekonomi lokal karena pendapatan langsung masuk ke kantong orang-orang yang terlibat. “Ini kejahatan kartel,” kata Dewa Ayu Laksmi dari Dinas Pariwisata Bali.

Dewa Ayu mengatakan Pemerintah Bali menindak masalah ini dengan menutup toko-toko ilegal yang dioperasikan Cina. Langkah itu telah memangkas jumlah wisatawan Cina lebih dari separuh selama beberapa bulan terakhir.

Liburan bersubsidi

Di Melbourne, General Manager Grup GrandCity Travel, Kevin Xu, mengatakan agensinya menjual antara 2.000 hingga 3.000 tur “berbiaya rendah” setiap tahunnya. “Meskipun beberapa pemerintah lokal bisa sedikit mensubsidi perjalanan wisata, sebagian besar keuntungan berasal dari komisi wisata belanja,” katanya.

Dosen antropologi Universitas Nasional Australia (ANU), Yujie Zhu, mengatakan, paket wisata bersubsidi sebagian besar merupakan fenomena Cina. “Pemandu wisata memainkan peran yang sangat penting karena merekalah yang melakukan semua pekerjaan untuk mempromosikan toko-toko dan membawa [para turis] ke sana,” katanya.

Kadang-kadang mereka membujuk dengan kata-kata agar mereka membeli, kadang-kadang mereka secara keras memaksa mereka untuk membelinya. Saya pikir [metode] itu dimulai di dalam negeri, dan kemudian tumbuh dan bergulir [secara global].” sambungnya. (EP)

Menu Olahan Pohon Pisang Sajian Khas Santika

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Siapa tak kenal Pisang, namun tak semua orang bisa mengolah pisang menjadi sajian menaik. Pisang merupakan buah yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Buah tropis yang banyak ditanam di Indonesia, tidak kenal musim, mudah diperoleh dan harganya terjangkau, namun khasiatnya bagus untuk tubuh.

Dari pohon pisang biasanya hanya diambil buahnya untuk dimakan. Buah pisang digemari masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak sampai lanjut usia, karena rasanya enak, teksturnya lembut serta mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat berguna bagi tubuh.

Kandungan vitamin dan mineral dalam buah pisang antara lain provitamin A (betakaroten), vitamin B kompleks (tiamin, riboflavin, niasin dan piridoxin), kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan zat besi. Pisang juga mengandung nilai energi sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel.

Bagian lain dari pohon pisang, mungkin hanya daunnya, yang sering digunakan sebagai pembungkus makanan seperti lemper, bothok dan pepesan. Padahal seluruh bagian pohon pisang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan makanan.

Dengan pemikiran tersebut, Executive Chef Ervin Triana dari Hotel Santika Pandegiling Surabaya, membuktikannya dengan mengolah beberapa menu yang terbuat dari bagian-bagian pohon pisang. Cocok untuk dinikmati oleh mereka yang vegetarian maupun bukan.

“Banyak bagian lain dari pohon pisang yang bisa diolah menjadi makanan bergizi yang cocok dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Bagian yang dimaksud adalah daun pisang, batang pisang, jantung pisang bahkan tunas pisang. Rasanya juga enak dan sedap,” ujar Chef Ervin dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (04/12/2018).

Pohon pisang menginspirasi Chef Ervin untuk membuat beberapa menu baru yaitu ayam batang pisang, rujak pisang, jungkut ares, cake pisang, kripik jantung pisang, abon tunas pisang dan sambel pisang. Bahkan, daun pisang bisa dibuat cendol.

Ia menggunakan pisang raja nangka yang berwarna hijau, besar dan panjang, memiliki rasa manis dan kesat. Pisang ini tidak susah mendapatkannya, karena bisa dibeli di pasar tradisional. Menurut Chef Ervin, pisang jenis ini kurang cocok disantap sebagai buah biasa, namun enak jika diolah, meski itu hanya digoreng atau dibuat kolak.

Chef Ervin memaparkan cara mengolah salah satu menu, abon tunas pisang. Bahannya harus tunas pisang muda, dibersihkan lalu diparut halus. Rebus selama 10 menit dan tiriskan. Raciklah bumbu kuning dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jintan, daun salam, daun jeruk, sereh, kunyit, jahe, laos, lada dan garam. Haluskan semua bahan, kecuali daun jeruk dan sereh.

Tumis semuanya, lalu masukkan parutan tunas pisang. Aduk sampai kering dan sajikan. Siap disantap. Jika ingin menyimpan abon tunas pisang hingga beberapa hari, harus dioven lebih dulu agar tahan lama, ungkapnya

Sedangkan cendol daun pisang diolah dari daun pisang paling muda yang warnanya hijau pupus. Daun dari satu pelepah pisang dibersihkan lalu diblender dan disaring airnya. Kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan tepung beras, lalu aduk sampai kental. Setelah itu buatlah cendol dari adonan tersebut, kemudian masukkan air es agar mengeras.

General Manager Hotel Santika Pandegiling, Buditama Setiawan, senang dan mengapresiasi kreativitas Chef Ervin yang selama ini selalu menghadirkan menu-menu unik dari bahan-bahan yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

“Banyak sekali orang yang belum tahu bagaimana cara mengolah bagian-bagian dari pohon pisang menjadi aneka makanan yang enak dan bergizi. Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat aneka menu hasil olahan Chef Ervin ini sebagai makanan pembuka, makanan utama maupun makanan penutup,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

redBus, Layanan Online asal India Buka di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: redBus, platform pemesanan bus antar kota & shuttle busonline yang berbasis di India, secara resmi membuka layanan di Indonesia. Para pengguna bus kini dapat memesan dan membeli tiket bus dan shuttle bus secara online untuk melakukan perjalanan keluarga, dinas maupun traveling ke berbagai kota di Indonesia.

“Dengan visi mendigitalkan persediaan tiket bus dan shuttle bus, redBus tujuannya mengurangi pekerjaan secara manual dan membuat proses pemesanan bus jauh lebih mudah dan nyaman, baik bagi operator bus maupun pengguna bus di Indonesia,” papar CEO redBus PrakashSangam saat meluncurkan platformnya di Jakarta, Senin (3/12).

Dijelaskan, setelah melayani lebih dari 18 juta pelanggan di seluruh dunia dan menjual lebih dari 170 juta tiket bus, redBus saat ini beroperasi di 6 negara, termasuk India, Kolombia, Indonesia, Malaysia, Peru, dan Singapura.

Aplikasi mobileredBus diunduh lebih dari 32 juta kali dan termasuk dalam daftar 10 aplikasi perjalanan teratas di sebagian besar pasar. “Peluncuran di Indonesia mempercepat pertumbuhan angka tersebut mengingat banyak orang masih menggunakan bus sebagai moda transportasi favorit mereka,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan berbagai permasalahan rumit yang dialami para pelanggan bus di berbagai negara, redBus di Indonesia dengan visi untuk mengubah ekosistem bus dan shuttle bus di Indonesia dan membuat hidup lebih simpel bagi para pelanggan bus.

Bahkan, lanjut dia, redBus membantu mereka untuk memesan tempat duduk favorit mereka pada waktu perjalanan yang mereka inginkan tanpa harus mengalami kesulitan dengan berdiri dalam antrian panjang di depan loket.

Country HeadredBus Indonesia, Danan Christadoss menambahkan lebih dari 110 perusahaan otobus dan operator shuttle bus yang populer di Indonesia telah mempercayai redBus sebagai mitra resmi mereka untuk mendistribusikan tiket mereka secara online. Beberapa perusahaan dan operator bus yang populer termasuk nama-nama besar seperti Sinar Jaya, Pahala Kencana, Lintas, Xtrans, Nusantara, Sumber Alam dan masih banyak lagi.

Dengan dukungan dari para mitra ini, redBus dapat melayani sebagian besar permintaan bus dan shuttle bus yang berasal dari Jawa Barat & Jawa Tengah. redBus juga melihat minat yang besar pada rute pendek seperti Jabodetabek ke Bandung serta Joglo Semar (Yogyakarta, Solo, Semarang).

Pengguna bus bisa memesan tiket bus dan shuttle bus di lebih dari 1400 rute unik bus yang menghubungkan lebih dari 150 kota di Indonesia. “Kami menargetkan untuk menjual lebih dari 200.000 kursi setiap harinya melalui www.redbus.id dan aplikasi mobileredBus,” sambungnya.

Data redBus mencatat bahwa saat ini audiens pengguna bus terdiri dari mahasiswa dan profesional muda yang jauh dari kampung halaman mereka, baik laki-laki maupun perempuan, 50% audiens tergolong dalam kelompok usia 18 hingga 24 tahun, tambahnya. (EN)